Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.867 views

Ratusan Preman Rusak & Robohkan Rumah Warga Kentingan Baru Jebres Solo

SOLO (voa-islam.com) – Aksi premanisme kembali terjadi. Kali ini yang menjadi korban adalah warga kampung Kentingan Baru, Jebres, Solo, Jawa Tengah. Suasana tenang dan damai di kawasan pemukiman yang diketahui masih menjadi sengketa tersebut mendadak menjadi ramai dan menjadi pusat perhatian.

Suasana tersebut terjadi saat ratusan preman yang mengendarai motor yang mengenakan helm, penutup wajah dan juga mengenakan pita warna hijau di lengannya mendatangi kampung Kentingan Baru pada Sabtu (22/6/2013) pagi. Tak ayal, suasana kampung Kentingan Baru juga berubah menjadi mencekam dan penuh ketakutan.

Para preman yang datang dengan membawa martir, pentungan dan senjata tajam berbagai jenis, langsung merusak, menghancurkan dan merobohkan ratusan pemukiman warga yang kebanyakan semi permanen terbuat dari bambu dan kayu, dan ada pula yang sebagian sudah terbuat dari tembok.

...Perusakan dan penghancuran itu sekitar jam 10.00 sampai jam 11.30 WIB. Tanpa ada pemberitahuan, mereka (para preman -red) langsung membongkar dan merobohkan rumah yang ada disini dengan linggis dan palu berukuran besar...

Dari informasi yang berhasil dihimpun voa-islam.com di TKP, pengrusakan, penyerangan dan perobohan rumah warga yang dilakukan para preman bayaran itu berjalan cukup lama, yakni sekitar satu setengah jam, mulai dari jam 10.00 hingga 11.30 WIB.

“Perusakan dan penghancuran itu sekitar jam 10.00 sampai jam 11.30 WIB. Tanpa ada pemberitahuan, mereka (para preman -red) langsung membongkar dan merobohkan rumah yang ada disini dengan linggis dan palu berukuran besar,” kata Wahono kepada voa-islam.com pada Minggu (23/6/2013) di TKP.

Wahono menuturkan bahwa tanpa basa-basi, para preman yang memakai tanda pita warna hijau itu membongkar rumah warga dengan linggis dan palu berukuran besar. Tak ada yang melawan karena saat kejadian yang ada hanya wanita dan anak-anak, dan para laki-laki sedang bekerja diluar rumah. Tangis anak-anak dan teriakan histeris ibu-ibu memecah keheningan siang itu.

...Saya mencoba menghalangi preman merusak rumah saya maupun rumah warga lainnya. Tapi saya kemudian di dorong terus dipukuli puluhan preman. Saya juga diseret sampai sana (pinggir jalan raya -red) karena saya coba menghalangi mereka (para preman -red)...

Sejumlah ibu-ibu bahkan pingsan. Wahono akhirnya memberanikan diri untuk mencegah tindakan anarkis dan brutal para preman. Namun, Wahono justru mendapatkan pukulan bertubi-tubi yang dilayangkan oleh para prema ke wajah dan tubuh Wahono hingga mengalami luka memar di bagian hidung, pelipis mata sebelah kiri dan kepalanya.

Wahono yang rumahnya juga ikut dirusak juga diseret sejauh 50 meter oleh para preman dari depan rumahnya menuju jalan raya. Namun karena dirinya merupakan laki-laki yang hanya seorang diri dan dia di keroyok puluhan preman berbadan tegap dan kekar, akhirnya dia tak kuasa mempertahankan rumah dan dirinya.

“Saya mencoba menghalangi preman merusak rumah saya maupun rumah warga lainnya. Tapi saya kemudian di dorong terus dipukuli puluhan preman. Saya juga diseret sampai sana (pinggir jalan raya -red) karena saya coba menghalangi mereka (para preman -red),” ujarnya.

Tak terima dengan aksi premanisme dan kekerasan dari para preman, para warga kemudian meminta tolong kepada The Islamic Study and Action Centre (ISAC) untuk mendampingi mereka memproses kasus tersebut kepada aparat terkait.

...Pelaku hampir seratusan orang. Para preman yang dikenali warga diantaranya bernama Wiwik, Acuk, Dodo, Bomby, Yosep, Iblis, Popeye. Warga ini mengenali nama-nama tersebut karena mereka (para preman -red) pernah tinggal disini cukup lama...

Akhirnya para warga yang berjumlah sekitar 15 orang, termasuk Wahono pada Minggu (22/6/2013) sore mendatangi Mapolresta Solo ditemani Sekretaris ISAC, Endro Sudarsono. Menurut Endro, pelaku pengrusakan dan yang merobohkan rumah warga berjumlah sekitar seratusan orang.

“Pelaku hampir seratusan orang. Para preman yang dikenali warga diantaranya bernama Wiwik, Acuk, Dodo, Bomby, Yosep, Iblis, Popeye. Warga ini mengenali nama-nama tersebut karena mereka (para preman -red) pernah tinggal disini cukup lama,” kata Endro kepada voa-islam.com melalui sambungan telfon pada Sabtu (22/6/2013) sore, usai melakukan pengaduan ke Mapolresta Solo.

“Kerusakan rumah hampir 50 rumah lebih yang rata dengan tanah, bahkan bisa lebih dari jumlah itu. Sedangkan yang rusak hampir 50an rumah. Karena disini ada 1 sampai 8 blok. Dan yang mengalami rusak parah dan sudah roboh dari blok 2 sampai 8,” imbuhnya.

Selain itu, Endro juga menjelaskan jika rumah para warga yang telah dirusak dan belum dirobohkan kemudian dikasih tanda “silang” merah. Hal itu, kata Endro sebagai sebuah ancaman dari para preman. Jika warga Kentingan Baru tidak segera pindah dari lahan tersebut, mereka akan datang lagi untuk merobohkan semua rumah yang ada disitu.

...Kerusakan rumah hampir 50 rumah lebih yang rata dengan tanah, bahkan bisa lebih dari jumlah itu. Sedangkan yang rusak hampir 50an rumah. Karena disini ada 1 sampai 8 blok. Dan yang mengalami rusak parah dan sudah roboh dari blok 2 sampai 8. Sebagian rumah juga dikasih tanda silang merah. Saat itu, kebanyakan yang ada di kampung hanya ada wanita dan anak-anak...

“Sebagian rumah juga dikasih tanda silang merah. Saat itu, kebanyakan yang ada di kampung hanya ada wanita dan anak-anak. Saat ini, ada satu 1 truk dan 3 mobil polisi yang menjaga TKP,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Rudi Hartono mengatakan, tindakan puluhan orang yang melakukan perusakan rumah warga di kampung Kentingan Baru yang berada di sebelah timur Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo masuk dalam unsur pidana. Polisi akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap dalang di balik aksi itu.

“Sudah ada nama yang kami kantongi identitasnya. Tapi kami masih melakukan pengembangan,” katanya. [Khalid Khalifah]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

Latest News
Bikin Video Masak Daging Babi Campur Kurma dan Madu, Dua Komika Ini Disebut Lakukan Penistaan Agama

Bikin Video Masak Daging Babi Campur Kurma dan Madu, Dua Komika Ini Disebut Lakukan Penistaan Agama

Sabtu, 20 Oct 2018 21:16

SOHR: Islamic State Bebaskan 6 dari 27 Sandera Druze yang Mereka Tawan di Sweida Suriah

SOHR: Islamic State Bebaskan 6 dari 27 Sandera Druze yang Mereka Tawan di Sweida Suriah

Sabtu, 20 Oct 2018 19:45

Rusia Klaim Tewaskan 88.000 Pejuang Oposisi sejak Mulai Intervensi di Suriah 2015

Rusia Klaim Tewaskan 88.000 Pejuang Oposisi sejak Mulai Intervensi di Suriah 2015

Sabtu, 20 Oct 2018 18:16

Serangan Udara Koalisi Pimpinan AS Tewaskan 30 Lebih Warga Sipil di Deir Al-ZOr

Serangan Udara Koalisi Pimpinan AS Tewaskan 30 Lebih Warga Sipil di Deir Al-ZOr

Sabtu, 20 Oct 2018 17:15

Saudi Pecat Jenderal Tingkat Atas Setelah Akui Khashoggi Tewas di Konsulat Istanbul

Saudi Pecat Jenderal Tingkat Atas Setelah Akui Khashoggi Tewas di Konsulat Istanbul

Sabtu, 20 Oct 2018 16:15

Jumlah LGBT di Tasikmalaya Ribuan, Almumtaz Serukan Masyarakat dan Aparat Aktif Penanganan

Jumlah LGBT di Tasikmalaya Ribuan, Almumtaz Serukan Masyarakat dan Aparat Aktif Penanganan

Sabtu, 20 Oct 2018 15:32

Dosa Sebab Datangnya Bencana

Dosa Sebab Datangnya Bencana

Sabtu, 20 Oct 2018 14:42

GNPF Ulama Bogor Ajak Waspadai LGBT

GNPF Ulama Bogor Ajak Waspadai LGBT

Sabtu, 20 Oct 2018 12:30

Bertahan dari terjangan Lumpur Liquifaksi, Asmudin Kehilangan Cucu Kembar

Bertahan dari terjangan Lumpur Liquifaksi, Asmudin Kehilangan Cucu Kembar

Sabtu, 20 Oct 2018 12:21

Tak Ingin Kena Azab Bencana, FPI Banyuwangi Tolak Festival Gandrung Sewu

Tak Ingin Kena Azab Bencana, FPI Banyuwangi Tolak Festival Gandrung Sewu

Sabtu, 20 Oct 2018 10:47

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Sabtu, 20 Oct 2018 06:16

Women Empowering, Ilusi Kapitalisme untuk Perempuan agar Berdaya?

Women Empowering, Ilusi Kapitalisme untuk Perempuan agar Berdaya?

Jum'at, 19 Oct 2018 23:48

Penyelidik Turki Periksa Hutan Belgrad di Istanbul Terkait Lenyapnya Jamal Khashoggi

Penyelidik Turki Periksa Hutan Belgrad di Istanbul Terkait Lenyapnya Jamal Khashoggi

Jum'at, 19 Oct 2018 21:05

Pejuang Oposisi Serang Wilayah yang Dikuasai Pasukan Pemerintah di Kota Alppo

Pejuang Oposisi Serang Wilayah yang Dikuasai Pasukan Pemerintah di Kota Alppo

Jum'at, 19 Oct 2018 20:45

LPPOM MUI Kembali Gelar Pameran Halal Internasional di Smesco

LPPOM MUI Kembali Gelar Pameran Halal Internasional di Smesco

Jum'at, 19 Oct 2018 20:39

Ulama Terkemuka Inggris Syaikh Anjem Choudary Dibebaskan dari Penjara

Ulama Terkemuka Inggris Syaikh Anjem Choudary Dibebaskan dari Penjara

Jum'at, 19 Oct 2018 16:15

Sesat Pikir Intoleransi

Sesat Pikir Intoleransi

Jum'at, 19 Oct 2018 14:39

Sempat Masuk Ke Dalam Tanah yang Terbelah, Ini Cerita Korban Gempa di Balaroa

Sempat Masuk Ke Dalam Tanah yang Terbelah, Ini Cerita Korban Gempa di Balaroa

Jum'at, 19 Oct 2018 14:18

Relatif Kondusif Dua Pekan Pasca Gempa Palu, Insiden Jarah Sempat Terjadi di Pelabuhan

Relatif Kondusif Dua Pekan Pasca Gempa Palu, Insiden Jarah Sempat Terjadi di Pelabuhan

Jum'at, 19 Oct 2018 14:02

Mengenal Titik Kritis Kehalalan Biskuit

Mengenal Titik Kritis Kehalalan Biskuit

Jum'at, 19 Oct 2018 10:17


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X