Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.037 views

Fahmi Idris:Dibanding Rokok,Miras Bukan Pendapatan Negara Terbesar

JAKARTA (voa-islam.com) – Fahmi Idris, Mantan Menteri Tanaga Kerja dan Transmigrasi Kabinet Indonesia Bersatu – yang juga merupakan ayah dari Fahira Idris (Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras) meminta Pemerintah mendukung setiap gerakan pencegahan kegiatan yang dapat membahayakan bagi masyarakat.

“Tapi yang terbaik adalah Pemerintah harus berperan aktif untuk melakukan pencegahan, bahkan memiliki kewenangan untuk memberantas miras. Pemerintah hendaknya mengeluarkan Peraturan Pemerintah, sehingga ada aturan yang jelas. Terutama, larangan bagi anak-anak  usia 18 tahun ke bawah,” ujarnya saat ditemui voa-islam usai pelantikan kepengurusan Gerakan Nasional Anti Miras yang diketuai oleh putrinya Fahira Idris.

Pemerintah, kata eksponen 66 ini,  tidak bisa hanya menghimbau untuk mengkonsumsi miras.”Itu terlalu lembek. Idealnya, mengeluarkan peraturan yang tidak interpretable.

Ketika ditanya, apakah miras tergolong sumber pendapat besar negara? Dikatakan Fahmi, masih banyak sumber penerimaan negara dari sector yang lain. Tapi, sebetulnya miras itu tidak terlalu luar biasa. Justru yang besar penerimaan cukai di negeri ini adalah dari rokok (kretek).

Saat dicecar pertanyaan, apakah perlu kebijakan radikal dari pemerintah untuk menutup pabrik miras? “Sepertinya sulit. Tapi setidaknya bertahap, dimulai larangan mengkonsumsi miras pada orang muda,” kata Fahmi.  

Sulitnya menutup pabrik miras dan lambatnya DPR menggolkan UU Anti Miras dinilai berbagai pihak adanya kepentingan politik terkait hal ini? Mengingat hanya dua fraksi saja (PPP dan PKS) yang mendukung diterbitkannya UU Miras, sedangkan Golkar tidak. Benarkah? “Ah…tidak juga. Kalau mereka paham pasti akan ikut, termasuk Golkar, untuk mendukung adanya UU anti miras. Saya kira, mereka hanya anggap enteng saja. Menggolkan UU Anti Miras memang butuh perjuangan.”

Fahmi Idris memberi contoh, dulu banyak UU yang tidak didukung, misalnya UU Perkawinan. Yang dukung hanya satu fraksi saja, yang lain tidak setuju. Tapi begitu Soeharto lengser, UU Perkawinan itu sukses diterbitkan.

Adapun instansi yang berwenang untuk melarang miras adalah Departemen Kesehatan (terutama yang mengatur pelarangan bagi anak-anak), lalu Kementerian Perdagangan (yang mengatur peredaran miras), selanjutnya Kemendagri (mengatur soal peraturan daerah). Dengan demikian, tidak bisa saling lempar untuk mengatur miras, perlu juga SKB dari masing-masing instansi yang bersangkutan.

Fahmi Idris menyambut positif Pencabutan Keppres Nomor 23 /1997 oleh MA. Menurutnya, Keppres itu tidak jelas, dan menimbulkan pro kontra . Itulah sebabnya, pemerintah daerah punya kewenangan untuk melakukan pencegahan dan pelarangan terhadap peredaran miras.

Seperti diketahui, kata Fahmi, di beberapa daerah di Indonesia memiliki industri rakyat yang memproduksi miras. Di Manado misalnya, ada miras cap tikus. Dengan adanya Perda Miras di suatu daerah, maka pemerintah bisa saja ditindak. “Untuk menindak sesuatu harus ada ketentuan dan dasar hukumnya. Tidak benar, jika tidak bisa ditindak, sekalipun masyarakat setempat berdalih mengkonsumsi miras adalah bagian dari budaya mereka.”

Fahmi Idris berharap, gerakan anti miras dapat mencegah masyarakat untuk tidak mengkonsumsi miras. Jika ada ketentuan perundangannya yang dibuat pemerintah dan DPR, tentang pelarangan dan pencegahan, itu lebih baik lagi. Idealnya seperti itu. [desastian]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Kamis, 21 Jan 2021 00:04

Italia Penjarakan Tersangka Jihadis Asing Afiliasi Al-Qaidah Yang Ditangkap di Turki

Italia Penjarakan Tersangka Jihadis Asing Afiliasi Al-Qaidah Yang Ditangkap di Turki

Rabu, 20 Jan 2021 22:28

Aplikasi Perpesanan Turki BiP Peroleh Lebih Dari 8 juta Pengguna Baru Secara Global

Aplikasi Perpesanan Turki BiP Peroleh Lebih Dari 8 juta Pengguna Baru Secara Global

Rabu, 20 Jan 2021 20:35

Pemerintah Afghanistan Salahkan Taliban Karena Hentikan Pembicaraan Damai

Pemerintah Afghanistan Salahkan Taliban Karena Hentikan Pembicaraan Damai

Rabu, 20 Jan 2021 20:01

Pemerintah Harus Turun Tangan Soal Gugatan Rp 39,5 Triliun dari Perusahaan Asing ke Pertamina

Pemerintah Harus Turun Tangan Soal Gugatan Rp 39,5 Triliun dari Perusahaan Asing ke Pertamina

Rabu, 20 Jan 2021 15:59

Signal Terus Tumbuh di Tengah Kontroversi WhatsApp

Signal Terus Tumbuh di Tengah Kontroversi WhatsApp

Rabu, 20 Jan 2021 14:08

PP Muhammadiyah: Kasus Penembakan 6 FPI Pelanggaran HAM Berat

PP Muhammadiyah: Kasus Penembakan 6 FPI Pelanggaran HAM Berat

Rabu, 20 Jan 2021 12:54

PW Hima Persis Banten Masa Jihad 2020-2022 Usung Tagline Kolaborasi Karya Kita

PW Hima Persis Banten Masa Jihad 2020-2022 Usung Tagline Kolaborasi Karya Kita

Rabu, 20 Jan 2021 12:42

Studi: Minum Cokelat Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak

Studi: Minum Cokelat Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak

Rabu, 20 Jan 2021 12:30

Membentuk Generasi Muslim yang Bertakwa

Membentuk Generasi Muslim yang Bertakwa

Rabu, 20 Jan 2021 10:55

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Selasa, 19 Jan 2021 22:52

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Selasa, 19 Jan 2021 22:30

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Selasa, 19 Jan 2021 22:11

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

Selasa, 19 Jan 2021 22:00

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Selasa, 19 Jan 2021 20:45

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Selasa, 19 Jan 2021 18:15

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Selasa, 19 Jan 2021 17:00

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Selasa, 19 Jan 2021 15:34

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Selasa, 19 Jan 2021 14:43

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Selasa, 19 Jan 2021 14:35


MUI

Must Read!
X