Fase 2 Gencatan Senjata Gaza hanya Ada di Media dan Pertemuan PBBSabtu, 17 Jan 2026 10:43 |
|
Tak Perlu Curhat di Medsos! Kemenhaj Jadikan Kawal Haji Pusat Pengaduan JamaahSabtu, 17 Jan 2026 07:31 |
|
Jumlah Wanita di Neraka Lebih Banyak daripada Laki-laki. Apa Sebabnya?Sabtu, 17 Jan 2026 07:00 |
|
KPK Klaim Kantongi Bukti Kuat! Petinggi PBNU Gus Aiz Disebut Terima Aliran Dana Biro Travel HajiJum'at, 16 Jan 2026 09:44 |
|
Pangsa Pasar Keuangan Syariah Tembus 30,3 Persen, Kiai Aiyub Nilai Jadi Motor Ekonomi NasionalJum'at, 16 Jan 2026 08:11 |
|
Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi IjazahKamis, 15 Jan 2026 09:23 |
|
Mike Pompeo Sebut Buku Sejarah Harus Abaikan Korban GazaKamis, 15 Jan 2026 07:28 |
|
Berkah Silaturahim: Urusan Menikah Menjadi MudahRabu, 14 Jan 2026 14:13 |
|
UNICEF: Israel Bunuh Hampir 100 Anak PalestinaRabu, 14 Jan 2026 09:03 |
|
Parlemen Israel Ajukan RUU Izinkan Eksekusi Tahanan Palestina dengan Cara DigantungRabu, 14 Jan 2026 07:16 |


Agar bisa memahami makna thaghut secara komprehensif sebagaimana dipaparkan dalam buku ustadz Aman tersebut, Yadi mengimbau umat Islam untuk semakin cerdas agar tidak tertipu kajian yang menyimpang.
Yadi mengingatkan, karena materinya yang tanpa tedeng aling-aling dalam menjelaskan makna thaghut secara rinci, maka buku “Ya.. Mereka Memang Thaghut” ini sangat berpotensi besar untuk dicekal pemerintah. Minimal, buku ini masuk dalam sorotan BNPT sebagai pihak yang selama ini selalu getol dalam program deradikalisasi dan tidak senang terhadap gerakan dakwah yang mengajak kepada tauhid dan menjauhi thaghut serta. Sebagaimana diketahui, program deradikalisasi merupakan usaha untuk memadamkan dakwah tauhid di tanah air.



