Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
36.769 views

Pengajian di Pulau Seribu Dibubarkan Pendukung Ahok, Ini Penjelasan Alfian Tanjung

 

KEPULUAN SERIBU (voa-islam.com)--Di media sosial, sempat viral potongan video dan broadcast tentang penyerangan pendukung Ahok terhadap tabligh Akbar yang diisi oleh Ustadz Alfian Tanjung.

Kemudian, Voa Islam berupaya mengkonfirmasi langsung kepada ketua Taruna Muslim itu untuk mengungkap peristiwa tersebut lebih jauh.

Ustadz Alfian menjelaskan bahwa Tabligh Akbar di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara sudah direncanakan matang sejak jauh hari.  Panitia memilih hari Rabu, 12 April 2017 agar tidak berbenturan dengan acara tim pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diagendakan pada Senin, 10 April 2017.

Namun ternyata, para pendukung Ahok tiba-tiba memindahkan acara mereka di hari yang sama dengan tabligh Akbar, ketika mereka mengetahui tabligh akbar dilaksanakan pada hari Rabu.

"Mereka memindahkan acara di hari yang sama dengan acara kita," katanya kepada  Voa Islam, Kamis (13/4/2017).

Menurut Ustadz Alfian, sebelum berangkat ke Pulau Seribu memang ada rombongan Ahoker di Marina, Ancol akan menyeberang ke pulau yang sama. Lalu saat dikapal, aura konflikpun sudah terasa. Karena, selain ada rombongan Gubernur Muslim Jakarta (GMJ), rombongan Yoserizal Geneng, TNI, Polri berpakaian biasa, dan ada juga tokoh-tokoh partai pendukung Ahok yang wajahnya diseram-serami.

Setiba di Pulau Harapan, rombongan disambut oleh pendukung masing-masing. Kebetulan, kata ust Alfian, rombongan para ustadz disambut dengan becak motor secara tertib sesuai hitungan panitia. Saat itu, penyambut rombongan Ahoker berbaju kotak-kotak mulai berteriak-teriak kasar memancing konflik.

"Mereka meneriakkan "Siapa yang bawa-bawa SARA ke sini? Bahkan ada yang meneriakkan "Gue Bunuh Lu!" Tapi, sayangnya tidak terekam," jelas dosen Uhamka tersebut.

Rombongan tidak mempedulikan, para ustadz akhirnya tetap melanjutkan perjalanan, acara pun berlangsung di sebuah lapangan. Ustadz Alfian sempat menjelaskan bahwa sebenarnya acara tabligh akbar bukan di lapangan. Akan tetapi, di sebuah masjid. Namun, karena pendukung Ahok melancarkan teror, akhirnya pengurus masjid memindahkan ke lapangan.

Sambung Ustadz​ Alfian, acara tabligh akbar awalnya berlangsung baik-baik saja. Tabligh di mulai dengan pembacaan al Quran, pembacaan pesan para Kyai dan tokoh tentang pentingnya memilih pemimpin Muslim, sambutan-sambutan dan ceramah sejumlah ustadz membahas persoalan ringan disertai sholawatan bersama. 

Kemudian, masuklah acara puncak berupa ceramah agama oleh Ustadz Alfian Tanjung. Ustadz Alfian mengawali ceramahnya dengan pembahasan hikmah shalat dan kemuliaan bagi yang menegakkan shalat.

"Sampai saat itu, ceramah masih berlangsung baik-baik saja. Memasuki sesi kedua, saya mulai menjelaskan peta politik dan sikap politik. Tapi di tengah-tengah penjelasan saya, tidak lama kemudian panitia mendatangi saya dan membisikkan saya agar acara dihentikan. Karena, pendukung kotak-kotak mulai merangsek," ungkap pakar komunisme itu.

Akhirnya, rombongan Ustadz​ Alfian dievakuasi ke kapal motor yang akan ke Jakarta. Di kapal, Ustadz​ Alfian ditemani oleh panitia, kepolisian, dan TNI. Di tengah perjalanan sempat ada telepon dari pimpinan FPI,  Ustadz​ Shobri Lubis yang mengkonsolidasikan sejumlah laskar gerakam Islam dan laskar kedaerahan menjemput di Marina.

Kesimpulan peristiwa itu, lanjut Ustadz Alfian diantaranya adalah pertama, ada itikad tidak baik dari pendukung Ahok.

"Mengapa mereka merubah acara dari hari Senin ke hari Rabu? Hari itu kita sedang tabligh akbar," ujarnya.

Kedua, tambah Ustadz​ Alfian, mengapa pendukung Ahok menyerbu acara tabligh Akbar serta memaki-maki dengan kata-kata sangat kasar.

"Ketiga, tindakan mereka jadi anti-klimaks. Masyarakat sana jadi tidak simpatik kepada mereka, berbalik mendukung paslon no. 3 Anies-Sandi," katanya.

Bahkan, tukasnya, ada warga pribumi dari Partai PDI-P berteriak marah kepada Ahoker. Dia kecewa kepada Ahoker yang bertindak anarkis.

"Kalau tidak setuju dengan pilihan politik bukan begini caranya,  ini merusak nama baik Partai, pengajian sampai bubar begini," cerita Ustadz​ Alfian menirukan kader PDI-P setempat.

Kendati demikian, Ustadz​ Alfian menggarisbawahi bahwa meski acara bubar, tapi secara prinsip pesan dan misi yang ingin disampaikan sudah berhasil diutarakan semua. * [Bilal/Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Sabtu, 24 Feb 2018 22:30

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

Sabtu, 24 Feb 2018 22:15

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Sabtu, 24 Feb 2018 21:45

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Sabtu, 24 Feb 2018 21:25

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Sabtu, 24 Feb 2018 18:31

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Sabtu, 24 Feb 2018 17:31

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Sabtu, 24 Feb 2018 16:31

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Sabtu, 24 Feb 2018 15:21

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Sabtu, 24 Feb 2018 14:21

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Sabtu, 24 Feb 2018 13:21

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Sabtu, 24 Feb 2018 13:14

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Sabtu, 24 Feb 2018 13:09

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Sabtu, 24 Feb 2018 13:06

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Sabtu, 24 Feb 2018 12:21

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Sabtu, 24 Feb 2018 11:21

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Sabtu, 24 Feb 2018 10:39

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Sabtu, 24 Feb 2018 10:21

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sabtu, 24 Feb 2018 09:45

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Sabtu, 24 Feb 2018 09:21

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Sabtu, 24 Feb 2018 08:21


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X