Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.389 views

Ustadz Khoiron Syu'aib, 30 Tahun Berdakwah di Lokalisasi

SURABAYA (voa-islam.com) - Tidak banyak orang yang berminat untuk terjun ke lapangan menjadi juru dakwah. Beratnya tantangan adalah alasan utama seseorang menghindari tanggung jawab menyeru pada kebaikan. Apalagi jika medan yang dihadapi memiliki problem khusus seperti daerah lokalisasi. Di tempat sedemikian, tingginya jam terbang seorang da’i tidak menjadi jaminan seruannya dapat didengar masyarakat yang sudah terbiasa dengan dosa.

Surabaya yang terkenal sebagai Kota Pahlawan memiliki basis dunia kesantrian yang kuat. Namun demikian, menjamurnya lokalisasi prostitusi menjadi ironi tersendiri di kota tersebut. Ironi inilah yang kemudian menggugah hati Drs. Khoiron Syu’aib untuk menyeru dakwah Islam di tengah lokalisasi prostitusi.

Pada 17 Agustus 1959, Khoiron Syu’aib lahir di tengah salah satu lokalisasi besar di Surabaya, Lokalisasi Bangunsari. Khawatir anaknya terpengaruh dekadensi moral, Kiayi Syu’aib, ayah dari Khoiron kecil untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren Tebu Ireng. Selesai melanjutkan studi di IAIN Sunan Ampel Surabaya, pada tahun 1982, Khoiron terpanggil untuk membenahi kampung halamannya.

Pada 17 Agustus 1959, Khoiron Syu’aib lahir di tengah salah satu lokalisasi besar di Surabaya, Lokalisasi Bangunsari. Khawatir anaknya terpengaruh dekadensi moral, Kiayi Syu’aib, ayah dari Khoiron kecil untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren Tebu Ireng.

Tantangan besar menghadapi lika-liku dunia maksiat tidak membuatnya mundur. Bahkan suatu ketika, ia pernah mendapati preman yang mengungkapkan keberaniannya menghadapi azab Allah Subhanahu wata’ala.

“Allah kan menciptakan surga dan neraka dengan fungsinya masing-masing, kalau tidak ada orang-orang seperti kita, nanti surga tidak terpakai,” Ujar Khoiron mengulang ungkapan preman yang menantang usaha dakwahnya.

Kepada tim Jurnalis Islam Bersatu (Jitu) yang bertandang ke rumahnya (20/06), Khoiron menekankan, dalam berdakwah di lokalisasi, usahakan agar rasa benci kita hanya terarah pada perilaku orang tersebut, dan tidak membenci secara personal.

“Mereka (preman, pelacur, mucikari, dan pelanggan prostitusi) sesungguhnya butuh bantuan untuk bangkit mengalahkan tekanan hawa nafsu, jika kita berdakwah dengan main vonis, hati mereka justru akan semakin tertutup,” jelasnya.

Salah satu trik yang dipakai oleh Khoiron dalam merangkul para pelacur, mucikari, dan preman lokalisasi adalah dengan tidak menyebut kata “dosa” dalam setiap tausiahnya. Ia justru menekankan agar para pelaku maksiat ini untuk melihat masa depan agar mau bertaubat.

“kalau di jelaskan tentang dosa, mereka justru sudah sangat tahu perbuatan mereka adalah dosa besar, justru dengan memberikan mereka harapan akan masa depan yang lebih baik, hati mereka akan perlahan-lahan menerima kebenaran,” papar Khoiron dengan yakin.

Walau membutuhkan waktu puluhan tahun, akhirnya kerja dakwah Khoiron membuahkan hasil. Saat ini, Bangunsari yang sempat menjadi sentral lokalisasi di Surabaya yang bahkan lebih tua dari Dolly, tidak meninggalkan bekas.

Keberhasilan Khoiron dalam berdakwah dan mendekati masyarakat area lokalisasi memberi inspirasi bagi Pemkot Surabaya untuk berani menindak tegas area lokalisasi. Sebelum kesuksesan Khoiron, keinginan Pemkot Surabaya untuk menertibkan lokalisasi tampak seperti mimpi.

Selain karena banyak oknum pemerintah yang membekingi area lokalisasi, mengusik area tersebut secara umum diibaratkan seperti membangunkan macan lapar.

“Mereka yang sudah terlalu nyaman dengan gelimang dosa, akan bertindak liar jika kesenangannya diganggu,” ujar ayah berputra tiga ini.

Dari sini, Khoiron pun mengungkapkan bahwa persoalan lokalisasi pelacuran dapat diselesaikan dengan baik jika ulama dan umaro berusaha membangun sinergi. Ia juga mencontohkan betapa sinergi antara Soekarwo selaku Gubernur Jawa Timur, Risma selaku Walikota Surabaya dan seluruh ulama se Jawa Timur, mampu bersepakat untuk mengalih fungsikan lokalisasi Dolly.

“Walau alih fungsi lokalisasi Dolly-Jarak memakan waktu, tapi keberanian untuk memprakarsai hal ini adalah prestasi besar yang patut kita apresiasi,” katanya.

Khoiron yang terkenal dengan panggilan “Kiayi Prostitusi” turut menghimbau kepada para da’i agar melihat area lokalisasi pelacuran sebagai ladang dakwah. Panduan yang ia sampaikan sebagai bekal berdakwah di area lokalisasi pun terbilang sederhana.

“Dalam Al Qur’an sudah dijelaskan dengan gamblang, mulailah menyeru dengan menggunakan hikmah dan kebijaksanaan, lalu perkuat dengan contoh dan tauladan yang baik, dan jika masih ada yang berkeras, debatlah ia dengan cara sebaik-baiknya,” tutup Khoiron. [eza/Jitu]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Hamas Bersikeras Tentara Israel Tidak Akan Dibebaskan Sampai Ada Kesepakatan Pertukaran Tahanan

Hamas Bersikeras Tentara Israel Tidak Akan Dibebaskan Sampai Ada Kesepakatan Pertukaran Tahanan

Senin, 29 Nov 2021 21:30

Waspadai Gelombang Ketiga COVID-19 Saat Liburan Akhir Tahun

Waspadai Gelombang Ketiga COVID-19 Saat Liburan Akhir Tahun

Senin, 29 Nov 2021 19:45

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Senin, 29 Nov 2021 19:00

MK Minta UU Ciptaker Direvisi, AHY: Ini Sejalan dengan Pertimbangan Demokrat

MK Minta UU Ciptaker Direvisi, AHY: Ini Sejalan dengan Pertimbangan Demokrat

Senin, 29 Nov 2021 17:53

Pemerintah Segera Laksanakan Putusan MK atas Pengujian Formil UU Cipta Kerja

Pemerintah Segera Laksanakan Putusan MK atas Pengujian Formil UU Cipta Kerja

Senin, 29 Nov 2021 17:36

Beginilah Kita Mencintai Tanah Air Kita

Beginilah Kita Mencintai Tanah Air Kita

Senin, 29 Nov 2021 17:02

Marabahaya Dibalik Maraknya Industri Kontes Kecantikan

Marabahaya Dibalik Maraknya Industri Kontes Kecantikan

Senin, 29 Nov 2021 15:23

Permendikbud tentang Kekerasan Seksual: Haruskah Jadi Polemik?

Permendikbud tentang Kekerasan Seksual: Haruskah Jadi Polemik?

Senin, 29 Nov 2021 15:11

Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Senin, 29 Nov 2021 12:51

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Senin, 29 Nov 2021 11:38

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Senin, 29 Nov 2021 08:58

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Senin, 29 Nov 2021 04:06

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Ahad, 28 Nov 2021 22:04

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Ahad, 28 Nov 2021 16:52

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

Ahad, 28 Nov 2021 16:28

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Ahad, 28 Nov 2021 16:06

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ahad, 28 Nov 2021 15:07

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Sabtu, 27 Nov 2021 21:33

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Sabtu, 27 Nov 2021 20:22

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Sabtu, 27 Nov 2021 19:54


MUI

Must Read!
X