Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.661 views

Jokowi Ditinggalkan Pendukung?

Oleh:

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

 

APAPUN yang dilakukan Jokowi, pasti benar. Dalam obrolan santai seorang teman bilang: Jokowi seperti Nabi. Ini serius. Kata-kata itu saya dengar sendiri. Jadi, kalau ada yang bilang Jokowi itu "wali" atau titisan Nabi, itu gak seberapa dibanding kata temen saya. Begitulah pendukung fanatik Jokowi, tak bisa melihat presiden yang diidolakannya salah dan dikritik orang. No salah No keliru. No dosa. Begitulah kira-kira. Namanya juga fanatik.

Apapun terkait Jokowi akan dibelanya. Itulah yang disebut pendukung die hard. Mendukung tanpa syarat. Siap di garda terdepan. Sama dengan Jokowi, Prabowo juga punya pendukung yang sama. Sama-sama fanatiknya. Kalau diukur, pendukung Jokowi sedikit lebih fanatik dibanding pendukung Prabowo. Sebab, Prabowo tak pernah diidentifikasi "seperti" Nabi. Malah tak sedikit yang meragukan "shalat" Prabowo. Termasuk seorang profesor yang dulu pernah jadi timsesnya. Atau mungkin karena Prabowo tak pernah pasang kamera ketika shalat, sehingga tak terlihat. Entahlah... Itu urusan Prabowo dengan Tuhannya. Saya tak mau jadi hakim berkaitan dengan masalah beginian.

Soal pendukung, itu ada empat kategori. Pertama, pendukung  ideologis. Karena sama ideologi, maka didukung. Atau untuk melawan calon yang kontra ideologis, sekelompok ormas dan komunitas mendukung calon lawannya. Dan ini biasanya terjadi karena tak ada pilihan lain. Terpaksa? Begitulah. Pilpres 2019 adalah contoh terbaik untuk menjelaskan dukungan ideologis ini. 

Begitu juga dengan calon beda agama. Banyak orang mendukung calon karena sesuai agamanya. Kasus Pilgub DKI, Pilgub di Bali, Pilgub di Papua dan Pilgub di Sumatera Utara bisa jadi contoh. Meski tak semua berlaku seperti di daerah-daerah itu. Ini proses demokrasi yang wajar dan tidak melanggar aturan. 

Kedua, pendukung transaksional. Mengikuti teori pertukaran sosial: aku dukung, aku dapat apa? Tegas di awal. Biasanya, ada tiga jenis komoditi yang ditransaksikan: uang, jabatan dan proyek.

Partai pengusung, ormas pendukung dan timses biasanya minta dua: logistik dan jabatan. Pemodal minta proyek. Itupun kalau menang. Kalau kalah? Nasib! Tapi, biasanya para pemodal main dua kaki, bahkan tiga kaki. Emang kakinya ada berapa? Banyak. Lembaga survei dan konsultan politik minta dibayar di muka. DP dulu, dan lunas sebelum pemilu selesai. Soal ini saya pernah dicurigai oleh seorang mantan gubernur yang ingin nyapres Katanya: saya pingin jadi konsultan politiknya. Katanya loh ya.. Tapi, itu dulu. Lupakanlah..

Ketiga, pendukung rasional. Bergantung integritas, kapasitas dan program yang ditawarkan oleh calon. Bagus, cocok dan sreg, dia dukung. Gak bagus, dia tolak. Ini biasanya terjadi di kalangan orang-orang berpendidikan dan orang-orang yang tinggal di perkotaan. Kelas menengah ke atas.

Keempat, pendukung fanatik. Mati urip dukung si boy. No ideologis, no nalar, no transaksional. Pokoknya, rela mati demi si boy. Setiap pemilu kita akan dapati orang-orang macam ini. Dan jumlahnya cukup banyak.

Pendukung fanatik adalah komunitas yang menjadi santapan empuk bagi para timses. Ada tiga hal yang biasanya dijadikan untuk memobilisasi komunitas fanatik ini. Pertama, permainan isu. Negatif dan black campaign akan jadi olahan utama. Karena ini jualan yang sangat efektif pengaruhnya. Kedua, identitas sosial. Sesama alumini, ormas atau etnis. Ketiga, sedikit logistik. Siapin sebungkus nasi dan kasih uang transport, lalu belikan kaos-bendera, mereka siap jadi kombatan.

Teriakan "Aku NKRI" vs Islam Radikal" berhasil jadi narasi timses Jokowi di pilpres kemarin. Harus diakui, narasi ini sukses mengalahkan isu yang dibangun oleh timses Prabowo. Kendati bukan satu-satunya variabel, tetapi terbukti sangat besar pengaruhnya. Usai pilpres, reda. Soal NKRI, khilafah, Wahabi, Islam radikal dan sejenisnya mendadak menghilang. Sebab, hajatan sudah selesai. Tidak lagi relevan, karena memang didesign untuk kebutuhan jangka pendek yaitu pilpres. Tutup saja dengan isu rekonsiliasi, kelar!

Pasca pilpres, isu bergeser. Bukan "Aku NKRI" vs "Islam Radikal", tetapi Papua, kenaikan BPJS dan pindah ibu kota. Tiga isu ini lagi hot dan menyedot banyak perhatian.

Soal BPJS, PBNU kritik pemerintahan Jokowi. Bukannya PBNU pendukung kelas berat? Cuma nanya boleh-boleh saja. Begitu juga para pendukung lainnya, meminta Jokowi tidak menaikkan iuran BPJS. Ini akan memberatkan rakyat, kata mereka. Sebab, problemnya ada di tata kelola BPJS. Bukan di besaran iuran. Emang selama ini gak merasa berat?

Bagaimana dengan Papua dan pindah ibu kota? Para pendukung Jokowi banyak diam. Di dua kasus ini Jokowi jadi bulan-bulanan Nitizen. Rakyat banyak yang protes. Termasuk para ASN. Nyaris tak ada pembelaan. Sebab, ini sangat kontroversial. Kontroversial atau kontra produktif? Usil loh! Sejumlah tokoh yang tak berafiliasi dengan dukungan politik manapun ikut teriak. Diantaranya adalah Emil Salim dan Salim Said. Keduanya geram dan mengkritik dengan tajam. 

Nampaknya, di tiga kasus jelang pelantikan, Jokowi mulai tak diback up lagi oleh para pendukung ideologis, rasional dan fanatiknya. 

Di Papua, Jokowi menang 90 persen. Tapi justru rusuh dan minta merdeka. Terus piye? Pendukung, tapi kok ngamuk. Pingin presidennya Jokowi, dipenuhi. Jokowi sudah mau dilantik jadi presiden lagi. Kok masih minta merdeka. Yok opo kon iku rek? Tanya warga Jawa Timuran. Emang Jokowi pernah menjanjikan referendum Papua? Hati-hati ngomongnya rek. Jangan asal tuduh. Tanya dan klarifikasi dulu sama Sri Bintang Pamungkas. Dia yang ngomong soal ini.

Sedangkan rencana pemindahan ibu kota? Belum meyakinkan rakyat untuk menemukan nalar dan alasan rasionalnya. Banyak yang malah nanya: adakah kaitanya dengan mega proyek Reklamasi dan Meikarta yang gagal? Adakah kaitannya dengan pertemuan di MRT Lebak Bulus? Eh, emang Prabowo punya berapa ribu hektar tanah di Kaltim? Gawat! Atau apa ada kaitannya dengan Pilgub DKI 2017 yang lalu? Nah, loh... 

Lalu, kemana para pendukung transaksional? Kemana parpol dan lingkaran elit Jokowi? Sedang sibuk cari jatah. Bersaing, bahkan berantem satu dengan yang lain. Kelompok Teuku Umar dan Gondangdia bersitegang. Malah rumornya ada yang ancam-ancam Jokowi. Waduh, gawat! Apakah ini tanda bahwa Jokowi benar-benar telah ditinggalkan para pendukungnya? Sebagaimana nasib Prabowo yang sudah lebih dulu ditinggalkan oleh para pemilihnya.* 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Sabtu, 11 Jul 2020 09:20

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 07:04

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

Sabtu, 11 Jul 2020 06:37

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

Sabtu, 11 Jul 2020 05:37

Presiden Gadungan

Presiden Gadungan

Sabtu, 11 Jul 2020 05:00

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Jum'at, 10 Jul 2020 22:41

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

Jum'at, 10 Jul 2020 22:00

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Jum'at, 10 Jul 2020 21:46

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

Jum'at, 10 Jul 2020 21:33

Mesir Perkuat Vonis Seumur Hidup untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie

Mesir Perkuat Vonis Seumur Hidup untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie

Jum'at, 10 Jul 2020 21:30

Israel Buat Tawaran Baru Untuk Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Israel Buat Tawaran Baru Untuk Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Jum'at, 10 Jul 2020 21:15

Menelisik Gaduhnya RUU HIP, DPR Versus Rakyat?

Menelisik Gaduhnya RUU HIP, DPR Versus Rakyat?

Jum'at, 10 Jul 2020 21:00

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik

Jum'at, 10 Jul 2020 20:36

Jihadis Tembak Mati Seorang Pemimpin BJP di Kashmir

Jihadis Tembak Mati Seorang Pemimpin BJP di Kashmir

Jum'at, 10 Jul 2020 20:36

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

Jum'at, 10 Jul 2020 19:15

 Anis Soroti Beban BI dalam Skema Burden Sharing

Anis Soroti Beban BI dalam Skema Burden Sharing

Jum'at, 10 Jul 2020 18:59

Jokowi Merasa Ngeri

Jokowi Merasa Ngeri

Jum'at, 10 Jul 2020 18:40

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Jum'at, 10 Jul 2020 10:45

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Kamis, 09 Jul 2020 22:13

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

Kamis, 09 Jul 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X