Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
63.611 views

Wisnu 'Sang Pahlawan Dolly': PDIP Ancam Kerahkan Massa Jika Tutup Dolly!

SURABAYA (voa-islam.com) - Tekad Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menutup lokalisasi Gang Dolly, mendapat tantangan dari Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana. Kedua politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu berbeda sikap.

Sejak awal, Wisnu Sakti Buana menegaskan bahwa penolakan penutupan Gang Dolly merupakan konsep PDI-P dalam melihat realitas sosial prostitusi di lokalisasi Dolly. Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya itu mengatakan, sejak Surabaya dipimpin Bambang Dwi Hartono (Wali Kota sebelum Tri Rismaharini), PDI-P tidak pernah memiliki rencana menutup Dolly.

“Kami tidak pernah memiliki rencana menutup Dolly, yang ada hanya pembatasan PSK dan pembatasan aktivitas prostitusi,” kata Wisnu seperti dikutip Kompas (13/05).

Wisnu mengatakan, PDI-P sebagai partai yang berbasis “wong cilik” sangat sadar, secara ekonomi puluhan ribu warga sudah sangat bergantung pada aktivitas lokalisasi di Dolly. Fakta itu sudah berlangsung puluhan tahun sejak Dolly ada sekitar tahun 1966.

Wisnu Sakti Buana 'Sang Pahlawan Dolly': PDIP Ancam Kerahkan Massa Jika Tutup Dolly!

Wakil Wali Kota Surabaya itu pun menyerang atasannya, yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Ia menyebut Risma arogan, karena menargetkan penutupan lokalisasi Dolly, tetap pada 19 Juni 2014.

Jika pemkot Surabaya tetap akan melakukan penutupan lokalisasi Dolly pada 19 Juni 2014, maka besar kemungkian akan chaos (timbul kekacauan) karena secara tegas Wawalikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, menyatakan dirinya bersama kader akan siap berada di posisi warga sekitar Dolly yang terdampak.

Wakil Walikota Surabaya ini rupanya tidak main-main atas pernyataannya yang akan membela tempat pelacuran yang dikenal bernama Dolly, jika pemkot Surabaya benar-benar akan melakukan penutupan pada 19 Juni 2014, karena himbauan penundaan yang dilontarkannya merupakan keputusan partai.

“Soal Dolly adalah prinsip, karena menyangkut hajat orang banyak, maka sikap saya dan partai (PDIP) tegas agar pemkot Surabaya terlebih dahulu mengajak bicara warga kota Surabaya asli yang terdampak, karena PSK dan Mucikari disana seratus persen bukan warga kota Surabaya,” ucap Wisnu Sakti.

Ditanya apakah hal itu berarti seluruh kader PDIP kota Surabaya akan turut terjunkan untuk membantu warga sekitar Dolly, Wisnu mengaku bahwa melakukan pembelaan kepada masyarakat merupakan program partai yang multak harus dijalankan oleh kader. “Itu sudah jelas, karena merupakan program partai yang harus di laksanakan,” tegas Wisnu.

Wisnu juga menyatakan bahwa dirinya bersama kader partai akan siap berada dibarisan warga kota Surabaya sekitar lokalisasi gang Dolly yang terdampak, jika pemkot Surabaya memaksakan program penutupannya pada tanggal 19 Juni mendatang. “Ya kita lihat saja nanti, karena kami tidak akan tinggal diam, dan saya bersama kader PDIP akan berada disana bersama warga setempat,” tegasnya.

Wisnu Sakti Buana Sang Pahlawan Dolly

Wisnu Sakti Buana Sang Pahlawan Dolly

Orang nomor dua di Surabaya ini menilai, penutupan tempat maksiat (prostitusi) terbesar se-Asia Tenggara tersebut merupakan tindakan keliru. Pasalnya, penutupan akan merugikan warga Surabaya yang selama ini menggantungkan hidupnya dari penghasilan haram.

Mantan wakil ketua DPRD Surabaya ini menegaskan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Surabaya tidak pernah secara serius melakukan sosialisasi ke warga terkait penutupan tempat haram terbesar se-Asia Tenggara ini. “Selama ini pemkot terkesan sangat arogan. Ini (Dolly) ditarget tutup. Padahal program yang dilakukan pemerintah itu apa,” katanya.

Sebelumnya target waktu penutupan Gang Dolly sebelum Ramadhan dilontarkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada akhir tahun lalu, dan kembali ditegaskan pada April 2014. “Bulan puasa nanti, di Surabaya harus sudah tidak ada tempat seperti itu (lokalisasi), pokoknya kita dorong terus agar tepat waktu,” tegas Risma.

Agar program penutupan Dolly mulus dan tepat waktu, Risma koordinasi secara intens dengan Kementerian Sosial (Kemensos). Dia mengakui menutup lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara itu bukan perkara mudah lantaran harus memikirkan dampak dari segi ekonomis.

Sementara itu, sebanyak 58 Ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur, mendatangi Tri Rismaharini ke Balai Kota Surabaya, Rabu 14 Mei 2014.

Ormas-ormas Islam tersebut diantaranya Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, Muhammadiyah Jawa Timur, Hidayatullah Jawa Timur, Perhimpunan Al Irsyad Jawa Timur, Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur, FPI Jawa Timur, Persatuan Islam (Persis) Jawa Timur, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur dan lainnya.

Sebanyak 58 ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur dan berada di bawah naungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, mengunjungi Walikota Surabaya, Tri Rismaharini di ruang kerjanya, Rabu 14 Mei 2014, guna menyampaikan pernyataan sikap dukungan.

Sebanyak 58 ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur dan berada di bawah naungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, mengunjungi Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Rabu 14 Mei 2014, guna menyampaikan pernyataan sikap dukungan.

Di bawah komando Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, mereka mendukung rencana Risma menutup Dolly, dan siap memback-up penuh rencana penutupan lokalisasi itu. “Pokoknya kita berada di belakang Ibu Risma. Pada intinya, 58 Ormas Islam di Jawa Timur tetap mendukung rencana wali kota menutup tempat tempat prostitusi, khususnya Gang Dolly pada 19 Juni atau 10 hari sebelum bulan Ramadhan tahun ini. Kami harap tidak ada perubahan,” terang Sekretaris MUI Jawa Timur, M Yunus di balai kota.

Koordinator GUIB Jatim, H. Abdurrachman Azis, mengatakan pihaknya bertemu walikota untuk memberikan dukungan moril kepada walikota terkait rencana penutupan Dolly. Dukungan itu diwujudkan dalam enam butir pernyataan sikap GUIB Jatim yang dibacakan di hadapan walikota.

Enam butir pernyataan itu diantaranya mendukung sepenuhnya kebijakan Pemkot Surabaya untuk menutup lokalisasi Dolly tanggal 19 Juni 2014 sebagaimana tertuang dalam kesepakatan dengan Gubernur Jatim. Serta, mengutuk dengan keras atas tindakan pihak tertentu yang membonceng isu penolakan penutupan tempat-tempat prostitusi di Surabaya khususnya Dolly untuk kepentingan politis-pragmatis jangka pendek dengan mengatasnamakan masyarakat terdampak. “Intinya, kami mendukung ibu walikota untuk menutup tempat-tempat prostitusi sebelum bulan Ramadan,” tegas Abdurrachman Azis.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menyatakan berterimakasih atas dukungan GUIB Jatim. Namun, walikota menegaskan bahwa yang paling utama dalam upaya revitalisasi kawasan lokalisasi Dolly adalah terjaganya kondusifitas di Kota Surabaya. “Saya tidak ingin ada gesekan, saya harus bisa menjaga kondusifitas Surabaya. Saya yakin panjenengan niatnya baik. Jadi saya mohon didoakan supaya kami kuat. Kami mohon diberikan kesempatan untuk menyelesaikannya dulu. Saya yakin, kalau kita niatnya baik, Insya Allah, Allah akan membantu,” tegas walikota.

Selain itu, munculnya polemik yang menyatakan bahwa penutupan lokalisasi Dolly belum siap disayangkan Ketua PW NU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah. Dia menilai sikap itu bertentangan dengan cita-cita masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Pernyataan Mutawakkil disampaikan saat Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Supomo bersama jajarannya bersilaturahmi ke kantor PW NU Jatim. Mutawakkil memahami bahwa pro dan kontra pasti ada. Tapi, jangan sampai kelompok yang demikian itu dituruti.

Mutawakkil menegaskan, penutupan lokalisasi tersebut merupakan cita-cita dan amanat masyarakat yang diamanahkan kepada pemerintah. Gubernur maupun wali kota memiliki tanggung jawab untuk merealisasikan cita-cita itu. ”Bila ada yang menentang, sama artinya mereka berhadapan dengan masyarakat,” ucapnya.

Penutupan 19 Juni nanti merupakan realisasi rencana yang sudah muncul jauh-jauh hari. Jangan sampai batal dan tertunda lagi. Apalagi, persiapan sudah disusun secara rapi.

Terkait dengan adanya isu bakal muncul pengerahan massa yang menolak penutupan, Mutawakkil meminta aparat bertindak tegas. Sebab, penutupan lokalisasi sudah menjadi program pemerintah yang didukung masyarakat. Ketika ada yang menentang, secara tidak langsung mereka akan berurusan dengan hukum. ”Sudah sepatutnya ditindak,” tegasnya.

Bila mereka tetap memaksa, masyarakat yang tergabung dalam organisasi NU juga cukup banyak. Mereka siap turun ke lapangan untuk membantu pemerintah dalam memerangi kemaksiatan di masyarakat. Tapi, Mutawakkil meminta sebisa-bisanya jangan sampai ada pengerahan massa. ”Semua ada jalurnya, makanya aparat harus tegas,” tutur dia.

Dibagian lain, Febria Rachmanita, Kadinkes Surabaya, mengatakan, jumlah rakyat di komplek Dolly yang terkena HIV jumlahnya sudah mencapai 300 orang lebih. Mengapa Dolly tidak boleh ditutup? [adivammar/kabar/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Latest News
Terkait Iriawan, Politisi: Pemerintah Tipu Rakyat, Saya akan Dukung Hak Angket

Terkait Iriawan, Politisi: Pemerintah Tipu Rakyat, Saya akan Dukung Hak Angket

Selasa, 19 Jun 2018 09:41

Terkait Iriawan Pj Gubernur Jabar, Politisi: Jokowi dapat Diberhentikan sebagai Presiden

Terkait Iriawan Pj Gubernur Jabar, Politisi: Jokowi dapat Diberhentikan sebagai Presiden

Selasa, 19 Jun 2018 08:41

Polri Duduki Pj Gubernur, Politisi: Kenapa Tidak dari Kemendagri?

Polri Duduki Pj Gubernur, Politisi: Kenapa Tidak dari Kemendagri?

Selasa, 19 Jun 2018 07:41

Ada Pergerakan Senyap di Jabar, Jatim, dan Sumut, terkait Pilkada?

Ada Pergerakan Senyap di Jabar, Jatim, dan Sumut, terkait Pilkada?

Selasa, 19 Jun 2018 06:41

Terkait Iriawan Pj Gubernur Jabar, Politisi: Berbohong Itu Terpuji, Jujur Itu Dosa

Terkait Iriawan Pj Gubernur Jabar, Politisi: Berbohong Itu Terpuji, Jujur Itu Dosa

Selasa, 19 Jun 2018 05:41

Polisi Prancis Cegah Armada Kebebasan Gaza Docking di Sungai Siena

Polisi Prancis Cegah Armada Kebebasan Gaza Docking di Sungai Siena

Senin, 18 Jun 2018 23:00

Ayah Felix Siauw: Abdul Somad Didukung Orang Melayu, Habib Didukung FPI, Kalau Kamu Siapa yang Bela?

Ayah Felix Siauw: Abdul Somad Didukung Orang Melayu, Habib Didukung FPI, Kalau Kamu Siapa yang Bela?

Senin, 18 Jun 2018 19:55

Politisi Gerindra: Lancar Apanya? Mudik Tahun Ini Seperti Neraka!

Politisi Gerindra: Lancar Apanya? Mudik Tahun Ini Seperti Neraka!

Senin, 18 Jun 2018 16:59

Tentara Yaman Tembak Jatuh Drone Buatan Iran Milik Syi'ah Houtsi di Hodeidah

Tentara Yaman Tembak Jatuh Drone Buatan Iran Milik Syi'ah Houtsi di Hodeidah

Senin, 18 Jun 2018 14:42

Lima Catatan Akademisi Soal Kunjungan Yahya Staquf ke Israel

Lima Catatan Akademisi Soal Kunjungan Yahya Staquf ke Israel

Senin, 18 Jun 2018 13:44

Pembinaan Islam di Perguruan Tinggi, Penyebaran Paham Radikal?

Pembinaan Islam di Perguruan Tinggi, Penyebaran Paham Radikal?

Senin, 18 Jun 2018 12:44

Idul Fitri 1439 H, Gardah: Tidak Hanya Kembali Tapi Jadilah yang Memelihara Fitrah

Idul Fitri 1439 H, Gardah: Tidak Hanya Kembali Tapi Jadilah yang Memelihara Fitrah

Senin, 18 Jun 2018 10:55

Beda Keyakinan, Ayah Ustaz Felix Siauw Dukung Dakwah Sang Anak Serta Khawatirkan Persekusi

Beda Keyakinan, Ayah Ustaz Felix Siauw Dukung Dakwah Sang Anak Serta Khawatirkan Persekusi

Senin, 18 Jun 2018 09:59

Sempat Jadi Polemik, Hari Ini Eks Kapolda Metro Jaya Akan Dilantik Jadi Pjs Gubernur Jabar

Sempat Jadi Polemik, Hari Ini Eks Kapolda Metro Jaya Akan Dilantik Jadi Pjs Gubernur Jabar

Senin, 18 Jun 2018 09:49

Sejarah Kami Tak Bisa Dihapus

Sejarah Kami Tak Bisa Dihapus

Senin, 18 Jun 2018 09:34

Kembali Fitrah, Raih Takwa Sesungguhnya

Kembali Fitrah, Raih Takwa Sesungguhnya

Senin, 18 Jun 2018 07:40

Jaringan '98: Menarik Bila 2019 Prabowo-Anies Versus Jokowi-Puan

Jaringan '98: Menarik Bila 2019 Prabowo-Anies Versus Jokowi-Puan

Senin, 18 Jun 2018 07:27

Hampir 100 Pemberontak Syi'ah Houtsi Tewas dalam Serangan Tentara Yaman di Hodeidah

Hampir 100 Pemberontak Syi'ah Houtsi Tewas dalam Serangan Tentara Yaman di Hodeidah

Ahad, 17 Jun 2018 21:45

Taliban: Gencatan Senjata dengan Pemerintah Berakhir, Pertempuran Akan Dilanjutkan

Taliban: Gencatan Senjata dengan Pemerintah Berakhir, Pertempuran Akan Dilanjutkan

Ahad, 17 Jun 2018 21:18

20 Persen PT Kembali Diujikan ke MK oleh Belasan Tokoh

20 Persen PT Kembali Diujikan ke MK oleh Belasan Tokoh

Ahad, 17 Jun 2018 20:15


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X