Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.074 views

Komnas HAM Kecam Kekerasan pada Panitia Simposium Nasional Kebangsaan

JAKARTA (voa-islam.com), Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution mengecam penganiayaan terhadap panitia Simposium Nasional Kebangsaan MBI (Majelis Bangsa Indonesia) di Gedung Cawang Kencana tepat pada 17 Agustus 2017.

"Publik kembali dipertontonkan peristiwa bernuansa kekerasan. Kali ini, seperti diwartakan media bahwa, Kemensos diduga menodai momentum Hari Kemerdekaan RI ke 72 dengan melakukan penganiayaan pada panitia Simposium Nasional Kebangsaan MBI (Majelis Bangsa Indonesia) di Gedung Cawang Kencana tepat pada 17 Agustus 2017," kata Maneger dalam keterangannya, Jumat (18/8/2017).

Lebih lanjut diwartakan,  Kemensos diduga mengerahkan preman untuk mengganggu persiapan Simposium Nasional bertajuk “Merekonstruksi Kedaulatan NKRI dengan Kembali pada Pancasila dan UUD 45 Asli (18 Agustus 1945) yang akan digelar oleh Panitia Pembentukan Majelis Bangsa Indonesia (MBI) dan rencananya akan dilaksanakan pada hari Jum’at 18 Agustus 2017.

Diinfokan juga bahwa, Kemensos diduga mengerahkan preman dan staf kemensos saat panitia sedang melakukan persiapan gladi bersih acara Simposium di gedung Cawang kencana, "para preman dan staff kemensos sempat menganiaya panitia dengan menyeret paksa Ibu Fifi dan Marsekal Madya (Purn) Achmanu Arifin," beber Maneger.

Selanjutnya disebut bahwa, upaya paksa itu diduga tanpa ada surat perintah eksekusi. (Sumber: https://www.facebook.com/syahrudy.anto/posts/1627491890615070)

Atas dasar itu, katanya lagi, bila peristiwa itu benar adanya, Komnas HAM berpandangan, pertama, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas tindakan yang tidak manusiawi itu.

"Kedua, Peristiwa yang dilakukan pada hari libur Kemerdekaan 17 Agustus yang diduga tanpa membawa selembarpun surat perintah eksekusi, ini sama dengan tindakan premanisme yang menodai peringatan hari kemerdekaan RI. Peristiwa mengancam masa depan demokrasi dan kebebasan berpendapat," ujar Maneger.

Ketiga, Bahwa hak untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat adalah hak konstitusional warga negara (pasal 28E ayat (3) UUDNRI tahun 1945). Setiap orang bebas untuk mempunyai, mengeluarkan dan menyebarluaskan pendapat di muka umum sesuai hati nuraninya secara lisan dan atau tulisan dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama, kesusilaan, ketertiban, kepentingan umum, dan keutuhan negara (pasal 23 ayat (2) dan pasal 25 UU No.39 tahun 1999 tentang HAM).

"Keempt, bahwa sekira benar adanya, Komnas HAM menyampaikan keprihatinan atas dugaan kekerasan dan dugaan pelibatan preman dalam aksi tersebut. Sebab, masih tersedia mekanisme lain yang lebih elegan dan efektif untuk menyelesaikan masalah tersebut," tutur Maneger.

Kelima, bahwa tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai Kemensos dan preman dalam peristiwa tersebut sangat tidak elok dan mencederai masa depan demokrasi dan kebebasan berpendapat.

"Tindakan kekerasan selamanya tidak akan menyelesaikan masalah. Bahkan sebaliknya justru dikhawatirkan akan melahirkan kekerasan-kekerasan baru," cetusnya.

Keenam, bahwa sejatinya negara hadir khususnya kepolisian negara untuk menginvestigasi kebenaran peristiwa itu. Sekira benar adanya, oknum dan fihak-fihak yang dengan sengaja memanfaatkan preman untuk kepentingan-kepentingan tertentu, sejatinya diproses secara profesional, independen, dan tidak diskriminatif sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Komnas HAM juga mengajak agar semua pihak menahan diri dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," jelas Maneger.

Kedelapan, ujar Maneger, sebaiknya semua pihak dalam menyelesaikan masalah menggunakan mekanisme yang  tersedia sesuai mekanisme hukum yang berlaku, dilakukan dengan elegan dan dengan mengedepankan  dialog.

"Komnas HAM mengajak, mari kita hadirkan kepercayaan bahwa negara khususnya kepolisian menuntaskan kasus tersebut secara profesional dan independen," pungkasnya. (Bilal)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Latest News
Yaman Menangis, Bukti Jerat Belenggu Kapitalis

Yaman Menangis, Bukti Jerat Belenggu Kapitalis

Kamis, 21 Sep 2017 22:14

Hijrah, Dari Jahiliyah Menuju Islam Kaffah

Hijrah, Dari Jahiliyah Menuju Islam Kaffah

Kamis, 21 Sep 2017 21:52

Ingin Cabut TAP MPRS? Siap-siap Berhadapan dengan TNI, Umat Islam, & Kaum Nasionalis

Ingin Cabut TAP MPRS? Siap-siap Berhadapan dengan TNI, Umat Islam, & Kaum Nasionalis

Kamis, 21 Sep 2017 21:05

Tersangka Ke-6 Bom Kereta Bawah Tanah London Ditangkap Kepolisian Inggris

Tersangka Ke-6 Bom Kereta Bawah Tanah London Ditangkap Kepolisian Inggris

Kamis, 21 Sep 2017 20:30

Kopassus dan Masyarakat Akrab Nonton Bareng Film G30S/PKI

Kopassus dan Masyarakat Akrab Nonton Bareng Film G30S/PKI

Kamis, 21 Sep 2017 20:19

Apresiasi Panglima Nobar, Jokowi ingin Versi Milenium, Ka'ban: Maksudnya Apa?

Apresiasi Panglima Nobar, Jokowi ingin Versi Milenium, Ka'ban: Maksudnya Apa?

Kamis, 21 Sep 2017 20:05

Demonstran Budha Myanmar Berusaha Blokir Bantuan untuk Umat Muslim Di Rakhine

Demonstran Budha Myanmar Berusaha Blokir Bantuan untuk Umat Muslim Di Rakhine

Kamis, 21 Sep 2017 19:45

Mardani Ali Sera: Peristiwa 1965 Pelajaran Mahal Bangsa Indonesia

Mardani Ali Sera: Peristiwa 1965 Pelajaran Mahal Bangsa Indonesia

Kamis, 21 Sep 2017 19:20

Ka'ban: PKI, Tuhan Saja Dinafikan, apalagi Soal Sejarah dan Demokrasi, Itu Muslihat Rebut Kekuasaan

Ka'ban: PKI, Tuhan Saja Dinafikan, apalagi Soal Sejarah dan Demokrasi, Itu Muslihat Rebut Kekuasaan

Kamis, 21 Sep 2017 19:05

Penghormatan Myanmar ke RI Cuma Basa-basi

Penghormatan Myanmar ke RI Cuma Basa-basi

Kamis, 21 Sep 2017 18:05

Dulu Flakka, Sekarang PCC. Generasi Kita Terancam!

Dulu Flakka, Sekarang PCC. Generasi Kita Terancam!

Kamis, 21 Sep 2017 17:11

Pemerintah RI Tidak akan Rugi jika Tarik Dubes dari Myanmar, Ini Faktanya

Pemerintah RI Tidak akan Rugi jika Tarik Dubes dari Myanmar, Ini Faktanya

Kamis, 21 Sep 2017 17:05

Ustadz Ahmad Al Habsyi: Beli Produk Yahudi Berarti Menggadaikan Agama

Ustadz Ahmad Al Habsyi: Beli Produk Yahudi Berarti Menggadaikan Agama

Kamis, 21 Sep 2017 16:56

Myanmar Tuli Soal Rohingya, DPR Sarankan Pemerintah Tarik Dubes

Myanmar Tuli Soal Rohingya, DPR Sarankan Pemerintah Tarik Dubes

Kamis, 21 Sep 2017 16:05

Mahfud MD: Dulu Galak Sama Soeharto karena KKN, Sekarang Malah Jadi Koruptor

Mahfud MD: Dulu Galak Sama Soeharto karena KKN, Sekarang Malah Jadi Koruptor

Kamis, 21 Sep 2017 15:08

ICMI: Sikapi Peristiwa 65 Jangan Larut dalam Emosi

ICMI: Sikapi Peristiwa 65 Jangan Larut dalam Emosi

Kamis, 21 Sep 2017 13:03

Penderitaan Rohingya di Bangladesh Bertambah Setelah Banjir Bandang Hanyutkan Barang Bawaan Mereka

Penderitaan Rohingya di Bangladesh Bertambah Setelah Banjir Bandang Hanyutkan Barang Bawaan Mereka

Kamis, 21 Sep 2017 10:46

Irak Akan Deportasi 500 Lebih Istri Asing Pejuang Islamic State (IS)

Irak Akan Deportasi 500 Lebih Istri Asing Pejuang Islamic State (IS)

Kamis, 21 Sep 2017 09:05

Nobar Film G30S PKI Sambil Makan Nasi Kebuli Kambing Spesial, Mau?

Nobar Film G30S PKI Sambil Makan Nasi Kebuli Kambing Spesial, Mau?

Kamis, 21 Sep 2017 07:43

Derry Sulaiman: Jangan Pernah Mengecilkan Pengorbanan Seseorang untuk Rohingya

Derry Sulaiman: Jangan Pernah Mengecilkan Pengorbanan Seseorang untuk Rohingya

Kamis, 21 Sep 2017 07:10


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X