Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
12.189 views

Pencabutan Izin ACT Tidak Proporsional

 

Oleh:

Asyari Usman || Jurnalis Senior

 

LANGKAH pemerintah, cq Mensos Muhadjir Effendi, mencabut izin operasional Aksi Cepat Tanggap (ACT) adalah tindakan yang tidak proporsional. Tidak adil. Alias Sewenang-wenang. Izin dicabut berdasarkan surat keputusan Kemensos tertanggal 5 Juli 2022.

Super cepat. Padahal, semua kesalahan atau pelanggaran yang dituduhkan kepada ACT masih dalam kategori dugaan. Bukan kesimpulan audit. Bukan pula hasil investigasi final yang dilakukan secara resmi oleh lembaga penegak hukum.

Laporan utama majalah TEMPO tentang kebocoran dana lembaga sosial ini seratus persen terfokus pada kejanggalan dalam sistem penggajian jajaran manajemen tinggi dan menengah di ACT. Tetapi, dalam waktu sehari saja tiba-tiba PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) muncul dengan sangkaan-sangkaan yang tendensius. Lembaga pemantau transaksi perbankan ini menyebutkan ada idikasi bahwa ACT mengirimkan dana ke berbagai pihak, khususnya penerima di luar negeri, yang berisiko digunakan untuk kegiatan terorisme.

Nah, mengapa perluasan sangkaan penyalahgunaan dana ACT yang ditonjolkan? Bukankah masalah terbesarnya adalah soal penggajian?

Hal-ihwal penggajian inilah yang harus diatasi. Dan, ternyata proses pelurusan sistem penggajian itu sudah dilakukan oleh manajemen baru yang mengambil alih pengelolaan ACT sejak 11 Januari 2022. Sekarang tidak ada lagi yang bergaji di atas 100 juta per bulan. Ini pun layak ditinjau ulang.

Kalau fokus tindakan diarahkan ke soal penyeleweangan dana umat dalam hal besaran gaji pimpinan ACT, tentulah tidak perlu sampai pada pencabutan izin operasional lembaga sosial yang telah nyata kontribusinya untuk masyarakat yang mengalami kesusahan.

Mengapa harus membakar lumbung kebaikan gara-gara satu-dua orang yang dikatakan bergaya hidup mewah di ACT? Mengapa harus diarahkan ke isu terorisme? Dan mengapa baru sekarang diarahkan ke isu ini?

Wajarlah masyarakat menilai tindakan pemerintah membunuh ACT karena motif politik. Misalnya, lembaga yang lahir dari kesadaran filantrofis umat Islam ini menjadi besar dalam waktu singkat, hanya 17 tahun. Artinya, jutaan warga penyumbang percaya kepada ACT. Hingga lembaga sosial ini menerima donasi lebih dari setengah triliun (lebih 500 miliar) per tahun.

Tindakan Mensos mencabut izin ACT pantas diduga karena termakan gorengan para buzzer bayaran. Para buzzer membully dan melecehkan habis ACT. Mereka menggambarkan lembaga ini sebagai musuh negara. Sangat keterlaluan.

Tetapi, rundungan dari buzzer bayaran itu tidak mengherankan. Sebab, mereka akan menyerang apa saja yang terkait dengan kiprah positif umat Islam. Apa saja yang mengangkat citra umat, pasti akan segera dikeroyok. Mereka memang dibayar untuk itu. Para buzzer memang gerombolan anjing yang ditugaskan untuk menggonggongi kemaslahatan umat.

Yang sulit dimengerti adalah tindakan sewenang-wenang Menteri Sosial Muhadjir Effendi. Mengapa beliau bisa masuk perangkat buzzer? Mengapa Pak Muhadjir bertindak berdasarkan gonggongan para buzzer itu?

Kalau memang pemerintah mencurigai keterkaitan penyaluran donasi ACT dengan kegiatan terorisme, selayaknyalah diberi waktu untuk rangkaian penyelidikan yang menyeluruh. Bukan langsung mencabut izin operasional.

Publik tahu manajemen ACT tidak mungkin bertindak sangat bodoh dengan mengirimkan donasi ke pihak-pihak yang terverifikasi melakukan kegiatan terorisme. ACT tidak mungkin menyembunyikan itu.

Jadi, pemerintah tidak perlu berlebihan. ACT bisa diaudit kapan saja. Lakukan audit lengkap, bila perlu. Hanya dengan ini pemerintah memiliki landasan yang faktuql dan rasional dalam mengambil tindakan.

Pemerintah harus memulihkan status ACT agar mereka dapat segera melakukan kegiatan sosial yang sangat diperlukan masyarakat. Para penguasa tidak boleh bertindak berdasarkan asumsi yang dipaparkan oleh media yang kredibilitasnya justru bermodalkan asumsi juga.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
3 Jihadis Uzbekistan Terbunuh Dalam Bentrokan Dengan Pasukan Rezim Assad Di Idlib Suriah

3 Jihadis Uzbekistan Terbunuh Dalam Bentrokan Dengan Pasukan Rezim Assad Di Idlib Suriah

Rabu, 10 Aug 2022 14:05

Polisi AS Tangkap Pria 51 Tahun Tersangka Utama Pelaku Pembunuhan Di Kota Albuquerque New Mexico

Polisi AS Tangkap Pria 51 Tahun Tersangka Utama Pelaku Pembunuhan Di Kota Albuquerque New Mexico

Rabu, 10 Aug 2022 12:34

Remaja SCBD, My Money My Tomorrow?

Remaja SCBD, My Money My Tomorrow?

Rabu, 10 Aug 2022 11:28

Allah, di Atas Segalanya (Berkaca dari Kasus 'Paksaan' Berjilbab)

Allah, di Atas Segalanya (Berkaca dari Kasus 'Paksaan' Berjilbab)

Rabu, 10 Aug 2022 11:17

Cabut UU Cinta Kerja!

Cabut UU Cinta Kerja!

Rabu, 10 Aug 2022 10:20

Mengapa Syi'ah Dianggap Membahayakan NKRI

Mengapa Syi'ah Dianggap Membahayakan NKRI

Rabu, 10 Aug 2022 10:17

DPR Didorong Segera Realisasikan Pansus Hak Angket Kereta Cepat Jakarta – Bandung

DPR Didorong Segera Realisasikan Pansus Hak Angket Kereta Cepat Jakarta – Bandung

Selasa, 09 Aug 2022 23:44

Sedikitnya 12 Ledakan Guncang Pangkalan Udara Militer Rusia Di Semenanjung Krimea

Sedikitnya 12 Ledakan Guncang Pangkalan Udara Militer Rusia Di Semenanjung Krimea

Selasa, 09 Aug 2022 22:47

Untuk Anies di Pilpres 2024, Nasdem Disebut Bakal Usung Poros Sendiri

Untuk Anies di Pilpres 2024, Nasdem Disebut Bakal Usung Poros Sendiri

Selasa, 09 Aug 2022 22:31

Pria Mirip Aktor Jonny Depp Ambil Bagian Dalam Ritual Ashura Di Iran Picu Perdebatan Di Medsos

Pria Mirip Aktor Jonny Depp Ambil Bagian Dalam Ritual Ashura Di Iran Picu Perdebatan Di Medsos

Selasa, 09 Aug 2022 22:06

Pasukan Zionis Israel Bunuh Komandan Brigade Syuhada Al-Aqsa Dalam Serangan Di Nablus

Pasukan Zionis Israel Bunuh Komandan Brigade Syuhada Al-Aqsa Dalam Serangan Di Nablus

Selasa, 09 Aug 2022 20:49

FWB, Worth it Kah?

FWB, Worth it Kah?

Selasa, 09 Aug 2022 08:34

FPKS: Setop Proyek IKN dan Kereta Cepat, Alihkan ke Subsidi BBM

FPKS: Setop Proyek IKN dan Kereta Cepat, Alihkan ke Subsidi BBM

Selasa, 09 Aug 2022 07:59

Angka Perokok Anak Terus Meningkat, Jadikan E-KTP Syarat Beli Rokok

Angka Perokok Anak Terus Meningkat, Jadikan E-KTP Syarat Beli Rokok

Selasa, 09 Aug 2022 07:26

Turki Sangat Prihatin Atas Pembunuhan Berantai 4 Muslim Di New Mexico AS

Turki Sangat Prihatin Atas Pembunuhan Berantai 4 Muslim Di New Mexico AS

Senin, 08 Aug 2022 22:04

Pemimpin Seniornya Terbunuh Dalam Serangan Bom Pinggir Jalan, TTP Salahkan Agen Intelijen Pakistan

Pemimpin Seniornya Terbunuh Dalam Serangan Bom Pinggir Jalan, TTP Salahkan Agen Intelijen Pakistan

Senin, 08 Aug 2022 21:05

Polisi Selidiki Keterkaitan Pembunuhan Berantai 4 Pria Muslim Di AS

Polisi Selidiki Keterkaitan Pembunuhan Berantai 4 Pria Muslim Di AS

Senin, 08 Aug 2022 20:31

Bharada E Sebagai Justice Collaborator, Ferdy Sambo Bisa Gawat

Bharada E Sebagai Justice Collaborator, Ferdy Sambo Bisa Gawat

Senin, 08 Aug 2022 17:21

Ketua Majelis Syuro: PBB Partai Menarik, Bukan Partai Menakutkan

Ketua Majelis Syuro: PBB Partai Menarik, Bukan Partai Menakutkan

Senin, 08 Aug 2022 08:12

Menebar Cahaya di Tengah Gempuran Budaya Jepang

Menebar Cahaya di Tengah Gempuran Budaya Jepang

Senin, 08 Aug 2022 08:04


MUI

Must Read!
X