Senin, 17 Zulqaidah 1447 H / 4 Mei 2026 16:14 wib
163 views
Kesaksian dari Balik Tembok Ngruki: Mengenang Kesalehan dan Ketulusan Umi Ichun
“Kawulo nyekseni bilih Umi Ichun muslimah yang sholihah!” tulis Alumni Pondok Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, stadz Dhenok Aji Murti di akun Facebook pribadinya.
Kalimat itu bukan sekadar ucapan duka, melainkan sebuah kesaksian mendalam dari hati kami, para alumni santri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki.
Hari ini, Senin, 4 April 2026, bumi Ngruki berselimut duka. Ibunda tercinta kita semua, Ibu Aisyah binti Abdul Rahman Baraja—atau yang lebih akrab di telinga kami dengan panggilan Umi Ichun—telah berpulang ke rahmatullāh pada pukul 09.20 pagi.
Sosok Teguh di Balik Perjuangan
Bagi kami, Umi Ichun bukan sekadar istri dari guru kami, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir. Beliau adalah potret keteguhan yang luar biasa. Sejarah mencatat betapa sabarnya beliau mendampingi langkah perjuangan Ustadz Abu, melewati berbagai ujian zaman dengan kepala tegak dan hati yang ikhlas. Dari rahim beliau pula lahir para asatidzah yang melanjutkan estafet dakwah, seperti Ustadz Abdul Rahim dan Ustadz Rasyid Ba'asyir.
Kenangan Manis di Bak Air Atas
Banyak hal yang terekam jelas dalam ingatan kami. Salah satu kenangan yang paling membekas adalah rutinitas setiap pekan bagi para santri yang mendapat tugas membersihkan bak air atas.
Di sela-sela lelahnya kami bekerja, Umi Ichun selalu hadir dengan senyum keibuannya. Beliau tidak pernah membiarkan kami kembali ke asrama dengan perut kosong. Ada saja "hadiah" kecil yang beliau siapkan—terkadang pisang goreng yang masih hangat, nasi goreng, atau sepotong roti.
Namun, yang jauh lebih mengenyangkan dari sekadar makanan itu adalah nasihat-nasihat beliau. Sembari kami menikmati hidangan, beliau menyelipkan mutiara hikmah tentang kesabaran, adab, dan pentingnya istiqamah dalam menuntut ilmu. Beliau memperlakukan kami bukan seperti orang lain, melainkan seperti anak-anak kandungnya sendiri.
Doa untuk Sang Ibunda
Kini, raga beliau mungkin telah tiada, namun jejak kebaikannya abadi di hati ribuan santri yang pernah merasakan ketulusannya. Beliau telah menyelesaikan tugasnya di dunia ini dengan sangat indah.
اللَّهُمَّ أْجُرْنَا فِي مُصِيبَتِنَا، وَاخْلُفْ لَنَا خَيْرًا مِنْهَا
(Ya Allah, berilah pahala dalam musibah kami, dan gantilah dengan yang lebih baik daripadanya).
Kami bersaksi bahwa beliau adalah orang baik. Kami bersaksi beliau adalah muslimah yang shalihah. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal jariyah beliau, mengampuni segala kekhilafannya, dan menempatkan beliau di tempat tertinggi di dalam Jannah-Nya.

Teriring doa:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لها وَارْحَمْها وَعَافِها وَاعْفُ عَنْها وَأَكْرِمْ نُزُلَها وَوَسِّعْ مَدْخَلَها وَاغْسِلْها بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّها مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْها دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِها وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِها وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِها وَأَدْخِلْها الْجَنَّةَ وَأَعِذْها مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Rencananya, jenazah almarhumah akan dishalatkan di Masjid Baitussalam, Kompleks Putra Ponpes Al Mukmin Ngruki. Setelah itu, jenazah akan diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Pemakaman Muslim Polokarto pada pukul 15.15 WIB atau ba’da Ashar. [PurWD/voa-islam.com]
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!