Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.663 views

Taliban: Belum Ada Kesepakatan Waktu Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan

MOSKOW, RUSIA (voa-islam.com) - Taliban mengatakan tidak ada kerangka waktu yang disepakati untuk penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan meskipun Washington sebelumnya berjanji untuk menarik setengah dari pasukannya dari negara yang dilanda perang tersebut.

Seorang pejabat Taliban pada hari Rabu (6/2/2019) mengatakan bahwa Amerika Serikat telah berjanji untuk menarik setengah dari pasukannya dari Afghanistan pada akhir April, tetapi AS mengatakan belum menetapkan kerangka waktu untuk itu.

"Orang Amerika mengatakan kepada kami (bulan lalu) bahwa mereka akan menarik setengah dari pasukan mereka dari awal Februari hingga akhir April," kata pejabat Taliban Abdul Salam Hanafi seperti dikutip oleh RIA.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington "tidak menyetujui jadwal waktu untuk kemungkinan penarikan pasukan.

Hanafi mengatakan Washington dan Taliban telah sepakat dalam pembicaraan bahwa semua pasukan asing pada akhirnya akan pergi, dan bahwa Afghanistan tidak akan pernah digunakan sebagai pangkalan untuk serangan ke Amerika Serikat.

"Garis waktu (penarikan) akan dibahas pada pertemuan mendatang," kata Hanafi.

Delegasi AS dan Taliban bertemu di Qatar pada Januari dan dijadwalkan bertemu lagi bulan ini.

Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Selasa pemerintahannya telah mempercepat perundingan untuk penyelesaian politik di Afghanistan dan akan dapat mengurangi pasukan AS di sana ketika negosiasi bergerak maju untuk mengakhiri perang terpanjang Amerika.

Seorang pejabat AS mengatakan pada bulan Desember bahwa Trump berencana untuk menarik lebih dari 5.000 dari 14.000 tentara AS di Afghanistan.

Taliban tegaskan semua pasukan asing harus pergi

Trump pada hari Selasa menggunakan pidato kenegaraannya untuk menekankan pentingnya percepatan pembicaraan dengan Taliban untuk mengakhiri "perang tanpa akhir" terpanjang di Amerika.

Trump tidak memberikan rincian tentang kapan dia akan membawa pulang 14.000 tentara AS di Afghanistan tetapi mengatakan kemajuan dalam negosiasi dengan Taliban akan memungkinkan pengurangan pasukan dan "fokus pada kontra-terorisme".

Namun, Taliban menolak gagasan itu, dan pada Rabu menegaskan kembali permintaan lama mereka bahwa semua pasukan asing keluar dari Afghanistan.

Ditanya tentang pidato Trump, seorang pejabat Taliban mengatakan kepada Reuters bahwa semua pasukan asing di Afghanistan harus pergi.

"Pada langkah pertama, kami ingin semua pasukan asing pergi dan mengakhiri kehadiran militer di negara kami," kata Sohail Shahin, juru bicara kantor Taliban di Qatar dan anggota tim Taliban yang bertemu dengan politisi oposisi Afghanistan di Moskow.

"Tetapi setelah mengakhiri kehadiran militer mereka, tim non-militer mereka dapat datang dan kami membutuhkan mereka juga, mereka dapat datang dan mengambil bagian dalam proses rekonstruksi dan pembangunan," katanya.

Perundingan Moskow 'sangat sukses'

Para pejabat Taliban berada di Moskow untuk melakukan pembicaraan dengan para politisi oposisi Afghanistan, termasuk mantan Presiden Hamid Karzai.

Kelompok jihadis itu pada hari Rabu memuji perundingan dua hari yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan politisi Afghanistan, menyebutnya sebagai "sangat sukses", meskipun perbedaan pendapat tentang hak-hak perempuan dan tuntutannya untuk konstitusi Islam di negara yang dilanda perang itu.

Pertemuan luar biasa di ibukota Rusia adalah yang paling penting bagi Taliban dengan para politisi Afghanistan selama bertahun-tahun, dan berakhir dengan kedua belah pihak menyetujui pembicaraan di masa depan dan memastikan "perdamaian yang tahan lama dan bermartabat" bagi rakyat Afghanistan.

Sher Mohammad Abbas Stanikzai, kepala delegasi Taliban, membuat penampilan langka di depan media internasional bersama Karzai setelah pembicaraan.

"Pertemuan ini sangat sukses," kata pejabat Taliban itu kepada wartawan.

"Kami menyetujui banyak hal dan saya berharap bahwa di masa depan, kami dapat berhasil lebih jauh, dan akhirnya kami dapat mencapai solusi. Kami dapat menemukan kedamaian total di Afghanistan." (st/ptv)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

International Jihad lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Anies: DKI Kerjasama dengan Ojol Antar Belanjaan Warga

Anies: DKI Kerjasama dengan Ojol Antar Belanjaan Warga

Rabu, 01 Apr 2020 09:37

Mardani: Kebijakan Darurat Sipil Bukti Pemerintah Tidak Peka

Mardani: Kebijakan Darurat Sipil Bukti Pemerintah Tidak Peka

Rabu, 01 Apr 2020 08:27

Tiga Karya Inovasi Robotika UIN SGD Hadapi Covid-19

Tiga Karya Inovasi Robotika UIN SGD Hadapi Covid-19

Rabu, 01 Apr 2020 07:19

3 Apotek di Dubai UEA Didenda Karena Naikan Harga Masker Wajah

3 Apotek di Dubai UEA Didenda Karena Naikan Harga Masker Wajah

Selasa, 31 Mar 2020 22:15

Saudi Akan Tingkatkan Ekspor Minyak ke Level Rekor di Tengah Perang Harga dengan Rusia

Saudi Akan Tingkatkan Ekspor Minyak ke Level Rekor di Tengah Perang Harga dengan Rusia

Selasa, 31 Mar 2020 22:05

Politisi PKS Minta Jokowi Lupakan Darurat Sipil

Politisi PKS Minta Jokowi Lupakan Darurat Sipil

Selasa, 31 Mar 2020 21:52

Rumah Masjid

Rumah Masjid

Selasa, 31 Mar 2020 21:18

Serangan Balasan Koalisi Pimpinan Saudi Targetkan Pemberontak Syi'ah Houtsi di Sana'a

Serangan Balasan Koalisi Pimpinan Saudi Targetkan Pemberontak Syi'ah Houtsi di Sana'a

Selasa, 31 Mar 2020 21:15

Polisi Turki Tahan 11 Orang Peserta Pesta Rumah Bertema 'Virus Corona' di Istanbul

Polisi Turki Tahan 11 Orang Peserta Pesta Rumah Bertema 'Virus Corona' di Istanbul

Selasa, 31 Mar 2020 20:17

Lawan Corona dengan Darurat Sipil, Ini Tanggapan Yusril Ihza Mahendra

Lawan Corona dengan Darurat Sipil, Ini Tanggapan Yusril Ihza Mahendra

Selasa, 31 Mar 2020 20:10

Remehkan Himbauan Social Distancing Memperburuk Keadaan dan Percepat Penyebaran Virus

Remehkan Himbauan Social Distancing Memperburuk Keadaan dan Percepat Penyebaran Virus

Selasa, 31 Mar 2020 19:12

Yuk Urunan 4 juta bisa Bangun 2 RM Padang Prasmanan H. Alay Tanah Abang

Yuk Urunan 4 juta bisa Bangun 2 RM Padang Prasmanan H. Alay Tanah Abang

Selasa, 31 Mar 2020 19:11

Menyikapi Pandemi Covid-19

Menyikapi Pandemi Covid-19

Selasa, 31 Mar 2020 18:34

SBY Dorong Ilmuwan dan Peneliti Kesehatan Dunia Segera Temukan Vaksin Corona

SBY Dorong Ilmuwan dan Peneliti Kesehatan Dunia Segera Temukan Vaksin Corona

Selasa, 31 Mar 2020 18:20

Update 31 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1528 Positif, 81 Sembuh, 136 Meninggal

Update 31 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1528 Positif, 81 Sembuh, 136 Meninggal

Selasa, 31 Mar 2020 17:49

Mudik, Arus Penyebaran Covid-19 yang Paling Efektif

Mudik, Arus Penyebaran Covid-19 yang Paling Efektif

Selasa, 31 Mar 2020 17:35

Selama Wabah Corona, Pendaftaran Nikah Dilakukan Secara Online

Selama Wabah Corona, Pendaftaran Nikah Dilakukan Secara Online

Selasa, 31 Mar 2020 16:23

KSPI Tolak Omnibus Law dan Darurat Sipil Corona

KSPI Tolak Omnibus Law dan Darurat Sipil Corona

Selasa, 31 Mar 2020 15:14

Kebijakan Darurat Sipil, ‘Hand Sanitizer’ Ala Penguasa?

Kebijakan Darurat Sipil, ‘Hand Sanitizer’ Ala Penguasa?

Selasa, 31 Mar 2020 14:53

3 Dokter Muslim Jadi Dokter Pertama di Inggris yang Meninggal Karena Virus Mematikan Cina Covid-19

3 Dokter Muslim Jadi Dokter Pertama di Inggris yang Meninggal Karena Virus Mematikan Cina Covid-19

Selasa, 31 Mar 2020 14:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X