Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.367 views

Korban Tewas Akibat Tsunami Selat Sunda Telah Mencapai 168 Orang, 745 Lainnya Luka-luka

BANTEN, INDONSEIA (voa-islam.com) - Jumlah korban tewas akibat tsunami yang terjadi setelah letusan gunung Anak Krakatau telah mencapai sedikitnya 168 orang ketika gelombang tinggi menghantam tanpa peringatan ke pantai-pantai resor populer di sekitar Selat Sunda Banten dan Lampung selatan pada Sabtu (22/12/2018) malam.

Ratusan bangunan hancur oleh gelombang, yang menghantam pantai Sumatra selatan dan ujung barat Jawa sekitar jam 9:30 malam setelah letusan gunung berapi yang dikenal sebagai "anak" dari Krakatau yang legendaris, menurut kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  Sutopo Purwo Nugroho sebagaimana dilansir AFP.

Tim pencari dan penyelamat sedang memeriksa puing-puing untuk mencari korban yang selamat, dengan 168 dikonfirmasi tewas, 745 orang terluka dan 30 dilaporkan hilang di tiga wilayah, katanya.

Video dramatis yang diposting di media sosial menunjukkan dinding air tiba-tiba menabrak konser terbuka grup band "Seventeen" - melemparkan para anggota band dari panggung dan kemudian membanjiri penonton.

Dalam sebuah postingan Instagram yang penuh air mata, vokalis Riefian Fajarsyah atau Ivan Seventeen mengatakan bassis dan road manager band tersebut telah terbunuh.

Gambar setelah tsunami di daerah pantai menunjukkan jejak pohon tumbang dan puing-puing berserakan di pantai. Atap baja ringsek, kayu dan puing-puing diseret ke daratan di pantai Carita, tempat wisata populer di pantai barat Jawa.

Muhammad Bintang, yang berada di pantai Carita ketika gelombang menerjang, menggambarkan gelombang air tiba-tiba membuat tempat wisata itu menjadi gelap.

"Kami tiba pada jam 9 malam untuk liburan dan tiba-tiba air datang - gelap, listrik padam," kata pria berusia 15 tahun itu kepada AFP.

"Di luar berantakan dan kita masih tidak bisa mengakses jalan."

Di Provinsi Lampung, di seberang selat itu, Lutfi Al Rasyid mengatakan bahwa ia melarikan diri dari pantai di kota Kalianda karena takut akan keselamatannya.

"Saya tidak bisa menghidupkan motor saya jadi saya meninggalkannya dan saya berlari ... saya hanya berdoa dan berlari sejauh yang saya bisa," kata pria 23 tahun itu kepada AFP.

Kesalahan awal

Pihak berwenang mengatakan tsunami mungkin dipicu oleh gelombang pasang yang tidak normal karena bulan baru dan tanah longsor bawah laut setelah letusan Anak Krakatau, yang membentuk sebuah pulau kecil di Selat Sunda antara Jawa dan Sumatra.

"Kombinasi itu menyebabkan tsunami mendadak yang menghantam pantai," kata Nugroho, tetapi menambahkan bahwa badan geologi Indonesia sedang berupaya memastikan dengan tepat bagaimana hal itu terjadi.

Dia menambahkan bahwa jumlah korban jiwa kemungkinan akan meningkat.

Rekaman video yang diposting ke media sosial oleh Nugroho menunjukkan warga panik memegang senter dan melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi.

Pihak berwenang Indonesia awalnya mengklaim gelombang itu bukan tsunami, melainkan gelombang pasang dan mendesak masyarakat untuk tidak panik.

Nugroho kemudian meminta maaf atas kesalahan di Twitter, mengatakan karena tidak ada gempa bumi, sulit untuk memastikan penyebab insiden itu sejak dini.

"Jika ada kesalahan awal, kami minta maaf," tulisnya.

Gelombang itu membanjiri sebagian pantai di sekitar Selat Sunda, tetapi paling merusak di Kabupaten Pandeglang, di ujung barat Jawa, tempat sedikitnya 33 orang tewas dan 491 orang terluka.

Peralatan berat sedang diangkut ke daerah-daerah yang dilanda bencana untuk membantu mencari korban, kata Nugroho, menambahkan pos-pos evakuasi dan dapur umum sedang disiapkan untuk para pengungsi.

Abu Salim, anggota kelompok relawan bencana Tagana, mengatakan ia membantu mengevakuasi korban di Provinsi Banten.

"Kami mengevakuasi para korban yang meninggal dan terluka, kami membawanya ke klinik kesehatan ... Sebagian besar dari mereka menderita patah tulang," katanya, seraya menambahkan ia khawatir lebih banyak lagi yang hilang.

Meskipun relatif jarang, letusan gunung berapi bawah laut dapat menyebabkan tsunami karena perpindahan air atau kemiringan lereng yang tiba-tiba, menurut Pusat Informasi Tsunami Internasional.

Anak Krakatau adalah pulau vulkanik kecil yang muncul dari laut setengah abad setelah letusan mematikan Krakatau tahun 1883 yang menewaskan lebih dari 36.000 orang.

Menurut lembaga geologi Indonesia, Anak Krakatau telah menunjukkan tanda-tanda aktivitas tinggi selama berhari-hari, memuntahkan gumpalan abu ribuan meter ke udara.

Gunung berapi itu meletus lagi setelah pukul 21:00 pada hari Sabtu, kata badan itu.

Sebuah letusan sebelum pukul 16:00 pada hari Sabtu berlangsung sekitar 13 menit dan mengirim gumpalan abu yang membubung ratusan meter ke langit.

Indonesia, salah satu negara paling rawan bencana di bumi, mengangkangi apa yang disebut "Cincin Api" Pasifik, tempat lempeng tektonik bertabrakan dan sebagian besar letusan gunung berapi dunia dan gempa bumi terjadi.

Baru-baru ini di kota Palu di Pulau Sulawesi gempa dan tsunami pada bulan September menewaskan ribuan orang.

Pada tanggal 26 Desember 2004, sebuah tsunami yang dipicu oleh gempa bumi bawah laut berkekuatan 9,3 di lepas pantai Sumatra di Indonesia bagian barat menewaskan 220.000 orang di negara-negara sekitar Samudra Hindia, termasuk 168.000 di Indonesia.

Anak Krakatau adalah salah satu dari 127 gunung berapi aktif yang membentang sepanjang kepulauan Indonesia. (st/AFP)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Militer Libanon: Harapan Untuk Menemukan Korban Selamat Dalam Ledakan Beirut Telah Memudar

Militer Libanon: Harapan Untuk Menemukan Korban Selamat Dalam Ledakan Beirut Telah Memudar

Senin, 10 Aug 2020 14:45

Saudi Akan Luncurkan Uji Klinis Untuk Vaksin COVID-19 Asal Cina

Saudi Akan Luncurkan Uji Klinis Untuk Vaksin COVID-19 Asal Cina

Senin, 10 Aug 2020 14:00

Dinas Keamanan Kanada Tempatkan Saad Al-Jabri Di Bawah Perlindungan Setelah Ancaman Pembunuhan Baru

Dinas Keamanan Kanada Tempatkan Saad Al-Jabri Di Bawah Perlindungan Setelah Ancaman Pembunuhan Baru

Senin, 10 Aug 2020 13:16

Makruf Amin Akan Diganti?

Makruf Amin Akan Diganti?

Senin, 10 Aug 2020 12:29

Politisi PKS: Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat

Politisi PKS: Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat

Senin, 10 Aug 2020 12:13

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Ahad, 09 Aug 2020 23:04

Legislator Soroti Dihapusnya Sanksi Pidana Pemalsuan Ijazah dalam RUU Ciptaker

Legislator Soroti Dihapusnya Sanksi Pidana Pemalsuan Ijazah dalam RUU Ciptaker

Ahad, 09 Aug 2020 22:48

Pemerintah Diminta Tidak Tiru Cara AS dan China Atasi Resesi Ekonomi, Indonesia Bisa Kolaps

Pemerintah Diminta Tidak Tiru Cara AS dan China Atasi Resesi Ekonomi, Indonesia Bisa Kolaps

Ahad, 09 Aug 2020 22:15

Afghanistan 'Di Ambang Pembicaraan Damai' Setelah Pembebasan Sisa 400 Tahanan Taliban Disetujui

Afghanistan 'Di Ambang Pembicaraan Damai' Setelah Pembebasan Sisa 400 Tahanan Taliban Disetujui

Ahad, 09 Aug 2020 21:25

Mesir dan Rusia Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Canggih ke Libya

Mesir dan Rusia Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Canggih ke Libya

Ahad, 09 Aug 2020 20:25

Pejabat Libanon Sebut Ledakan Di Pelabuhan Beirut Menyebabkan Lubang Sedalam 43 Meter

Pejabat Libanon Sebut Ledakan Di Pelabuhan Beirut Menyebabkan Lubang Sedalam 43 Meter

Ahad, 09 Aug 2020 20:05

Laporan: Twitter Tertarik Beli Operasi TikTok di AS

Laporan: Twitter Tertarik Beli Operasi TikTok di AS

Ahad, 09 Aug 2020 19:45

Ikuti Gratis, Webinar Cara Mudah Raih Sertifikat Halal Bagi UMKM

Ikuti Gratis, Webinar Cara Mudah Raih Sertifikat Halal Bagi UMKM

Ahad, 09 Aug 2020 19:20

Pemberontak Syi'ah Houtsi Eksploitasi Ledakan di Beirut Untuk Galang Dana Bagi Syi'ah Hizbullata

Pemberontak Syi'ah Houtsi Eksploitasi Ledakan di Beirut Untuk Galang Dana Bagi Syi'ah Hizbullata

Ahad, 09 Aug 2020 19:06

Menelan Hoax Pengobatan Covid

Menelan Hoax Pengobatan Covid

Ahad, 09 Aug 2020 08:46

Menaikan Imun Raga dan Jiwa di Tengah Pandemi

Menaikan Imun Raga dan Jiwa di Tengah Pandemi

Ahad, 09 Aug 2020 08:37

Politisi PKS Catat Titik Kelemahan Omnibus Law

Politisi PKS Catat Titik Kelemahan Omnibus Law

Ahad, 09 Aug 2020 07:55

Pandemi Mencengkram, Resesi Menghantam

Pandemi Mencengkram, Resesi Menghantam

Ahad, 09 Aug 2020 07:46

Legislator: RUU Ciptaker Dorong Sentralisasi

Legislator: RUU Ciptaker Dorong Sentralisasi

Ahad, 09 Aug 2020 07:32

Bertemu Tokoh Oposisi, PDIP Bermanuver?

Bertemu Tokoh Oposisi, PDIP Bermanuver?

Sabtu, 08 Aug 2020 23:24


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X