Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
19.877 views

Dizalimi Panji Gumilang,Karyawan Al-Zaytun Datangi Komnas HAM

JAKARTA (VoA-Islam) – Belum lama ini, Rabu (8/1/2013), sebanyak delapan orang karyawan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat mendatangi kantor Komnas HAM di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, untuk melaporkan kasus pidana dan perdata yang terjadi di Al Zaytun. Ketiganya didampingi seorang anggota Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras).

"Untuk pidana, kita mengadukan kasus penyekapan karyawan, sedangkan perdata yang di adukan adalah hak-hak karyawan selama bekerja di sana," kata salah seorang korban penyekapan Sutrisno saat tiba di kantor Komnas HAM.

Menurutnya, korban penyekapan seluruhnya ada 5 orang, namun karena tidak bisa semua ke Jakarta maka hanya 3 orang korban penyekapan dan 5 karyawan lainnya yang menuntut kasus perdata.

"Harapan kami untuk kasus pidana ini Komnas HAM bisa memantau kasus yang terjadi ini, dan perdata kita berharap Komnas HAM dapat memediasi terhadap ketenagakerjaan di Al-Zaytun dan membantu segala tuntuan yang akan diajukan oleh teman-teman," terangnya.

Rombongan karyawan Al Zaytun yang datang membawa berkas tersebut langsung diterima di ruang pengaduan oleh dua orang staf. Di ruang tersebut mereka menceritakan kasus penyekapan yang mereka alami di pesantren Al Zaytun beberapa waktu silam.

Disekap di Al Zaytun

Dikabarkan, Sanusi (37) bersama rekannya yaitu Amin, Kusnadi, Sutrisno dan Widodo. Ia disekap oleh petugas keamanan pondok pesantren pimpinan Panji Gumilang itu. di lantai basement di Gedung Masyiqoh, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat.

"Kami disekap karena menuntut kenaikan gaji sesuai dengan UMR (Upah Minimum Rata-Rata). Namun pihak Ponpes memperlakukan kami sewenang-wenang," kata Sanusi ketika ditemui di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2013).

Sanusi menuturkan, dia bersama rekan-rekannya menyebarkan selebaran di Ponpes untuk menuntut kenaikan dan tuntutan mereka. Tidak lama kemudian, mereka didatangi keamanan dan membawa mereka ke lantai basement. "Kami dibawa ke gedung Masyiqoh yang juga berfungsi sebagai rumah dinas Panji Gumilang di lantai atasnya. Kami disekap di lantai basement dari tanggal 13 sampai 16 Desember," tuturnya.

Pria yang tinggal di Pasar Rebo, Jakarta Timur tersebut menambahkan, selama penyekapan mereka diperlakukan kasar oleh petugas keamanan. Bahkan Panji Gumilang pernah menamparnya dengan buku. "Kami dikasih makan seadanya, tapi suka telat," ujarnya.

Mereka dibebaskan setelah rekannya, Mulyarso melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Gantar dan Mapolres Indramayu. "Kami bisa bebas setelah teman kami melapor ke Polres," tutupnya.

Korban penyekapan lainnya juga dialami  Wibowo (45). Ia masih trauma dengan penyekapan tersebut. Menurutnya, tindak penyekapan sudah sering terjadi kepada karyawan, namun tak pernah terselesaikan hingga ke ranah hukum. "Sudah beberapa kali terjadi, cuma ya mereka redam dan menguap begitu saja. Tapi terjadi lagi. Ya alhamdulillah sekarang bisa terungkap," kata Widodo.

Kasus penyekapan atau interogasi terhadap karyawan itu tidak saja terjadi kepada beberapa karyawan secara sekaligus, tetapi lebih sering terjadi secara perseorangan di Pesantren Al-Zaytun. "Segala bentuk pelanggaran atau tindakan indisipliner pasti ada disekap di sana, diinterogasi. Kasus-kasus perorangan nggak ada yang lapor, paling nggak mereka keluar sendiri atau dikeluarin," terangnya.

Penyekapan yang dialami Wibowo dan empat rekan karyawan lainnya disekap dan diinterogasi hanya karena menempelkan selebaran tentang ketidaksetujuannya atas apa yang terjadi di Pesantren Al-Zaytun. Ia menuturkan, akibat perlakuan semena-mena pihak pesantren terhadap karyawan itu dapat terlihat jelas dengan jumlah karyawan yang merosot di Pesantren Al-Zaytun. "Kita tempel selebaran tentang realita di ma'had (pesantren). Isinya Fakta di Al-Zaytun, gaji yang kecil. Kerja sampai 12 jam sehari gajinya cuma Rp 250 ribu," jelas Widodo geram.

Panji Gumilang Temperamental

Selama bekerja di pesantren di Indramayu, Jawa Barat itu, mantan karyawan Al Zaytun, Sanusi menilai, Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang dikenal sebagai sosok yang temparemental. "Apa-apa harus dituruti ucapan Syekh Panji. Dan itu semua dijadikan hukum. Jadi yang lain serba salah," kata Sanusi.

Menurut Sanusi, semua karyawan disana tidak berani melawan perkataan Panji Gumilang, karena mereka takut dipecat dan dihukum oleh petugas keamanan di sana."Kita tidak ada yang berani melawannya. Ada karyawan yang pernah ditampar Panji. Saat itu, ada santri yang ingin lewat untuk salat Maghrib dan berbarengan dengan seorang karyawan yang juga ingin melintas. Karyawan tersebut dipanggil dan ditampar pakai buku oleh Panji," paparnya.

Wibowo, mantan karyawan Pondok Pesantren, Al Zaytun lainnya menambahkan, saat ini lebih dari setengah karyawan di Al Zaytun telah keluar. Baik itu dipecat maupun mengundurkan diri. Dia berharap agar struktur disana dapat berubah lebih baik lagi."Kita ingin gaji sesuai dengan UMR. Saat ini juga tinggal 1.100 karyawan yang bertahan disana dari hampir 3000 karyawan di Al-Zaytun," pungkasnya.

Mereka berharap kasusnya kali ini dapat diselesaikan baik oleh pihak kepolisian maupun bantuan dari Komnas HAM. Desastian/dbs

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Ikuti Webinar Sehat Tanpa Obat Dengan Quranic Quantum Healing

Ikuti Webinar Sehat Tanpa Obat Dengan Quranic Quantum Healing

Senin, 17 Jan 2022 07:01

Legislator Minta Prioritaskan Vaksin Covid-19 Halal

Legislator Minta Prioritaskan Vaksin Covid-19 Halal

Ahad, 16 Jan 2022 20:51

Pejabat: Iran Dan Saudi Siap Untuk Lanjutkan Hubungan Diplomatik, Buka Kembali Kedutaan

Pejabat: Iran Dan Saudi Siap Untuk Lanjutkan Hubungan Diplomatik, Buka Kembali Kedutaan

Ahad, 16 Jan 2022 16:05

Menteri Keuangan Israel Avigdor Lieberman Positif Terinfeksi COVID-19

Menteri Keuangan Israel Avigdor Lieberman Positif Terinfeksi COVID-19

Ahad, 16 Jan 2022 15:16

DNA Reprogramming Sembuhkan Jantung dan 350 Penyakit Lain Tanpa Obat & Operasi

DNA Reprogramming Sembuhkan Jantung dan 350 Penyakit Lain Tanpa Obat & Operasi

Ahad, 16 Jan 2022 13:36

Mulai Ngelindur Ingin Sampai 2027

Mulai Ngelindur Ingin Sampai 2027

Ahad, 16 Jan 2022 05:35

PBB Suarakan Kekhawatiran Atas Ujaran Kebencian Dan Hasutan Kekerasan di Bosnia Dan Serbia

PBB Suarakan Kekhawatiran Atas Ujaran Kebencian Dan Hasutan Kekerasan di Bosnia Dan Serbia

Sabtu, 15 Jan 2022 22:45

Ibarat Sepakbola, Ubedilah Badrun Menghadapi Tim Hantam Kromo

Ibarat Sepakbola, Ubedilah Badrun Menghadapi Tim Hantam Kromo

Sabtu, 15 Jan 2022 21:46

Koalisi Arab Tewaskan 300 Lebih Pemberontak Syi'ah Houtsi Dalam 24 Jam Operasi Militer Di Yaman

Koalisi Arab Tewaskan 300 Lebih Pemberontak Syi'ah Houtsi Dalam 24 Jam Operasi Militer Di Yaman

Sabtu, 15 Jan 2022 21:45

DK PBB Desak Pemberontak Syi'ah Houtsi Segera Bebaskan Kapal Kargo UEA Yang Mereka Bajak

DK PBB Desak Pemberontak Syi'ah Houtsi Segera Bebaskan Kapal Kargo UEA Yang Mereka Bajak

Sabtu, 15 Jan 2022 21:00

Dua Siswa SMP Muhammadiyah PK Juara Murottal Irama Nahawand

Dua Siswa SMP Muhammadiyah PK Juara Murottal Irama Nahawand

Sabtu, 15 Jan 2022 20:13

Ibu Kota Negara Pindah 2024, Politisi PKS: Terburu-buru dan Gegabah

Ibu Kota Negara Pindah 2024, Politisi PKS: Terburu-buru dan Gegabah

Jum'at, 14 Jan 2022 22:47

Si Kribo Ngaco

Si Kribo Ngaco

Jum'at, 14 Jan 2022 21:47

Kazakhstan Cabut Keadaan Darurat Di Empat Lagi Wilayah

Kazakhstan Cabut Keadaan Darurat Di Empat Lagi Wilayah

Jum'at, 14 Jan 2022 21:45

Taliban Desak AS Patuhi Seruan PBB Untuk Merilis Dana Afghanistan Yang Dibekukan

Taliban Desak AS Patuhi Seruan PBB Untuk Merilis Dana Afghanistan Yang Dibekukan

Jum'at, 14 Jan 2022 21:35

Israel Perpanjang Penahanan Remaja Palestina Yang Menderita Sakit Kronis

Israel Perpanjang Penahanan Remaja Palestina Yang Menderita Sakit Kronis

Jum'at, 14 Jan 2022 21:04

Politis Nasdem: Pelaku Kekerasan Seksual Mesti Dihukum Maksimal

Politis Nasdem: Pelaku Kekerasan Seksual Mesti Dihukum Maksimal

Jum'at, 14 Jan 2022 11:18

Vaksin Booster, Efektifkah?

Vaksin Booster, Efektifkah?

Jum'at, 14 Jan 2022 10:58

Kejutan Awal Tahun: Hutahaean dan Gibran-Kaesang

Kejutan Awal Tahun: Hutahaean dan Gibran-Kaesang

Jum'at, 14 Jan 2022 10:24

Partai Gelora Usul Fraksi di DPR Dihapus, Ini Alasannya

Partai Gelora Usul Fraksi di DPR Dihapus, Ini Alasannya

Jum'at, 14 Jan 2022 10:20


MUI

Must Read!
X