|
Nazaret – PIP: Surat kabar Israel Ha’aretz mengungkapkan bahwa rabi di sebuah sekolah agama Yahudi <Aud Yusuf Hai> di permukiman Zionis Yitzhar dekat Nablus, mendorong siswanya untuk melakukan serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka.
Surat kabar Israel itu menambahkan bahwa Dinas Intelijen Umum Israel Shin Bet menganjurkan pemerintah untuk menghentikan pendanaan pada sekolah agama Yahudi di permukiman Yitzhar setelah pihaknya menerima informasi bahwa para rabi mendorong siswa untuk menyerang warga Palestina.
Sekolah yang agama yang memiliki ratusan siswa tersebut dipimpin oleh Rabi Yitzhak Shapira, yang menulis sebuah buku “King’s Torah”, yang mengizinkan – menurut Taurat - untuk membunuh anak-anak Arab (orang kafir), turut juga mendukung penerbitan buku ini, puluhan rabi di Israel.
Sementara itu, seorang peneliti Israel dan juga profesor ilmu pendidikan di Universitas Ibrani di Yerusalem, Profesor Nurit Peled Elhanan, menyimpulkan bahwa buku-buku teks sekolah Israel mendidik segregasi rasial (apartheid) terhadap Arab dan didorong untuk memperlakukan mereka bahwa mereka adalah menjadi masalah demografi bagi Israel.
Surat kabar Israel menerbitkan kesimpulan yang dicapai oleh Elhanan dari bagian isi buku baru sang peneliti, yang akan segera diterbitkan dalam bahasa Inggris, di dalamnya dia menyatakan bahwa «Apartheid Israel bukan sekumpulan kelompok etnis semata, namun cara bagaimana berpikir terhadap Arab». (asw)
|