Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
30.050 views

Lihatlah! Cara Penangkapan Densus 88 Menyerupai Peristiwa Takbai

JAKARTA (voa-islam.com) –  Video kebrutalan Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) terhadap warga Poso menyebar luas di dunia maya. Rekaman penganiayaan tersebut diunduh ke Youtube pada Jumat, 1 Maret 2013 lalu. Bila melihat cara Densus melumpuhkan warga Poso yang baru diduga teroris, ternyata menyerupai tentara Thailand ketika membantai umat Islam Patani di Narathiwat, Thailand Selatan. Dengan telanjang dada dan tangan terikat ke belakang, pejuang muslim Patani itu  diperlakukan dengan cara yang sadis.

Tak Bai adalah nama salah satu tempat di Provinsi Narathiwat Thailand Selatan. Delapan tahun yang lalu, tepat nya 24 Oktober 2004 terjadi suatu peristiwa yang sangat menyayat hati. Umat Islam yang saat itu sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, dibantai dengan bengis dan sadis oleh tentara Siam Thailand. Tak Bai yang terletak di pinggir salah satu pantai itu dipenuhi genangan darah dan tumpukan mayat. Peristiwa itu dikenal dengan tragedi Takbai.

Melihat video kekerasan Densus 88 terhadap warga Poso berdurasi sekitar 13.55 menit itu tergambar jelas puluhan polisi berpakaian seragam. Sebagian di antara mereka mirip seragam Densus 88, serba hitam. Ada juga polisi berseragam Brigade Mobil. Mereka menenteng senjata laras panjang.



Lihatlah bagaimana cara Densus 88 melumpuhkan warga Poso. Pada menit awal terlihat beberapa warga dengan tangan terikat, berbaring di tengah tanah lapang sambil bertelanjang dada. Menit berikutnya, terlihat seorang warga dengan tangan terborgol berjalan menuju tanah lapang seorang diri. Terdengar suara teriakan petugas kepada orang tersebut agar membuka celana.

Sambil berjongkok dia membuka celana. Gambar berikutnya, orang tersebut sudah berdiri sambil berjalan, namun tiba-tiba tersungkur. Dia terkena tembakan di dada tembus ke punggung. Meski sudah tertembak, dia dipaksa berjalan ke tanah lapang.

Orang itu diketahui bernama Wiwin setelah polisi menginterogasinya. Meski Wiwin bersimbah darah, polisi tetap saja menanyai dia tanpa berusaha untuk menolong. Bahkan ada di antara polisi yang justru mengingatkan Wiwin bahwa sebentar lagi akan mati. "Win istigfar, kamu sudah mau mati," kata seorang polisi kepada Wiwin.

Staf khusus Forum Silaturrahmi Ormas dan Lembaga Islam, Mustofa Nahrawardaya, mengatakan video kekerasan polisi yang muncul di youtube tersebut mirip dengan video yang diserahkan tokoh agama kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo pada Kamis lalu.

Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan video tersebut membuktikan telah terjadi pelanggaran HAM berat oleh personel polisi. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia juga menemukan indikasi serupa. Mustofa mengatakan tokoh agama memiliki empat buah video kekerasan oleh polisi dalam menangani terduga teroris. Video tersebut diperoleh tokoh agama dari seseorang sepekan lalu.

"Kami juga akan ke Poso pekan depan. Kapolri sudah menjanjikan bertemu saksi dalam kondisi selamat," kata Mustofa, Sabtu, 2 Maret 2013. Mustofa mendapat informasi bahwa Wiwin masih hidup. Dia sekarang ditahan di satu lembaga pemasyarakatan di Sulawesi Tengah. "(Wiwin) itu yang akan kami temui," kata dia.

Janji Komnas HAM  

Seperti diberitakan sebelumnya di media massa,  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berjanji akan mengusut tuntas dugaan pelanggaran HAM berat yang dilakukan satuan Detasemen Khusus Antiteror terhadap sejumlah terduga teroris. Termasuk akan meminta pertanggungjawaban secara hukum jika aparat Densus 88 terbukti melanggar HAM berat.

"Kami akan bawa ke Pengadilan Adhoc (khusus) HAM. Kami sedang susun langkah-langkahnya," kata Komisioner Komnas HAM Seani Indriani.

Untuk langkah pertama, Komisi akan mengumpulkan bukti dengan bekal sejumlah video dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan tim Densus. Komnas hendak memverifikasi keaslian video itu. Termasuk kebenaran terjadinya pelanggaran HAM berat, korban, hingga lokasi kejadian. "Yang terpenting adalah hasil otopsi ulang terhadap korban meninggal," kata Seani.

Sebab, selama ini hasil otopsi terduga teroris yang meninggal selalu berasal dari polisi. Sedangkan polisi biasanya hanya menyatakan terduga teroris meninggal karena upaya petugas mempertahankan diri.

Seani meminta agar Polri bersedia terbuka memberikan informasi yang diperlukan Komnas HAM. Sebab, langkah yang ditempuh Komnas bukan untuk memperburuk citra Polri atau Densus, tapi memperbaiki kinerja.Desastian/dbs

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Anindya Mujahidah, Balita Penderita Gangguan Empedu Harus Operasi Cangkok Hati. Ayo Bantu!!!

Anindya Mujahidah, Balita Penderita Gangguan Empedu Harus Operasi Cangkok Hati. Ayo Bantu!!!

Terlahir dengan penyakit gangguan fungsi empedu, kondisi balita Anindya Mujahidah sangat memprihatinkan: perut membesar, mata dan tubuhnya menguning. Ia harus menjalani transplantasi hati...

Ustadz Ba'asyir: Kita Berdosa Jika Ada Yatim Syuhada Terlantar Akibat Ketidakpedulian Kita

Ustadz Ba'asyir: Kita Berdosa Jika Ada Yatim Syuhada Terlantar Akibat Ketidakpedulian Kita

Kaum muslimin wajib menyantuni anak-anak yatim para syuhada dan mujahidin. Jangan sampai kita semua berdosa karena ada anak Yatim Syuhada yang terlantar akibat ketidakpedulian kita...

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Dicari Shadaqah Jariyah untuk Pengadaan Kulkas dan Mesin Cuci di Pondok Penghafal Qur'an

Dicari Shadaqah Jariyah untuk Pengadaan Kulkas dan Mesin Cuci di Pondok Penghafal Qur'an

Pondok Tahfizh yang mencetak kader daiyah dan penghafal Al-Qur'an memerlukan fasilitas kulkas dan mesin cuci untuk menunjang maksimalisasi proses belajar mengajar....

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Hampir setiap hari IDC mendapat pengaduan dan permohonan bantuan kaum muslimin yang dililit hutang rentenir. Untuk mewadahi persoalan rentenir, silahkan lapor kepada Laskar GARR....

Latest News
Karena Ulah Cina, Medan pun Sama Memanasnya dengan Jakarta

Karena Ulah Cina, Medan pun Sama Memanasnya dengan Jakarta

Sabtu, 30 Apr 2016 13:23

Dokumen Bocor Ungkap Data Pribadi dan Keahlian Khusus Ratusan Pejuang Islamic State (IS)

Dokumen Bocor Ungkap Data Pribadi dan Keahlian Khusus Ratusan Pejuang Islamic State (IS)

Sabtu, 30 Apr 2016 13:22

Soal Revisi UU Terorisme, Peneliti: Terduga Teroris Dapat Ditangkap, Ditahan, dan Dianiaya

Soal Revisi UU Terorisme, Peneliti: Terduga Teroris Dapat Ditangkap, Ditahan, dan Dianiaya

Sabtu, 30 Apr 2016 12:20

PUI Jabar Selenggarakan Muswil VIII di Bandung

PUI Jabar Selenggarakan Muswil VIII di Bandung

Sabtu, 30 Apr 2016 11:30

Berlabel Tokoh Nasional, Ini Alasan Yusril Ikut Pilkada DKI Jakarta

Berlabel Tokoh Nasional, Ini Alasan Yusril Ikut Pilkada DKI Jakarta

Sabtu, 30 Apr 2016 11:20

PO Primajasa Serahkan Bus Dakwah untuk Santri AFKN

PO Primajasa Serahkan Bus Dakwah untuk Santri AFKN

Sabtu, 30 Apr 2016 10:29

Inilah Isi Surat Fahri Hamzah ke Pimpinan DPR untuk PKS

Inilah Isi Surat Fahri Hamzah ke Pimpinan DPR untuk PKS

Sabtu, 30 Apr 2016 10:23

Ustadz Abdul Hakim Abdat: Berlebihan Menganggap Terduga Teroris sebagai Khawarij

Ustadz Abdul Hakim Abdat: Berlebihan Menganggap Terduga Teroris sebagai Khawarij

Sabtu, 30 Apr 2016 09:15

Anda Gemar Bercanda? Perhatikan Tiga Hadits Ini

Anda Gemar Bercanda? Perhatikan Tiga Hadits Ini

Sabtu, 30 Apr 2016 08:52

Bela Densus 88 Ruhut Sitompul Sebut Hak Azasi Monyet, Pemuda Muhammadiyah Lapor ke MKD

Bela Densus 88 Ruhut Sitompul Sebut Hak Azasi Monyet, Pemuda Muhammadiyah Lapor ke MKD

Sabtu, 30 Apr 2016 08:15

Tuduhan Said Aqil Siradj Menggangu Proses PK Ustadz Abu Bakar Baasyir

Tuduhan Said Aqil Siradj Menggangu Proses PK Ustadz Abu Bakar Baasyir

Sabtu, 30 Apr 2016 07:40

Ada Dugaan Pimpinan Bertemu Ahok, Netizen Minta KPK Dibubarkan

Ada Dugaan Pimpinan Bertemu Ahok, Netizen Minta KPK Dibubarkan

Sabtu, 30 Apr 2016 07:23

Direktur dan Perintis BMT Beringharjo: Lawan Paus Rentenir!

Direktur dan Perintis BMT Beringharjo: Lawan Paus Rentenir!

Jum'at, 29 Apr 2016 22:31

Benarkah Ada yang Disembunyikan KPK Soal Dugaan Korupsi Ahok di Sumber Waras?

Benarkah Ada yang Disembunyikan KPK Soal Dugaan Korupsi Ahok di Sumber Waras?

Jum'at, 29 Apr 2016 22:01

Surat Terbuka untuk Jokowi Terkait Sikap dan Dugaan Korupsi Ahok

Surat Terbuka untuk Jokowi Terkait Sikap dan Dugaan Korupsi Ahok

Jum'at, 29 Apr 2016 21:00

Elektabilitas Terjun Bebas, Pengamat: Ahok pun Mulai Panik karena Etika & Hantaman Berbagai Kasus

Elektabilitas Terjun Bebas, Pengamat: Ahok pun Mulai Panik karena Etika & Hantaman Berbagai Kasus

Jum'at, 29 Apr 2016 19:47

Syariat Islam Menjaga Keturunan: Menindak Tegas Seks Bebas dan Homoseks

Syariat Islam Menjaga Keturunan: Menindak Tegas Seks Bebas dan Homoseks

Jum'at, 29 Apr 2016 19:30

Santri Jambi Kampanyekan Gerakan Sedekah Nasional

Santri Jambi Kampanyekan Gerakan Sedekah Nasional

Jum'at, 29 Apr 2016 19:30

Islam Rahmatan Lil 'Alamin Sebuah Komoditi Politik

Islam Rahmatan Lil 'Alamin Sebuah Komoditi Politik

Jum'at, 29 Apr 2016 19:22

NKRI Ingin Bertahan Hingga 1000 Tahun? Pengamat: Jangan Beri Kekuasaan kepada Cina!

NKRI Ingin Bertahan Hingga 1000 Tahun? Pengamat: Jangan Beri Kekuasaan kepada Cina!

Jum'at, 29 Apr 2016 16:47


Must Read!
X