Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.124 views

Wapres Boediono Mendukung Propaganda Narco-Terrorism

JAKARTA (voa-islam.com) - Dalam sambutannya di acara International Drug Enforcement Conference XXIX, di Nusa Dua, Bali, Selasa (12/6/2012), Wapres Boediono meminta untuk mewaspadai terjalinnya kerjasama kartel narkoba dengan kelompok teroris.

"Suatu gejala lain yang lebih memprihatinkan dan kita semua benar-benar perlu diwaspadai adalah berkembangnya kerjasama antara Kartel atau Sindikat narkotika dengan kelompok-kelompok teroris (Narco-Terrorism)," ujar Wapres Boediono dalam acara yang dihadiri Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Kepala Badan Narkotika Nasional Gories Mere serta 305 peserta dari 75 negara itu.

Menurutnya jika perpaduan antara sindikat narkotika dengan kelompok-kelompok teroris terjalin, maka akan sangat membahayakan karena memiliki motif kriminal dan motif politik.  

Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa B. Nahrawardaya menilai Wapres Boediono tidak berhati-hati dalam memberikan pernyataan.

“Pak Wakil Presiden ini sudah beberapa kali kurang gaul, ketika di depan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) kepleset soal adzan yang mestinya harus keras bukan lembut. Itu contoh pertama pak Boediono kurang berhati-hati dalam memberikan statement,” ujarnya kepada voa-islam.com, Rabu (13/5/2012).

Dengan pernyataan tersebut, membuktikan bahwa Wapres Boediono teracuni oleh opini barat yang disusupkan melalui film. “Pak Boediono telah ‘teracuni’ oleh opini-opini barat yang mana terakhir ini mencoba mengkaitkan adanya blow up media bahwa Narkoba itu berasal dari Timur Tengah yang sekarang mulai disusupkan di negara-negara Asia termasuk Indonesia, itu adalah frame besar orang-orang barat melalui film,” tandasnya.

Menurutnya, tak pantas seorang Wapres mengeluarkan pernyataan tersebut sebab Narco-Terrorism merupakan propaganda barat untuk mendiskreditkan ISLAM

“Seharusnya ini tidak perlu diucapkan oleh seorang Wakil Presiden, bahwa kartel Narkoba dikaitkan dengan Timur Tengah dan dengan terorisme. Sebab terorisme ini kan sudah dikemas dalam berbagai bentuk, sekarang ini diakumulasi, dicreate sedemikian rupa supaya terorisme ini ikut dibiayai, ikut campur tangan kartel-kartel Narkoba.

Lebih lanjut, Mustofa mengungkapkan bahwa propaganda Narco-Terrorism adalah tahapan untuk melemahkan umat Islam untuk berjihad melalui isu-isu negatif.

“Kalau setahun lalu mereka memiliki visi misi besar untuk menghilangkan kata islamiyah, kata khilafah, kata jama’ah itu adalah target besar yang akan tercapai mungkin dua puluhan tahun yang akan datang, tetapi ini (Narco-Terrorism, red) adalah tahapan-tahapan untuk melemahkan orang Islam dalam beribadah, berjihad dan lain sebagainya melalui isu-isu negatif termasuk mengaitkan kartel Narkoba dengan terorisme.

Padahal, terorisme sekarang sudah berhasil distigmakan pelakunya orang-orang Islam, maka nanti kalau kartel Narkoba dikaitkan dengan terorisme itu otomatis menjustifikasi bahwa orang-orang Islam-lah yang menikmati Narkoba,” ungkapnya. [Ahmed Widad]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Ustadzah Salma Khoirunnisa, salah satu pengajar di Pesantren Tahfizul Quran Darul Arqom Sukoharjo mengalami kecelakaan. Kondisinya masih belum sadar, dan sempat koma selama 5 hari karena diperkirakan...

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Diawali dengan berniat karena Allah, berperan aktif menebarkan amal sholeh dan turut serta membantu pemerintah memberikan kemudahan kepada umat mendapatkan pelayanan kesehatan, maka Ulurtangan...

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Rafli Bayu Aryanto (11) anak yatim asal Weru, Sukoharjo ini membutuhkan biaya masuk sekolah tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Namun kondisi ibu Wiyati (44) yang cacat kaki tak mampu untuk...

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Alhamdulillah, pada Sabtu, (18/11/2023), Yayasan Ulurtangan.com dengan penuh rasa syukur berhasil melaksanakan program Sedekah Barangku sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama umat Islam....

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Sungguh miris kondisi Arga Muhammad Akbar (2) anak kedua pasangan Misran dan Sudarti ini, sudah sebulan ini perutnya terus membesar bagai balon yang mau meletus. Keluarganya butuh biaya berobat...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X

Ahad, 16/06/2024 13:34

UKT dan Liberalisasi Pendidikan