Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.074 views

Kabarnya, Hari ini RUU Intelijen Akan Disahkan dalam Sidang Paripurna

Jakarta (voa-islam)- Begitu bom Solo meledak, tuntutan agar Undang-undang (RUU) tentang Intelijen Negara disahkan menjadi undang-undang kiat menguat. Badan Intelejen Negara (BIN) mendesak DPR segera mengesahkan RUU itu, karena intelijen butuh payung hukum untuk mengatasi kasus terorisme. Semua fraksi di DPR telah sepakat dengan RUU inisiatif DPR tersebut. Kabarnya, RUU itu akan disahkan melalui sidang paripurna DPR hari ini.

Seperti diketahui,dibalik desakan pengesahan RUU Intelijen ini, banyak pihak khawatir terhadap isinya. Sebagian lain, menilai RUU ini tidak perlu, karena fungsi dan peran intelijen yang diharapkan  dalam RUU tersebut telah ada dalam pranata hukum dan perundang-undangan yang ada. Hukum-hukum yang ada dianggap sudah mencukupi, guna mencegah dan menindak para pelaku teror.

Toh, fakta menunjukkan banyak kasus terorisme, bisa dicegah dengan menggunakan aturan yang sudah ada, misalnya UU tentang terorisme. Selain itu, pasal-pasal yang ada justru bertentangan dengan hukum yang ada dan hak asasi manusia. Tapi sayangnya, suara mereka yang kontra kalah jika dibandingkan dengan keinginan pemerintah dan DPR.

Niat membuat UU Intelijen yang sudah digagas pemerintah 10 tahun lalu akan menjadi kenyataan. Berbagai pasal yang dianggap karet, dalam draft terakhir, ternyata belum banyak berubah. UU itu nantinya masih sangat memungkinan bagi pemerintah untuk bertindak sewenang-wenang dan represif terhadap pihak-pihak yang dianggap berseberangan dengan pemerintah.

Sebagai contoh, frase “ancaman nasional” dan “keamanan nasional”, definisinya tidak jelas dan multitafsir. Begitu juga “lawan dalam negeri”, siapa dan kriterianya tidak jelas. Tolok ukur yang dapat mengancam kepentingan dan keamanan nasional sangat lentur untuk menarget seseorang jadi sasaran kegiatan intelijen. Kelenturan RUU Intelijen itu bisa untuk disalahgunakan demi kepentingan politik kekuasaan atau kelompok tertentu atau membungkam sikap kritis dan kritik atas kebijakan penguasa.

Bisa dipastikan, UU Intelijen akan berpotensi merugikan rakyat. Khususnya umat Islam, terutama aktivis Islam yang sangat berpeluang menjadi korban. Boleh jadi, upaya penegakan ajaran Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan al-Hadits, akan dipersepsikan sebagai ancaman, demi kepentingan asing dan pihak tertentu.

Disamping itu, elemen masyarakat yang bersuara kritis, begitu juga dengan para jurnalis pun akan bisa menjadi korban dengan dalih mengancam keamanan atau kepentingan nasional yang ditafsirkan secara objektif oleh penguasa. Ini berbahaya.

Gerilya BIN

Hanya berselang empat hari setelah Bom Solo, DPR menyetujui kenaikan anggaran BIN sebesar Rp. 200 milyar. Awalnya Rp. 1,2 trilyun menjadi Rp. 1,4 trilyun.

Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq mengatakan, kenaikan Rp. 200 miliar untuk BIN tidak terlalu besar. Mahfudz yang merupakan fraksi PKS itu menjelaskan, Komisi I mendorong agar BIN bisa meningkatkan kemampouan dan kinerja bidang intelijen.

Bukan hanya BIN yang mendapatkan “suntikan” tambahan anggaran. BNPT  (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) pun kecipratan. Dalam rapat tertutup dengan Komisi III DPR, BNPT mengajukan anggaran sebesar Rp. 126 milyar untuk proyek deradikalisasi. Sumber di DPR menyebutkan, melalui proyek ini BNPT akan menargetkan 800 ribu masjid dan 40 ribu pesdantren sebagai mitra BNPT. Malah, BNPT sudah menandatangani kerjasama dengan beberapa ormas Islam untuk proyek deradikalisasi.

Kepala BIN Sutanto rupanya tidak hanya mendorong DPR agar segera mengesahkan RUU Intelijen menjadi UU. Lebih dari itu, mantan Kapolri ini berharap, agar UU Terorisme No. 15 tahun 2003 bisa segera direvisi dengan memasukkan pasal mengenai informasi intelijen.

Desakan BIN kemudian mendapat dukungan dari Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar dengan mengatakan, dengan adanya payung hukum, intelijen bisa bekerja lebih baik. Dukunga lain juga datang dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) yang dipimpin oleh Ansyad Mbai. (Desastian/MU)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Rabu, 23 Sep 2020 21:29

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Rabu, 23 Sep 2020 21:05

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Rabu, 23 Sep 2020 20:28

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Rabu, 23 Sep 2020 19:58

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Rabu, 23 Sep 2020 19:45

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Rabu, 23 Sep 2020 19:30

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Rabu, 23 Sep 2020 18:40

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Rabu, 23 Sep 2020 17:45

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Rabu, 23 Sep 2020 17:15

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Rabu, 23 Sep 2020 15:00

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Rabu, 23 Sep 2020 11:29

Angka Covid-19 Masih Tinggi, Persis: Tunda Pilkada Dahulukan Keselamatan Jiwa

Angka Covid-19 Masih Tinggi, Persis: Tunda Pilkada Dahulukan Keselamatan Jiwa

Rabu, 23 Sep 2020 11:00

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Rabu, 23 Sep 2020 05:24

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Selasa, 22 Sep 2020 22:15

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Selasa, 22 Sep 2020 22:13

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Selasa, 22 Sep 2020 21:21

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Selasa, 22 Sep 2020 21:15

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Selasa, 22 Sep 2020 21:00

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Selasa, 22 Sep 2020 20:18

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Selasa, 22 Sep 2020 18:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X