Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
16.104 views

Dr Ichsanuddin Noorsy : Presiden Baru Wajib Tunduk pada Konstitusi

JAKARTA (voa-islam.com) - Tinggal menghitung hari lagi kita akan memiliki Presiden baru. Namun hingga sekarang belum pernah ada calon Presiden yang berbicara mengenai kebijakan dan strategi energinya setelah dirinya terpilih nanti. Apakah akan mengurangi subsidi dengan menaikkan harga minyak, atau melakukan konversi minyak ke gas untuk menekan semakin melambungnya subsidi BBM pada APBN yang tahun ini sudah mencapai Rp 211 triliun dan sebagainya.
 
Berikut ini wawancara Abdul Halim dari VOA-Islam dengan pakar ekonomi kebijakan publik, Dr Ichsanuddin Noorsy, seputar energi dan kebijakan energi di Indonesia sejak era Orde Baru, Reformasi hingga Presiden baru nanti.
 
Bagaimana seharusnya negara kita mengatur perekonomian termasuk sektor energi ?
 
Harus berdasarkan pasal 23 dan 33 UUD 1945.
 
Apakah subsidi energi yang mencapai Rp 300 triliun itu cukup membebani APBN ?
 
Sebenarnya subsidi itu tidak membebani APBN, sebab kesalahannya terletak pada struktur pendapatan dan belanja negara. Subsidi juga menyangkut perencanaan perekonomian nasional.  Sebab selama ini pemerintah telah didekte oleh industri otomotif, minyak  dan keuangan. Selama kita masih bisa didekte oleh ketiga industri itu, maka akan selalu timbul pertanyaan kalau subsidi BBM itu membebani APBN.
 
Kalau subsidi BBM dikurangi kemudian dialihkan ke bantuan langsung tunai, bagaimana komentar Anda ?
 
Kecenderungan pemerintah bersama Tim Ekonomi Mafia Barkeley memang mencabut subsidi dengan cara menggeser subsidi barang ke orang. Jelas itu bertentangan dengan pasal 33 UUD 1945, dimana tidak diperbolehkan pemisahan antara barang dan orang dalam subsidi. Jadi jangan bermain subsidi pada orang dan barang, sebab itu merupakan perilaku sistim ekonomi global dan kapitalis.
 
Apa solusi lain pengurangan subsidi selain menaikkan harga BBM ?
 
Banyak sekali solusi untuk mengurandi subsidi diluar kenaikan harga minyak. Sejak awal saya sudah mengusulkan agar pemerintah terbuka dulu mengenai  soal biaya pokok produksi minyak dalam negeri dan biaya pokok minyak impor.  Sebab kalau kita bicara tentang harga, maka buka dulu struktur biayanya, maka nanti akan terbuka struktur biaya dari hulu sampai hilir. Kalau sering kita buka struktur biayanya dan  panduan harga campuran, maka kita akan mengetahui ada tidaknya korupsi, apakah mafia migas masih hidup atau sudah mati dan sebagainya. Kalau sudah dibongkar semuanya, maka kita akan bisa mengatakan memang tidak ada pencurian dan perampokan minyak.
 
Harga minyak internasional mencapai Rp 10.000 per liter, sedangkan premium Rp 6.500 per liter. Apa tidak terlalu besar subsidinya ?
 
Kita tidak layak menyamakan harga minyak nasional dan internasional ditengah-tengah pendapatan rakyat tidak beranjak naik. Selama Orba berkuasa, pendapatan kita tidak pernah naik kelas. Apa artinya GNP perkapita sekarang USD 3000 kalau kita masih tergolong kelas menengah ke bawah menurut World Bank. Jadi bukan persoalan angka USD 3000 atau USD 4000, karena kita tetap menjadi negara dengan GNP perkapita kelas menegah ke bawah.
 
Bagaimana konversi minyak ke gas, apakah berhasil atau gagal ?
 
Mantan Wamenkeu Rudy Rubiandini pernah mengatakan pemerintah gagal dalam melakukan konversi minyak ke gas, pemerintah hanya omong doang. Apalagi sekarang sumur minyak kita yang bagus-bagus justru diberikan ke asing. Juga perpanjangan  kontrak karya pertambangan diberikan ke pihak asing. Selain itu seharusnya Pertamina lebih mengutamakan membangun kilang minyak yang baru.
 
Pertamina telah mengumumkan deviden tahun 2013 mencapai Rp 29 triliun. Apakah deviden itu cukup besar ?
 
Deviden Rp 29 triliun itu terlalu kecil jika dibandingkan dengan volume bisnis Pertamina yang mencapai Rp 500 triliun. Seharusnya keuntungan Pertamina minimal 12 persen atau Rp 60 triliun. Transaksi Migas di Indonesia saja mencapai Rp 472 triliun pertahun. Kalau Rp 29 triliun itu masuk ke pemerintah, mengapa tidak dimanfaatkan untuk membangun kilang minyak, belum lagi persoalan efisiensi Pertamina.
 
Bagaimana energi baru dan terbarukan sebagai pengganti minyak bumi ?
 
Mengenai energi terbarukan, salah satu kebijakannya adalah relasi antara energi primer dan sekunder yang berbasis keunggulan energi lokal. Kalau Kaltim basis kekuatannya pada batubara, maka power plantnya batubara. Kalau Sumsel pada gas, maka power plantnya gas. Kalau Jawa Barat pada geothermal, maka power plantnya geothermal. Jadi pemberdayaan daerah berbasis pada keunggulan energi lokal sehingga tidak terjadi ketergantungan. Setelah berbasis energi lokal, maka baru terpikirkan untuk membangun energi terbarukan. Jadi relasi energi fosil ke energi terbarukan dalam satu mata rantai.
 
Bagaimana dampaknya jika harga BBM dinaikkan ?
 
Jika harga BBM naik Rp 2000 per liter, maka angka kemiskinan akan naik 1 persen atau 1,2 juta keluarga berubah menjadi miskin dengan harga kebutuhan pokok melambung tinggi. Belum lagi naiknya angka inflasi dan pengangguran. Jadi tidak benar jika dampak kenaikan BBM hanya shock market atau sesaat saja. Selama ini pemerintah tidak pernah terbuka mengenai struktur biaya produksi minyak  dalam negeri dan impor, sehingga menyebabkan betapa empuknya industri minyak mengambil keuntungan sekaligus merajalelanya korupsi di industri minyak Indonesia.
 
Mengapa pemerintah tidak membangun SPBG secara besar besaran sehingga transportasi bisa menggunakan gas seperti di Thailand ?
 
Pemerintah hanya omong doang. Pemerintah gagal dalam menjalankan kebijakan konversi minyak ke gas. Seharusnya untuk membangun SPBG bisa dianggarkan dalam APBN karena itu merupakan bagian dari infrastruktur. Anggaran di APBN sebenarnya hanya persoalan politik saja.
 
Kalau Pertamina untung Rp 29 triliun, mengapa Rp 5 triliun tidak untuk membangun kilang minyak dan Rp 5 triliun untuk SPBG. Dengan harga pembangunan SPBG besar mencapai total Rp 200 miliar per unit, maka bisa dibangun 25 SPBG per tahun, padahal jumlah SPBU sekarang mencapai 5000 di seluruh Indoensia. Kita tak perlu khawatir kekurangan gas alam, sebab cadangan gas alam Indonesia termasuk besar di dunia.
 
Menurut Anda, bagaimana sebaiknya kebijakan energi Presiden baru nanti ?
 
Presiden baru wajib mengembalikan kebijakan energi ke ekonomi konstitusi. Presiden wajib tunduk pada konstitusi Pasal 23 dan 33 UUD 1945. Kalau subsidi barang digeser ke orang,  itu Neoliberal dan bertentangan dengan ekonomi konstitusi dan itu pesanan World Bank. Indonesia telah memerangkap diri pada gerakan ekonomi global dimana semuanya tunduk pada free market mechanism.  (Abdul Halim)
 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Tragedi Besar Akibat Suporter Tak Siap Kalah dan Polisi Represif

Selasa, 04 Oct 2022 10:51

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Anies Baswedan Resmi Jadi Bakal Capres, Fahira Idris: Kawal dari Upaya Dugaan Penjegalan

Selasa, 04 Oct 2022 09:12

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Ribuan Warga Rusia Yang Dimobilisasi Untuk Perang Di Ukraina Dipulangkan Karena Tidak Layak Bertugas

Senin, 03 Oct 2022 23:15

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

BPOM: Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Sudah Tersertifikasi Halal

Senin, 03 Oct 2022 23:06

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

MUI Jatim Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 03 Oct 2022 21:14

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Ini Tanggapan Legislator PKS

Senin, 03 Oct 2022 20:49

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Kelompok Hak Asasi: Israel Tahan Hampir 800 Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Senin, 03 Oct 2022 19:15

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Hasbulla 'Mini Khabib' Magomedov Tandatangani Kesepakatan 5 Tahun Dengan UFC

Senin, 03 Oct 2022 18:35

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Partai Gelora Dorong Pihak yang Bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan Diproses Hukum

Senin, 03 Oct 2022 17:11

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Senin, 03 Oct 2022 12:44

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

Senin, 03 Oct 2022 11:17

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Senin, 03 Oct 2022 09:31

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Senin, 03 Oct 2022 07:38

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Senin, 03 Oct 2022 07:13

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Senin, 03 Oct 2022 06:41

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Tragedi yang Memilukan

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Tragedi yang Memilukan

Ahad, 02 Oct 2022 21:55

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Ahad, 02 Oct 2022 21:45

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Ahad, 02 Oct 2022 21:44

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

Ahad, 02 Oct 2022 21:32


MUI

Must Read!
X