Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.177 views

Ancaman Penggal Kepala Presiden Jokowi, Dilema Polisi

Oleh:

Hersubeno Arief, Konsultan Median dan Politik

 

POLISI menangkap seorang anak muda asal Bogor, Jawa Barat. Dia mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi seperti dilakukan oleh pelaku teror di Poso.

Ancaman tersebut dilontarkan ketika sang pemuda ikut hadir dalam unjukrasa memprotes kecurangan pilpres di Bawaslu Jumat (10/5). Videonya viral dan segera mengundang kontroversi.

Tindakan polisi sudah tepat. Ancaman terhadap nyawa dan keselamatan seorang kepala negara, harus direspon secara serius. Tidak boleh dianggap main-main.

Hanya masalahnya tak lama kemudian di media sosial muncul video seorang remaja yang melakukan ancaman serupa. Dia mengancam akan menembak dan memancung Presiden Jokowi.

Si remaja terlihat sangat serius dengan ancamannya. Ekspresi kemarahannya terlihat memuncak. Dia menenteng foto resmi Presiden Jokowi dan menantang polisi untuk menangkapnya.

Beda dengan si pemuda asal Bogor. Dia menyampaikannya dengan nada relatif datar. Di tengah kerumunan pengunjukrasa yang terlihat mengacung-acungkan salam dua jari.

Kepada polisi HS mengaku terbawa emosi. Bawa perasaan (baper) karena suasana heroik di antara pengunjukrasa. Seorang penakut bertemu penakut lainnya, menjadi dua orang pemberani. Begitulah psikologi kerumunan.

Video remaja yang mengancam akan membunuh Jokowi, adalah video lama. Setahun lalu. Peristiwanya juga terjadi pada bulan Mei 2018. Netizen nampaknya sengaja memunculkan kembali karena melihat ada perlakuan yang berbeda dalam menangani dua kasus yang sama.

Pada kasus HS, seperti dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, polisi menjeratnya dengan pasal makar 104 KUHP. Ancamannya tidak main-main. Maksimal hukuman mati, atau penjara 20 tahun.

Selain itu, si pemuda yang namanya disebut berinisial HS itu terancam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sementara pada si remaja yang namanya juga disebut dengan inisial RJT, polisi memperlakukan berbeda. Sama-sama ditangkap. Namun si remaja kemudian dibebaskan dan dikembalikan ke orang tuanya.

Alasan polisi, tindakan si remaja hanya untuk lucu-lucuan saja. Dia juga melakukan itu karena memenuhi tantangan seorang temannya. Mengetes polisi apakah bisa menangkapnya atau tidak.

Pertimbangan lain, si remaja masih di bawah umur. 16 tahun. Beda dengan si pemuda yang sudah berusia 24 tahun. Secara hukum bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

 

Persamaan di muka hukum

Perbedaan perlakuan kepada HS dan RJT, di mata para netizen adalah bentuk ketidak-adilan. Tidak ada persamaan hukum ( equality before the law ).

Di tengah pembelahan masyarakat yang sangat tajam akibat pilpres, hal semacam itu bisa menjadi isu sensitif. Apalagi dalam kasus HS dia diduga merupakan pendukung Paslon 02. Pendukung oposisi. Sementara RJT kebetulan berasal dari etnis keturunan Cina.

Polisi harus sangat hati-hati menanganinya. Jangan sampai memperkuat stigma yang muncul, polisi tebang pilih dalam menangani berbagai kasus.

Sangat tegas dan responsif ketika menangani maupun memproses pelaporan terhadap kasus-kasus yang melibatkan pendukung oposisi. Sebaliknya lambat dan tidak merespon laporan yang melibatkan pendukung pemerintah. Polisi juga bisa dituding hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas.

Polisi sebelumnya membatalkan kasus Ny Minurlin istri Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo dan membatalkan pencekalan atas Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen.

Minurlin dilaporkan memasuki pekarangan orang lain tanpa izin karena memasuki gudang KPU dan memprotes pemindahan kotak suara. Kivlan dilaporkan dengan dugaan makar.

Apakah pembatalan kasus Minurlin dan Kivlan karena latar belakang keduanya yang berkaitan erat dengan institusi militer. Atau benar seperti dikatakan polisi karena pelapor mencabut laporannya.

Agus Sutomo bukan orang sembarangan. Melihat latar belakangnya, dia seorang jagoan. Sebagai prajurit dari korps baret merah Kopassus, dia pernah menduduki jabatan penting dan prestisius.

Dia pernah menjadi Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres), Komandan Jenderal Korps Komando Pasukan Khusus ( Kopassus), dan Pangdam Jaya. Dia mengakhiri karirnya sebagai Irjen di Kementrian Pertahanan.

Di kalangan prajurit baret merah, Agus menjadi legenda karena keberanian dan kesediannya mengambil-alih tanggung jawab atas kesalahan anak buahnya. Sebuah perilaku yang belakangan ini jarang kita temukan di kalangan petinggi negara.

Pada bulan Maret 2013 sejumlah orang menyerbu Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Yogyakarta. Mereka menyerang dan membunuh narapidana pelaku pembunuhan Serka Heru Santoso. Belakangan diketahui pelakunya adalah prajurit Kopassus dari Group II Kartosuro.

Sebagai Danjen Kopassus Agus Sutomo menyatakan bertanggungjawab. “Semua (yang terlibat) itu bawahan saya, anak buah saya. Maka di Kopassus, saya orang yang terdepan yang paling bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara Kivlan Zen catatan prestasinya juga tak kalah mentereng. Walau jabatan tertingginya “hanya” sebagai Kepala Staf Kostrad TNI AD semasa Panglima Kostrad dijabat oleh Prabowo. Kivlan banyak terlbat dalam operasi militer dan dikenal sebagai negosiator handal pembebasan sandera.

Banyak pertanyaan yang muncul di benak publik tentang perbedaan penanganan beberapa kasus itu. Sebaiknya polisi tidak boleh membiarkan muncul dugaan-dugaan liar.

Situasi ini bisa menimbulkan perasaan tidak adanya keadilan ( percieve injustice ). Dalam jangka panjang bisa memunculkan sikap apriori dan tidak percaya kepada Polri sebagai penegak hukum.

Polisi menghadapi sebuah dilema. Antara penegakan hukum dan rasa keadilan masyarakat. Mana yang akan mereka pilih dan kedepankan.

Kasus HS akan menjadi salah satu ujian. Masyarakat bisa menyaksikannya dengan gamblang, apakah polisi memperlakukan secara sama, semua warga negara di mata hukum? Atau menerapkan perlakuan berbeda, baik karena latar belakang, maupun afiliasi politiknya.

Sesuai mottonya : Rastra Sewakotama, polisi adalah abdi utama bagi nusa dan bangsa. Bukan abdi sekelompok orang, atau golongan. Juga bukan abdi penguasa! end.**

Sumber: www.hersubenoarief.com

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Mardani Dukung Wapres Fokus Kembangkan Perekonomian dan Keuangan Syariah Nasional

Mardani Dukung Wapres Fokus Kembangkan Perekonomian dan Keuangan Syariah Nasional

Jum'at, 22 Nov 2019 17:06

Isu Radikalisme: Upaya Memecah Belah Anak Bangsa?

Isu Radikalisme: Upaya Memecah Belah Anak Bangsa?

Jum'at, 22 Nov 2019 13:31

Suara untuk Anak-anak Gaza

Suara untuk Anak-anak Gaza

Jum'at, 22 Nov 2019 12:18

Jokowi Diusulkan Tiga Periode, Pengamat: Nanti Dikasih Tiga Minta Empat Terus Seumur Hidup

Jokowi Diusulkan Tiga Periode, Pengamat: Nanti Dikasih Tiga Minta Empat Terus Seumur Hidup

Jum'at, 22 Nov 2019 11:25

Empat Hari Pasca Musywil, PW Persis DKI Jakarta Masa Jihad 2019-2023  Dilantik

Empat Hari Pasca Musywil, PW Persis DKI Jakarta Masa Jihad 2019-2023 Dilantik

Jum'at, 22 Nov 2019 10:42

Kalau Ahok Kangen Bentak-bentak, Kerja di Swasta Saja

Kalau Ahok Kangen Bentak-bentak, Kerja di Swasta Saja

Jum'at, 22 Nov 2019 08:45

Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, KH Tengku Zulkarnain: Driver Ojol Saja Wajib Punya SKCK

Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, KH Tengku Zulkarnain: Driver Ojol Saja Wajib Punya SKCK

Jum'at, 22 Nov 2019 07:30

Adhie Massardi: Jika Pertamina Banyak Mafianya Kenapa Bukan Kirim Polisi?

Adhie Massardi: Jika Pertamina Banyak Mafianya Kenapa Bukan Kirim Polisi?

Jum'at, 22 Nov 2019 06:17

Jika Polisi Tak Proses Hukum, Kasus Sukmawati akan Digaungkan pada Reuni Akbar 212

Jika Polisi Tak Proses Hukum, Kasus Sukmawati akan Digaungkan pada Reuni Akbar 212

Kamis, 21 Nov 2019 22:08

Rindu untuk Gaza

Rindu untuk Gaza

Kamis, 21 Nov 2019 22:07

Saat Presiden Marah Soal Impor Cangkul, Ada Apakah?

Saat Presiden Marah Soal Impor Cangkul, Ada Apakah?

Kamis, 21 Nov 2019 21:50

Ustaz Yusuf Martak: Sukmawati Lakukan Penistaan Islam Tingkat Tinggi

Ustaz Yusuf Martak: Sukmawati Lakukan Penistaan Islam Tingkat Tinggi

Kamis, 21 Nov 2019 21:07

Sukmawati Telah Membuat Kemarahan Umat Islam dan Kegaduhan Bangsa

Sukmawati Telah Membuat Kemarahan Umat Islam dan Kegaduhan Bangsa

Kamis, 21 Nov 2019 21:04

Doa-doa Saat Pergi Shalat Jum’at

Doa-doa Saat Pergi Shalat Jum’at

Kamis, 21 Nov 2019 21:00

Mohammed Ali Umumkan Proyek Baru Untuk Gulingkan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-sisi

Mohammed Ali Umumkan Proyek Baru Untuk Gulingkan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-sisi

Kamis, 21 Nov 2019 21:00

Yordania Batalkan Konferensi Antar Agama di Amman yang Akan Dihadiri Delegasi Israel

Yordania Batalkan Konferensi Antar Agama di Amman yang Akan Dihadiri Delegasi Israel

Kamis, 21 Nov 2019 20:30

Reuni Akbar Mujahid 212 Bukan untuk Gagah-gagahan

Reuni Akbar Mujahid 212 Bukan untuk Gagah-gagahan

Kamis, 21 Nov 2019 20:00

Ideologi Radikalisme

Ideologi Radikalisme

Kamis, 21 Nov 2019 19:53

Marak Perceraian Diadakan Sertifikasi Perkawinan, Solutifkah?

Marak Perceraian Diadakan Sertifikasi Perkawinan, Solutifkah?

Kamis, 21 Nov 2019 19:38

Reuni 212, Mengukur Kekuatan Oposisi

Reuni 212, Mengukur Kekuatan Oposisi

Kamis, 21 Nov 2019 19:00


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 19/11/2019 16:39

Menyoal Sertifikasi Perkawinan