Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.544 views

Ratusan Preman Rusak & Robohkan Rumah Warga Kentingan Baru Jebres Solo

SOLO (voa-islam.com) – Aksi premanisme kembali terjadi. Kali ini yang menjadi korban adalah warga kampung Kentingan Baru, Jebres, Solo, Jawa Tengah. Suasana tenang dan damai di kawasan pemukiman yang diketahui masih menjadi sengketa tersebut mendadak menjadi ramai dan menjadi pusat perhatian.

Suasana tersebut terjadi saat ratusan preman yang mengendarai motor yang mengenakan helm, penutup wajah dan juga mengenakan pita warna hijau di lengannya mendatangi kampung Kentingan Baru pada Sabtu (22/6/2013) pagi. Tak ayal, suasana kampung Kentingan Baru juga berubah menjadi mencekam dan penuh ketakutan.

Para preman yang datang dengan membawa martir, pentungan dan senjata tajam berbagai jenis, langsung merusak, menghancurkan dan merobohkan ratusan pemukiman warga yang kebanyakan semi permanen terbuat dari bambu dan kayu, dan ada pula yang sebagian sudah terbuat dari tembok.

...Perusakan dan penghancuran itu sekitar jam 10.00 sampai jam 11.30 WIB. Tanpa ada pemberitahuan, mereka (para preman -red) langsung membongkar dan merobohkan rumah yang ada disini dengan linggis dan palu berukuran besar...

Dari informasi yang berhasil dihimpun voa-islam.com di TKP, pengrusakan, penyerangan dan perobohan rumah warga yang dilakukan para preman bayaran itu berjalan cukup lama, yakni sekitar satu setengah jam, mulai dari jam 10.00 hingga 11.30 WIB.

“Perusakan dan penghancuran itu sekitar jam 10.00 sampai jam 11.30 WIB. Tanpa ada pemberitahuan, mereka (para preman -red) langsung membongkar dan merobohkan rumah yang ada disini dengan linggis dan palu berukuran besar,” kata Wahono kepada voa-islam.com pada Minggu (23/6/2013) di TKP.

Wahono menuturkan bahwa tanpa basa-basi, para preman yang memakai tanda pita warna hijau itu membongkar rumah warga dengan linggis dan palu berukuran besar. Tak ada yang melawan karena saat kejadian yang ada hanya wanita dan anak-anak, dan para laki-laki sedang bekerja diluar rumah. Tangis anak-anak dan teriakan histeris ibu-ibu memecah keheningan siang itu.

...Saya mencoba menghalangi preman merusak rumah saya maupun rumah warga lainnya. Tapi saya kemudian di dorong terus dipukuli puluhan preman. Saya juga diseret sampai sana (pinggir jalan raya -red) karena saya coba menghalangi mereka (para preman -red)...

Sejumlah ibu-ibu bahkan pingsan. Wahono akhirnya memberanikan diri untuk mencegah tindakan anarkis dan brutal para preman. Namun, Wahono justru mendapatkan pukulan bertubi-tubi yang dilayangkan oleh para prema ke wajah dan tubuh Wahono hingga mengalami luka memar di bagian hidung, pelipis mata sebelah kiri dan kepalanya.

Wahono yang rumahnya juga ikut dirusak juga diseret sejauh 50 meter oleh para preman dari depan rumahnya menuju jalan raya. Namun karena dirinya merupakan laki-laki yang hanya seorang diri dan dia di keroyok puluhan preman berbadan tegap dan kekar, akhirnya dia tak kuasa mempertahankan rumah dan dirinya.

“Saya mencoba menghalangi preman merusak rumah saya maupun rumah warga lainnya. Tapi saya kemudian di dorong terus dipukuli puluhan preman. Saya juga diseret sampai sana (pinggir jalan raya -red) karena saya coba menghalangi mereka (para preman -red),” ujarnya.

Tak terima dengan aksi premanisme dan kekerasan dari para preman, para warga kemudian meminta tolong kepada The Islamic Study and Action Centre (ISAC) untuk mendampingi mereka memproses kasus tersebut kepada aparat terkait.

...Pelaku hampir seratusan orang. Para preman yang dikenali warga diantaranya bernama Wiwik, Acuk, Dodo, Bomby, Yosep, Iblis, Popeye. Warga ini mengenali nama-nama tersebut karena mereka (para preman -red) pernah tinggal disini cukup lama...

Akhirnya para warga yang berjumlah sekitar 15 orang, termasuk Wahono pada Minggu (22/6/2013) sore mendatangi Mapolresta Solo ditemani Sekretaris ISAC, Endro Sudarsono. Menurut Endro, pelaku pengrusakan dan yang merobohkan rumah warga berjumlah sekitar seratusan orang.

“Pelaku hampir seratusan orang. Para preman yang dikenali warga diantaranya bernama Wiwik, Acuk, Dodo, Bomby, Yosep, Iblis, Popeye. Warga ini mengenali nama-nama tersebut karena mereka (para preman -red) pernah tinggal disini cukup lama,” kata Endro kepada voa-islam.com melalui sambungan telfon pada Sabtu (22/6/2013) sore, usai melakukan pengaduan ke Mapolresta Solo.

“Kerusakan rumah hampir 50 rumah lebih yang rata dengan tanah, bahkan bisa lebih dari jumlah itu. Sedangkan yang rusak hampir 50an rumah. Karena disini ada 1 sampai 8 blok. Dan yang mengalami rusak parah dan sudah roboh dari blok 2 sampai 8,” imbuhnya.

Selain itu, Endro juga menjelaskan jika rumah para warga yang telah dirusak dan belum dirobohkan kemudian dikasih tanda “silang” merah. Hal itu, kata Endro sebagai sebuah ancaman dari para preman. Jika warga Kentingan Baru tidak segera pindah dari lahan tersebut, mereka akan datang lagi untuk merobohkan semua rumah yang ada disitu.

...Kerusakan rumah hampir 50 rumah lebih yang rata dengan tanah, bahkan bisa lebih dari jumlah itu. Sedangkan yang rusak hampir 50an rumah. Karena disini ada 1 sampai 8 blok. Dan yang mengalami rusak parah dan sudah roboh dari blok 2 sampai 8. Sebagian rumah juga dikasih tanda silang merah. Saat itu, kebanyakan yang ada di kampung hanya ada wanita dan anak-anak...

“Sebagian rumah juga dikasih tanda silang merah. Saat itu, kebanyakan yang ada di kampung hanya ada wanita dan anak-anak. Saat ini, ada satu 1 truk dan 3 mobil polisi yang menjaga TKP,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Rudi Hartono mengatakan, tindakan puluhan orang yang melakukan perusakan rumah warga di kampung Kentingan Baru yang berada di sebelah timur Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo masuk dalam unsur pidana. Polisi akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap dalang di balik aksi itu.

“Sudah ada nama yang kami kantongi identitasnya. Tapi kami masih melakukan pengembangan,” katanya. [Khalid Khalifah]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Pakistan Blokir Wikipedia Karena 'Konten Menghujat'

Pakistan Blokir Wikipedia Karena 'Konten Menghujat'

Sabtu, 04 Feb 2023 21:15

Wapres: Aneh Bila Ada Larangan Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari

Wapres: Aneh Bila Ada Larangan Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari

Sabtu, 04 Feb 2023 20:50

Tahanan Wanita Palestina Disiksa Dan Dilecehkan Oleh Penjaga Penjara Israel

Tahanan Wanita Palestina Disiksa Dan Dilecehkan Oleh Penjaga Penjara Israel

Sabtu, 04 Feb 2023 20:35

Pakistan Akan Minta Pemimpin Taliban Hibtaullah Akhundzada Kendalikan Para Militan Di Pakistan

Pakistan Akan Minta Pemimpin Taliban Hibtaullah Akhundzada Kendalikan Para Militan Di Pakistan

Sabtu, 04 Feb 2023 17:36

Palestina Juga Punya Hak Membela Diri

Palestina Juga Punya Hak Membela Diri

Sabtu, 04 Feb 2023 16:45

Türki Tarik Mundur Pasukan dari Pos Pemeriksaan di Jalan Raya M4 Suriah

Türki Tarik Mundur Pasukan dari Pos Pemeriksaan di Jalan Raya M4 Suriah

Sabtu, 04 Feb 2023 12:12

Anggota Komisi VIII DPR Tolak Kenaikan Biaya Haji Karena Memberatkan

Anggota Komisi VIII DPR Tolak Kenaikan Biaya Haji Karena Memberatkan

Jum'at, 03 Feb 2023 21:25

Jangan Jadi Kader Penjilat

Jangan Jadi Kader Penjilat

Jum'at, 03 Feb 2023 21:12

Sabtu - Senin Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1444 H

Sabtu - Senin Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1444 H

Jum'at, 03 Feb 2023 20:37

Brigade Al-Qassam Gunakan Rudal Darat Ke Udara Untuk Hadapi Serangan Udara Israel Di Gaza

Brigade Al-Qassam Gunakan Rudal Darat Ke Udara Untuk Hadapi Serangan Udara Israel Di Gaza

Jum'at, 03 Feb 2023 17:45

Astronot UEA Pertimbangkan Cara Berpuasa Selama Ramadhan Di Ruang Angkasa

Astronot UEA Pertimbangkan Cara Berpuasa Selama Ramadhan Di Ruang Angkasa

Jum'at, 03 Feb 2023 13:45

Partai Republik Copot Ilhan Omar Dari Komite Urusan Luar Negeri DPR AS Karena Kritik Israel

Partai Republik Copot Ilhan Omar Dari Komite Urusan Luar Negeri DPR AS Karena Kritik Israel

Jum'at, 03 Feb 2023 10:02

Pejabat Hamas: Hubungan Dunia Maya Israel-Arab Akan Jadi Bencana Bagi Timur Tengah

Pejabat Hamas: Hubungan Dunia Maya Israel-Arab Akan Jadi Bencana Bagi Timur Tengah

Kamis, 02 Feb 2023 16:14

MUI: Politik Praktis Enggak Jelek, Kita Tak Bisa Hindari

MUI: Politik Praktis Enggak Jelek, Kita Tak Bisa Hindari

Kamis, 02 Feb 2023 14:35

Ukraina Tenggelamkan Lima Kapal Rusia Yang Membawa Tim Pengintai Dan Sabotase

Ukraina Tenggelamkan Lima Kapal Rusia Yang Membawa Tim Pengintai Dan Sabotase

Kamis, 02 Feb 2023 12:37

Israel Lakukan 700 Serangan Terhadap Warga Palestina Pada Bulan Januari

Israel Lakukan 700 Serangan Terhadap Warga Palestina Pada Bulan Januari

Kamis, 02 Feb 2023 11:45

Dokumen Inggris Ungkap Bush Perintahkan CIA Untuk 'Mengganti' Arafat Selama Intifada Ked

Dokumen Inggris Ungkap Bush Perintahkan CIA Untuk 'Mengganti' Arafat Selama Intifada Ked

Kamis, 02 Feb 2023 10:42


MUI

Must Read!
X