Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
9.698 views

Pasang Surut Kerukunan Umat Beragama di Kota Kupang

Kupang (voa-islam) – Nusa Tenggara Timur (NTT), provinsi yang pernah dilanda kerusuhan berbau SARA ini, telah memiliki sebuah “laboratorium sosial” yang berusaha menghindari gesekan antar umat beragama. Masyarakat Agamis, Rukun Mengharum, demikian nama laboratorium itu, merupakan visi NTT yang dicanangkan setahun yang lalu (2010). Visi itu menjadi program kanwil Depag Setempat.

Pasca tragedi Mei 1998, ada letupan di tiga tempat yang berbau SARA, yakni Kupang (NTT), Ambon (Maluku) dan Poso (Sulawesi Tengah). Meski saat ini keadaan sudah aman dan terkendali, masih ada sekam yang cukup lama membara di Ambon dan Poso. Karena itu, tak heran, jika di kedua kota itu sempat tercipta pemisahan tempat tinggal kelompok masyarakat yang bertikai.

Lain halnya dengan di Kupang, kerusuhan hanya berlangsung sehari, walaupun masih ada ketegangan pada dua hari berikutnya. Setelah itu, masyarakat kembali berbaur dan beraktivitas seperti biasa. Bahkan tak ada kawasan yang memisahkan antara Muslim dan Kristen seperti halnya di Ambon. Hampir semua orang di Kota Kupang mengakui, kalau kerusuhan itu bukan berlatarbelakang kebencian satu kelompok pada kelompok lainnya.

“Tapi sangat kental nuansa politisnya. Ada orang yang mencoba mengeruhkan suasana dengan memanfaatkan gesekan di Jakarta (kasus Ketapang),” kata seorang tokoh masyarakat di Kupang asal Papela, Pulau Rote.

Kini, di NTT, khususnya kota Kupang, masyarakatnya hidup berdampingan secara damai. Boleh jadi mereka sudah melupakan tragedi yang terjadi di pengujung tahun 1998 itu. Masyarakat pendatang (Muslim) yang pernah merasa terancam keberadaannya kini malah terlihat semakin tinggi kegiatan ekonominya. Rumah-rumah komunitas Muslim asal Sulawesi Selatan di bilangan Oesapa yang pernah dibakar saat kerusuhan, kini sudah dibangun kembali dengan lebih permanen. Jumlahnya pun semakin banyak disbanding sebelum kerusuhan 1998.

Demikian pula masjid-masjid yang pernah dirusak oleh kaum Salibis terlihat telah dibangun kembali, bahkan beberapa diantaranya lebih luas dan lebih kokoh. Masjid Raya Nurussaadah di Funtein kini telah direnovasi semakin luas dengan kubah besar bertengger di atasnya. Padahal sebelumnya, masjid ini tidak berkubah dan terkesan seperti bangunan yang berkotak.

Budaya Kawin Mawin

Kerukunan umat beragama di Kupang, bisa dilihat dalam sebuah rumah tangga Kristen atau Katolik umpamanya, selalu tersedia alat makan, minum dan alat masak yang tidak pernah digunakan sehari-hari. Alat-alat itu batu akan digunakan bila ada tamu Muslim atau pesta yang dihadiri oleh orang Islam. Tujuannya, agar orang Islam tidak ragu makan dan minum di rumah Kristiani tersebut.

Tradisi menyuguhkan ayam atau kambing untuk tamu Muslim juga sangat kental di sini. Bila seorang Muslim menjadi tamu pada keluarga non-muslim, dipastikan akan ditawarkan untuk menyembelih ayam atau kambing, yang kemudian diadakan pesta bersama.

Menurut tokoh di Kupang asal Flores, masyarakat NTT diibarat ‘satu tungku tiga batu’. Maksudnya dalam sebuah keluarga besar yang mengusung fam (nama belakang) tertentu, sering didapati ada anggota keluarga yang Kristen, Katolik dan Muslim. Tiga anggota keluarga dengan agama berbeda ini, bagaikan tiga batu dalam satu tungku. Bila satu batu yang tidak difungsikan, maka akan sulit untuk memasak makanan.

Budaya Kawin Mawin, boleh jadi sebagai modal terciptanya kerukunan umat beragama di Kupang. Dalam satu keluarga, pasti ada salahsatunya yang beragama Muslim atau Kristen. “Suatu ketika, saya pernah diganggu oleh preman mabok di Kupang. Begitu tahu saya diganggu, justru yang membela adalah saudara dan kerabat saya yang beragama Kristen,” kata Darso Bakuama berkisah.

Imam Masjid Baitul Qadim di Airmata Kupang, H. Imam Birando bin Taher kepada Darso Bakuama, punya cerita menarik tentang semangat kebersamaan umat beragama di Kupang. Tahun 1994, masjid tertua di Kota Kupang itu direnovasi. Sampai pada pekerjaan pengecoran, kebetulan bertepatan dengan hari Minggu, datang seorang pendeta terkemuka di Kupang. Kepada H. Imam Birando, si pendeta meminta agar waktu pengecoran ditunda hingga siang hari saat umat Kristen bubaran gereja. Sesaat setelah selesai kebaktian di gereja, umat Kristen di Airmata dan sekitarnya datang berbondong-bondong membantu pengecoran.

Kasus yang paling mencolok adalah kekerasan massa di Cikeusik, Pandeglang, Banten, dan Temanggung, Jawa Tengah. Apakah wajah bangsa ini, yang tahun ini genap berusia 66 tahun, penuh kekerasan, mudah tersulut dengan kerusuhan berbau SARA? Padahal, di Nusa Tenggara Timur (NTT), suatu wilayah yang dipisahkan dengan lautan luas, kerukunan antarumat beragama masih terpelihara baik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT tahun 2009, dari total penduduk NTT sebanyak 4.619.655 jiwa, mayoritas beragama Kristen Katolik dan Kristen Protestan mencapai 89,96 persen dan yang 10,04 persen beragama Islam, Hindu, Buddha, dan kepercayaan lainnya. Sampai saat ini di antara umat beragama tersebut hidup rukun dan berdampingan dengan dilandasi sikap saling menghargai dan menghormati. Meski masih ada kerikil-kerikil tajam yang mengganggu.

Monumen Gong Perdamaian Nusantara

Beberapa waktu lalu, Selasa (8/2), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Gong Perdamaian Nusantara di Taman Nostalgia Kupang. Sejak pecah konflik bernuansa sara di Kupang pada 1998 silam, Departemen Agama (Depag) RI menjadikan NTT sebagai pilot project kerukunan hidup antarumat beragama di Indonesia.

Kebijakan Depag menjadikan NTT sebagai pilot project tersebut dilatari oleh sikap tanggap pemerintah provinsi saat ini. Dimana gubernur bersama jajaran muspida langsung turun ke lapangan untuk menenangkan massa yang sedang melakukan aksi bernuansa SARA.

Gong Perdamaian Nusantara (GPN) merupakan sarana persaudaraan dan pemersatu bangsa. Berasal dari Desa Pakis Aji, Kecamatan Plajan, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Gong yang berusia 450 tahun itu milik Ibu Musrini, seorang ahli waris generasi ketujuh dari pencetus gong. GPN terbuat dari bahan campuran kuningan (bronze) dan perunggu, berdiameter 2 meter dengan berat ± 100 kg.

Dewan Senator The World Peace Committee sebagai pengelola GPN memutuskan Kota Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai lokasi yang memenuhi syarat untuk ditempatkan secara permanen Gong Perdamaian Nusantara. Penunjukan Kota Kupang sebagai salah satu lokasi penempatan GPN, membuat Pemerintah Kota Kupang mendapat peneguhan substansi Kota Kupang sebagai Kota Kasih serta memberi dorongan untuk menuju perdamaian abadi.

Peristiwa kerusuhan Kupang bulan November 1998 yang lebih dikenal dengan “Peristiwa November Kelabu” mengakibatkan pembakaran tempat ibadah (Masjid) dan rumah penduduk serta fasilitas umum telah meninggalkan catatan historis di Kota Kupang yang tidak dapat dilupakan. Beruntung persoalan ini dapat segera diselesaikan dengan dukungan seluruh komponen masyarakat, terutama tokoh agama, tokoh pemerintahan dan tokoh masyarakat.

Belajar dari pengalaman ini, pemerintah Kota Kupang telah membentuk forum lintas agama yang antara lain berfungsi menyelesaikan berbagai persoalan krusial yang bernuansa keagaman yang dapat berdampak buruk, dan memaksimalkan peran Forum Komunikasi Muspida Kota Kupang. Penyerahan GPN kepada Pemerintah Kota Kupang oleh Komite Perdamaian Dunia dilakukan di Desa Pakis Aji, Kecamatan Plajan, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah (tempat asal gong) pada tanggal 26 Januari 2011. 

Serah terima dilakukan dalam prosesi adat dan diterima oleh Walikota Kupang didampingi tokoh etnis Timor, Rote, Sabu, Flores, Alor, Sumba dan unsur Muspida Kota Kupang. GPN dibawa ke Kota Kupang melalui perjalanan darat Jepara - Semarang - Salatiga - Solo dan Yogyakarta, selanjutnya diangkut menggunakan pesawat Hercules TNI AU ke Kota Kupang pada tanggal 27 Januari 2011 dan disemayamkan selama 10 (sepuluh) hari di Kantor Walikota Kupang.

Pemerintah Kota Kupang menempatkan GPN di Taman Nostalgia, taman yang akan selalu dikenang oleh semua orang yang pernah mengunjungi karena peristiwa monumental yang terjadi di tempat ini. Penempatan GPN diawali dengan prosesi arak-arakan GPN melewati beberapa jalur stategis di Kota Kupang.  Arak-arakan diikuti oleh pimpinan daerah Kota Kupang, PNS, komunitas adat,  Komunitas Kendaraan Jeep dan masyarakat pada hari minggu, 06 Februari 2011. Pengersmian  dilaksanakan tanggal 8 Februari 2011.

Taman Nostalgia terletak di Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima tepatnya di Pusat Kota Kupan merupakan gtempat dibangunnya monumen GPN. Di area itu terdapat taman bermain bagi para pengunjung, lopo-lopo khas Daerah Timor yang diharapkan dapat menjadi tempat rekreasi dan tempat belajar buat para pengunjung. (Desastian)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Keluarga Yatim Syuhada: Ustadzah Ummu Daffa Dirawat Intensif Karena Pendarahan Batang Otak. Ayo Bantu!!!

Keluarga Yatim Syuhada: Ustadzah Ummu Daffa Dirawat Intensif Karena Pendarahan Batang Otak. Ayo Bantu!!!

Ia menjadi tulang punggung bagi keenam anak yatimnya, sejak sang suami gugur dalam amaliah jihadnya 6 tahun silam. Kritis di rumah sakit, tagihan sudah mencapai 14 juta rupiah....

Istri Mujahidin Asir Jalani Operasi Pengangkatan Kelenjar di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!

Istri Mujahidin Asir Jalani Operasi Pengangkatan Kelenjar di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!

Saat sang suami menjalani ujian penjara, Ummu Muhammad mendapat ujian penyakit kelenjar. Di leher dan beberapa bagian tubuhnya tumbuh benjolan yang harus dioperasi....

Gadis Remaja Ini Menderita Kanker Tulang yang Ganas, Harus Segera Diamputasi. Ayo Bantu!!

Gadis Remaja Ini Menderita Kanker Tulang yang Ganas, Harus Segera Diamputasi. Ayo Bantu!!

Gadis ini hanya bisa tergolek lemah, merintih menahan sakitnya tumor ganas. Pahanya membesar seukuran bola basket. Ayahnya kuli bangunan, tidak bisa mencari nafkah karena harus menunggunya di...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

ZAKAT CERDAS (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Latest News
Kota Simbol Perlawanan Itu (Darayya)..Akhirnya Menyerah Pada Rezim Assad Setelah 4 Tahun Bertahan

Kota Simbol Perlawanan Itu (Darayya)..Akhirnya Menyerah Pada Rezim Assad Setelah 4 Tahun Bertahan

Jum'at, 26 Aug 2016 20:45

Haji Lulung: Ahok Itu Pembohong dan Psikopat, tanya Saja ke Dokternya

Haji Lulung: Ahok Itu Pembohong dan Psikopat, tanya Saja ke Dokternya

Jum'at, 26 Aug 2016 20:29

Rusunawa yang Ditempati Warga pada Akhirnya Ditarik Iuran, Lulung: Makanya Nanti jangan Pilih Ahok!

Rusunawa yang Ditempati Warga pada Akhirnya Ditarik Iuran, Lulung: Makanya Nanti jangan Pilih Ahok!

Jum'at, 26 Aug 2016 18:29

Disebut Takut Hadapi Ahok di MK, Yusril: Gila! Masak Saya Takut, Itukan hanya Sidang Pendahuluan

Disebut Takut Hadapi Ahok di MK, Yusril: Gila! Masak Saya Takut, Itukan hanya Sidang Pendahuluan

Jum'at, 26 Aug 2016 16:29

Aparat Turki Bebaskan 2 Mahasiwi Indonesia karena Tidak Terkait Jaringan Fetullah Gulen

Aparat Turki Bebaskan 2 Mahasiwi Indonesia karena Tidak Terkait Jaringan Fetullah Gulen

Jum'at, 26 Aug 2016 14:00

Pilkada DKI, Yusril: Insya Allah Saya Maju sebagai Cagub

Pilkada DKI, Yusril: Insya Allah Saya Maju sebagai Cagub

Jum'at, 26 Aug 2016 13:29

Pria Bersenjata Al-Shabaab Serbu Restoran di Ibukota Mogadishu

Pria Bersenjata Al-Shabaab Serbu Restoran di Ibukota Mogadishu

Jum'at, 26 Aug 2016 11:00

Pakar Hukum: Negara Telah Melegalkan LGBT

Pakar Hukum: Negara Telah Melegalkan LGBT

Jum'at, 26 Aug 2016 09:29

Setelah Bayar Denda Muslimah Bercadar, Pengusaha Rasyid Nikaz Siap Bayar Denda Pemakai Burkini

Setelah Bayar Denda Muslimah Bercadar, Pengusaha Rasyid Nikaz Siap Bayar Denda Pemakai Burkini

Jum'at, 26 Aug 2016 09:14

Ajukan Uji Materi ke MK Atas Nama Pribadi, Ahok Dikecam Datang Sidang Gunakan Fasilitas Negara

Ajukan Uji Materi ke MK Atas Nama Pribadi, Ahok Dikecam Datang Sidang Gunakan Fasilitas Negara

Jum'at, 26 Aug 2016 08:24

Diduga Terima Suap dari Bos Lippo Group, KPK Periksa Nusron Wahid?

Diduga Terima Suap dari Bos Lippo Group, KPK Periksa Nusron Wahid?

Jum'at, 26 Aug 2016 07:44

Saat Kata Berubah jadi Duri dan Melukai Hati

Saat Kata Berubah jadi Duri dan Melukai Hati

Kamis, 25 Aug 2016 22:24

Cegah Kristenisasi, Umat Islam Diminta Tingkatkan Dakwah

Cegah Kristenisasi, Umat Islam Diminta Tingkatkan Dakwah

Kamis, 25 Aug 2016 22:00

Suka atau Tidak, Kita Salah Memilih Pemimpin DKI, Mantan Wagub: Mari Bung Rebut Kembali

Suka atau Tidak, Kita Salah Memilih Pemimpin DKI, Mantan Wagub: Mari Bung Rebut Kembali

Kamis, 25 Aug 2016 21:49

Perombakan Kabinet, Bukan untuk Kesejahteraan Rakyat

Perombakan Kabinet, Bukan untuk Kesejahteraan Rakyat

Kamis, 25 Aug 2016 21:46

Rumah Amanah Rakyat: Kembalikan UUD 45 Asli dan Bentuk Perlawanan terhadap Balaikota (Ahok)

Rumah Amanah Rakyat: Kembalikan UUD 45 Asli dan Bentuk Perlawanan terhadap Balaikota (Ahok)

Kamis, 25 Aug 2016 19:49

Apakah Benar-benar Merdeka?

Apakah Benar-benar Merdeka?

Kamis, 25 Aug 2016 19:47

Nusron Wahid Digugat dalam Dialog 'Santri Bicara Pilkada DKI'

Nusron Wahid Digugat dalam Dialog 'Santri Bicara Pilkada DKI'

Kamis, 25 Aug 2016 19:25

Ustadz Roy 'Nyangkut' di Sipi

Ustadz Roy 'Nyangkut' di Sipi

Kamis, 25 Aug 2016 19:15

Haji Lulung: Ahok Itu Psikopat dan Tukang Bohong, Kita Harus Ganti Gubernur!

Haji Lulung: Ahok Itu Psikopat dan Tukang Bohong, Kita Harus Ganti Gubernur!

Kamis, 25 Aug 2016 17:49


Must Read!
X