Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
7.742 views

Mengurai Polemik 'Takfir' Para Aktivis Bom Masjid Cirebon

JAKARTA (voa-islam.com) – Para aktivis mantan JAT yang melakukan pemboman masjid Cirebon belum takfir terhadap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan JAT secara langsung. Mereka hanya menuduh JAT dan Ustadz Abu sesat dan menyimpang dari Sunnah. Ada apa?

Belakangan, jagad maya diramaikan dengan polemik berita bahwa para aktivis bom Masjid Cirebon melakukan takfir (menghukumi kafir) kepada Ustadz Abu.

Polemik takfir ini memanas lagi ketika  beberapa situs memposting surat bantahan tak beridentitas jelas alias majhul, bahwa para aktivis yang melakukan pemboman Masjid Adz-Dzikra Cirebon itu tidak takfir terhadap Ustadz Abu, tapi hanya keluar dari JAT karena berbeda pendapat.

Untuk mengurai apa perbedaan pendapat yang dimaksud, Ahmed Widad dari voa-islam.com melakukan tabayyun langsung kepada Ketua Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) Wilayah Cirebon, Agung Nur Alam, Kamis siang (20/10/2011).

Agung membeberkan kronologinya, bahwa sebelum keluar dari JAT para aktivis bom masjid Cirebon itu berbondong-bondong mendatangi dirinya selaku Ketua JAT Wilayah Cirebon. Mereka menyatakan keluar dari JAT karena berbeda prinsip dengan JAT. Dalam penilaian mereka, JAT sudah sesat dan tidak di atas Sunnah karena memakai jasa pengacara Tim Pengacara Muslim (TPM) dan melakukan aksi demonstrasi. Menurut mereka, memakai jasa TPM adalah bagian dari berhukum pada thaghut, sedangkan demonstrasi adalah amalan bid’ah.

Kepada voa-islam.com, Agung menuturkan secara detil dialog dirinya dengan para bomber Cirebon.

“Baik Markaziah maupun Mudiriah memakai jasa TPM ketika terjadi kasus pidana. Menurut paham mereka yang keluar dari JAT, bahwa itu menyimpang seperti itu. Dan TPM itu merupakan bagian dari tahakum (berhukum, red) kepada hukum thaghut,” ujar Agung menirukan mereka.

Agung menegaskan, dirinya tidak pernah melapor kepada JAT Pusat bahwa aktivis bom Cirebon yang keluar dari JAT itu melakukan takfir terhadap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

“Nggak ada bahwa ana menyampaikan mereka mentakfir Ustadz Abu, nggak ada. Ana hanya menyampaikan dari ucapan mereka seperti itu. Waktu mereka ke rumah ana, ya sudah ana sampaikan apa adanya,” tegas Agung yang biasa disapa Abu Husama ini.

Alasan lainnya, lanjut Agung, karena JAT masih melakukan aksi demonstrasi dalam  perjuangannya. “Baik di pusat maupun di wilayah Jabar, ketika berjuang itu masih memakai demonstrasi-demonstrasi. Menurut paham mereka bahwa demonstrasi itu bid’ah, tidak ada dalam Islam. Dengan alasan itu akhirnya mereka keluar,” paparnya.

Karenanya, Agung menyesalkan pihak-pihak yang memelintir atau salah paham terhadap penjelasannya, dengan menyimpulkan bahwa aktivis bomber masjid Cirebon melakukan takfir terhadap Ustadz Abu. “Ana kaget, kok tahu-tahu muncul bawa-bawa Beni Asri, Ustadz Aman dan Ustadz Halawi Makmun mentahzir Ustadz Abu. Ana kaget padahal ana agak sampai seperti itu ngomongnya!” bantahnya.

Meski demikian, Agung tidak membantah bahwa kelompok bomber masjid Cirebon itu selama ini mengaji kepada Ustadz Aman Abdurrahman (sebelum ditahan) dan Ustadz Halawi Makmun. Namun Agung tidak tahu dari mana mereka mendapat pemahaman lain sehingga keluar dari JAT.

Terhadap JAT dan Ustadz Abu, lanjut Agung, para bomber masjid Cirebon itu hanya menyatakan tidak di atas Sunnah karena memakai TPM yang bertahakum kepada hukum thaghut. Tapi mereka dengan keras berani mengafirkan secara terang-terangan kepada para pengacara TPM. “Ana tidak setuju sampai ana debat itu. Bahkan mereka itu sempat terlontar mengafirkan personel-personel TPM. Ana sampai istighfar. Cuma dari mulut mereka, tidak terlontar dari mulut mereka mengafirkan Ustadz Abu,” jelas Agung. “Bahkan mereka juga menyuruh ana taubat, padahal ana taubat itu tidak hanya karena TPM, tiap hari juga taubat,” tambahnya.

Secara lisan, terang Agung, tidak pernah terlontar kalimat takfir terhadap Ustadz Abu, namun secara tegas mereka menuding Ustadz Abu dan JAT menyimpang dari din. “Memang tidak pernah terlontar secara terang-terangan bahwa mereka itu sudah mengafirkan Ustadz Abu. Tapi mereka hanya menyampaikan bahwa JAT pusat maupun mudiriah sudah melakukan penyimpangan,” ujarnya.

Karena tidak ada titik temu, ujar Agung, pertemuan tersebut memanas lalu berubah dari dialog menjadi debat internal, bahkan akhirnya menjadi persidangan para mantan JAT terhadap ketua JAT. “Ana diam saja waktu itu, kan mereka berbondong-bondong. Ana kayak disidang seperti itu,” kenang Agung.

“Setelah diskusi dan tidak ada titik temu ya sudah. Cuma ana ngomong sama mereka, yah sudah silahkan kalian keluar (dari JAT, red). Tapi hati-hati kalian. Kalau ada apa-apa jangan sekali-sekali bawa-bawa JAT, kasihan Ustadz Abu,”

Dalam pembicaraan dengan para mantan JAT tersebut, Agung menggarisbawahi bahwa pemahaman mereka mengarah kepada takfir. Meski Agung berpendapat bahwa menuduh orang bertahakum kepada hukum thaghut itu berarti takfir terhadap orang tersebut, namun ia belum bisa menyimpulkan takfir, karena belum adanya ucapan secara jelas/sharih. “Kalau diteliti kan memang seperti itu (takfir, red), arah-arahnya ke sana tapi kan mereka belum secara shorih. Mereka belum secara jelas menyatakan seperti itu,” simpul Agung. “Mereka belum mengafirkan Ustadz Abu secara ta’yin langsung,” tambahnya.

Setelah wawancara ini, Agung berharap agar polemik ini tidak diperpanjang dan tidak menjadi bahan permusuhan. “Kalau menurut ana sih sudah saja, jadi tidak cekcok,” pintanya.

Kasus bom masjid Cirebon oleh para mantan anggota JAT ini sungguh unik dalam banyak hal.

Aparat berusaha mengait-ngaitkan Ustadz Abu dan JAT dalam lingkaran bom rumah ibadah ini, padahal Ustadz Abu sangat keras menentang pemboman masjid karena tidak sesuai baik menurut Al-Qur'an maupun platform JAT. Yang lebih unik adalah kebesaran jiwa Ustadz Abu. Meski ulama sepuh yang  jadi kambing hitam terorisme itu tidak setuju dengan aksi pemboman masjid, namun dengan tulus ia tetap mendoakan para ikhwan agar mendapat rahmat dan maghfirah Allah SWT, tak peduli meski para ikhwan yang didoakan itu menuduh dirinya sesat dan menyimpang dari Sunnah. Wallahu a’lamu bis-shawab. [taz/ahmed widad]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Masya Allah!!! Fatir Terlahir tanpa Tempurung Kepala, Hidung dan Otak. Ayo Bantu!!

Masya Allah!!! Fatir Terlahir tanpa Tempurung Kepala, Hidung dan Otak. Ayo Bantu!!

Dalam usia dua tahun, bayi ini harus berjuang hidup dengan kesulitan yang mahaberat. Ia terlahir tanpa tempurung kepala, otak sempurnya, hidung dan tangan...

Sakit Demam Berdarah, Zulqarnain Anak Mujahid Dirawat Inap. Ayo Bantu..!!

Sakit Demam Berdarah, Zulqarnain Anak Mujahid Dirawat Inap. Ayo Bantu..!!

Bukan kepalang repotnya Ummu Abdullah saat putra sulungnya dirawat inap karena sakit demam berdarah. Tanpa didampingi sang suami, ia juga harus merawat dua balita lainnya....

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Preman Leo menghabiskan hidupnya dalam kerasnya kehidupan dan gelapnya kehidupan malam. Dengan dakwah Relawan IDC, ia bertaubat dan banyak beristigfar menjelang ajal, meninggalkan dua anak yatim....

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Menjelang tahun ajaran baru 2016-2017, IDC menerima order 56 juta rupiah untuk masuk sekolah dan pesantren, jadi tanggungjawab kaum muslimin....

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Latest News
Kisah Mualaf Rachel dari Belanda: Hijab adalah Jalan Tepat Menuju Surga

Kisah Mualaf Rachel dari Belanda: Hijab adalah Jalan Tepat Menuju Surga

Ahad, 29 May 2016 20:58

Islam yang Dirindukan

Islam yang Dirindukan

Ahad, 29 May 2016 20:50

Belajar Dua Bahasa, Bayi Lebih Cepat Bisa

Belajar Dua Bahasa, Bayi Lebih Cepat Bisa

Ahad, 29 May 2016 20:38

Kita Harus Fanatik

Kita Harus Fanatik

Ahad, 29 May 2016 18:34

Kedutaan Besar AS di Afghanistan Peringatkan Warganya Rencana Serangan dari Mujahidin di Kabul

Kedutaan Besar AS di Afghanistan Peringatkan Warganya Rencana Serangan dari Mujahidin di Kabul

Ahad, 29 May 2016 18:00

Pengaruh Kabbalah Terhadap Doktrin Pluralisme Agama

Pengaruh Kabbalah Terhadap Doktrin Pluralisme Agama

Ahad, 29 May 2016 16:33

Milisi Syi'ah Kaki Tangan Iran Hancurkan 5 Masjid Sunni di Barat Baghdad

Milisi Syi'ah Kaki Tangan Iran Hancurkan 5 Masjid Sunni di Barat Baghdad

Ahad, 29 May 2016 16:30

Sekelompok Pria Texas Amerika Berlatih Senjata untuk Menembak Umat Muslim

Sekelompok Pria Texas Amerika Berlatih Senjata untuk Menembak Umat Muslim

Ahad, 29 May 2016 11:46

Bupati Cianjur: Revolusi Mental Dimulai dari Gerakan Subuh Berjamaah

Bupati Cianjur: Revolusi Mental Dimulai dari Gerakan Subuh Berjamaah

Ahad, 29 May 2016 10:01

Wahai Pemuda, Kembalilah Kepada Islam

Wahai Pemuda, Kembalilah Kepada Islam

Ahad, 29 May 2016 08:43

 Hukum 'Nyekar' Jelang Ramadhan

Hukum 'Nyekar' Jelang Ramadhan

Ahad, 29 May 2016 07:20

Istimewa, Tabligh Akbar dan Tarhib Ramadhan Wahdah Islamiyah Dihadiri Imam Masjidil Haram

Istimewa, Tabligh Akbar dan Tarhib Ramadhan Wahdah Islamiyah Dihadiri Imam Masjidil Haram

Ahad, 29 May 2016 06:10

Mahasiswa Medan Ikuti Diskusi Jurnalistik Kemanusiaan dan Dakwah

Mahasiswa Medan Ikuti Diskusi Jurnalistik Kemanusiaan dan Dakwah

Ahad, 29 May 2016 05:17

Erdogan Kecam AS Karena Dukung Organisasi Teroris PYD dan YPG

Erdogan Kecam AS Karena Dukung Organisasi Teroris PYD dan YPG

Sabtu, 28 May 2016 20:45

Bandung Kuatkan Gerakan Zakat dan Mengaji saat Ramadhan

Bandung Kuatkan Gerakan Zakat dan Mengaji saat Ramadhan

Sabtu, 28 May 2016 15:48

Hukum Kebiri Tidak Ada Artinya bila Pornografi Masih Marak di Indonesia

Hukum Kebiri Tidak Ada Artinya bila Pornografi Masih Marak di Indonesia

Sabtu, 28 May 2016 15:37

Kepala Intelijen Jerman: Islamic State (IS) Berencana Seranng Turnamen Sepak Bola Euro 2016

Kepala Intelijen Jerman: Islamic State (IS) Berencana Seranng Turnamen Sepak Bola Euro 2016

Sabtu, 28 May 2016 15:30

Khas PKI: Benturkan Rakyat dengan TNI-Polisi

Khas PKI: Benturkan Rakyat dengan TNI-Polisi

Sabtu, 28 May 2016 13:37

Urgensi Media dalam Memerangi Pemurtadan

Urgensi Media dalam Memerangi Pemurtadan

Sabtu, 28 May 2016 13:14

Perdana Menteri Baru Slovakia Sebut Islam Tidak Memiliki Tempat di Slovakia

Perdana Menteri Baru Slovakia Sebut Islam Tidak Memiliki Tempat di Slovakia

Sabtu, 28 May 2016 13:00


Must Read!
X