Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
38.193 views

Lihatlah! Cara Penangkapan Densus 88 Menyerupai Peristiwa Takbai

JAKARTA (voa-islam.com) –  Video kebrutalan Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) terhadap warga Poso menyebar luas di dunia maya. Rekaman penganiayaan tersebut diunduh ke Youtube pada Jumat, 1 Maret 2013 lalu. Bila melihat cara Densus melumpuhkan warga Poso yang baru diduga teroris, ternyata menyerupai tentara Thailand ketika membantai umat Islam Patani di Narathiwat, Thailand Selatan. Dengan telanjang dada dan tangan terikat ke belakang, pejuang muslim Patani itu  diperlakukan dengan cara yang sadis.

Tak Bai adalah nama salah satu tempat di Provinsi Narathiwat Thailand Selatan. Delapan tahun yang lalu, tepat nya 24 Oktober 2004 terjadi suatu peristiwa yang sangat menyayat hati. Umat Islam yang saat itu sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, dibantai dengan bengis dan sadis oleh tentara Siam Thailand. Tak Bai yang terletak di pinggir salah satu pantai itu dipenuhi genangan darah dan tumpukan mayat. Peristiwa itu dikenal dengan tragedi Takbai.

Melihat video kekerasan Densus 88 terhadap warga Poso berdurasi sekitar 13.55 menit itu tergambar jelas puluhan polisi berpakaian seragam. Sebagian di antara mereka mirip seragam Densus 88, serba hitam. Ada juga polisi berseragam Brigade Mobil. Mereka menenteng senjata laras panjang.



Lihatlah bagaimana cara Densus 88 melumpuhkan warga Poso. Pada menit awal terlihat beberapa warga dengan tangan terikat, berbaring di tengah tanah lapang sambil bertelanjang dada. Menit berikutnya, terlihat seorang warga dengan tangan terborgol berjalan menuju tanah lapang seorang diri. Terdengar suara teriakan petugas kepada orang tersebut agar membuka celana.

Sambil berjongkok dia membuka celana. Gambar berikutnya, orang tersebut sudah berdiri sambil berjalan, namun tiba-tiba tersungkur. Dia terkena tembakan di dada tembus ke punggung. Meski sudah tertembak, dia dipaksa berjalan ke tanah lapang.

Orang itu diketahui bernama Wiwin setelah polisi menginterogasinya. Meski Wiwin bersimbah darah, polisi tetap saja menanyai dia tanpa berusaha untuk menolong. Bahkan ada di antara polisi yang justru mengingatkan Wiwin bahwa sebentar lagi akan mati. "Win istigfar, kamu sudah mau mati," kata seorang polisi kepada Wiwin.

Staf khusus Forum Silaturrahmi Ormas dan Lembaga Islam, Mustofa Nahrawardaya, mengatakan video kekerasan polisi yang muncul di youtube tersebut mirip dengan video yang diserahkan tokoh agama kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo pada Kamis lalu.

Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan video tersebut membuktikan telah terjadi pelanggaran HAM berat oleh personel polisi. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia juga menemukan indikasi serupa. Mustofa mengatakan tokoh agama memiliki empat buah video kekerasan oleh polisi dalam menangani terduga teroris. Video tersebut diperoleh tokoh agama dari seseorang sepekan lalu.

"Kami juga akan ke Poso pekan depan. Kapolri sudah menjanjikan bertemu saksi dalam kondisi selamat," kata Mustofa, Sabtu, 2 Maret 2013. Mustofa mendapat informasi bahwa Wiwin masih hidup. Dia sekarang ditahan di satu lembaga pemasyarakatan di Sulawesi Tengah. "(Wiwin) itu yang akan kami temui," kata dia.

Janji Komnas HAM  

Seperti diberitakan sebelumnya di media massa,  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berjanji akan mengusut tuntas dugaan pelanggaran HAM berat yang dilakukan satuan Detasemen Khusus Antiteror terhadap sejumlah terduga teroris. Termasuk akan meminta pertanggungjawaban secara hukum jika aparat Densus 88 terbukti melanggar HAM berat.

"Kami akan bawa ke Pengadilan Adhoc (khusus) HAM. Kami sedang susun langkah-langkahnya," kata Komisioner Komnas HAM Seani Indriani.

Untuk langkah pertama, Komisi akan mengumpulkan bukti dengan bekal sejumlah video dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan tim Densus. Komnas hendak memverifikasi keaslian video itu. Termasuk kebenaran terjadinya pelanggaran HAM berat, korban, hingga lokasi kejadian. "Yang terpenting adalah hasil otopsi ulang terhadap korban meninggal," kata Seani.

Sebab, selama ini hasil otopsi terduga teroris yang meninggal selalu berasal dari polisi. Sedangkan polisi biasanya hanya menyatakan terduga teroris meninggal karena upaya petugas mempertahankan diri.

Seani meminta agar Polri bersedia terbuka memberikan informasi yang diperlukan Komnas HAM. Sebab, langkah yang ditempuh Komnas bukan untuk memperburuk citra Polri atau Densus, tapi memperbaiki kinerja.Desastian/dbs

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Di usia senja, Bu Janih bersama 5 anak yatimnya tinggal di rumah rombeng yang kumuh, lapuk dan sering roboh. Upah sebagai buruh cuci serabutan pun tak menentu sehingga tidak bisa memasak nasi...

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Sudah 23 hari tangan Ramdani remuk dalam insiden tabrak lari. Ia harus segera dioperasi supaya patahan tulang tidak berantakan dan dagingnya tidak membusuk. Butuh dana puluhan juta untuk operasi....

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

Latest News
Pangeran Saudi yang Diasingkan Serukan Kudeta Gulingkan Raja Salman

Pangeran Saudi yang Diasingkan Serukan Kudeta Gulingkan Raja Salman

Rabu, 23 May 2018 22:53

Pasukan Teroris Assad Jarah Properti Milik Warga yang Menungsi dari Kamp Yarmouk

Pasukan Teroris Assad Jarah Properti Milik Warga yang Menungsi dari Kamp Yarmouk

Rabu, 23 May 2018 22:08

2 Rakaat Fajar Harus Dijaga di Ramadhan

2 Rakaat Fajar Harus Dijaga di Ramadhan

Rabu, 23 May 2018 17:00

Adil Menilai Social Experiment Peluk Pria Berjenggot & Wanita Bercadar

Adil Menilai Social Experiment Peluk Pria Berjenggot & Wanita Bercadar

Rabu, 23 May 2018 15:32

6 Catatan Kritis untuk Revisi UU Terorisme; Substansinya Lebih Otoriter

6 Catatan Kritis untuk Revisi UU Terorisme; Substansinya Lebih Otoriter

Rabu, 23 May 2018 15:20

Begini Cara Mendidik Anak Yang Bandel

Begini Cara Mendidik Anak Yang Bandel

Rabu, 23 May 2018 15:00

Cukur Rambut dan Potong Kuku Batalkan Puasa? Ini Jawaban Syaikh Ibnu Bazz

Cukur Rambut dan Potong Kuku Batalkan Puasa? Ini Jawaban Syaikh Ibnu Bazz

Rabu, 23 May 2018 14:29

[VIDEO] Indonesia Halal Watch: Sate Senayan Belum Bersertifikat Halal

[VIDEO] Indonesia Halal Watch: Sate Senayan Belum Bersertifikat Halal

Rabu, 23 May 2018 13:11

Masyarakat Punya Saringan Sendiri Memilih Mubaligh

Masyarakat Punya Saringan Sendiri Memilih Mubaligh

Rabu, 23 May 2018 11:25

LPAI: Negara Harus Lindungi Anak Yang Terpapar Terorisme

LPAI: Negara Harus Lindungi Anak Yang Terpapar Terorisme

Rabu, 23 May 2018 10:59

Ruang Gelap Dunia Maya

Ruang Gelap Dunia Maya

Rabu, 23 May 2018 10:55

Abu Rusydan: Aturan Apapun Tak Jalan Saat Tangani Terorisme

Abu Rusydan: Aturan Apapun Tak Jalan Saat Tangani Terorisme

Rabu, 23 May 2018 10:54

Laporan: Ekspor 'Bedak Bayi' Bantu Pendanaan Islamic State (IS) Di Afghanistan

Laporan: Ekspor 'Bedak Bayi' Bantu Pendanaan Islamic State (IS) Di Afghanistan

Rabu, 23 May 2018 08:30

HRW: Dalam 3 Bulan Militer Mesir Hancurkan 3600 Bangunan Milik Warga di Sinai

HRW: Dalam 3 Bulan Militer Mesir Hancurkan 3600 Bangunan Milik Warga di Sinai

Rabu, 23 May 2018 06:57

Ketimpangan Toleransi dalam Sistem Demokrasi

Ketimpangan Toleransi dalam Sistem Demokrasi

Rabu, 23 May 2018 00:12

Ini 3 Bekal Manusia sejak Awal Penciptaan

Ini 3 Bekal Manusia sejak Awal Penciptaan

Selasa, 22 May 2018 23:34

Tak Ada yang Mampu Tahan Rahmat Allah

Tak Ada yang Mampu Tahan Rahmat Allah

Selasa, 22 May 2018 22:46

Demontran Palestina di Tepi Barat Lempari Delegasi AS dengan Telur

Demontran Palestina di Tepi Barat Lempari Delegasi AS dengan Telur

Selasa, 22 May 2018 18:00

Jubir Koalisi Pimpinan Saudi: 85% Yaman Telah Dibebaskan dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Jubir Koalisi Pimpinan Saudi: 85% Yaman Telah Dibebaskan dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Selasa, 22 May 2018 17:00

Yuk Hijrahkan Ponsel dengan Ring Back Tone Dakwah Islam

Yuk Hijrahkan Ponsel dengan Ring Back Tone Dakwah Islam

Selasa, 22 May 2018 15:54


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X