Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.273 views

Gagal Gelar Ujian Nasional, Berbagai Kalangan Desak Mendikbud Dipecat

JAKARTA (voa-islam.com) – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2013 yang diwarnai banyak masalah mengundang reaksi dari berbagai pihak. Kekisruhan tersebut juga mengundang beragam pandangan baik pro dan kontra atas problem UN tersebut.

Dan rata-rata, semua pihak menilai bahwa carut marut UN tersebut bermuara pada satu sumber yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikdub). Untuk itu, banyak kalangan yang mendesak agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mednikbud), Muhammad Nuh mundur dari jabatannya.

Kisruh pelaksanaan UN, menunjukan ada yang tak beres dalam manajemen ujian sekolah. Mendikbud tak boleh lepas tangan begitu saja dan dia harus bertanggung jawab atas kisruhnya pelaksanaan UN tahun 2013 tersebut. memandang pemerintah menggelar Ujian Nasional.

“Kita ketahui  pelaksanaan UN berantakan seperti penundaan UN di beberapa provinsi, yang berpotensi bocornya UN. Kami memandang pemerintah gagal menggelar Ujian Nasional,” kata Sekretaris Jenderal Serikat Kerakyatan Indonesia (SAKTI), Girindra, di Jakarta, Sabtu (27/4/2013).

...Pelaksanaan UN berantakan seperti penundaan UN di beberapa provinsi, yang berpotensi bocornya UN. Kami memandang pemerintah gagal menggelar Ujian Nasional...

Lagi pula, lanjut Girindra, evaluasi hasil belajar siswa bukan otoritas pemerintah akan tetapi oleh pendidik. Dan itu seperti yang diamanahkan oleh UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Siswa-siswi banyak yang mengalami depresi atau tertekan bahkan ada yang melakukan bunuh diri seperti kasus Siswi SMKN di Muaro Jambi bernama Ningsih yang menelan racun jamur dan masih banyak lagi (yang lainnya yang serupa -red),” bebernya.

Dirinya menegaskan bahwa hal itu bisa membuat gangguan psikologis dan mental peserta didik dalam usia anak yang masih muda itu akibat penyelenggaraan ujian nasional yang amburadul. Girindra pun meminta Presiden harus membatalkan penyelenggaraan UN karena illegal dan melawan hukum serta memecat Mendikbud.

“Dan memecat Mendikbud,” tegasnya.

Sementara itu di Tangerang, desakan mundurnya Mendikbud pasca berantakannya pelaksanaan UN disuarakan oleh Koordinator Lembaga Kebijakan Publik (LKP), Ibnu Jandi. Dia menilai bahwa UN sudah menjadi momok menakutkan bagi siswa sekolah, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah  Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Manajemen UN amburadul dan bobrok! Apa sih hebatnya UN? Bahkan, UN sudah menakar kompetenti guru, menakar anak didik dan menakar kepala daerah,” ujar Jandi, Rabu (17/4/2013) yang lalu.

...Girindra pun meminta Presiden harus membatalkan penyelenggaraan UN karena illegal dan melawan hukum serta memecat Mendikbud...

Bahkan Dosen FISIP Universitas Muhamadiyah Tangerang (UMT) ini mempertanyakan korelasi UN terhadap perkembangan anak didik secara efisien dan efektif. Bagi Jandi, UN bagaikan menakar panas satu tahun habis dihujani satu hari.

“Artinya, sangat tidak adil bila nasib anak didik yang telah 12 tahun (4.380 hari -red) belajar di sekolah, hanya akan ditentukan oleh hasil akhir UN yang hanya memakan waktu antara 3 sampai 4 hari,” tuturnya.

Menurut Jandi, kondisi itu tentunya sangat menyakitkannya bagi pendidik. Sebabnya karena pemerintah justru seolah tidak percaya dengan kompetensi guru yang sudah mengajar dan berinteraksi dengan anak dididiknya selama 4.380 hari di dalam kelas.

“Ini berarti pemerintah tidak percaya dengan kurikulum yang telah dibuatnya sendiri, pemerintah juga seolah meragukan kompetensi guru yang sudah mengajar murid-muridnya selama bertahun-tahun,” tegasnya.

Padahal, kata Jandi, guru adalah elemen penting dalam pembelajaran di kelas maupun diluar kelas. Karena selain mempunyai kesempatan berinteraksi secara langsung dengan siswa, guru juga harus mempunyai kemampuan komprehensif dalam membangun karakter anak didiknya. Namun jika pemerintah melalui UN yang justru telah gagal menjadi penentu masa depan anak, hal tersebut sangat ironis sekali.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, UN tahun ini diwarnai dengan kekacauan di antaranya menyangkut jadwal ujian. UN tingkat SLTA yang seharusnya dijadwalkan serempak pada 15 April, 11 provinsi di antaranya mengalami pengunduran jadwal menjadi 18 April. Pengunduran ini disebabkan perusahaan percetakan tidak siap. PT Ghalia Printing Indonesia, perusahaan percetakan itu mengaku tidak memiliki pengalaman untuk melakukan percetakan soal-soal UN untuk kebutuhan 11 provinsi. [Bekti/dbs]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Suvei oh Survei: Antara Denny JA dan Litbang Kompas

Suvei oh Survei: Antara Denny JA dan Litbang Kompas

Jum'at, 22 Mar 2019 07:22

Wiranto Ingin Jerat Pelaku Hoax dengan UU Terorisme, Muhammadiyah: Sangat Berlebihan

Wiranto Ingin Jerat Pelaku Hoax dengan UU Terorisme, Muhammadiyah: Sangat Berlebihan

Jum'at, 22 Mar 2019 04:15

Jual Beli Jabatan Duri dalam Reformasi Birokrasi

Jual Beli Jabatan Duri dalam Reformasi Birokrasi

Jum'at, 22 Mar 2019 02:49

Pertama di Dunia, Terapi dengan Cahaya Al Quran, Temuan Asli Indonesia

Pertama di Dunia, Terapi dengan Cahaya Al Quran, Temuan Asli Indonesia

Jum'at, 22 Mar 2019 00:31

New Zealand, Nikmat Allah Mana Lagi yang Kau Dustakan?

New Zealand, Nikmat Allah Mana Lagi yang Kau Dustakan?

Jum'at, 22 Mar 2019 00:02

Perempuan Didorong ke Dunia Kerja, Inikah Kesetaraan?

Perempuan Didorong ke Dunia Kerja, Inikah Kesetaraan?

Kamis, 21 Mar 2019 23:51

Bagaimana Islam Menyelesaikan Masalah Banjir?

Bagaimana Islam Menyelesaikan Masalah Banjir?

Kamis, 21 Mar 2019 23:31

Strategi Besar di balik Libur Ramadan dan Hapus UN

Strategi Besar di balik Libur Ramadan dan Hapus UN

Kamis, 21 Mar 2019 23:31

Ngawurisasi Survei dan Koruf yang Tak Dikehendaki

Ngawurisasi Survei dan Koruf yang Tak Dikehendaki

Kamis, 21 Mar 2019 23:10

Prabowo-Sandi akan Kembalikan Khittah e-KTP

Prabowo-Sandi akan Kembalikan Khittah e-KTP

Kamis, 21 Mar 2019 22:31

Sandi Bawa Perubahan: Emak-emak lebih Militan daripada BEM

Sandi Bawa Perubahan: Emak-emak lebih Militan daripada BEM

Kamis, 21 Mar 2019 21:31

Sudah Dekat dengan Pemilu, Ini Harapan Sandi

Sudah Dekat dengan Pemilu, Ini Harapan Sandi

Kamis, 21 Mar 2019 20:31

Spanduk Jokowi-Ma’ruf Terpampang di Banyak Kontainer

Spanduk Jokowi-Ma’ruf Terpampang di Banyak Kontainer

Kamis, 21 Mar 2019 20:07

Peneliti LIPI: BRN Perlu Dikaji, Memajukan atau Sebaliknya

Peneliti LIPI: BRN Perlu Dikaji, Memajukan atau Sebaliknya

Kamis, 21 Mar 2019 20:01

Fahri ke Prabowo: Benteng Lawan Jatuh, Saatnya Kepung Total, Jendral

Fahri ke Prabowo: Benteng Lawan Jatuh, Saatnya Kepung Total, Jendral

Kamis, 21 Mar 2019 19:31

Pemerhati Pendidikan Apresiasi UN Dihapus

Pemerhati Pendidikan Apresiasi UN Dihapus

Kamis, 21 Mar 2019 19:01

Bangsa Ini seperti Tersesat dalam 5 Tahun Terakhir

Bangsa Ini seperti Tersesat dalam 5 Tahun Terakhir

Kamis, 21 Mar 2019 18:31

Mau Diperiksa KPK, Romy Mendadak Sakit

Mau Diperiksa KPK, Romy Mendadak Sakit

Kamis, 21 Mar 2019 17:36

Upaya Cipta Kondisi seperti Najib ke Mahattir

Upaya Cipta Kondisi seperti Najib ke Mahattir

Kamis, 21 Mar 2019 17:31

Andi Arief: PSI Partai Nol Koma, Hukuman Partai Penebar Kebencian

Andi Arief: PSI Partai Nol Koma, Hukuman Partai Penebar Kebencian

Kamis, 21 Mar 2019 16:31


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X