Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
26.927 views

Lihatlah! Cara Penangkapan Densus 88 Menyerupai Peristiwa Takbai

JAKARTA (voa-islam.com) –  Video kebrutalan Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) terhadap warga Poso menyebar luas di dunia maya. Rekaman penganiayaan tersebut diunduh ke Youtube pada Jumat, 1 Maret 2013 lalu. Bila melihat cara Densus melumpuhkan warga Poso yang baru diduga teroris, ternyata menyerupai tentara Thailand ketika membantai umat Islam Patani di Narathiwat, Thailand Selatan. Dengan telanjang dada dan tangan terikat ke belakang, pejuang muslim Patani itu  diperlakukan dengan cara yang sadis.

Tak Bai adalah nama salah satu tempat di Provinsi Narathiwat Thailand Selatan. Delapan tahun yang lalu, tepat nya 24 Oktober 2004 terjadi suatu peristiwa yang sangat menyayat hati. Umat Islam yang saat itu sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, dibantai dengan bengis dan sadis oleh tentara Siam Thailand. Tak Bai yang terletak di pinggir salah satu pantai itu dipenuhi genangan darah dan tumpukan mayat. Peristiwa itu dikenal dengan tragedi Takbai.

Melihat video kekerasan Densus 88 terhadap warga Poso berdurasi sekitar 13.55 menit itu tergambar jelas puluhan polisi berpakaian seragam. Sebagian di antara mereka mirip seragam Densus 88, serba hitam. Ada juga polisi berseragam Brigade Mobil. Mereka menenteng senjata laras panjang.



Lihatlah bagaimana cara Densus 88 melumpuhkan warga Poso. Pada menit awal terlihat beberapa warga dengan tangan terikat, berbaring di tengah tanah lapang sambil bertelanjang dada. Menit berikutnya, terlihat seorang warga dengan tangan terborgol berjalan menuju tanah lapang seorang diri. Terdengar suara teriakan petugas kepada orang tersebut agar membuka celana.

Sambil berjongkok dia membuka celana. Gambar berikutnya, orang tersebut sudah berdiri sambil berjalan, namun tiba-tiba tersungkur. Dia terkena tembakan di dada tembus ke punggung. Meski sudah tertembak, dia dipaksa berjalan ke tanah lapang.

Orang itu diketahui bernama Wiwin setelah polisi menginterogasinya. Meski Wiwin bersimbah darah, polisi tetap saja menanyai dia tanpa berusaha untuk menolong. Bahkan ada di antara polisi yang justru mengingatkan Wiwin bahwa sebentar lagi akan mati. "Win istigfar, kamu sudah mau mati," kata seorang polisi kepada Wiwin.

Staf khusus Forum Silaturrahmi Ormas dan Lembaga Islam, Mustofa Nahrawardaya, mengatakan video kekerasan polisi yang muncul di youtube tersebut mirip dengan video yang diserahkan tokoh agama kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo pada Kamis lalu.

Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan video tersebut membuktikan telah terjadi pelanggaran HAM berat oleh personel polisi. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia juga menemukan indikasi serupa. Mustofa mengatakan tokoh agama memiliki empat buah video kekerasan oleh polisi dalam menangani terduga teroris. Video tersebut diperoleh tokoh agama dari seseorang sepekan lalu.

"Kami juga akan ke Poso pekan depan. Kapolri sudah menjanjikan bertemu saksi dalam kondisi selamat," kata Mustofa, Sabtu, 2 Maret 2013. Mustofa mendapat informasi bahwa Wiwin masih hidup. Dia sekarang ditahan di satu lembaga pemasyarakatan di Sulawesi Tengah. "(Wiwin) itu yang akan kami temui," kata dia.

Janji Komnas HAM  

Seperti diberitakan sebelumnya di media massa,  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berjanji akan mengusut tuntas dugaan pelanggaran HAM berat yang dilakukan satuan Detasemen Khusus Antiteror terhadap sejumlah terduga teroris. Termasuk akan meminta pertanggungjawaban secara hukum jika aparat Densus 88 terbukti melanggar HAM berat.

"Kami akan bawa ke Pengadilan Adhoc (khusus) HAM. Kami sedang susun langkah-langkahnya," kata Komisioner Komnas HAM Seani Indriani.

Untuk langkah pertama, Komisi akan mengumpulkan bukti dengan bekal sejumlah video dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan tim Densus. Komnas hendak memverifikasi keaslian video itu. Termasuk kebenaran terjadinya pelanggaran HAM berat, korban, hingga lokasi kejadian. "Yang terpenting adalah hasil otopsi ulang terhadap korban meninggal," kata Seani.

Sebab, selama ini hasil otopsi terduga teroris yang meninggal selalu berasal dari polisi. Sedangkan polisi biasanya hanya menyatakan terduga teroris meninggal karena upaya petugas mempertahankan diri.

Seani meminta agar Polri bersedia terbuka memberikan informasi yang diperlukan Komnas HAM. Sebab, langkah yang ditempuh Komnas bukan untuk memperburuk citra Polri atau Densus, tapi memperbaiki kinerja.Desastian/dbs

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Yatim Syuhada Zaky Maulana Dirawat Inap Karena Typus. Ayo bantu..!!!

Yatim Syuhada Zaky Maulana Dirawat Inap Karena Typus. Ayo bantu..!!!

Sudah empat hari bocah yatim syuhada ini tergolek lemah di Rumah Sakit Haji Medan. Ayahnya gugur tahun 2010 ditembak thaghut Densus karena menegakkan syariat i?dad bersama kafilah Mujahidin Aceh...

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Kondisi Ummi Syaja'ah membaik pasca operasi. Untuk mengobati Serosis Hepatis (pengerasan hati) yang dideritanya, ditempuh terapi thibbun nabawi di rumah sehat Naturaid Jombang....

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Umat Islam Tolikara Papua dizalimi mayoritas Kristen. Muslimah dilarang berjilbab menutup aurat, shalat Id dibubarkan paksa, masjid dibakar dan belasan kios aset umat Islam dibumihanguskan....

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Akhwat yatim Rika Suranti tutup usia. Total dana Rp 17.200.000 telah diserahkan, semoga para donatur mendapat tiket masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari....

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Muallaf Usia 50 Tahun Butuh Biaya Khitan, Perlengkapan Shalat dan Modal Usaha. Ayo Bantu!!!

Mendapat hidayah di usia 50 tahun Pak Han pun hijrah meninggalkan Kristen. Untuk menjadi Muslim kaffah ia butuh peralatan ibadah, biaya khitan dan modal usaha....

Latest News
Rizal Ramli Tidak Hanya Berani dengan JK, Tapi Juga dengan Cornelia Agatha

Rizal Ramli Tidak Hanya Berani dengan JK, Tapi Juga dengan Cornelia Agatha

Jum'at, 28 Aug 2015 06:47

Direktur GI: Korsel-Korut Jadi Kambing Hitam, Bukti Jokowi Kehilangan Akal Sehat

Direktur GI: Korsel-Korut Jadi Kambing Hitam, Bukti Jokowi Kehilangan Akal Sehat

Kamis, 27 Aug 2015 23:55

Ekonom Senior: Dimana Suara Partai yang Sering Mendengungkan Keadilan Sosial?

Ekonom Senior: Dimana Suara Partai yang Sering Mendengungkan Keadilan Sosial?

Kamis, 27 Aug 2015 22:52

Menggugat Mazhab Kekuasaan dalam Fiqih Kebhinekaan Versis Islam Nusantara

Menggugat Mazhab Kekuasaan dalam Fiqih Kebhinekaan Versis Islam Nusantara

Kamis, 27 Aug 2015 22:30

Ahok Bongkar Sendiri Niatnya Menggusur Warga di Kampung Pulo

Ahok Bongkar Sendiri Niatnya Menggusur Warga di Kampung Pulo

Kamis, 27 Aug 2015 22:00

Antisipasi Salah Pergaulan Anak, Mensos Sentil Ibu-ibu Penyuka Sinetron

Antisipasi Salah Pergaulan Anak, Mensos Sentil Ibu-ibu Penyuka Sinetron

Kamis, 27 Aug 2015 21:30

Siaga Depresi Menjelang Pilkada Serentak

Siaga Depresi Menjelang Pilkada Serentak

Kamis, 27 Aug 2015 21:05

Amalan Salah Ekspresi; Ketika Ibadah di Share Lewat Social Media

Amalan Salah Ekspresi; Ketika Ibadah di Share Lewat Social Media

Kamis, 27 Aug 2015 21:00

Dua Jenderal Irak Tewas di Tangan Mujahid IS Hanya dengan Bom Mobil

Dua Jenderal Irak Tewas di Tangan Mujahid IS Hanya dengan Bom Mobil

Kamis, 27 Aug 2015 20:27

Hadirilah! Dauroh dan Sosialisasi Aliansi Nasional Anti Syiah di Banten

Hadirilah! Dauroh dan Sosialisasi Aliansi Nasional Anti Syiah di Banten

Kamis, 27 Aug 2015 20:15

Lebih dari 1000 Anak Palestina Menderita Cacat Permanen Akibat Serangan Zionis Israel Tahun 2014

Lebih dari 1000 Anak Palestina Menderita Cacat Permanen Akibat Serangan Zionis Israel Tahun 2014

Kamis, 27 Aug 2015 20:15

Daulah Islam (IS) Serang Markas Pasukan Kurdi YPG di Gunung Abdulaziz di Hasakah

Daulah Islam (IS) Serang Markas Pasukan Kurdi YPG di Gunung Abdulaziz di Hasakah

Kamis, 27 Aug 2015 20:00

PKS Kembali sebagai Gerakan Dakwah dengan Doktrin Bersih dan Peduli

PKS Kembali sebagai Gerakan Dakwah dengan Doktrin Bersih dan Peduli

Kamis, 27 Aug 2015 19:46

Komandan Terkemuka FSA Tewas dalam Ledakan Bom di Antakya Turki

Komandan Terkemuka FSA Tewas dalam Ledakan Bom di Antakya Turki

Kamis, 27 Aug 2015 19:45

Al-Shabaab Tewaskan Belasan Pasukan Pemerintah Somalia dalam Penyergapan di Gedo

Al-Shabaab Tewaskan Belasan Pasukan Pemerintah Somalia dalam Penyergapan di Gedo

Kamis, 27 Aug 2015 19:30

Delegasi PBB untuk Libya Peringatkan Persatuan untuk Memerangi Eksistensi Islamic State (ISIS)

Delegasi PBB untuk Libya Peringatkan Persatuan untuk Memerangi Eksistensi Islamic State (ISIS)

Kamis, 27 Aug 2015 13:40

Amerika Serika Tidak Ingin Bunuh Dedengkot Syiah Muqtada Al-Shadr

Amerika Serika Tidak Ingin Bunuh Dedengkot Syiah Muqtada Al-Shadr

Kamis, 27 Aug 2015 12:08

Rupiah Menyentuh Rp. 14.100/1USD, Presiden dan Menteri Hanya Memberi JJP Rakyat

Rupiah Menyentuh Rp. 14.100/1USD, Presiden dan Menteri Hanya Memberi JJP Rakyat

Kamis, 27 Aug 2015 07:26

Al-Qaedah Meledakkan Markas Komando Militer di Mukalla

Al-Qaedah Meledakkan Markas Komando Militer di Mukalla

Kamis, 27 Aug 2015 07:13

Jokowi Membonsai Wapres Jusuf Kalla dengan Kepala Staf Kepresidenan

Jokowi Membonsai Wapres Jusuf Kalla dengan Kepala Staf Kepresidenan

Kamis, 27 Aug 2015 06:30



Must Read!
X