Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
17.393 views

Nasib Orang-orang Lemah Korban 'Perampasan' MMR oleh Pemkot Bekasi

BEKASI (voa-islam.com) - Pengambilalihan Masjid Muhammad Ramadhan (MMR) oleh Pemkot Bekasi pada Ahad (20/04/2014) lalu, masih menyisakan pilu. Tidak hanya kondisi masjid yang menjadi sepi kegiatan shalat lima waktunya, juga sebagian orang yang menggantungkan dapurnya di masjid tak jelas nasibnya. [Baca:Nasib MMR Pasca 'Dikudeta', Dzuhur Sampai Isya' Tak Ada Kumandang Adzan]

Nasib MMR Pasca 'Dikudeta', Dzuhur Sampai Isya' Tak Ada Kumandang Adzan - See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/05/18/30453/nasib-mmr-pasca-dikudeta-dzuhur-sampai-isya-tak-ada-kumandang-adzan/#sthash.DvA5L6fL.btDzAjwC.dpuf

Tim voa-islam.com dilapangan berhasil melakukan wawancara dengan Bapak Verry Koestanto, salah seorang anggota DKM MMR bagian management masjid. Tugasnya selama ini bukan hanya mengurusi soal kebersihan dan kenyamanan masjid saja, tapi juga mengurus kesejahteraan para imam dan marbot.

Saat terjadi pengerahan massa yang sebagian bertampang preman dalam eksekusi ‘perampasan’ MMR, Pak Verry –sapaan akrabnya- sedang berada di rumah orang tuanya di wilayah Jawa Tengah untuk merawat ibunya yang sakit.

“Sedih saya mendengarnya,” tuturnya kepada voa-islam.com menceritakan saat pertama kali mendengar kisah konspirasi ‘perampasan’ rumah Allah yang makmur kegiatan ibadah dan hidayahnya in, Senin (19/05/2014).

Pak Verry bercerita, “Pertama kali saya mendengar ada pengambil alihan masjid oleh Pemkot yang dilanjutkan dengan penggembokan semua ruangan, pengusiran imam dan marbot serta usaha dagang yang dirintis oleh masjid yaitu warkhu (warung ukhuwah,-red-) saya langsung telpon salah satu DKM.”

“Dikemanakan orang-orang saya?” tanyanya yang bermaksud para marbot & imam masjid.

Namun waktu itu tidak ada yang bisa menjawab. “Sorenya barulah satu persatu saya hubungi via telp, rata-rata mereka menjawab belum tahu pak nasib kami”.

Perlu diketahui, saat pengambilalihan tersebut, di MMR ada 2 imam yang hafal Al-Qur'an (hafidz), yaitu Ustadz Faiz dan Ustadz Sofyan.

Ustadz Faiz adalah salah satu pengajar di SDIT Al-Anshar di bawah Yayasan Islam Al-Anshor. Prestasinyatidak diragukan lagi, beberapa anak didiknya pernah  menjuarai lomba tahfidz tingkat Kota se Bekasi Raya.

Sedangkan Ustadz Sofyan adalah anak kampung Pekayon asli. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta. Dan Ustadz lulusan Pondok Pesantren di kota Solo ini sedang menyusun skripsi untuk syarat kelulusannya.

Selain keduanya, ada sekretaris yang juga membantu kelancaran kajian MT Ummahat, yaitu Ustadz Iman beserta istrinya. Keduanya juga asli orang Pekayon – Bekasi. Bahkan memiliki hubungan kekerabatan dengan para tokoh, kyai dan ustadz di wilayah Pekayon dan sekitarnya.

Dia juga salah satu anak kampung Pekayon lulusan dari salah satu pondok pesantren di kota Solo. Setelah lulus, Ustadz Iman mengabdikan dirinya untuk MMR menjalankan program dakwah dan ibadah. Sementara istrinya menjadi salah satu pengajar TPA MMR.

Masih ada orang lain yang terkena imbas kesewenang-wenangan Pemkot Bekasi merampas MMR dan diserahkan kepada kelompok tertentu untuk mengelolanya. Adalah Nata dan istrinya. Mereka berdua juga warga asli kampung yang bertetanggan dengan Ustadz Iman. Nata dan istrinya bertugas sebagai penjaga kebersihan tempat Wudlu ikhwan dan akhwat.

Lasimin dan Syafei, keduanya merupakan saksi awal pembangunan masjid. Sejak dimulainya pembangunan Masjid megah berlantai dua ini, keduanya menjadi tenaga utama dalam menjaga kebersihan baik ruang shalat maupun kebersihan sekitar masjid.

Bapak Eman, seorang Dhuafa’ yang hidup sebatang kara bersama anaknya Imam (10 tahun) yg sudah tidak sekolah lagi (putus sekolah). Setelah ibunya meninggal dunia, ia mengikuti bapaknya tinggal di masjid MMR sebagai petugas penjaga malam. Sebelum menjadipenjaga malam MMR, mereka berdua sering tidur di teras masjid. Namun sekarang mereka harus terusir dari masjid karena pengurusnya yang tidak koperatif dan tak ada belas kasihan.

Dan atas belas kasihan salah seorang pengurus DKM MMR yang lama, Pak Eman dan anaknya dikontrakkan rumah.

Masih ada lagi yang manjadi korban,yaitu Agus. Ia bertugas sebagai penjaga warkhu (warung ukhuwah). Pada saat pengamblalihan masjid, inventaris warung ikut dirampas. Dan Warkhu tidak boleh ada lagi di masjid.

Perlu diketahui, Agus ini mantan pengusaha grosir sembako. Karena salah langkah dan terjebak rentenir dia menjadi bangkrut. Setelah bertobat dia ingin mengabdikan ilmunya untuk masjid, yaitu agar masjid menjadi pusat perdagangan/tumpuan perdagangan kaum muslimin. Tentunya bersama-sama para pedagang lain menggear dagangan di area sekitar masjid pada hari Jum’at dan hari Ahad yang rutin diadakan kajian dan tabligh Akbar.

Itulah beberapa orang yang selama ini menggantungkan kehidupan ekonominya di Masjid Muhammad Ramadhan. Saat ini kondisi mereka tak menentu. Mereka menjadi korban ‘politik’ yang dimainkan Pemkot Bekasi dan sejumlah pihak yang rakus ingin menguasai masjid yang sudah berdiri megah tanpa mau bersusah payah.

Banyak pihak menyayangkan keputusan Pemkot yang mengambil alih masjid dengan paksa tanpa ada Surat Keputusan (SK).

Pemkot seharusnya bangga dengan adanya masjid yang tidak pernah sepeserpun minta bantuan atau subsidi kepada pemerintah. Bahkan, sebaliknya bisa mengentaskan kemiskinan rakyatnya. Bukan penghargaan yang diberikan, tapi justru Pemkot mengambil alih paksa masjid yang sudah makmur yang menyebabkan sebagian warganya menderita.

Perlu diketahui, salah satu program DKM MMR yang lama adalah memberikan asuransi kesehatan dan pensiun kepada para Imam dan Marbot yang sudah lama pengabdiannya. Sehingga manakala sakit, mereka tak harus pusing memikirkan biaya berobat. Pun juga tak perlu diambilkan kas dari masjid.

Saat mereka sudah tua dan tidak mampu lagi menjadi petugas, maka ada uang pesangon dari luar kas masjid yang berasal dari uang infak. [PurWD/voa-islam.com]

Baca: Siapa yang Pantas Menjadi 'DKM' Masjid Menurut Al-Qur'an?

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Jum'at, 22 Jan 2021 12:38

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Kamis, 21 Jan 2021 11:46

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 11:34

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Kamis, 21 Jan 2021 11:29

Anies Dikerjain Lagi!

Anies Dikerjain Lagi!

Kamis, 21 Jan 2021 11:01


MUI

Must Read!
X