Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.618 views

Pasang Surut Kerukunan Umat Beragama di Kota Kupang

Kupang (voa-islam) – Nusa Tenggara Timur (NTT), provinsi yang pernah dilanda kerusuhan berbau SARA ini, telah memiliki sebuah “laboratorium sosial” yang berusaha menghindari gesekan antar umat beragama. Masyarakat Agamis, Rukun Mengharum, demikian nama laboratorium itu, merupakan visi NTT yang dicanangkan setahun yang lalu (2010). Visi itu menjadi program kanwil Depag Setempat.

Pasca tragedi Mei 1998, ada letupan di tiga tempat yang berbau SARA, yakni Kupang (NTT), Ambon (Maluku) dan Poso (Sulawesi Tengah). Meski saat ini keadaan sudah aman dan terkendali, masih ada sekam yang cukup lama membara di Ambon dan Poso. Karena itu, tak heran, jika di kedua kota itu sempat tercipta pemisahan tempat tinggal kelompok masyarakat yang bertikai.

Lain halnya dengan di Kupang, kerusuhan hanya berlangsung sehari, walaupun masih ada ketegangan pada dua hari berikutnya. Setelah itu, masyarakat kembali berbaur dan beraktivitas seperti biasa. Bahkan tak ada kawasan yang memisahkan antara Muslim dan Kristen seperti halnya di Ambon. Hampir semua orang di Kota Kupang mengakui, kalau kerusuhan itu bukan berlatarbelakang kebencian satu kelompok pada kelompok lainnya.

“Tapi sangat kental nuansa politisnya. Ada orang yang mencoba mengeruhkan suasana dengan memanfaatkan gesekan di Jakarta (kasus Ketapang),” kata seorang tokoh masyarakat di Kupang asal Papela, Pulau Rote.

Kini, di NTT, khususnya kota Kupang, masyarakatnya hidup berdampingan secara damai. Boleh jadi mereka sudah melupakan tragedi yang terjadi di pengujung tahun 1998 itu. Masyarakat pendatang (Muslim) yang pernah merasa terancam keberadaannya kini malah terlihat semakin tinggi kegiatan ekonominya. Rumah-rumah komunitas Muslim asal Sulawesi Selatan di bilangan Oesapa yang pernah dibakar saat kerusuhan, kini sudah dibangun kembali dengan lebih permanen. Jumlahnya pun semakin banyak disbanding sebelum kerusuhan 1998.

Demikian pula masjid-masjid yang pernah dirusak oleh kaum Salibis terlihat telah dibangun kembali, bahkan beberapa diantaranya lebih luas dan lebih kokoh. Masjid Raya Nurussaadah di Funtein kini telah direnovasi semakin luas dengan kubah besar bertengger di atasnya. Padahal sebelumnya, masjid ini tidak berkubah dan terkesan seperti bangunan yang berkotak.

Budaya Kawin Mawin

Kerukunan umat beragama di Kupang, bisa dilihat dalam sebuah rumah tangga Kristen atau Katolik umpamanya, selalu tersedia alat makan, minum dan alat masak yang tidak pernah digunakan sehari-hari. Alat-alat itu batu akan digunakan bila ada tamu Muslim atau pesta yang dihadiri oleh orang Islam. Tujuannya, agar orang Islam tidak ragu makan dan minum di rumah Kristiani tersebut.

Tradisi menyuguhkan ayam atau kambing untuk tamu Muslim juga sangat kental di sini. Bila seorang Muslim menjadi tamu pada keluarga non-muslim, dipastikan akan ditawarkan untuk menyembelih ayam atau kambing, yang kemudian diadakan pesta bersama.

Menurut tokoh di Kupang asal Flores, masyarakat NTT diibarat ‘satu tungku tiga batu’. Maksudnya dalam sebuah keluarga besar yang mengusung fam (nama belakang) tertentu, sering didapati ada anggota keluarga yang Kristen, Katolik dan Muslim. Tiga anggota keluarga dengan agama berbeda ini, bagaikan tiga batu dalam satu tungku. Bila satu batu yang tidak difungsikan, maka akan sulit untuk memasak makanan.

Budaya Kawin Mawin, boleh jadi sebagai modal terciptanya kerukunan umat beragama di Kupang. Dalam satu keluarga, pasti ada salahsatunya yang beragama Muslim atau Kristen. “Suatu ketika, saya pernah diganggu oleh preman mabok di Kupang. Begitu tahu saya diganggu, justru yang membela adalah saudara dan kerabat saya yang beragama Kristen,” kata Darso Bakuama berkisah.

Imam Masjid Baitul Qadim di Airmata Kupang, H. Imam Birando bin Taher kepada Darso Bakuama, punya cerita menarik tentang semangat kebersamaan umat beragama di Kupang. Tahun 1994, masjid tertua di Kota Kupang itu direnovasi. Sampai pada pekerjaan pengecoran, kebetulan bertepatan dengan hari Minggu, datang seorang pendeta terkemuka di Kupang. Kepada H. Imam Birando, si pendeta meminta agar waktu pengecoran ditunda hingga siang hari saat umat Kristen bubaran gereja. Sesaat setelah selesai kebaktian di gereja, umat Kristen di Airmata dan sekitarnya datang berbondong-bondong membantu pengecoran.

Kasus yang paling mencolok adalah kekerasan massa di Cikeusik, Pandeglang, Banten, dan Temanggung, Jawa Tengah. Apakah wajah bangsa ini, yang tahun ini genap berusia 66 tahun, penuh kekerasan, mudah tersulut dengan kerusuhan berbau SARA? Padahal, di Nusa Tenggara Timur (NTT), suatu wilayah yang dipisahkan dengan lautan luas, kerukunan antarumat beragama masih terpelihara baik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT tahun 2009, dari total penduduk NTT sebanyak 4.619.655 jiwa, mayoritas beragama Kristen Katolik dan Kristen Protestan mencapai 89,96 persen dan yang 10,04 persen beragama Islam, Hindu, Buddha, dan kepercayaan lainnya. Sampai saat ini di antara umat beragama tersebut hidup rukun dan berdampingan dengan dilandasi sikap saling menghargai dan menghormati. Meski masih ada kerikil-kerikil tajam yang mengganggu.

Monumen Gong Perdamaian Nusantara

Beberapa waktu lalu, Selasa (8/2), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Gong Perdamaian Nusantara di Taman Nostalgia Kupang. Sejak pecah konflik bernuansa sara di Kupang pada 1998 silam, Departemen Agama (Depag) RI menjadikan NTT sebagai pilot project kerukunan hidup antarumat beragama di Indonesia.

Kebijakan Depag menjadikan NTT sebagai pilot project tersebut dilatari oleh sikap tanggap pemerintah provinsi saat ini. Dimana gubernur bersama jajaran muspida langsung turun ke lapangan untuk menenangkan massa yang sedang melakukan aksi bernuansa SARA.

Gong Perdamaian Nusantara (GPN) merupakan sarana persaudaraan dan pemersatu bangsa. Berasal dari Desa Pakis Aji, Kecamatan Plajan, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Gong yang berusia 450 tahun itu milik Ibu Musrini, seorang ahli waris generasi ketujuh dari pencetus gong. GPN terbuat dari bahan campuran kuningan (bronze) dan perunggu, berdiameter 2 meter dengan berat ± 100 kg.

Dewan Senator The World Peace Committee sebagai pengelola GPN memutuskan Kota Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai lokasi yang memenuhi syarat untuk ditempatkan secara permanen Gong Perdamaian Nusantara. Penunjukan Kota Kupang sebagai salah satu lokasi penempatan GPN, membuat Pemerintah Kota Kupang mendapat peneguhan substansi Kota Kupang sebagai Kota Kasih serta memberi dorongan untuk menuju perdamaian abadi.

Peristiwa kerusuhan Kupang bulan November 1998 yang lebih dikenal dengan “Peristiwa November Kelabu” mengakibatkan pembakaran tempat ibadah (Masjid) dan rumah penduduk serta fasilitas umum telah meninggalkan catatan historis di Kota Kupang yang tidak dapat dilupakan. Beruntung persoalan ini dapat segera diselesaikan dengan dukungan seluruh komponen masyarakat, terutama tokoh agama, tokoh pemerintahan dan tokoh masyarakat.

Belajar dari pengalaman ini, pemerintah Kota Kupang telah membentuk forum lintas agama yang antara lain berfungsi menyelesaikan berbagai persoalan krusial yang bernuansa keagaman yang dapat berdampak buruk, dan memaksimalkan peran Forum Komunikasi Muspida Kota Kupang. Penyerahan GPN kepada Pemerintah Kota Kupang oleh Komite Perdamaian Dunia dilakukan di Desa Pakis Aji, Kecamatan Plajan, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah (tempat asal gong) pada tanggal 26 Januari 2011. 

Serah terima dilakukan dalam prosesi adat dan diterima oleh Walikota Kupang didampingi tokoh etnis Timor, Rote, Sabu, Flores, Alor, Sumba dan unsur Muspida Kota Kupang. GPN dibawa ke Kota Kupang melalui perjalanan darat Jepara - Semarang - Salatiga - Solo dan Yogyakarta, selanjutnya diangkut menggunakan pesawat Hercules TNI AU ke Kota Kupang pada tanggal 27 Januari 2011 dan disemayamkan selama 10 (sepuluh) hari di Kantor Walikota Kupang.

Pemerintah Kota Kupang menempatkan GPN di Taman Nostalgia, taman yang akan selalu dikenang oleh semua orang yang pernah mengunjungi karena peristiwa monumental yang terjadi di tempat ini. Penempatan GPN diawali dengan prosesi arak-arakan GPN melewati beberapa jalur stategis di Kota Kupang.  Arak-arakan diikuti oleh pimpinan daerah Kota Kupang, PNS, komunitas adat,  Komunitas Kendaraan Jeep dan masyarakat pada hari minggu, 06 Februari 2011. Pengersmian  dilaksanakan tanggal 8 Februari 2011.

Taman Nostalgia terletak di Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima tepatnya di Pusat Kota Kupan merupakan gtempat dibangunnya monumen GPN. Di area itu terdapat taman bermain bagi para pengunjung, lopo-lopo khas Daerah Timor yang diharapkan dapat menjadi tempat rekreasi dan tempat belajar buat para pengunjung. (Desastian)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Mukena Bordir Mewah Harga Murah

Sambut Ramadhan dengan mukena bordir berkualitas, nyaman, adem dan harga terjangkau. Reseller welcome!
http://mukenariri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Mari Salurkan Zakat Urgent kepada Keluarga Muallaf, Mujahidin dan Yatim Syuhada

Mari Salurkan Zakat Urgent kepada Keluarga Muallaf, Mujahidin dan Yatim Syuhada

Sempurnakan amaliah Ramadhan dengan menunaikan kewajiban Zakat. IDC siap menerima zakat fitrah untuk disalurkan dalam bentuk beras kepada keluarga mujahidin di berbagai daerah....

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Ramadhan Berbagi Bersama Keluarga Yatim Syuhada dan Mujahidin Asir. Ayo Bantu!!

Ramadhan Berbagi Bersama Keluarga Yatim Syuhada dan Mujahidin Asir. Ayo Bantu!!

Ramadhan bulan berkah dan sedekah. Mari dukung program Ramadhan Berbagi: buka puasa bersama, santunan keluarga syuhada dan mujahidin asir dengan anggaran 15 juta rupiah....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Kaki Anak Shalih ini Patah Tertabrak Motor Saat Berjalan Menuju Masjid, Butuh Biaya Operasi 13 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Kaki Anak Shalih ini Patah Tertabrak Motor Saat Berjalan Menuju Masjid, Butuh Biaya Operasi 13 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Sudah 8 hari Muhamad Zulzan (5,5 th) terkapar di pembaringan. Kedua tulang kakinya patah tertabrak sepeda motor saat hendak ke masjid. Butuh biaya operasi 13 juta rupiah. Ayo Bantu.!!!...

Latest News
Dalam Video Polri Ini Umat Islam Tak Berikan Jalan kepada Ambulans Pembawa Pasien Kristiani

Dalam Video Polri Ini Umat Islam Tak Berikan Jalan kepada Ambulans Pembawa Pasien Kristiani

Senin, 26 Jun 2017 10:19

Turki Rampungkan Pembangunan Masjid Terbesar di Kyrgyztan dan Asia Tengah

Turki Rampungkan Pembangunan Masjid Terbesar di Kyrgyztan dan Asia Tengah

Senin, 26 Jun 2017 08:05

Ratusan Ribu Pengungsi Suriah di Turki Pulang Kampung ke Negaranya untuk Rayakan Idul Fitri

Ratusan Ribu Pengungsi Suriah di Turki Pulang Kampung ke Negaranya untuk Rayakan Idul Fitri

Senin, 26 Jun 2017 07:00

Soal Akun Twitter BNPT, Dahnil: Seolah Tuduh Idul Fitri Radikal

Soal Akun Twitter BNPT, Dahnil: Seolah Tuduh Idul Fitri Radikal

Senin, 26 Jun 2017 06:23

Analisa Pengamat Soal Wacana TNI Terlibat Konflik Marawi

Analisa Pengamat Soal Wacana TNI Terlibat Konflik Marawi

Ahad, 25 Jun 2017 21:32

Bertemu Presiden Jokowi, Begini Cerita GNPF MUI

Bertemu Presiden Jokowi, Begini Cerita GNPF MUI

Ahad, 25 Jun 2017 21:28

Hormati Idul Fitri Militer Filipina Umumkan Gencatan Senjata Lawan ISIS

Hormati Idul Fitri Militer Filipina Umumkan Gencatan Senjata Lawan ISIS

Ahad, 25 Jun 2017 17:12

Kepala Oposisi Sebut Israel Beralih ke Fasisme

Kepala Oposisi Sebut Israel Beralih ke Fasisme

Ahad, 25 Jun 2017 17:03

Presiden Trump Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri

Presiden Trump Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri

Ahad, 25 Jun 2017 16:51

Qatar Terima 13 Daftar Tuntutan Negara-negara Arab

Qatar Terima 13 Daftar Tuntutan Negara-negara Arab

Ahad, 25 Jun 2017 16:45

GNPF-MUI Silaturahim ke Presiden Jokowi di Istana

GNPF-MUI Silaturahim ke Presiden Jokowi di Istana

Ahad, 25 Jun 2017 16:36

Masa Penyembah Sapi Brutal Bantai Muslim yang Mereka Tuduh Membawa Daging Sapi

Masa Penyembah Sapi Brutal Bantai Muslim yang Mereka Tuduh Membawa Daging Sapi

Ahad, 25 Jun 2017 15:00

Hujan Deras Mendadak Turun,  Warga Muslim Perumnas Denpasar Pindah Shalat Idul Fitri di Masjid

Hujan Deras Mendadak Turun, Warga Muslim Perumnas Denpasar Pindah Shalat Idul Fitri di Masjid

Ahad, 25 Jun 2017 13:50

Anggota Parlemen Mesir Ucapkan Salam Idul Fitri Keseluruh Muslim di Dunia, Kecuali Qatar dan Turki

Anggota Parlemen Mesir Ucapkan Salam Idul Fitri Keseluruh Muslim di Dunia, Kecuali Qatar dan Turki

Ahad, 25 Jun 2017 13:00

Ngawur! Di Masjid Ini,  Perempuan Jadi Imam Shalat Jumat,  Jamaahnya Campur

Ngawur! Di Masjid Ini, Perempuan Jadi Imam Shalat Jumat, Jamaahnya Campur

Ahad, 25 Jun 2017 05:09

Gubernur NTB Jadi Khatib Idul Fitri di Islamic Center Mataram

Gubernur NTB Jadi Khatib Idul Fitri di Islamic Center Mataram

Ahad, 25 Jun 2017 04:46

Mahkamah Agung Saudi Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1438 H Dimulai Hari Ahad Ini

Mahkamah Agung Saudi Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1438 H Dimulai Hari Ahad Ini

Ahad, 25 Jun 2017 04:43

Donatur Utama Afiliasi Islamic State (IS) Filipina asal Malaysia Diklaim Militer Gugur di Marawi

Donatur Utama Afiliasi Islamic State (IS) Filipina asal Malaysia Diklaim Militer Gugur di Marawi

Sabtu, 24 Jun 2017 21:30

Malaysia Umumkan Hari Raya Idul Fitri 1438 H Jatuh Hari Ahad Besok

Malaysia Umumkan Hari Raya Idul Fitri 1438 H Jatuh Hari Ahad Besok

Sabtu, 24 Jun 2017 21:00

Qatar Sebut  DaftarTuntutan Saudi CS Tidak Masuk Akal

Qatar Sebut DaftarTuntutan Saudi CS Tidak Masuk Akal

Sabtu, 24 Jun 2017 20:26


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X