Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
53.828 views

'Tentara Allah' Turun di Kampung Melayu Selambo - Deli Serdang

Jakarta (voa-islam) – Pagi itu, waktu Dhuha, pukul 10.00 WIB, usai menggarap ladang, 20 petani Kampung Melayu Selambo, Deli Serdang, Sumatera Utara yang tengah rehat di teras Masjid Al Barakah, tiba-tiba diserang sekitar 300 lebih kelompok preman bersenjata tajam. Sambil mengacungkan golok, linggis, kelewang, dan batu, kelompok itu meneriakkan: “Bunuh, cincang saja orang Islam teroris, di Jakarta kalian bisa menang, tapi jangan coba-coba disini.”

Bukan hanya mengacungkan senjata, tapi juga melempari atap masjid tersebut dengan batu, sampai atapnya bocor di sana-sini. Kejadian itu terjadi, Sabtu, 30 Oktober 2010 lalu. Hingga masuk waktu Zuhur, petani yang semuanya muslim itu bertahan di dalam masjid. Di tengah situasi yang mencekam dan dipenuhi rasa takut itu, para petani mengumandangkan azan. Usai azan, mereka meneriakkan takbir “Allohu Akbar”.  Lalu apa yang terjadi, para penyerang itu lari terbirit-birit.

Banyak saksi mata, baik di pihak penyerang maupun para kuli bangunan yang sedang bekerja di sekitar masjid, menyaksikan dan melihat langsung pasukan berjubah putih, berpakaian ala Romawi dan Ninja. Kata seorang warga yang bekerja sebagai kuli bangunan kepada Pengurus FUI Sumatera Utara, ia seperti menonton film dari atas balkon saja. Bahkan ia melihat para penyerang yang berjumlah ratusan orang itu saling berkelahi sendiri.

Lantas siapakah pasukan berpakaian ala Romawi, berjubah putih dan bergaya Ninja seperti yang disaksikan banyak mata? Bukan tidak mungkin, Tentara Allah datang memberi pertolongan kepada umat Islam di Kampung Melayu Selambo - Deli Serdang yang terkepung dalam keadaan tak berdaya. Wallahu'alam bishshowab.

Subhanallah, aneh bin ajaib, meski warga muslim yang hanya berjumlah 20 orang ini dalam posisi diserang, tapi yang jatuh korban, justru berada di pihak penyerang. Dikabarkan, empat orang penyerang terluka, dua diantaranya kritis dan harus diopname di sebuah rumah sakit di Medan.   

Bayangkan,  300 melawan 20. Logikanya, yang sedikit akan dikalahkan yang banyak. Sedangkan, menurut pengakuan Sabarudin, dirinya bersama rekannya tidak melakukan perlawanan, dengan alasan takut dan tidak punya senjata. Setelah mengepung warga muslim di Masjid Al Barakah itu, akhirnya para penyerang mundur ke belakang dan membakar tujuh unit rumah warga.

Diantara penyerang itu, kata Sabarudin Sagala, salah seorang petani yang diserang itu, mengenali beberapa wajah yang ternyata sebagian berasal dari warga setempat. “Kelompok penyerang itu sepertinya terorganisir. Diantara mereka, ada yang saya kenal,” ujarnya.

Tak lama kemudian, aparat kepolisian mulai melakukan pengamanan di sekitar masjid. Keanehan kembali terjadi, sekitar pukul 14.00 WIB, ketika salah seorang aparat bermarga Manurung sedang rebahan di ruang majelis Masjid Al Barkah. Tiba-tiba saja, kaki bagian kirinya seperti ada yang terangkat. Begitu terbangun, polisi itu melihat makhluk berukuran tinggi besar dan mengerikan. Believe or not, wajah makhluk gaib itu terlihat hingga di ujung langit.

..Subhanallah, aneh bin ajaib, meski warga muslim yang hanya berjumlah 20 orang ini dalam posisi diserang, tapi yang jatuh korban, justru berada di pihak penyerang. Dikabarkan, empat orang penyerang terluka, dua diantaranya kritis dan harus diopname di sebuah rumah sakit di Medan. 

Melapor Malah Ditahan

Kepada wartawan, Sabarudin Segala yang bergabung sebagai anggota Himpunan Tani d wilayahnya itu itu mengatakan, sejak Subuh, ia bersama rekannya sesama warga Kampung Melayu Selambo, Deli Serdang, Sumatera Utara, memang terbiasa berkumpul di teras masjid, tak jauh dari ladang, tempat mereka menanam Palawijaya. “Kami biasa ngopi di teras masjid.”

Seingat Sabarudin, Dari 20 petani yang bertahan di Masjid Al Barkah, diantaranya adalah bernama Thamrin, Midun, Amal Limbong, Andri Pasi, Thoriq, Nasrin Limbong, Darto, Tenang, Kholid, Rosyid, Sapriyadi, Sobri dan Ilyas.

Kasus penyerangan, kata Sabarudin, bukanlah yang pertama, sebelumnya, lahan milik warga juga sempat dibabat seorang preman bayaran.” Motifnya adalah agar kami terusir dari lahan tersebut. Ada mafia tanah yang ingin merebut lahan petani yang kesemuanya muslim. Hingga saat ini pelaku pembabat lahan petani Kp Melayu Selambo itu belum ditetapkan sebagai tersangka. Warga meyakini, ada indikasi oknum polisi ikut bermain dan terlibat konspirasi.

Pernah, petani yang dibabat lahannya itu menemukan mesin pembabat yang ditinggalkan pelaku di ladang mereka. Ketika petani melapor pada aparat, justru sang pelapor itu yang dituduh mencuri mesin milik sang pembabat. Konyolnya lagi, polisi malah menahan Ridho Limbong, warga dan petani yang melapor, selama 11 hari. Karena tidak terbukti, akhirnya Ridho Limbong dikeluarkan dari tahanan.

FUI Sumatera Utara (FUI SU) yang dipimpin oleh Ustadz Sudirman Timsar Zubil yang mendampingi korban petani muslim Kp Melayu Selambo-Deli Serdang ini, telah berupaya menjembatani berbagai pihak berwenang untuk membantu menyelesaikan masalah.

Bukan hanya itu FUI SU juga telah mengupayakan, agar tujuh unit rumah yang dibakar para penyerang, termasuk atap masjid yang dirusak itu, kembali dibangun dan direnovasi kembali. Namun, karena police line belum dicabut di TKP (Tempat Kejadian Peristiwa), ia belum berani melakukan pembangunan. Karena khawatir dituduh menghilangkan alat bukti. Padahal bahan materiilnya sudah tersedia sebagian.

Bagi umat Islam yang ingin menyumbangkan sebagian rezekinya, untuk memberi bantuannya memperbaiki bagunan rumah mereka yang dibakar, hubungi FUI SU (Ustadz Sudirman Timsar Zubil atau hubungi voa-islam. 

Hingga saat ini petani muslim Kp Melayu Selambo masih mengalami trauma untuk kembali ke ladang. Dari tanah garapan masyarakat seluas 425 hektar, kini tinggal 10 hektar, karena telah direbut mafia tanah yang melibatkan oknum aparat dan pejabat setempat. Anehnya, ketika ditagih warga untuk mengusut dan menangkap pelaku pembakaran rumah warga, pihak kepolisian selalu bilang,. “Sulit. Menangkap pelakunya seperti menemukan jarum di atas tumpukan jerami,” kata warga menirukan ucapan polisi. Desastian

Berita terkait:

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Senin, 28 Sep 2020 23:55

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Senin, 28 Sep 2020 20:50

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Senin, 28 Sep 2020 18:46

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

Senin, 28 Sep 2020 18:35

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

Senin, 28 Sep 2020 15:00

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Senin, 28 Sep 2020 14:00

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

Senin, 28 Sep 2020 11:50

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Ahad, 27 Sep 2020 22:53

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Ahad, 27 Sep 2020 22:28

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ahad, 27 Sep 2020 21:56

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Ahad, 27 Sep 2020 21:39

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ahad, 27 Sep 2020 21:15

ATSI Dukung Pemerintah Beri Bantuan Kuota Internet untuk PJJ

ATSI Dukung Pemerintah Beri Bantuan Kuota Internet untuk PJJ

Ahad, 27 Sep 2020 21:07

Ilham Aliyev: Azerbaijan Hancurkan Peralatan Militer Armenia Sebagai Pembalasan Serangan Armenia

Ilham Aliyev: Azerbaijan Hancurkan Peralatan Militer Armenia Sebagai Pembalasan Serangan Armenia

Ahad, 27 Sep 2020 21:05

UEA Tandatangani Nota Kesepahaman Jadikan Dubai Sebagai Pusat Penting Bagi Bisnis Israel

UEA Tandatangani Nota Kesepahaman Jadikan Dubai Sebagai Pusat Penting Bagi Bisnis Israel

Ahad, 27 Sep 2020 20:45

Kasihan Pak Prabowo

Kasihan Pak Prabowo

Ahad, 27 Sep 2020 20:20

Pemerintah Yaman dan Pemberontak Syi'ah Houtsi Setujui Pertukaran 1000 Lebih Tahanan

Pemerintah Yaman dan Pemberontak Syi'ah Houtsi Setujui Pertukaran 1000 Lebih Tahanan

Ahad, 27 Sep 2020 20:00

Militer AS Gunakan Rudal 'Ninja' Rahasia Untuk Bunuh Target Penting di Suriah

Militer AS Gunakan Rudal 'Ninja' Rahasia Untuk Bunuh Target Penting di Suriah

Ahad, 27 Sep 2020 17:34

Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Ahad, 27 Sep 2020 09:39

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Sabtu, 26 Sep 2020 23:36


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X