Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
16.248 views

Kebodohan Kaum Muslimin Ditengah Menjamurnya Lembaga Pendidikan Islam

KLATEN (voa-islam.com) – Tidak dipungkiri lagi bahwa kemajuan lembaga pendidikan dari tahun ke tahun dan masa ke masa semakin banyak dan merebak. Bahkan bisa dibilang, lembaga pendidikan umat Islam hampir menyamai lembaga pendidikan umum yang dikelola oleh pemerintah setempat.

Bagaimana sekarang ini, lembaga pendidikan seperti PAUD, TKIT, SDIT, SMPIT, SMAIT hingga perguruan tinggi atau ma’had ‘ali semakin digemari oleh masyarakat dibanding lembaga pendidikan milik pemerintah. Tak hanya disukai, lembaga pendidikan umat Islam juga ada di setiap kota kecamatan maupun kota kabupaten.

Dengan banyaknya lembaga pendidikan yang ada dan dikelola oleh umat Islam serta banyaknya animo masyarakat untuk menyekolahkan putra putrinya disana, harusnya bisa meningkatkan kwalitas keilmuan dan memperbaiki moral masyarakat yang sekolah di lembaga pendidikan tersebut.

Namun realitanya, justru masyarakat tidak kunjung baik dari segi moral maupun kwalitas keilmuaannya. Bahkan dalam satu hadits dari Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa di akhir zaman nanti, manusia akan menjadi bodoh dan kebodohan tersebut akan merajalela baik menimpa pada masyarakat awam maupun para penguasa.

Hadits tersebut berbunyi, “Dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash ra. berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya, Allah tidak mengambil ilmu dengan mencabutnya dari para hamba, tetapi Allah mengambil ilmu dengan mewafatkan para ulama. Sehingga, ketika tidak ada lagi ulama, manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Mereka pun ditanya, lantas berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

...Ada dua hal yang paling mengkhawatirkan dari menjamurnya keberhasilan lembaga pendidikan Islam. Dua hal itu adalah satu, ketika lembaga-lembaga pendidikan ini sudah bergeser ruhnya, dari sebuah lembaga pengkaderan ulama amilin fie sabilillah menjadi ladang bisnis...

Menurut Ustadz Abu Fatiah Al-Adnani, penulis buku-buku best seller bertemakan akhir zaman saat mengisi kajian rutin bulanan di Masjid Al Huda, Belangwetan, Klaten, Jawa Tengah pada Senin (22/4/2013) yang lalu, hadits tersebut menceritakan suatu massa yang dimana manusia akan berada dalam suatu “ladang kebodohan” yang merajalela.

Dirinya menjelaskan, bahwa hadits tersebut kelihatannya bertentangan dan tidak selaras dengan fakta yang ada sekarang ini. Namun jika dicermati lebih mendalam dan seksama, sebetulnya ada dua pokok permasalahan yang sangat mendasar dari dua perbedaan tersebut sehingga umat Islam sekarang ini buruk kwalitas keilmuannya.

Pertama, Ustadz Abu Fatiah menjelaskan bahwa  lembaga pendidikan yang dikelola oleh umat Islam telah kehilangan ruh perjuangannya untuk mencetak kader ulama dan amilin fie sabilillah (berjuang di jalan Allah), dan bergeser menjadi “sebuah pasar bisnis” bernama lembaga pendidikan dan sekolah Islam.

“Tapi ada dua hal yang paling mengkhawatirkan dari menjamurnya keberhasilan lembaga pendidikan kita. Dua hal itu adalah satu, ketika lembaga-lembaga pendidikan ini sudah bergeser ruhnya, dari sebuah lembaga pengkaderan ulama amilin fie sabilillah menjadi ladang bisnis,” tegasnya.

...Walaupun sebuah lembaga pendidikan Islam itu tersebar dimana-mana, tetapi kita masih sangat lemah ketika berbicara tentang kurikulum pendidikan kita. Inilah jawaban yang kedua dari hadits Nabi yang menceritakan, dimana disitu disebutkan kenapa diakhir zaman nanti kok akan terjadi kebodohan yang merajalela...

Dirinya mengakui, sebetulnya tidak mengapa jika sebuah lembaga pendidikan Islam mempunyai tarif masuk yang tinggi bagi para muridnya. Sebab hal itu juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengeluaran lembaga pendidikan tersebut. Namun jika biaya masuk dan segala hal yang berkenaan dengan lembaga pendidikan sudah di jadikan “lahan bisnis” dan orientasi bisnisnya lebih dominan, maka hal ini yang akan menjadi masalah besar bagi kwalitas keilmuan umat Islam.

“40 atau 50 tahun yang lalu, pesantren itu masih identik dengan bengkel manusia, yang orang-orang bobrok dimasukkan disana. Tapi sekarang, seleksi masuknya (ke pesantren -red) sudah ketat, kalau tidak hafal sekian juz nggak bisa masuk, ya tho. Bahkan sekarang ini pesantren sudah menjadi lembaga yang bergengsi, nek duite gak tebel kayaknya sulit untuk masuk pesantren, itu sudah menjadi tren dan masalah ini pak,” ujarnya.

Dirinya melanjutkan bahwa ancaman kedua dari merebaknya lembaga pendidikan Islam yang ada, ternyata ada satu celah dimana umat Islam belum bisa mandiri dalam membuat kurikulum pendidikannya. Dimana, para guru-guru dan lembaga pendidikan Islam masih belum berani untuk menampilkan corak Islam yang sesungguhnya dalam mengajarkan Islam sesuai yang tertuang didalam Al Qur’an dan Sunah.

“Bahwa walaupun sebuah lembaga pendidikan Islam itu tersebar dimana-mana, tetapi kita masih sangat lemah ketika berbicara tentang kurikulum pendidikan kita. Inilah jawaban yang kedua dari hadits Nabi yang menceritakan, dimana disitu disebutkan kenapa diakhir zaman nanti kok akan terjadi kebodohan yang merajalela,” jelasnya.

Fakta lain dari lemahnya kurikulum lembaga pendidikan yang dikelola umat Islam adalah masih mengikuti dan menginduk kurikulum pendidikan barat yang notabenya adalah buatan orang kafir. “Coba sekarang kita cek, berapa banyak diantara anak-anak kita yang sekolah di SDIT atau SMPIT atau ‘aliyah dan MTs, apalagi naik di perguruan tinggi, berapa banyak mereka belajar psikologi mengacunya tetap Sigmund Freud, menyebut teori-teorinya masih saja dipakai” ujarnya.

“Yang mereka masuk dan belajar ke jalur ekonomi, tidak bisa teori Karl Heinrich Marx diabaikan. Ketika mereka berbicara tentang ilmu sosial, tetap saja teori David Emile Durkheim masuk didalamnya, ekonomi kapitalis tetap saja didalamnya. Ketika berbicara tentang imu biologi, teori Darwin tidak bisa dilepaskan. Nah, inilah yang menjadi masalah besar meskipun lembaga pendidikan Islam sekarang ini merebak,” tandasnya. [Bekti]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Inggris akan Bangun Dinding Baja untuk Lindungi Kunjungan Trump

Inggris akan Bangun Dinding Baja untuk Lindungi Kunjungan Trump

Jum'at, 26 Apr 2019 11:00

Pasukan Pimpinan AS Tewaskan 1.600 Warga Sipil di Raqqah Suriah pada 2017

Pasukan Pimpinan AS Tewaskan 1.600 Warga Sipil di Raqqah Suriah pada 2017

Jum'at, 26 Apr 2019 10:45

Bioskop di Inggris Didesak Boikot Festival Film Israel

Bioskop di Inggris Didesak Boikot Festival Film Israel

Jum'at, 26 Apr 2019 10:33

Level Utang Negara Meningkat: Prestasi atau frustasi?

Level Utang Negara Meningkat: Prestasi atau frustasi?

Jum'at, 26 Apr 2019 09:53

Inggris Darurat Serangan Senjata Tajam

Inggris Darurat Serangan Senjata Tajam

Jum'at, 26 Apr 2019 09:14

Mahfud MD Sebut Salah Input C1 Untungkan Kedua Paslon, Warganet: Prof Kok Dukung Human Error

Mahfud MD Sebut Salah Input C1 Untungkan Kedua Paslon, Warganet: Prof Kok Dukung Human Error

Jum'at, 26 Apr 2019 08:11

Survei C1 Lapitek UKRI: Prabowo-Sandi Raih 62,20%

Survei C1 Lapitek UKRI: Prabowo-Sandi Raih 62,20%

Jum'at, 26 Apr 2019 07:55

Innalillahi, Hingga Kamis Jumlah Petugas KPPS yang Wafat Bertambah Jadi 225 Orang

Innalillahi, Hingga Kamis Jumlah Petugas KPPS yang Wafat Bertambah Jadi 225 Orang

Jum'at, 26 Apr 2019 06:57

Literasi untuk Negeri

Literasi untuk Negeri

Jum'at, 26 Apr 2019 06:11

The Blueprint of “Fat Man”

The Blueprint of “Fat Man”

Jum'at, 26 Apr 2019 04:20

Generasi Indonesia Darurat Game Online

Generasi Indonesia Darurat Game Online

Jum'at, 26 Apr 2019 02:09

Remaja Rusak, Akibat Liberalisasi?

Remaja Rusak, Akibat Liberalisasi?

Jum'at, 26 Apr 2019 00:42

Ibu, Sang Arsitek Pencetak Generasi Cemerlang

Ibu, Sang Arsitek Pencetak Generasi Cemerlang

Jum'at, 26 Apr 2019 00:01

Selamatkan Bumi, Selamatkan Kehidupan

Selamatkan Bumi, Selamatkan Kehidupan

Kamis, 25 Apr 2019 23:02

Gereja-gereja Katolik di Sri Lanka Tangguhkan Layanan Pasca Serangan Bom

Gereja-gereja Katolik di Sri Lanka Tangguhkan Layanan Pasca Serangan Bom

Kamis, 25 Apr 2019 22:38

Arab Saudi Eksekusi 37 Orang Mayoritas Syiah Terkait Terorisme

Arab Saudi Eksekusi 37 Orang Mayoritas Syiah Terkait Terorisme

Kamis, 25 Apr 2019 21:48

Presiden PKS: Meninggalnya 119 Petugas KPPS Merupakan Duka Nasional

Presiden PKS: Meninggalnya 119 Petugas KPPS Merupakan Duka Nasional

Kamis, 25 Apr 2019 21:23

Pemilu 2019: Nyawa, Kerja Rodi. dan Hilangnya Harapan

Pemilu 2019: Nyawa, Kerja Rodi. dan Hilangnya Harapan

Kamis, 25 Apr 2019 20:01

UE Desak Mesir Patuhi Janji Setelah Referendum

UE Desak Mesir Patuhi Janji Setelah Referendum

Kamis, 25 Apr 2019 20:00

KPU dan Bawaslu, kepada Manusia Kalian Bisa Sembunyi

KPU dan Bawaslu, kepada Manusia Kalian Bisa Sembunyi

Kamis, 25 Apr 2019 19:48


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Kamis, 25/04/2019 10:39

Stop Hina Prabowo!