Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
21.815 views

Abraham Samad & Kisah Ibunya Marah Karena Mengambil Lima Kapur Tulis

Jakarta (voa-islam.com) Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, sama-sama menyimpukan korupsi di Indonesia sudah sangat sistemik. Hal ini disampaikan keduanya saat di seminar "Kepemimpinan Indonesia Mendatang", di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Selasa, 26/11/2013.

Samad menjelaskan, bagaimana Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah, termasuk mineral, tetapi kenyataannya, masih banyak rakyatnya yang hidup dibawah garis kemiskinan. Lebih 35 juta penduduk Indonesia yang miskin, dan angka pengangguran, lebih 7,5 juta?

Ketua KPK itu, juga menjelaskan sumber daya alam kita sekarang berada di tangan asing dan sangat menguntungkan asing. Bukan memberikan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Sebagian rakyat Indonesia sungguh sangat susah hidup mereka.

Bahkan, mantan Ketua MK, Mahmud Md, menjelaskan bahwa anaknya yang    menjadi dokter, sedang melakukan “koas” (kerja praktek), di daerah Jawa Tengah, mengisahkan, tentang seorang bapak, yang lebih memilih istri mati, dibandingkan harus membayar biaya rumah sakit karena tidak mampu.

Abraham juga menambahkan utang Indonesia saat sekarang ini, mencapai Rp. 1607 triliun. Sudah hampir melebihi APBN. Ini menggambarkan betapa Indonesia ekonomi sangat rentan. Karena tingkat ketergantungan sangat tinggi kepada fihak luar negeri.

Dibagian lain, menurut Samad, lebih pedih lagi, semua kebutuhan pokok Indonesia harus di import dari luar negeri. Beras, kedelai, jagung, dan buah-buahan, dan produk-produk pertian lainnya, semuanya diimport dari luar negeri, termasuk daging, padahal mestinya tidak perlu Indonesia mengimport dari luar negeri.

Import barang-barang, termasuk kebutuhan pokok rakyat Indonesia semua permainan antara pengusaha kartel dengan pihak pejabat Indonesia, dan semuanya itu membuat sumber korupsi,  dan memanfaatkan jabatan mereka, seperti terjadi dibidang import daging.

Bahkan, menurut Abraham, ada unsur-unsur manipulasi, misalnya sekarang ini dari fihak Australia, membagi-bagikan bahan yang digunakan untuk inseminasi (pembiakan) ternak sapi, di mana dalam waktu singkat sapi bisa beranak, dan proses lebih cepat, dan sangat besar sapi yang hasil inseminasi dengan obat yang diberikan oleh Australia.

Tetapi, sesudah itu, sapi yang diberi suntikan inseminasi itu, menjadi mandul. Ini sebuah negara membuat Indonesia terus bergantung  kebutuhan daging kepada pihak Australia.

Kemiskinan di Indonesia faktor di Indonesia Abraham Samad, disebabkan karena korupsi, di mana korupsi sudah berlangsung se cara sistemik. Mahfud Md juga membenarkan pendapat Abraham, di mana kondisi korupsi sekarang ini, sudah bersifat menyeluruh.

Abraham, menambahkan, pelaku korupsi sekarang ini,  bukan karena “need” (kebutuhan), misalnya seorang pegawai negeri, golongan rendahan, di kelurahan dengan gaji pas-pasan, maka kemudian melakukan pungli. Tetapi sekarang yang melakukan korupsi adalah karakter atau perilaku, karena ketamakan, bukan lagi faktor “need”. Ini semua karena faktor gaya hidup,  dan kecenderungan yang hedonis.

Abraham menegaskan, bahwa KPK berkerjasama dengan Kementerian Pendidikan, di mana sejak dini, mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi akan diajarkan tentang korupsi, agar mereka ketika besar, dan berkuasa tidak korup.

Tetapi, diatas semuanya itu, menurut Abraham adalah keteladanan (tauladan). Ketua KPK itu, memberikan contoh Khalifah Umar Ibn Khattab, belum akan beranjak  tidur, sampai memastikan rakyatnya tidak ada yang lapar, ujarnya.

Abraham, mengisahkan dirinya, ketika masih kanak-kanak, waktu masih sekolah SD, dan ketika pulang sekolah, dia melihat teman-temannya mengambil kapur  tulis, dan dibiarkan oleh  gurunya.

Kemudian, Abraham mengikuti teman-temannya, mengambil lima kapur tulis, dan dibawa pulang, dan diletakkan diatas meja, dekat papan tulis, tuturnya. Tetapi, ibunya melihat lima kapur tulis itu, dan ibunya bertanya kepada Abraham, “Ini kapur tulis dari mana?”, ucapya. “Mengambil dari sekolah, dan Pak Guru membiarkannya”, ujarnya.

Ibunya sangat marah, dan meminta Abraham mengembalikan lima kapur tulis, dan membungkusnya untuk dibawa ke sekolah lagi. Bahkan, saat berangkat, ibunya masih memeriksa tasnya.

Ibunya, menasehati Abraham,”Jangan sekali-kali mengambil barang yang bukan menjadi hakmu”, tegasnya. Pengalamannya di waktu kanak-kanak itu membekas sampai hari ini.

Sekarang yang diambil bukan  hanya kapur tulis, tetapi korupsi sudah semua milik negara diambil, seperti menjadi milik pribadinya. Sementara rakyat hidup sangat susah, dan menderita.

Bahkan, ingin berobat, ketika sakit tidak mampu, dan banyak pasien yang mati. Mau sekolah tidak mampu, dan terpaksa tidak sekolah, meskipun sudah ada  kebijakan wajib belajar. Begitu dahsyatnya akibat dampak korupsi. *mshd.

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Program Kerja Itu Harus Permudah Umat, Bukan Semata Angka Serapan

Program Kerja Itu Harus Permudah Umat, Bukan Semata Angka Serapan

Selasa, 01 Dec 2020 15:20

MIT Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi? Ini Analisa Pengamat

MIT Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi? Ini Analisa Pengamat

Selasa, 01 Dec 2020 15:11

Penguasa Baru itu Bernama Satgas Penanganan Covid-19

Penguasa Baru itu Bernama Satgas Penanganan Covid-19

Selasa, 01 Dec 2020 13:00

Nasihat Kematian

Nasihat Kematian

Selasa, 01 Dec 2020 11:00

Akbar Pemulung Cinta Al Qur’an

Akbar Pemulung Cinta Al Qur’an

Selasa, 01 Dec 2020 09:50

dr. Gamal Jadi Pengurus di DPP PKS, Asyik: Saya Beri Porsi Anak Muda untuk Siap Jadi Pemimpin

dr. Gamal Jadi Pengurus di DPP PKS, Asyik: Saya Beri Porsi Anak Muda untuk Siap Jadi Pemimpin

Senin, 30 Nov 2020 23:50

Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Senin, 30 Nov 2020 21:51

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Senin, 30 Nov 2020 21:44

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Senin, 30 Nov 2020 21:00

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Senin, 30 Nov 2020 20:00

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Senin, 30 Nov 2020 19:30

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Senin, 30 Nov 2020 17:45

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Senin, 30 Nov 2020 15:55

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Senin, 30 Nov 2020 15:51

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Senin, 30 Nov 2020 15:50

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Senin, 30 Nov 2020 15:45

Seragam Khutbah Racun Agama

Seragam Khutbah Racun Agama

Senin, 30 Nov 2020 15:42

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Senin, 30 Nov 2020 15:31

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Senin, 30 Nov 2020 15:02

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Senin, 30 Nov 2020 14:56


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X