Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
290.701 views

Benarkah Jokowi bin Oey Hong Liong itu Antek Asing & Aseng?

SOLO (voa-islam.com) - Politisi kawakan yang sempat keluar masuk penjara Orde Baru, Dr Ir Sri Bintang Pamungkas pernah mengatakan: "Jangankan untuk menjadi Presiden RI, menjadi Gubernur saja Jokowi tidak becus dan tidak mampu. Sebenarnya level Jokowi hanya menjadi Walikota Solo, kota kecil yang hanya berpenduduk 500.000 orang."

Bahkan menurut tokoh Reformasi, Amien Rais, yang pernah bertemu dengan Wakil Jokowi selama 7 tahun (2005-2012) ketika masih menjabat Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, sebenarnya yang bekerja keras untuk membangun Kota Solo bukanlah Jokowi tetapi Wakilnya, Rudy. Jadi sesunggunya Jokowi tidak bisa bekerja apa-apa sehingga saham terbesar untuk menjadikan Kota Solo seperti sekarang ini lebih banyak dilakukan Rudy yang sekarang menjadi Walikota Solo daripada Jokowi.

Sri Bintang Pamungkas dan Amien Rais tentu faham benar akan kondisi dan situasi Kota Solo selama 7 tahun dipimpin Jokowi, sebab sejak kecil Sri Bintang tinggal di Manahan Solo sementara Amien Rais asli wong Solo.

Bahkan penulis yang juga asli Solo menyaksikan dengan mata kepala sendiri, Jokowi kebingungan dan tidak mampu mengatasi banjir besar yang  melanda Solo tahun 2007 lalu akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo, sehingga terpaksa Presiden SBY yang mengatasinya dan datang berkunjung ke Solo.

Mengatasi banjir Kota Solo yang berpendudik 500 ribu orang saja tidak mampu, apalagi mengatasi banjir, macet, sampah, pengangguran, pemukiman kumuh dan seabreg masalah sosial lainnya di Jakarta yang berpenduduk 10 juta orang, apalagi memimpin Indonesia yang berpendudik 250 juta orang dengan segala problematikanya dari Sabang sampai Merauke hingga masalah hubungan internasional yang demikian rumit dan kompleksnya.

Maka tidaklah mengherankan jika tampilnya Jokowi di panggung politik nasional yang begitu cepat meroket bak meteor dari seorang Walikota Solo kemudian menjadi Gubernur DKI dan sekarang menjadi Capres terkuat diantara kandidat lainnya, jelas ini tidak mungkin lepas dari pencitraan dan bantuan finansial secara besar-besaran yang digerakkan kekuatan asing terutama AS melalui agen-agennya di Indonesia. Siapapun capres yang mendapat restu AS, maka dapat dipastikan mereka akan memenangkan Pilpres.

Namun jika seorang capres mendapat restu AS, itu menunjukkan sang capres lemah sehingga membutuhkan restu dari kekuatan asing, karena dia tidak percaya diri sebab tidak mampu memimpin dan tidak berkualitas. Namun kalau dia memiliki integritas dan kepemimpinan seperti Soekarno-Hatta, maka restu-restuan dari pemerintahan asing tidak lagi diperlukan.??????

Tampaknya tampilnya Jokowi untuk memperebutkan kursi RI-1 sudah mendapat restu dari AS melalui kursi DKI-1 sebagai batu loncatannya. Terbukti awal 2012 lalu sebelum Jokowi maju untuk pencalonan Gubernur DKI, Dubes AS Scott A Marciel sempat berkunjung ke Solo dan bertemu Jokowi. Namun tidak diketahu apa isi pembicaraan diantara keduanya itu.

Sebab kemunculan Jokowi yang secara tiba-tiba dari seorang Walikota kota kecil yang hanya berpenduduk 500 ribu orang, kemudian berhasil menjadi Gubernur Ibukota dengan wilayah yang sangat luas dan berpenduduk 10 juta orang lebih dengan segala problematikanya, sungguh menimbulkan berbagai macam tanda tanya. Mustahil kalau tidak disokong dengan dana besar dan kekuatan asing dibelakangnya dengan segala rekayasa dan politik pencitraannya melalui media massa yang menjadi senjata utamanya terutama Sosmed dan Jasmed yang selama ini menjadi media andalan pencitraan Jokowi.

Ayah Kandung Jokowi Bernama Oey Hong Liong

Namun untuk menuju kursi RI-1, ternyata Jokowi juga mendapat dukungan besar dari kelompok Cina Perantauan (Hoakiauw) dan Konglomerat Hitam yang memiliki kepentingan agar Ahok menduduki kursi DKI-1 dan Jokowi Presiden RI-1, apalagi ayah kandung Jokowi, Oey Hong Liong, adalah keturunan Cina dari Solo. Hoakiauw dan Konglomerat Hitam diduga telah menggelontorkan dana puluhan triliunan rupiah untuk memenangkan Jokowi merebut DKI-1 dan kembali akan menggelontorkan dana ratusan triliun rupiah agar Jokowi berhasil merebut kursi RI-1

Jika demikian, maka dapat dipastikan akan terjadi benturan dahsyat kepentingan antara kekuatan asing yang dimotori AS dan kekuatan konglomerat Cina yang saat ini menguasai 70 persen perekonomian nasional yang berafiliasi ke negara leluhurnya, Republik Rakyat Cina (RRC). Meskipun mereka akan berbenturan hebat, namun tujuan mereka sama yakni menjadikan kepemimpinan Presiden Jokowi agar selalu berada dibawah kendali dan bayang-bayangan kepentingan politik dan ekonominya ketika nanti menjabat Presiden RI, negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini.

Namun yang dikhawatirkan adalah jika nantinya karena hutang budi dan balas jasa politik, pemerintahan Jokowi berani menjual aset dan kekayaan alam bangsa Indonesia dengan harga yang sangat murah kepada kepentingan asing sebagaimana terjadi pada berbagai pemerintahan sebelumnya. Kedua kekuatan raksasa Timur dan Barat itu akan ?bertempur habis-habisan? untuk memperebutkan kue NKRI sehingga dikhawatirkan akan terjadi disintegrasi bangsa Indonesia ?

Ia menilai, Jokowi tidak akan membwa masa depan Indonesia yang lebih baik, adil, makmur dan sejahtera, sehingga mampu dan memiliki keberanian untuk melawan bahaya dominasi Asing dan Aseng yang sudah cetho welo-welo didepan mata bahkan sudah sejak lama mengobrak-abrik dan menginjak-injak kedaulatan NKRI. Di Jakarta saja cuma modal karbitan media.

Jadi sesungguhnya Jokowi itu antek Asing dan Aseng, naudzubillah min dzalik.

Pertanyaan terakhir, Lalu kemana saja tokoh Islam dan mana manfaat bagi umat hasil dari pertemuan Cikini bulan April lalu? (jabir/rojul/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Saat sang suami di-phk karena sakit jiwa, ia menjadi buruh cuci pakaian dengan gaji satu juta rupiah perbulan. Susah payah berusaha memenuhi kebutuhan keluarga, biaya pendidikan, dan pengobatan...

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Di usia keislaman yang belum genap dua tahun, muallaf ini mendapat banyak ujian iman: terusir dari keluarga, kehilangan pekerjaan di rezim Ahok, kontrakan menunggak 6 bulan, anaknya sakit paru-paru,...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Hampir setiap hari IDC mendapat pengaduan dan permohonan bantuan kaum muslimin yang dililit hutang rentenir. Untuk mewadahi persoalan rentenir, silahkan lapor kepada Laskar GARR....

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

Untuk meningkatkan pelayanan dakwah dan infaq, IDC merubah nomor layanan ummat. Semoga komunikasi Admin IDC dengan para donatur, relasi dan klien IDC tidak tersendat...

Latest News
Lindsay Lohan dan Hikmah dari Rumor tentang Keislamannya

Lindsay Lohan dan Hikmah dari Rumor tentang Keislamannya

Rabu, 18 Jan 2017 23:50

Kriminalisasi Terhadap Ulama adalah Pelecehan Terhadap Islam

Kriminalisasi Terhadap Ulama adalah Pelecehan Terhadap Islam

Rabu, 18 Jan 2017 23:00

37 Milisi Pro-Pemerintah Mali Tewas dalam Serangan Bom Jibaku di Kamp Militer di Gao

37 Milisi Pro-Pemerintah Mali Tewas dalam Serangan Bom Jibaku di Kamp Militer di Gao

Rabu, 18 Jan 2017 21:30

Dokter Pakistan yang Bantu AS Temukan Syaikh Usamah Tidak Akan Dibebaskan dari Penjara

Dokter Pakistan yang Bantu AS Temukan Syaikh Usamah Tidak Akan Dibebaskan dari Penjara

Rabu, 18 Jan 2017 20:35

Framing Anti-Ahok Sebagai Intoleran, MUI: Media Lakukan Kekerasan Verbal

Framing Anti-Ahok Sebagai Intoleran, MUI: Media Lakukan Kekerasan Verbal

Rabu, 18 Jan 2017 19:37

Din Syamsuddin: Umat Islam Selalu Dipojokkan, Berbahaya Bagi Ketahanan Nasional

Din Syamsuddin: Umat Islam Selalu Dipojokkan, Berbahaya Bagi Ketahanan Nasional

Rabu, 18 Jan 2017 18:23

Soal Isu Hoax, Rocky Gerung: Rezim Sedang Panik

Soal Isu Hoax, Rocky Gerung: Rezim Sedang Panik

Rabu, 18 Jan 2017 17:49

Anggota DPR: Lima Kali Pergantian Presiden, Fatwa MUI Tidak Pernah Dipersoalkan Pemerintah

Anggota DPR: Lima Kali Pergantian Presiden, Fatwa MUI Tidak Pernah Dipersoalkan Pemerintah

Rabu, 18 Jan 2017 16:32

Dalam Sehari Pejuang Oposisi dan Islamic State (IS) Tewaskan 5 Jenderal Assad di 2 Front Terpisah

Dalam Sehari Pejuang Oposisi dan Islamic State (IS) Tewaskan 5 Jenderal Assad di 2 Front Terpisah

Rabu, 18 Jan 2017 16:15

Habib Rizieq: Ada Gerakan Siluman untuk Kriminalisasi Petinggi GNPF-MUI

Habib Rizieq: Ada Gerakan Siluman untuk Kriminalisasi Petinggi GNPF-MUI

Rabu, 18 Jan 2017 15:40

Guru Sekolah di Idlib Suriah Jadikan Peti Bekas Tempat Roket jadi Meja Belajar

Guru Sekolah di Idlib Suriah Jadikan Peti Bekas Tempat Roket jadi Meja Belajar

Rabu, 18 Jan 2017 15:00

Kompolnas Imbau Kapolda Jawa Barat Keluar dari GMBI

Kompolnas Imbau Kapolda Jawa Barat Keluar dari GMBI

Rabu, 18 Jan 2017 14:14

Salah Ketik Laporan, Polisi Dicecar Hakim dan Jaksa dalam Sidang Kasus Penodaan Agama

Salah Ketik Laporan, Polisi Dicecar Hakim dan Jaksa dalam Sidang Kasus Penodaan Agama

Rabu, 18 Jan 2017 13:13

Kelompok Fatah dan Hamas Sepakat Bentuk Pemerintah Persatuan Palestina

Kelompok Fatah dan Hamas Sepakat Bentuk Pemerintah Persatuan Palestina

Rabu, 18 Jan 2017 12:31

Pemerintahan Jokowi Alergi dengan Demonstrasi? Ini Kata Wiranto

Pemerintahan Jokowi Alergi dengan Demonstrasi? Ini Kata Wiranto

Rabu, 18 Jan 2017 12:11

Belum Membaca tapi Jokowi Sudah Menganggap Buku ?Jokowi Undercover? Tidak Ilmiah

Belum Membaca tapi Jokowi Sudah Menganggap Buku ?Jokowi Undercover? Tidak Ilmiah

Rabu, 18 Jan 2017 10:11

Sekjen FUI Pertanyakan Hubungan GMBI, Kapolda Jabar dengan Sukmawati

Sekjen FUI Pertanyakan Hubungan GMBI, Kapolda Jabar dengan Sukmawati

Rabu, 18 Jan 2017 08:42

Karena Hukum, Keberagaman dan Pancasila dalam Kondisi Darurat

Karena Hukum, Keberagaman dan Pancasila dalam Kondisi Darurat

Rabu, 18 Jan 2017 08:11

Sebut Fatwa MUI Potensi Picu Gangguan Keamanan, Kapolri Dinilai Tak Paham Sejarah MUI

Sebut Fatwa MUI Potensi Picu Gangguan Keamanan, Kapolri Dinilai Tak Paham Sejarah MUI

Rabu, 18 Jan 2017 06:26

Mengapa Wapres JK Himbau Pesantren untuk Toleransi?

Mengapa Wapres JK Himbau Pesantren untuk Toleransi?

Rabu, 18 Jan 2017 06:11


Must Read!
X