Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.954 views

Tarif Pungli Menggunung Jika Satpol PP Pakai Pistol

Pekanbaru (voa-islam.com) -Meski peraturan diperbolehkannya aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggunakan senjata api telah dibekukan, namun reaksi penolakan masih terus berlanjut.

Pedagang di Pekanbaru, Riau ikut menolak aturan yang tertuang dalam Permendagri Nomor 26 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaporan Satpol PP. Mereka menilai, penggunaan senjata api bisa dijadikan alat untuk memeras pedagang lewat pungutan liar.

...tidak pakai pistol kadang ada oknum yang meminta jatah, apalagi pakai pistol bisa-bisa tarif punglinya tambah mahal" kata Agus Sihombing...

"Ya sedangkan tidak pakai pistol kadang ada oknum yang meminta jatah, apalagi pakai pistol bisa-bisa tarif punglinya tambah mahal" kata Ketua  Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Pekanbaru Agus Sihombing, Rabu (7/7/2010).

Keleluasan kepemilikan senjata api itu, sambung Agus bisa disalahgunakan untuk memuluskan kepentingan pribadi oknum nakal Satpol PP.

"Oknum-oknum itukan bisa saja melakukan teror kepada masyarakat dengan senjata apinya itu. Ini kan bisa berbahaya" imbuhnya.

Karenanya, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri diminta tidak hanya membekukan peraturan tetapi mencabutnya. "Kita minta Mendagri mencabut lagi Permen, kita saja sudah susah dengan banyak oknum-oknum yang tidak kenal belas kasihan dan selalu arogan" kata Ringo salah satu pedagang di pasar pagi Arengka.

Kontras: Pemerintah Lebih Memilih Kekerasan Ketimbang Persuasif

Menanggapi rencana mempersenjatai Satpol PP, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyatakan bahwa mempersenjatai Satpol PP sama dengan mengumumkan kepada rakyat bahwa pemerintah lebih memilih pendekatan kekerasan ketimbang persuasif dalam menghadapi masyarakat.

“Kami menilai munculnya Permendagri No 26 Tahun 2010 tentang penggunaan senjata api bagi Satpol PP menunjukkan persepsi ancaman kekerasan yang dihadapi Satpol PP dalam menjalankan tugas semakin tinggi, termasuk ancaman kekerasan dengan senjata api. Kalau yang dilakukan seperti itu, pendekatan kekerasan juga yang akan dikedepankan,” kata Koordinator Kontras, Usman Hamid, di Jakarta, Rabu.

...Kalau yang dilakukan seperti itu, pendekatan kekerasan juga yang akan dikedepankan,” kata Koordinator Kontras, Usman Hamid, di Jakarta, Rabu...

Usman melanjutkan, hal itu justru jauh dari karakter pamong praja yang seharusnya mengayomi masyarakat daerah. Ia mengakui, dalam kondisi tertentu Satpol bisa berhadapan dengan massa yang menggunakan kekerasan. Namun, jawaban dari masalah itu bukan dengan mempersenjatai Satpol PP. “Tetapi membangun dialog dengan masyarakat,” kata Usman.

Ia menambahkan, bentrok antara Satpol PP dan masyarakat yang kerap terjadi disebabkan oleh dua hal. Pertama, tidak tegasnya tindakan hukum aparat kepolisian dalam mengamankan protes warga. Kedua, Satpol PP belum cukup matang secara emosional dalam mengeksekusi peraturan daerah.

“Masyarakat harus diajak komunikasi soal Perda, dengan mengedepankan dialog,” ujarnya.

Lain pula dengan Kasatpol PP DKI Jakarta, Effendi Anas yang mengatakan, senjata api penting untuk menegakkan perda yang kerap dilanggar masyarakat. Menurutnya, masyarakat terutama warga Ibukota kurang begitu memandang terhadap Satpol PP sehingga penertiban yang dilakukan kerap berbuntut perlawanan.

Pemerintah Gegabah Jika Persenjatai Satpol PP

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR Teguh Juwarno mengatakan, rencana memberikan alat kelengkapan senjata api kepada anggota Satuan Polisi Pamong Praja merupakan kebijakan gegabah yang sangat berisiko.

"Satpol PP bukan bagian dari TNI dan Polri sehingga sangat berisiko jika memberikan alat kelengkapan senjata api kepada Satpol PP," kata Teguh Juwarno, di Jakarta, Rabu (7/7).


Teguh menyatakan, jika Satpol PP dilengkapi dengan senjata api dikhawatirkan akan disalahgunakan, yakni melakukan pendekatan dengan cara kekerasan dalam menjalankan tugasnya sehingga menjadi seperti koboi jalanan.


Satpol PP adalah aparat dari pemerintah daerah yang bertugas melakukan penertiban masyarakat dalam penegakan peraturan daerah dengan pendekatan persuasif yang mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan.


"Apalagi pada era reformasi saat ini pendekatan dengan cara kekerasan harus dihindari karena tidak sejalan dengan semangat reformasi," katanya.

...Mempersenjatai Satpol PP dengan senjata api sama saja dengan mempersiapkan anggota Satpol PP untuk melakukan pendekatan dengan cara kekerasan," katanya...

Teguh mencontohkan, pendekatan secara persuasif yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan sudah dilakukan oleh anggota Satpol PP dalam merelokasi pedagang kaki lima di Kota Solo, Jawa Tengah, yang berjalan sukses.

Wakil Sekjen DPP Partai Amanat Nnasional (PAN) ini meminta kepada Menteri Dalam Negeri untuk merevisi Peraturan Mendagri (Permendagri) No 26 Tahun 2010 tentang Penggunaan Senjata Api Bagi Anggota Satuan Polisi Pamong Praja.


"Permendagri itu harus segera direvisi, karena mempersenjatai Satpol PP dengan senjata api sama saja dengan mempersiapkan anggota Satpol PP untuk melakukan pendekatan dengan cara kekerasan," katanya.

Mendagri: Mempersenjatai Satpol PP Bukan Karena Mbah Priok

Di lain tempat, Mendagri menyangkal kalau mempersenjatai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akibat tragedi mbah priok. Akan diperbolehkan nya menggunakan senjata hanya untuk senjata berjenis gas air mata serta senjata berpeluru hampa saat melakukan penertiban. Kebijakan itu bukan akibat adanya tragedi  berdarah di Tanjung Priok, beberapa waktu lalu.

"Itu jangan dikaitkan setelah peristiwa ini. PP lahir sebelum Peristiwa Priok," kata Menteri Dalam Negeri  Gawaman Fauzi, usai mengikuti rapat mengenai revitalisasi gerakan pramuka di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/7/2010).

"Itu jangan dikaitkan setelah peristiwa ini. PP lahir sebelum Peristiwa Priok," kata Menteri Dalam Negeri  Gawaman Fauzi...

Peraturan Pemerintah (PP) yang dimaksudkan Gamawan adalah PP No 6/2010 tentang Satpol PP. Di dalam PP tersebut, menurutnya, Satpol PP memang diperbolehkan menggunakan senjata gas air mata dan berpeluru hampa.

Menurut Mendagri, PP itu lahir pada bulan Januari 2010, sementara peristiwa bentrokan antara Satpol  PP-polisi dan masyarakat yang menolak pembongkaran makam Mbah Priok di Tanjung Priok itu terjadi  pada 14 April 2010.

Mantan Gubernur Sumatera Barat itu mengatakan, pemberian senjata bagi Satpol PP dilakukan demi  pembinaan Satpol PP dalam jangka panjang. Selain itu, permasalahan yang akan dihadapi Satpol PP di  masa depan diyakini makin banyak dan berat.

"Jangan lihat sekarang, ya. Coba lihat 10 tahun lagi, satpol PP sudah makin profesional, pelatihannya  makin baik, yang dihadapi kan masalahnya makih berat. Jadi kita sudah perkirakan tantangan sekian tahun yang akan datang, jangan Tanjung Priok kemarin," tandasnya.

Gamawan menambahkan, Satpol PP mempunyai dua tugas, yakni untuk menegakkan peraturan daerah serta untuk ketentraman dan ketertiban. Karenanya, keberadaan Satpol PP tetap diperlukan.

"Coba bayangkan kalau nggak ada Satpol PP, mungkin kita juga akan klaim kan trotoar yang dibangun di  mana-mana. Masyarakat akan terganggu ketentramannya," tutup Gamawan. (Ibnudzar/dbs)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Selasa, 04 Oct 2022 10:51

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Selasa, 04 Oct 2022 09:12

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Senin, 03 Oct 2022 23:15

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

Senin, 03 Oct 2022 23:06

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Oct 2022 21:14

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Senin, 03 Oct 2022 20:49

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Senin, 03 Oct 2022 19:15

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Senin, 03 Oct 2022 18:35

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Senin, 03 Oct 2022 12:44

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

Senin, 03 Oct 2022 11:17

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Senin, 03 Oct 2022 09:31

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Senin, 03 Oct 2022 07:38

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Senin, 03 Oct 2022 07:13

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Senin, 03 Oct 2022 06:41

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Tragedi yang Memilukan

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Tragedi yang Memilukan

Ahad, 02 Oct 2022 21:55

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Ahad, 02 Oct 2022 21:45

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Ahad, 02 Oct 2022 21:44

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

Ahad, 02 Oct 2022 21:32


MUI

Must Read!
X