Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.418 views

Ramadhan Kok Hina Islam, JAT: The Jakarta Post! Minta Maaf Saja Tidak Cukup

JAKARTA (voa-islam.com) – Protes dari umat Islam terhadap karikatur menghina Islam yang dimuat Jakarta Post (JP) pada edisi Kami (3/7/2014) terus mengalir. Meski Jakarta Pos telah meminta maaf, akan tetapi bagi Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT) itu saja tidak cukup.

Untuk menyampaikan sikapnya, Amir Wilayah JAT Jakarta Ustadz Haris Amir Falah dengan rombongannya dari Sariyah Hisbah dan Sariyah I’lam JAT bersama Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Korps Muballigh Jakarta (KMJ) Edy Mulyadi, sekitar pukul 10 pagi tadi mendatangi kantor Jakarta Post, Selasa (8/7/2014).

Ditemui langsung oleh Pemred Jakarta Post Meidyatama Suryodiningrat, Ustadz Haris menyampaikan pernyataannya terhadap pemuatan karikatur tersebut.

“Apapun namanya tetap saja ini menghina Islam, karena bendera yang ada adalah bendera kaum Muslimin, bukan hanya milik kelompok tertentu,” tegasnya.

Lebih jauh Ustadz Haris menyatakan bahwa kalimat Tauhid dan Muhamad Rasulullah yang ada pada karikatur tersebut merupakan simbol Tauhid bagi ummat Islam.

“Terlebih lagi pada bagian dalam tengkorak itu ditulis kalimat, Allah, Rasul, Muhammad. Ini jelas-jelas penistaan yang sangat keji terhadap Islam dan ummatnya. Permintaan maaf saja tidak cukup. Tidak berarti persoalan selesai begitu Jakarta Post minta maaf dan menyatakan mencabut kartun tersebut,” ujar Ustadz Haris.

Menurut beliau, permintaan maaf adalah sebuah keharusan. “Sikap (minta maaf-red) itu telah direspon positif oleh umat Islam, namun tentunya tidak serta merta menghilangkan substansi penghinaan yang membuat mereka dengan iman yang masih baik merasa marah dan tersinggung,” lanjutnya.

Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah KMJ Edy Mulyadi menilai apa yang dilakukan harian berbahasa Inggris yang mendukung Jokowi dalam Pilpres 2014 itu jelas-jelas telah menghina serta menistakan Islam dan ummatnya. Baginya, dalih sebagai ketidaksengajaan dan keteledoran redaksi tidak bisa diterima untuk kesalahan sebesar dan sefatal itu.

“Saya tidak yakin redaksi bisa seceroboh itu menurunkan kartun yang sangat menghina Islam dan ummatnya. Menurut saya, apa yang dilakukan Jakarta Post sekali lagi mengkonfirmasi kebenaran firman Allah dalam QS al Baqoroh : 120 dan QS Ali Imron: 118-120, bahwa musuh-musuh Allah memang sangat membenci Islam dan ummatnya. Memang ada framing dari media-media mainstream yang dikuasai kelompok anti Islam utuk terus menyudutkan Islam dan ummatnya,” papar Edy menanggapi penyesalan dan permohonan maaf redaksi Jakarta Post yang dimuat di edisi hari ini, Selasa (8/7/2014).

Meidyatama menyambut baik kedatangan JAT dan KMJ sebagai pihak pertama yang menyampaikan sikapnya secara resmi. Ia mengakui karikatur tersebut mengandung simbol-simbol keagamaan yang bisa dianggap melecehkan.

“Jakarta Post mengakui keteledoran dan kesalahan karena memuat kartun yang telah memicu kemarahan ummat Islam tersebut. Untuk itu, kalau ada hal lain yang harus kami lakukan untuk menebus kesalahan ini, kami siap melakukannya,” kata Meidyatama.

Menurutnya, persoalan konten sepenuhnya menjadi tanggung jawab redaksi, sedangkan tanggung jawab percetakan terbatas pada kualitas cetak semata.

“Dalam soal pemuatan kartun tersebut, sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami di redaksi. Kami sangat menyesal dan mohon maaf. Gramedia sebagai pencetak tidak bisa dikait-kaitkan, apalagi dimintai pertanggung jawabannya,” katanya sambil mengisahkan protes ummat Islam kepada tabloid Monitor pada tahun 1990an silam. (red/ansharuttauhid.com)

- See more at: http://ansharuttauhid.com/read/publikasi/483/permintaan-maaf-saja-tidak-cukup-jat-dan-kmj-sambangi-jakarta-post/#sthash.CmWb9t1M.dpuf

 

JAKARTA (ansharuttauhid.com) – Protes dari umat Islam terhadap karikatur menghina Islam yang dimuat Jakarta Post (JP) pada edisi Kami (3/7/2014) terus mengalir. Meski Jakarta Pos telah meminta maaf, akan tetapi bagi Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT) itu saja tidak cukup.

Untuk menyampaikan sikapnya, Amir Wilayah JAT Jakarta Ustadz Haris Amir Falah dengan rombongannya dari Sariyah Hisbah dan Sariyah I’lam JAT bersama Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Korps Muballigh Jakarta (KMJ) Edy Mulyadi, sekitar pukul 10 pagi tadi mendatangi kantor Jakarta Post, Selasa (8/7/2014).

Ditemui langsung oleh Pemred Jakarta Post Meidyatama Suryodiningrat, Ustadz Haris menyampaikan pernyataannya terhadap pemuatan karikatur tersebut.

“Apapun namanya tetap saja ini menghina Islam, karena bendera yang ada adalah bendera kaum Muslimin, bukan hanya milik kelompok tertentu,” tegasnya.

Lebih jauh Ustadz Haris menyatakan bahwa kalimat Tauhid dan Muhamad Rasulullah yang ada pada karikatur tersebut merupakan simbol Tauhid bagi ummat Islam.

“Terlebih lagi pada bagian dalam tengkorak itu ditulis kalimat, Allah, Rasul, Muhammad. Ini jelas-jelas penistaan yang sangat keji terhadap Islam dan ummatnya. Permintaan maaf saja tidak cukup. Tidak berarti persoalan selesai begitu Jakarta Post minta maaf dan menyatakan mencabut kartun tersebut,” ujar Ustadz Haris.

Menurut beliau, permintaan maaf adalah sebuah keharusan. “Sikap (minta maaf-red) itu telah direspon positif oleh umat Islam, namun tentunya tidak serta merta menghilangkan substansi penghinaan yang membuat mereka dengan iman yang masih baik merasa marah dan tersinggung,” lanjutnya.

Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah KMJ Edy Mulyadi menilai apa yang dilakukan harian berbahasa Inggris yang mendukung Jokowi dalam Pilpres 2014 itu jelas-jelas telah menghina serta menistakan Islam dan ummatnya. Baginya, dalih sebagai ketidaksengajaan dan keteledoran redaksi tidak bisa diterima untuk kesalahan sebesar dan sefatal itu.

“Saya tidak yakin redaksi bisa seceroboh itu menurunkan kartun yang sangat menghina Islam dan ummatnya. Menurut saya, apa yang dilakukan Jakarta Post sekali lagi mengkonfirmasi kebenaran firman Allah dalam QS al Baqoroh : 120 dan QS Ali Imron: 118-120, bahwa musuh-musuh Allah memang sangat membenci Islam dan ummatnya. Memang ada framing dari media-media mainstream yang dikuasai kelompok anti Islam utuk terus menyudutkan Islam dan ummatnya,” papar Edy menanggapi penyesalan dan permohonan maaf redaksi Jakarta Post yang dimuat di edisi hari ini, Selasa (8/7/2014).

Meidyatama menyambut baik kedatangan JAT dan KMJ sebagai pihak pertama yang menyampaikan sikapnya secara resmi. Ia mengakui karikatur tersebut mengandung simbol-simbol keagamaan yang bisa dianggap melecehkan.

“Jakarta Post mengakui keteledoran dan kesalahan karena memuat kartun yang telah memicu kemarahan ummat Islam tersebut. Untuk itu, kalau ada hal lain yang harus kami lakukan untuk menebus kesalahan ini, kami siap melakukanya,” kata Meidyatama.

Menurutnya, persoalan konten sepenuhnya menjadi tanggung jawab redaksi, sedangkan tanggung jawab percetakan terbatas pada kualitas cetak semata.

“Dalam soal pemuatan kartun tersebut, sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami di redaksi. Kami sangat menyesal dan mohon maaf. Gramedia sebagai pencetak tidak bisa dikait-kaitkan, apalagi dimintai pertanggung jawabannya,” katanya sambil mengisahkan protes ummat Islam kepada tabloid Monitor pada tahun 1990an silam. (red/ansharuttauhid.com)

- See more at: http://ansharuttauhid.com/read/publikasi/483/permintaan-maaf-saja-tidak-cukup-jat-dan-kmj-sambangi-jakarta-post/#sthash.CmWb9t1M.dpuf

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Hamas Bersikeras Tentara Israel Tidak Akan Dibebaskan Sampai Ada Kesepakatan Pertukaran Tahanan

Hamas Bersikeras Tentara Israel Tidak Akan Dibebaskan Sampai Ada Kesepakatan Pertukaran Tahanan

Senin, 29 Nov 2021 21:30

Waspadai Gelombang Ketiga COVID-19 Saat Liburan Akhir Tahun

Waspadai Gelombang Ketiga COVID-19 Saat Liburan Akhir Tahun

Senin, 29 Nov 2021 19:45

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Senin, 29 Nov 2021 19:00

MK Minta UU Ciptaker Direvisi, AHY: Ini Sejalan dengan Pertimbangan Demokrat

MK Minta UU Ciptaker Direvisi, AHY: Ini Sejalan dengan Pertimbangan Demokrat

Senin, 29 Nov 2021 17:53

Pemerintah Segera Laksanakan Putusan MK atas Pengujian Formil UU Cipta Kerja

Pemerintah Segera Laksanakan Putusan MK atas Pengujian Formil UU Cipta Kerja

Senin, 29 Nov 2021 17:36

Beginilah Kita Mencintai Tanah Air Kita

Beginilah Kita Mencintai Tanah Air Kita

Senin, 29 Nov 2021 17:02

Marabahaya Dibalik Maraknya Industri Kontes Kecantikan

Marabahaya Dibalik Maraknya Industri Kontes Kecantikan

Senin, 29 Nov 2021 15:23

Permendikbud tentang Kekerasan Seksual: Haruskah Jadi Polemik?

Permendikbud tentang Kekerasan Seksual: Haruskah Jadi Polemik?

Senin, 29 Nov 2021 15:11

Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Senin, 29 Nov 2021 12:51

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Senin, 29 Nov 2021 11:38

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Senin, 29 Nov 2021 08:58

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Senin, 29 Nov 2021 04:06

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Ahad, 28 Nov 2021 22:04

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Ahad, 28 Nov 2021 16:52

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

Ahad, 28 Nov 2021 16:28

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Ahad, 28 Nov 2021 16:06

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ahad, 28 Nov 2021 15:07

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Sabtu, 27 Nov 2021 21:33

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Sabtu, 27 Nov 2021 20:22

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Sabtu, 27 Nov 2021 19:54


MUI

Must Read!
X