Senin, 13 Muharram 1448 H / 29 Juni 2026 11:28 wib
221 views
Viral, Ustazah Hajar di TikTok Ternyata Karakter AI, Umat Diminta Lebih Waspada
BEKASI (voa-islam.com) – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kembali menjadi sorotan setelah akun TikTok yang dikenal luas dengan nama "Ustazah Hajar" diketahui bukan diperankan oleh sosok manusia nyata.
Akun tersebut telah menarik perhatian publik karena menampilkan video-video ceramah agama dengan visual yang sangat meyakinkan. Banyak pengguna media sosial mengira tokoh perempuan berhijab yang berbicara di depan mikrofon itu merupakan seorang pendakwah sungguhan.
Namun belakangan terungkap bahwa karakter tersebut sepenuhnya dibuat menggunakan teknologi AI.
Memiliki Jutaan Pengikut
Berdasarkan pantauan, akun TikTok tersebut telah mengumpulkan sekitar satu juta pengikut dan memperoleh lebih dari 12 juta tanda suka.
Konten yang diunggah secara konsisten menampilkan ceramah bertema keagamaan dengan kualitas visual dan audio yang menyerupai manusia asli. Tingkat realisme tersebut membuat banyak pengguna tidak menyadari bahwa tokoh yang tampil merupakan hasil rekayasa digital.
AI Kian Sulit Dibedakan dari Manusia
Pengamat budaya dan komunikasi digital, Firman Kurniawan, menilai masyarakat perlu memahami karakteristik konten berbasis AI agar tidak mudah terkecoh.
Menurutnya, salah satu indikator yang dapat diperhatikan adalah pola suara yang terdengar terlalu stabil dan konsisten. Berbeda dengan manusia yang umumnya memiliki jeda berpikir, perubahan intonasi, maupun variasi tempo saat berbicara, suara sintetis AI cenderung lebih seragam.
Selain itu, pada beberapa video masih dapat ditemukan gerakan bibir, ekspresi wajah, maupun kedipan mata yang terlihat kurang natural apabila diamati dengan lebih saksama.
Teknologi AI Semakin Mudah Diakses
Firman juga menjelaskan bahwa semakin luasnya penggunaan AI dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain biaya yang semakin terjangkau, banyak aplikasi AI kini menyediakan layanan yang mudah digunakan bahkan oleh pengguna tanpa kemampuan teknis khusus.
Berbagai tutorial yang tersedia di internet turut mempercepat proses pembuatan konten digital berbasis AI. Dalam waktu relatif singkat, pengguna dapat menghasilkan video dengan kualitas visual yang semakin realistis.
Teknologi tersebut kini dimanfaatkan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, hiburan, pemasaran digital, hingga produksi konten media sosial.

Tantangan Baru dalam Dakwah Digital
Terungkapnya identitas "Ustazah Hajar" sebagai karakter AI memunculkan diskusi mengenai akuntabilitas isi dakwah yang disampaikan melalui media digital.
Apabila terdapat kekeliruan dalam penyampaian dalil, penafsiran ayat, atau informasi keagamaan lainnya, publik dapat mengalami kesulitan untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab karena tokoh yang tampil bukanlah individu nyata.
Kondisi ini menjadi tantangan baru di tengah pesatnya perkembangan teknologi generatif yang mampu menghasilkan sosok virtual dengan tingkat kemiripan tinggi terhadap manusia.
Literasi Digital Semakin Penting
Fenomena tersebut kembali menegaskan pentingnya literasi digital di masyarakat. Pengguna media sosial diimbau untuk tidak langsung mempercayai setiap konten yang beredar tanpa memastikan sumber serta identitas pembuatnya.
Informasi keagamaan juga sebaiknya dibandingkan dengan rujukan yang memiliki kredibilitas, seperti ulama yang kompeten maupun lembaga resmi, sehingga dapat meminimalkan risiko penyebaran informasi yang keliru.
AI Diperkirakan Akan Semakin Mendominasi
Para pengamat memprediksi penggunaan AI dalam produksi video akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Kemampuan teknologi generatif saat ini sudah mampu menghasilkan wajah, suara, gerakan, hingga ekspresi yang semakin menyerupai manusia dengan proses produksi yang jauh lebih cepat.
Karena itu, pembuat konten, platform digital, maupun masyarakat dituntut untuk memanfaatkan teknologi tersebut secara bertanggung jawab sekaligus meningkatkan kemampuan mengenali konten hasil AI agar tidak mudah tertipu oleh tampilan yang tampak sangat realistis. [PurWD/voa-islam.com]
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!