Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.478 views

‘Amm Al-Wufud (Tahun Delegasi): Puncak Kemenangan dalam Sirah Nabi

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah -Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Segala sesuatu butuh proses untuk sampai ke puncak. Tidak terkecuali perjuangan nabi kita. Peristiwa Hudaibiyah, penaklukan Khaibar, penaklukan Makkah dan perang Hunain-Thaif hanyalah rangkaian demi rangkaian peristiwa demi menuju puncak.

Dalam sirah nabi kita, Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, ‘ammul wufud atau sanatul wufud ialah puncak kemenangan Islam. Tahun di mana suku-suku dari seantero jazirah Arab berbondong-bondong masuk Islam. Tentu ini kemenangan yang lebih besar daripada sekedar peperangan mengalahkan musuh, lantaran yang menjadi tujuan dari perkara wahyu ilahi adalah manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, serta mentauhidkanNya semata.

Sejenak kita tengok tahun 9 hijriyah, tahun berbunga-bunga bagi perkembangan Islam. Kantung-kantung paganisme Arab dijinakan, kekuatan Romawi -militer terkuat di bumi- ditaklukan, tipu daya kaum munafiq Madinah jua terbenam. Tahun 9 hijriyah boleh dibilang tahun Islam membumbung tinggi, kendati kita tidak boleh melupakan juga rangkaian peristiwa-peristiwa sebelumnya, sejak perjanjian Hudaibiyah sampai memasuki tahun 9.
Arti penting kemenangan-kemenangan pada tahun 9 H bukan hanya kemenangan gemilang: dikalahkannya kekuatan Romawi di utara Arab. Islam menang mengalahkan Romawi tanpa bertempur di perang Tabuk. Narasinya tidak hanya: citra Romawi sebagai bangsa yang memiliki balatentara terbaik di muka bumi pun musnah ketika kaum Muslimin bisa memenangkan citra tanpa peperangan. Akan tetapi jangan lupa juga: bangsa Arab adalah bangsa yang tidak memaafkan rasa pengecut, lantaran mereka gemar berperang satu sama lain sejak masa jahiliyah. Setelah Makkah menjadi bagian dari wilayah Islam, kini kekuatan terkuat muka bumi pun mundur tak berani menghadapi kegagahan para shahabat radhiyallahu ’anhum yang cuma punya 30 ribu prajurit.

Saat kaum Muslimin memamerkan kekuatannya di Tabuk, Romawi mundur dan menghentikan niatnya untuk memerangi kaum Muslimin di Madinah. Citra positif kaum Muslimin ini menjadi sebab berbondong-bondongnya bangsa Arab masuk Islam. Bahkan sebagian suku Judzam dan Bakr yang dikenal loyalis Romawi pun turut serta mengirimkan delegasinya, kendati sebelum ini pun sebagian suku-suku Kristen Arab di Utara juga telah ada yang memilih Islam sebagai imannya.

Kemenangan kaum Muslimin pasca perang Tabuk di tahun 9 hijriyah adalah kemenangan bargaining Islam. Kemenangan citra umat. Tapi itu belum cukup, Islam masih bisa lebih membumbung tinggi. Islam harus menuju puncak kejayaannya dalam konteks siroh nabawiyah. Menaklukan hati bangsa Arab menerima iman Islam, yang ditandai berbondong-bondongnya mereka menerima Islam.

Fathan Mubina yang menjadi topik utama dan pertama surat Al-Fath yang turun sesaat setelah perjanjian Hudaibiyah mengejewantah dalam maknanya yang berlapis-lapis. Fathan Mubina bisa mewujud dalam bentuk apa pun pencapaian umat Islam. Oleh karena itu wajar jika masalah penafsiran Fathan Mubina saja para ulama generasi salaf pun berbeda pendapat, kalau tidak perjanjian Hudaibiyah, ya Kemenangan Khaibar, ya Fathul Makkah, atau serangkaian peristiwa-peristiwa tersebut. Tanda besarnya: agama Allah tersyiarkan lebih luas lagi dan lebih kuat lagi. Ada satu hal yang harus dipahami, bahwa Fathan Mubina di masa Rasulullah mencapai puncaknya di masa ‘ammul wufud.

Jika bangsa Arab setelah itu sebagian murtad karena adanya gerakan nabi palsu seperti Aswad Al-Ansi dan Musailimah Al-Kadzdzab, itu karena keimanan yang belum tertancap dalam jiwa mereka. Selain itu, mereka pun keliru dalam memandang arti kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Buktinya sebagian dari mereka yang selamat, tidak terbunuh dalam perang riddah (termasuk Yamamah) ujungnya kembali kepada Islam. Kembali berjamaah dalam kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai khalifatu Rasulillah.

Sejarawan Ibnu Ishaq menuturkan bahwa pengutusan delegasi suku-suku Arab kepada Nabi merupakan hasil dari jerih payah sebelumnya: “Seusai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menaklukan Makkah, dan selesai dari Perang Tabuk, orang-orang Tsaqif memeluk Islam dan berbaiat, datanglah utusan-utusan Arab dari segala penjuru arah kepada beliau,” demikian penuturan Ibnu Ishaq yang diriwayatkan dalam Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, h. 725.

Maka itulah tahun 9 dikenal dengan tahun delegasi. Para delegasi dan utusan berbondong-bondong mewakili kaumnya untuk bersyahadat di hadapan sang Nabi, juga menegakkan janji setia loyal dengan kepemimpinan Madinah. Ibnu Hisyam dalam kitab sirahnya mengisahkan, “Abu Ubaidah bercerita kepadaku bahwa hal tersebut terjadi pada tahun 9 H dan bahwa sesungguhnya tahun itu disebut dengan sanatul wufud (tahun utusan).” Dalam tradisi keilmuwan Islam kadang juga disebut “’ammul wufud.”

Ibnu Ishaq sendiri memang menggambarkan jika bangsa Arab menanti hasil siapa yang menang dari adu kekuatan Quraisy dan kaum Muslimin. Bagi alam pikiran mereka, suku Quraisy adalah suku terkuat dan paling dihormati. Suku yang mengurus Baitullah, memiliki nasab paling mulia ke Nabi Ismail bin Ibrahim, serta penduduk tetap Tanah Haram Al-Mukarramah. Agama mereka adalah agama yang diridhai oleh Rabbul Ka’bah. Ini yang ada dalam benak bangsa Arab. Saat Nabi menaklukan Makkah, otomatis kantung-kantung paganisme pun bertekuk lutut, jadilah bangsa Arab berbondong-bondong masuk Islam tidak lama setelah tersiar kabar Islam menaklukan kota Makkah.

Ketika Islam menjadi agama di Makkah. Seluruh bangsa Arab pun mengikuti.
Rangkaian peristiwa ini lebih dipertegas lagi dengan menangnya mereka melawan bangsa Romawi di Tabuk.

Puncaknya bangsa Arab mengirim delegasinya masing-masing dan beriman. Di hadapan Rasulullah tanah Arab membersihkan wajah kusut peradaban jahiliyah dengan cahaya Islam. Benarlah kata Umar bin Khathtab, “Tidak ada sesuatu yang telah sempurna melainkan akan berkurang” dan perkataannya ini dibenarkan langsung oleh baginda Nabi. Nabi sendiri pernah menyatakan bahwa, “Setiap perkara ada sanamnya (puncaknya)”(HR Tirmidzi, Thabrani, Ibnu Hibban).

Puncak dari proses rangkaian perjuangan sejarah Nabi adalah ‘ammul wufud, sehingga diturunkannya surat an-nashr (surat puncak kemenangan Islam) pun pada peristiwa ini. Tengoklah ucapan Ibnu ‘Abbas, bahwa surat itu merupakan pertanda dekatnya ajal Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang diberitahukan Allah Ta'ala kepadanya. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dianggap telah selesai tugasnya.

Pantas saja jika Umar bin Khaththab sampai menangis ketika tahu bahwa tugas Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah selesai. Lalu, kapan puncak kemenangan Islam di generasi kita? Wallahu a'lam. [PurWD/voa-islam.com]

* Ilham Martasyabana, penggiat Sirah Nabawiyah.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Jihad Fie Sabilillah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Permakluman Tindak Kemungkaran, Ibliskah?

Permakluman Tindak Kemungkaran, Ibliskah?

Kamis, 06 May 2021 12:57

Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya

Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya

Kamis, 06 May 2021 11:06

Akhir Ramadhan, ASAR Humanity Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim-Dhuafa

Akhir Ramadhan, ASAR Humanity Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim-Dhuafa

Kamis, 06 May 2021 10:14

Seorang Wanita Mali Lahirkan 9 Bayi Sekaligus

Seorang Wanita Mali Lahirkan 9 Bayi Sekaligus

Rabu, 05 May 2021 20:27

Taliban Rebut Sebuah Distrik Di Baghlan Utara Afghanistan

Taliban Rebut Sebuah Distrik Di Baghlan Utara Afghanistan

Rabu, 05 May 2021 19:15

Sayap Militer Hamas Peringatkan Israel Atas Serangan Geng Zionis Di Yerusalem Timur

Sayap Militer Hamas Peringatkan Israel Atas Serangan Geng Zionis Di Yerusalem Timur

Rabu, 05 May 2021 18:54

Jangan Tinggalkan Doa Ini di Lailatul Qadar

Jangan Tinggalkan Doa Ini di Lailatul Qadar

Rabu, 05 May 2021 15:08

Tips Menghindari Tag Video Porno di Facebook

Tips Menghindari Tag Video Porno di Facebook

Rabu, 05 May 2021 14:59

Al Qur'an, Perempuan, dan Literasi

Al Qur'an, Perempuan, dan Literasi

Rabu, 05 May 2021 14:52

E-KTP untuk Transgender, dari Toleransi Hingga Mengasihi

E-KTP untuk Transgender, dari Toleransi Hingga Mengasihi

Rabu, 05 May 2021 14:31

Indonesiaku Hijau, Cara PKS Lawan Penghancuran Global

Indonesiaku Hijau, Cara PKS Lawan Penghancuran Global

Rabu, 05 May 2021 13:53

MUI: Pemberangkatan Haji Harus Pertimbangkan Keselamatan Jiwa Jamaah

MUI: Pemberangkatan Haji Harus Pertimbangkan Keselamatan Jiwa Jamaah

Rabu, 05 May 2021 12:50

Lemak Ini Lebih Berbahaya Dibandingkan Kolesterol Makanan

Lemak Ini Lebih Berbahaya Dibandingkan Kolesterol Makanan

Rabu, 05 May 2021 11:00

IMT-GT Tempatkan Produk Halal Bagian Program Pemulihan Ekonomi

IMT-GT Tempatkan Produk Halal Bagian Program Pemulihan Ekonomi

Rabu, 05 May 2021 10:55

Silaturahim Dengan MUI, PKS Jelaskan Kiprah Perempuan Dalam Politik dan Dukungan Terhadap RUU Ekonom

Silaturahim Dengan MUI, PKS Jelaskan Kiprah Perempuan Dalam Politik dan Dukungan Terhadap RUU Ekonom

Rabu, 05 May 2021 10:50

Maksimalkan Pengelolaan Emosi di Bulan Suci, PP Himi Persis Adakan Sinergi Ramadhan

Maksimalkan Pengelolaan Emosi di Bulan Suci, PP Himi Persis Adakan Sinergi Ramadhan

Rabu, 05 May 2021 10:45

Tragedi Nanggala 402, Hima PERSIS Desak Pemerintah Lakukan Percepatan Modernisasi Alutsista TNI

Tragedi Nanggala 402, Hima PERSIS Desak Pemerintah Lakukan Percepatan Modernisasi Alutsista TNI

Rabu, 05 May 2021 10:40

Kapal Selam KRI Bocah Jogokariyan-1442

Kapal Selam KRI Bocah Jogokariyan-1442

Rabu, 05 May 2021 10:35

Kajian Akbar Spesial Akhir Ramadhan Bersama Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Zaitun Rasmin

Kajian Akbar Spesial Akhir Ramadhan Bersama Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Zaitun Rasmin

Rabu, 05 May 2021 08:48

Utang Luar Negeri Indonesia Semakin Membengkak, Anis: Sinyal Kurang Baik

Utang Luar Negeri Indonesia Semakin Membengkak, Anis: Sinyal Kurang Baik

Rabu, 05 May 2021 08:09


MUI

Must Read!
X