Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.997 views

Missionaris Kristen Berinvestasi Jangka Panjang 5-10 Tahun ke Depan

Bogor (VoA-Islam) - Di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, tempat mantan Katolik Bukhori Firmansyah tinggal, rupanya diam-diam ia membendung Kristenisasi dengan cara simpati. Tampil low profil, ia memberi solusi permasalahan yang ada di masyarakat. Misalnya, petani yang mengeluh panennya gagal, akibat tak punya uang untuk membeli bibit dan pupuk, lalu oleh Bukhori diusahakan membantu mencari solusinya.

“Ketika saya tanya, berapa biaya yang dibutuhkan untuk beli bibit plus pupuknya? Dia jawab, Rp. 200 ribu. Lalu saya coba membantu. Yang jelas, saya bukan orang kaya, tapi saya carikan uang untuk beli bibit dan pupuk dari orang yang dermawan. Saya ini miskin, tapi rumah ini seperti rumahnya orang kaya. Setiap ada masalah, pasti datangnya ke rumah ini. Yang anaknya sakit, mengadunya juga ke sini,” ungkap Bukhori tanpa bermaksud riya.

Dengan memberi solusi seperti itulah, Bukhori yang mantan penginjil ini, menjadi insipirasi bagi kristolog lainnya. Menurutnya, memberi solusi adalah benteng yang paling kokoh dan efektif untuk menangkal kristenisasi yang ada di perkotaan maupun pedesaan. Yang menarik, meski Bukhori bukan orang berpunya, ia angkat dua anak pengamen jalanan yang masih kecil sebagai anak asuhnya. Anak itu ia temui saat bermain di masjid.

“Jangan takut miskin. Jika kita menolong agama Allah, pasti Allah akan menolong kita. Inilah dakwah bil hal, diam tapi melaksanakan. Anak butuh pendidikan, harus disekolahkan. Sekarang kan ada fasilitas gratis. Makanya diperjuangkan.”

Bukan rahasia lagi, missionaris terus bergerilya ke desa-desa dengan segala cara. Di desa terpencil, mereka selalu menggunakan pendekatan yang mengundang simpati. Caranya, jika ada masyarakat yang ingin buka warung, tidak disuruh masuk Kristen dulu, tapi dimodali.

Trik yang Menipu

Trik lain Kristenisasi yang dilakukan missionaries adalah menikahi gadis desa, dengan membiayai pernikahannya. Yang satu ini, sering dipandang sebelah mata, karena dianggap lakum dinukum wa liyadin. Tapi apa dampaknya di kemudian hari? “Anak yang lahir dari orang tua yang dulu dibiayai nikahnya, telah dikristenkan. Caranya dengan membaptis anak laki-laki. Itulah yang biasa dilakukan misionaris Katolik,” ungkap Bukhori.

Berkedok kemanusiaan, missionaris terus melancarkan aksi Kristenisasi. Tapi masyarakat awam malah protes, katanya, apa salahnya membantu? “Justru itu, missionaris hendak menarik hati orang yang menjadi garapannya. Inilah pintu masuk gerakan pemurtadan. Mereka seperti berinvestasi jangka panjang. Programnya adalah untuk 5-10 tahun ke depan. Kuncinya, sabar dan keuletan,” kata Bukhori, seorang mantan Katolik.

Para pendakwah memang harus belajar dari missionaris. Sebelum terjun ke lapangan, misalnya, calon missionaris dibekali dengan ilmu plus mentalnya. Mereka ditempa agar bisa survival (bertahan) di daerah terpencil. Termasuk diajarkan mengenal jenis tanaman, mana yang beracun dan mana yang bisa dimakan. Mereka dibekali pengetahuan untuk mengenal medan dan kultur masyarakatnya.

Tidak sekadar dijejali ilmu agama, tapi mempelajari bahasa setempat, minimal 6 bulan. Biasanya jika tak lulus akan ditunda pengirimannya. Tak heran, jika banyak missionaris yang mengambil program studi pasca sarjana (S2), khusus memperdalam ilmu Antropologi. Idealnya memang, pendakwah harus menguasai bahasa, ilmu pertukangan, dan pertanian.

Di wilayah pedesaan seperti Gunung Sindur, misalnya, pergaulan bebas bak bola salju. “Setiap malam minggu, anak-anak muda kerap mojok di kebun kopi. Tahun kemarin, saya bersama jamaah masjid menggrebek tiga pasang muda-mudi. Di kebun kopi itu, kami temukan alas koran dan kondom. Untuk hal ini, kenapa kita kurang peduli,” kata Bukhori.

Berdayakan Ekonomi

Para kristolog sepakat, untuk membendung Kristenisasi, harus dengan memberdayakan ekonomi masyarakat setempat. Tidak cukup memobilisasi dengan pengerahan massa, seperti tabligh akbar.

Ormas Islam, lembaga anti pemurtadan, termasuk lembaga zakat maupun lembaga pelayanan medis, seperti Mer-C, Dompet Dhuafa dan sejenisnya, seharusnya bersinergis. Inilah gerakan yang secara tidak langsung telah mengantisipasi gerakan pemurtadan, melalui pemberdayaan ekonomi, social, pendidikan, termasuk pelayanan kesehatan.

Diakui, menangani gerakan anti pemurtadan sangat sulit. Kalau hanya ceramah, duduk di masjid selesai. Tentu patut diapresiasi, apa yang sudah dilakukan organisasi dakwah anti pemurtadan yang menangani pendangkalan akidah, yakni  dengan memberi wawasan kepada masyarakat tentang kajian tauhid, bagaimana cara berdebat dengan Islamolog dari kalangan Nasrani. Buku-buku dan VCD tentang bahaya Kristenisasi yang diterbitkan harus dihargai sebagai bentuk kontribusi yang positif.  Karena dakwah dalam bentuk kajian ini tak kalah penting.

Namun ada masukan dari sesama Kristolog, lembaga anti pemurtadan harus lebih fokus dengan strateginya. Tidak cukup menginformasikan tentang agenda global Kristenisasi. Tapi, membuat peta dakwah dan program jangka panjang. Tengoklah bagaimana seorang pendeta menanam trust kepada masyarakat lokal. Sekalipun tanah masyarakat sudah dibeli, namun pendeta itu memperbolehkan lahannya untuk digarap oleh petani. Inilah daya tarik mereka di pedesaan, khususnya di Cianjur.

Saat membeli tanah di wilayah pedesaan, mereka merangkul tokoh muslim abangan untuk dijadikan perantara. Sebagai kamuflase, tukang ojek diiming-imingi, jalan di desa ini akan diperbaiki. Lalu ditekenlah MoU. 

Saran bagus dikemukakan Bukhori, “Lakukanlah langkah operasional seperti orang Katolik, yakni, door to door. Itu cara yang paling efektif. Kenapa pastor-pastor bisa melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga, sedangkan  ustad-ustad jarang, bahkan hampir tidak pernah. Juga, kenapa para imam setelah shalat, tidak berdiri di pintu masjid, untuk menyalami jamaahnya yang pulang. Kenapa pendeta bisa?”

Terbukti, Bukhori berhasil mem”bonsai” gereja Katolik di Gunung Sindur menjadi tidak berkembang. “Jamaahnya import, dari Cibinong, dijemput dengan mobil agar terkesan gereja itu banyak jamaahnya. Dengan memberi solusi, Alhamdulillah, masyarakat muslim di sini gagal dipengaruhi, sekalipun dengan iming-iming tertentu,” imbuhnya.

Lebih jauh, Bukhori berbagi cerita saat masih menjadi Katolik, kalau ada jamaah yang sedang termenung, pastor itu menghampiri, lalu ditanya, anda darimana, siapa namanya, ada masalah? Jika ada orang asing, yang bukan jamaahnya, seorang pastor pasti akan mendekati. “Sistem yang dipake Katolik itu sebenarnya menggunakan sistem Islam, door to door tadi. Memang seperti itulah dakwah yang paling efektif. Kepekaan harus dimiliki oleh seorang pendakwah. Makanya kudu dibudidayakan,” tandasnya. ■ Desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Kamis, 21 Jan 2021 11:46

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 11:34

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Kamis, 21 Jan 2021 11:29

Anies Dikerjain Lagi!

Anies Dikerjain Lagi!

Kamis, 21 Jan 2021 11:01

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Kamis, 21 Jan 2021 00:04

Italia Penjarakan Tersangka Jihadis Asing Afiliasi Al-Qaidah Yang Ditangkap di Turki

Italia Penjarakan Tersangka Jihadis Asing Afiliasi Al-Qaidah Yang Ditangkap di Turki

Rabu, 20 Jan 2021 22:28


MUI

Must Read!
X