Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.254 views

People Power, Barang Halal yang Diharamkan

 

Oleh:

Hersubeno Arief, Konsultan media dan politik

 

MULAI sekarang berhati-hati lah menggunakan kata-kata people power. Barang halal yang dijamin konstitusi ini sekarang sudah menjadi barang haram.

Jika masih ngotot, kita akan kena pasal makar. Melawan pemerintahan yang sah. Dalam agama disebut sebagai bughot. Melakukan pemberontakan. Melawan pemimpin yang sah.

Dua-duanya konsekuensi hukumnya sama. Sangat berat. Sel penjara yang dingin menanti. Kegiatan politik kita akan diberangus.

Para penguasa sudah mewanti-wanti. Jangan sampai melakukan people power. Ancaman ini tidak main-main. Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan tegas menyatakan akan mengenakan pasal makar terhadap pelaku people power yang berniat menjatuhkan pemerintah.

Pengacara dan aktivis senior Egi Sudjana adalah korban pertama. Egi Sudjana sudah ditahan polisi. Dia dilaporkan akan berbuat makar.

Dalam terminologi hukum, kata people power, sudah mengalami kriminalisasi ( criminalization ). Sebuah tindakan yang semula bukan bersifat pidana, namun kemudian digolongkan menjadi perbuatan pidana.

Tokoh sekelas Bapak Reformasi seperti Amien Rais bahkan sampai harus mengubahnya menjadi “perlawanan rakyat.” Melihat gelagatnya kita tinggal menunggu waktu, kata ini juga akan kembali dikriminalisasi.

Hegemoni makna

Berubahnya makna ini sebenarnya berkaitan dengan masalah tafsir. Hegemoni kata, dan kuasa. Tergantung siapa yang menafsirkan, dan dimana posisi kita.

Bila berada pada posisi sebagai penguasa. Kita boleh menafsirkan sesuka hati. Kapan disebut sebagai makar, dan kapan tidak. Kepada siapa tafsir ini kita sematkan, juga boleh pilih sesuka hati.

Kepada lawan penguasa maknanya jelas. Kalau kebetulan posisi kita oposisi, maka tidak ada ampun. Kita akan mendapat stigma sebagai pelaku makar. Sebaliknya kepada kawan, sekutu penguasa, maknanya bisa berbeda. Mereka bisa menggunakan kata itu kapan saja, dan untuk apa saja.

Namanya juga penguasa, dia bebas melakukan apa saja. Tidak boleh protes. Kalau tetap ngotot, kita bisa kembali dikriminalisasi: Makar karena melawan tafsir dan makna kata dari penguasa.

Jejak digital membuktikan, dalam lima tahun terakhir kata people power, dan “kecurangan pemilu” sudah mengalami perubahan tafsir dan makna yang sangat radikal.

Kalau mau iseng buka-buka kembali rekam jejak digital, kita akan menemukan Jokowi dan timnya sudah menggunakan kata itu pada Pilpres 2014.

Saat itu Jokowi belum menjadi penguasa Indonesia. Dia masih menjadi Gubernur DKI. Maju berpasangan dengan Jusuf Kalla melawan Prabowo-Hatta.

Jokowi membentuk relawan Satgas Pilpres anti curang. Dalam foto terlihat Jokowi bersama sejumlah orang mengenakan ikat kepala. Di belakangnya tertulis People Power 2014. “Jangan main-main dengan rakyat. Kedaulatan ada di tangan rakyat!”

Para pendukung Jokowi dengan lantang menyerukan dilakukan people power jika sampai ada yang mencurangi pilpres. Sebuah buku dengan judul “Jokowi people power” diterbitkan.

Mereka semua aman-aman saja. Tidak ada yang melaporkan dan tidak ada yang ditangkap polisi. Para petinggi negara juga tidak mengancam dan menakut-nakuti.

Jokowi juga dikutip memperingatkan dengan tegas agar TNI, Polri dan PNS agar netral. ““Pokoknya kalau TNI, Polri, dan PNS tidak netral, ini saya sudah punya relawan-relawan ini nih,” tegasnya.

Dejavu! Sejarah memang selalu berulang. Pada saat itu sesungguhnya peringatan Jokowi tidak terlalu tepat. Namun toh tetap dia lakukan.

Kekhawatiran TNI, Polri, dan PNS bersikap tidak netral, tidak beralasan. Prabowo bukanlah seorang inkumben yang bisa menggerakkan aparat TNI, Polri dan PNS.

Yang menjadi penguasa saat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Benar bahwa besannya, Hatta Radjasa berpasangan dengan Prabowo. Namun SBY dan Partai Demokrat memilih posisi netral. Tidak mendukung Prabowo-Hatta.

Berbeda dengan sekarang. Jokowi adalah penguasa. Tudingan kecurangan oleh aparat pemerintah sangat nyata. Jokowi juga mengerahkan semua sumber daya dan anggaran pemerintah untuk memenangkannya. Tudingan itu sangat mudah dibuktikan.

Nah ketika kemudian ada yang berteriak people power, mengapa kemudian diancam dengan tindakan makar?

People power, adalah ekspresi kebebasan berserikat, berkumpul, menyatakan pendapat baik secara lisan, maupun tulisan. Semua dijamin konstitusi.

Dalam pengertian protes massa. Pengerahan jutaan massa sudah beberapa kali terjadi di Indonesia. Terbukti berkali-kali gerakan tidak menimbulkan anarki, maupun chaos.

Selama tidak diprovokasi, semuanya aman-aman saja. Ibarat kata satu helai rumputpun dijaga jangan sampai rebah terinjak. Hal itu sudah terbukti. Puncaknya ketika berlangsung Aksi 212 di lapangan Monas Tahun 2016.

Karena itu sebenarnya tidak perlu ditakuti, ditakut-takuti, didramatisir, atau dibuat seolah akan ada perang besar. Indonesia akan kiamat.

Jadi tidak perlu pengerahan pasukan besar-besaran termasuk di luar daerah. Polisi dan TNI tidak perlu dibekali senjata berat dengan peluru tajam.

Perlengkapan Polri dan TNI yang dibiayai dari pajak rakyat itu seharusnya digunakan tepat guna. Digunakan Polri untuk menumpas kejahatan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Digunakan TNI untuk melindungi kedaulatan negara dari ancaman asing.

Bukan untuk mengancam dan menakut-nakuti rakyat yang menuntut kecurangan pilpres. Menuntut pemilu yang berlangsung secara jujur, bersih dan adil.

Indonesia justru akan hancur ketika keadilan tidak ditegakkan. Ketika seluruh instrumen dan sumber daya negara digunakan secara curang dan tidak sah untuk melanggengkan kekuasaan.

Lagi pula Jenderal Tito sepertinya lupa. Tiga tahun lalu, rakyat yang akan menggelar people power, melakukan Aksi Bela Islam (ABI), juga sempat ditakut-takuti. Dihadang di bebagai titik, termasuk Mereka yang berasal dari luar Jawa. Toh tidak mempan juga.

Mari pak Jokowi kembali buka-buka file lama. Mari kita kembalikan kata people power kepada makna sesungguhnya. Rakyat Indonesia menggunakan hak konstitusinya. Masyarakat hanya menuntut keadilan. Tidak lebih.

Tidak ada yang ingin memberontak. Melawan pemerintahan yang sah. Tidak usah paranoid lah. Takut dengan bayangan sendiri. Rakyat Indonesia sangat cinta dengan negerinya. Kita ingin damai-damai saja.

Woles aja bro! end.**

 Sumber: www.hersubenoarief.com

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
PP Muhammadiyah: Kasus Penembakan 6 FPI Pelanggaran HAM Berat

PP Muhammadiyah: Kasus Penembakan 6 FPI Pelanggaran HAM Berat

Rabu, 20 Jan 2021 12:54

PW Hima Persis Banten Masa Jihad 2020-2022 Usung Tagline Kolaborasi Karya Kita

PW Hima Persis Banten Masa Jihad 2020-2022 Usung Tagline Kolaborasi Karya Kita

Rabu, 20 Jan 2021 12:42

Studi: Minum Cokelat Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak

Studi: Minum Cokelat Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak

Rabu, 20 Jan 2021 12:30

Membentuk Generasi Muslim yang Bertakwa

Membentuk Generasi Muslim yang Bertakwa

Rabu, 20 Jan 2021 10:55

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Selasa, 19 Jan 2021 22:52

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Selasa, 19 Jan 2021 22:30

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Selasa, 19 Jan 2021 22:11

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

Selasa, 19 Jan 2021 22:00

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Selasa, 19 Jan 2021 20:45

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Selasa, 19 Jan 2021 18:15

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Selasa, 19 Jan 2021 17:00

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Selasa, 19 Jan 2021 15:34

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Selasa, 19 Jan 2021 14:43

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Selasa, 19 Jan 2021 14:35

Dukun pun Dikriminalisasi

Dukun pun Dikriminalisasi

Selasa, 19 Jan 2021 12:55

Telegram Tutup Ratusan Seruan Kekerasan di AS

Telegram Tutup Ratusan Seruan Kekerasan di AS

Selasa, 19 Jan 2021 12:10

Jokowi Bisa Dipidana Jika Suntik Vaksin Bohong

Jokowi Bisa Dipidana Jika Suntik Vaksin Bohong

Selasa, 19 Jan 2021 10:44

Renungan Dibalik Bencana

Renungan Dibalik Bencana

Selasa, 19 Jan 2021 08:10

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-200)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-200)

Selasa, 19 Jan 2021 06:26

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Selasa, 19 Jan 2021 00:28


MUI

Must Read!
X

Selasa, 19/01/2021 22:00

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia