Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
16.669 views

Mengungkap Campur Tangan Kolonial Belanda dalam Kepahlawanan RA Kartini

By: Artiwijaya *

Sosok Kartini sebagai ikon pejuang wanita Indonesia dinilai ”berbau” campur tangan kolonialis. Tujuannya adalah membentuk imej, bahwa perempuan berpemikiran Baratlah yang cocok dijadikan panutan. Apalagi, alam pemikiran Kartini pun banyak dipengaruhi oleh Theosofi, sebuah perkumpulan kebatinan Yahudi yang pada masa lalu sangat kuat pengaruhnya di Nusantara.

Pemerintah menetapkan Raden Ajeng Kartini sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden RI, No.108 Tahun 1964. Kartini dianggap pahlawan karena kontribusinya dalam menyampaikan gagasan-gagasan tentang kemajuan perempuan. Meskipun diketahui, bahwa gagasan-gagasan Kartini ternyata sangat dipengaruhi oleh orang-orang sosialis-feminis, seperti Estella Zeehandelaar. Selain itu, alam pemikiran Kartini juga sangat bercorak Theosofi, sebuah organisasi kebatinan Yahudi yang keberadaanya sempat dilarang oleh pemerintah RI.

Dalam buku ”Gerakan Theosofi di Indonesia”, penulis menyimpulkan bahwa ada upaya-upaya, baik langsung ataupun tidak langsung, dari elit-elit kolonial yang berusaha menonjolkan Kartini sebagai sosok kemajuan perempuan Indonesia. Upaya ini bisa saja mengarah kepada ”rekayasa” sejarah yang dilakukan oleh kolonialis. Ini mengingat bahwa Kartini sangat dekat dengan elit-elit tersebut, seperti J.H Abendanon, Snouck Hurgronje, H.H van Koll, dan lain-lain. Selain itu, elit kolonial ketika itu yang kebanyakan menganut paham humanisme, paham yang dipasarkan oleh Theosofi dan Freemason, mempunyai kepentingan untuk menjadikan budaya Barat menyatu dengan budaya Timur. Filsafat Barat yang liberal, sosialis, dan sekular, dipropagandakan agar bisa diterima masyarakat pribumi ketika itu.

Karena itu, penjajah Belanda kemudian menggagas Gerakan Politik Etis, yaitu sebuah gerakan politik kolonialis yang diantaranya mengusung kebijakan asimililasi, unifikasi, dan asosiasi terhadap masyarakat pribumi. Mereka menyusun sebuah rencana besar agar warga pribumi bisa terpengaruh dengan berbagai kebijakan pemerintah kolonial. Asimilasi dan asosiasi diartikan sebagai kebijakan mencampur dan mengganti kebudayaan pribumi dengan kebudayaan penjajah Belanda. Sedangkan unifikasi adalah penyatuan seluruh sistem yang berkembang dalam masyarakat pribumi dan sistem kolonial, yang meliputi pemerintahan, pendidikan, dan sistem hukum.

Mereka yang tergabung dalam Gerakan Politik Etis inilah yang kemudian banyak berinteraksi dengan Kartini, seperti tercermin dalam surat-suratnya. Diantaranya adalah J.H Abendanon dan istrinya Ny Abendanon Mandri,  seorang humanis yang direkomendasikan oleh Snouck Hurgronje untuk mendekati Kartini bersaudara. Tokoh lain yang aktif melakukan pendekatan ala Gerakan Politik Etis dan disebut namanya dalam surat-surat Kartini adalah H.H Van Kol (Orang yang berwenang dalam soal jajahan untuk Partai Sosial Demokrat di Belanda), Conrad Theodore van Daventer (Anggota Partai Radikal Demokrat Belanda), K.F Holle (Seorang Humanis), dan Snouck Hurgronye (Orientalis yang juga menjabat sebagai Penasehat Pemerintahan Hindia Belanda).

Kedekatan Kartini dengan orang-orang tersebut tentu berlangsung saling mempengaruhi. Apalagi, Belanda mempunyai kepentingan untuk merekrut dan mendidik anak-anak priyai Jawa. Banyak dari anak-anak pribumi yang dididik dan diberi beasiswa untuk studi ke negeri Belanda pada masa itu. Diantara lembaga beasiswa yang aktif menjaring anak-anak pribumi untuk disekolah ke negeri Belanda adalah ”Dienaren van Indie”, sebuah lembaga beasiswa (studie fonds) yang didirikan oleh kelompok Vrijmetselaarij (Freemason) di Hindia Belanda. Dienaren van Indie sendiri artinya adalah Abdi Hindia, sehingga diharapkan mereka yang memperoleh beasiswa dan dididik dengan pendidikan ala Barat, bisa menjadi abdi kolonial atau setidaknya partner setia kolonialis.

Kembali ke soal Kartini. Pada masanya, Kartini tidaklah begitu dikenal, kecuali oleh segelintir elit Belanda.Dibandingkan tokoh-tokoh perempuan lain, kiprah Kartini hanya dalam bentuk wacana-wacana, tidak dalam bentuk kongkret. Ketika C. Th van Daventer, anggota Partai Radikal Demokrat, mendirikan Komite Kartini Fonds pada 27 Juni 1913, barulah ide-ide Kartini diperkenalkan kepada orang-orang Belanda. Selain itu, interaksi dengan Van Kol yang juga anggota parlemen Belanda, yang meminta Kartini menulis artikel tentang perempuan untuk dibaca orang-orang Belanda, juga makin membuat Kartini dikenal di Belanda.Termasuk juga dengan menerbitkan buku Door Duisternis tot Licht pada 1911 yang diterjemahkan oleh Armijn Pane, seorang sastrawan penganut Theosofi, dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Pada tahun yang sama, 24 Desember 1911, Raden Mas Noto Soeroto yang merupakan keturunan Paku Alam, menawarkan kepada organisasi pelajar Indonesia di Nederland (Indische Vereeniging yang didirikan pada 1908) agar gagasan Kartini dijadikan pedoman gerak dan langkah organisasi serta dijadikan acuan pergerakan nasional. Keluarga Paku Alam pada masa itu dikenal dekat dengan jaringan Freemason (Vrijmetselarij) atau dalam bahasa orang Jawa disebut ”Gerakan Kemasonan”. Bahkan, elit Paku Alam pun banyak yang menjadi anggota organisasi ini.

Mengapa sosok Kartini dijadikan ikon perjuangan perempuan, bahkan dijadikan pahlawan Nasional? Melihat kedekatannya dengan elit-elit kolonial, apakah ada campur tangan kolonialis dalam hal ini? Apakah ada rekayasa sejarah?

Prof Harsja W Bachtiar dalam artikel berjudul ”Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita” yang ditulis dalam rangka memperingati  100 tahun Kartini, menyatakan bahwa kita, bangsa Indonesia, menjadikan Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda.

Prof. Harsja melihat penokohan Kartini sebagai sebuah rekayasa sejarah yang dibuat oleh orang Belanda untuk ditampilkan ke depan sebagai perempuan pribumi yang menjadi inspirasi bagi kemajuan perempuan Indonesia. Dengan kata lain, Kartini adalah sosok yang diciptakan, ditampilkan sebagai ikon, karena kedekatannya dengan elit Belanda dan pemikirannya yang banyak mengadopsi Barat. Karena itu, Harsja menilai, sejarah harus jujur dan secara terbuka melihat, jika memang ada orang-orang yang juga mempunyai peran penting seperti Kartini, maka orang-orang tersebut juga layak mendapat penghargaan serupa, tanpa menihilkan peran yang dilakukan oleh Kartini.

Dalam Majalah Tempo, 22 April 1989, Prof. Harsja kembali menegaskan, ”Kebanyakan wanita kita tidak karena Kartini. Penonjolan Kartini sebagai tokoh pendidikan wanita, waktu itu sesuai dengan politik etis Belanda,”ujarnya. Harsja menduga, ada pengaruh pemikiran Stella Zeehandelaar, seorang perempuan sosialis berdarah Yahudi, yang menjadi teman korespondensi Kartini.”Mungkin Stella banyak memasukkan ide dengan mengirim pamflet atau buku kepada Kartini,” tutur Harsja. Dengan penuh tanya, Harsja mengatakan,”Kenapa surat-surat Stella tidak diterbitkan juga?” Harsja dengan tegas menilai, yang menokohkan Kartini adalah orang-orang Belanda.

Soal sosok Kartini yang diduga menjadi ”mitos dan rekayasa” yang diciptakan oleh kolonialis juga menjadi perhatian sejarawan senior Taufik Abdullah. Taufik menulis,

Tak banyak memang ”pahlawan” kita resmi atau tidak resmi yang dapat menggugah keluarnya sejarah dari selimut mitos yang mengitari dirinya. Sebagian besar dibiarkan aman tenteram berdiam di alam mitos—mereka adalah ”pahlawan” dan selesai masalahnya. R.A Kartini adalah pahlawan tanpa henti membiarkan dirinya menjadi medan laga antara mitos dan sejarah. Pertanyaan selalu dilontarkan kepada selimut makna yang menutupinya. Siapakah ia sesungguhnya? Apakah ia hanya sekadar hasil rekayasa politik etis pemerintah kolonial yang ingin menjalankan politik asosiasi?” (Kata Pengantar Taufik Abdullah dalam Th Sumarna, Agama dan Pergulatan Batin Kartini, hal.XV)

Interaksi Kartini dengan organisasi Oost en West (Timur dan Barat) yang ditulis dalam surat-suratnya, meski tidak disebutkan bahwa organisasi itu milik kelompok Theosofi, namun literatur sejarah menyatakan bahwa Oost en West adalah organisasi milik Theosofi di Batavia yang juga menyelenggarakan lembaga pendidikan untuk guru bernama Goenoeng Sarie. Kartini juga pernah berikirim surat menanyakan kabar keluarga Van Kol di Fort de Kock (di daerah Agam, Bukit Tinggi, Sumatera Barat), sebuah daerah yang juga berdiri Loji Theosofi.

Sebagai sekolah yang dikelola oleh para Teosof, ajaran tentang kebatinan, sinkretisme—atau sekarang lebih populer dengan istilah pluralisme—juga tentang pembentukan watak dan kepribadian, lebih menonjol dalam pelajaran di sekolah-sekolah tersebut. Sekolah lain yang didirikan di berbagai daerah oleh kelompok Theosofi adalah Arjuna School, dengan muatan nilai-nilai pendidikan yang sama dengan Kartini School.

Kartini, seperti yang tersirat dalam tulisan Prof Harsja W Bachtiar, adalah sosok yang diciptakan oleh Belanda untuk menunjukan bahwa pemikiran Barat-lah yang menginspirasi kemajuan perempuan di Indonesia. Atau setidaknya, bahwa proses asimiliasi yang dilakukan kelompok humanis Belanda yang mengusung Gerakan Politik Etis pada masa kolonial, telah sukses melahirkan sosok yang Kartini yang kini dijadikan pahlawan dan diperingati hari kelahirannya setiap tahun. Kita diarahkan oleh kolonial untuk mengakui sosok yang ”terbaratkan” oleh paham humanisme sebagai idola.

Di negeri Belanda sendiri, untuk mengenang Kartini, pemerintah setempat menjadikan Kartini sebagai nama jalan di beberapa tempat. Di Utrecht ada Kartinistraat, yang merupakan jalan utama di daerah itu. Di Venlo, Belanda Selatan, juga ada jalan R.A Kartinistraat (Jalan R.A Kartini), dan terakhir di Amsterdam, juga ada jalan yang mengatasnamakan Kartini ditulis secara lengkap: Raden Adjeng Kartinistraat.

* Penulis buku ”Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara”, Jakarta: Al-Kautsar,  2010.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Ustadz Mulyadi tak bisa bekerja dan berdakwah. Dengan kaki membusuk, ia tinggal di rumah petak yang tak layak huni. Biaya hidup, pengobatan dan pendidikan anak-anak di pesantren terus menumpuk...

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Dalam kondisi terpuruk, sang anak patah tangan dan kaki jadi korban tabrak lari. Saat sulit, gereja menawarkan bantuan asal kembali Kristen. Ia butuh dana 19 juta untuk pengobatan dan modal usaha....

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Menjalani vonis 3 tahun penjara karena aktivitas jihad, Abu Umar menjalani operasi usus buntu. Istri dan keenam anaknya yang masih sekolah menumpang di rumah kerabatnya. Ayo Bantu!!!...

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah dua tahun lebih berjuang melawan penyakit kanker ganas, Ummu Fatimah meninggal dengan baik. Ia menghadap Rabbnya usai sedekah, memohon maaf dan ditalqin dua kalimat syahadat....

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan modal usaha warung makan untuk muallaf Siska Masyitoh telah diserahkan. Mudah-mudahan bisa hidup mandiri dan menatap masa depan dengan mulia tanpa jadi peminta-minta...

Latest News
Bocor : Ternyata Media Tempo Hanyalah Kacungnya Rezim Jokowi

Bocor : Ternyata Media Tempo Hanyalah Kacungnya Rezim Jokowi

Selasa, 28 Apr 2015 11:17

Ahok Bakal Kualat Dengan Bikin Sertifikat Pelacuran Jakarta dan Apartemen Jakarta Sex Commercial Estate

Ahok Bakal Kualat Dengan Bikin Sertifikat Pelacuran Jakarta dan Apartemen Jakarta Sex Commercial Estate

Selasa, 28 Apr 2015 11:12

Miras Haram & Berbahaya, Gubernur Ahok Akan Melegalkannya di Jakarta

Miras Haram & Berbahaya, Gubernur Ahok Akan Melegalkannya di Jakarta

Selasa, 28 Apr 2015 11:00

Hillary Rodham Clinton Mungkin Presiden Perempuan Pertama AS?

Hillary Rodham Clinton Mungkin Presiden Perempuan Pertama AS?

Selasa, 28 Apr 2015 10:45

Bayi Menyusui Muslim Rohingya Meninggal di Pengungsian Akibat Gizi Buruk

Bayi Menyusui Muslim Rohingya Meninggal di Pengungsian Akibat Gizi Buruk

Selasa, 28 Apr 2015 10:32

Warga Damaskus dan Aleppo Dicekam Ketakutan Setelah Kekalahan Beruntun Rezim Assad di Idlib

Warga Damaskus dan Aleppo Dicekam Ketakutan Setelah Kekalahan Beruntun Rezim Assad di Idlib

Selasa, 28 Apr 2015 09:45

Sikap Paradok Terhadap Teroris dan Bandar Narkoba

Sikap Paradok Terhadap Teroris dan Bandar Narkoba

Selasa, 28 Apr 2015 09:30

Taliban Tembak Jatuh 2 Helikopter Militer Afghanistan di Badakhsan

Taliban Tembak Jatuh 2 Helikopter Militer Afghanistan di Badakhsan

Selasa, 28 Apr 2015 08:25

Pemerintah Maroko Menghukum Warganya Melakukan Free Seks

Pemerintah Maroko Menghukum Warganya Melakukan Free Seks

Selasa, 28 Apr 2015 06:42

Bom Mobil Menghancurkan Pusat Perbelanjaan di Bagdad

Bom Mobil Menghancurkan Pusat Perbelanjaan di Bagdad

Selasa, 28 Apr 2015 06:31

Ahok : Minuman Keras dan Lokalisasi Pelacuran di Jakarta Jalan Terus

Ahok : Minuman Keras dan Lokalisasi Pelacuran di Jakarta Jalan Terus

Selasa, 28 Apr 2015 05:41

Omar Bashir Menang Mutlak Pemilu Presiden Sudan

Omar Bashir Menang Mutlak Pemilu Presiden Sudan

Senin, 27 Apr 2015 20:51

Serangan Udara Saudi Tewaskan 12 Pemberontak Syi'ah Houthi

Serangan Udara Saudi Tewaskan 12 Pemberontak Syi'ah Houthi

Senin, 27 Apr 2015 20:35

Surat Terbuka untuk Anggun C Sasmi, Indonesia Darurat Narkoba!

Surat Terbuka untuk Anggun C Sasmi, Indonesia Darurat Narkoba!

Senin, 27 Apr 2015 20:35

4 Mantan Tahanan Guantanamo di Uruguay Tuntut Kompensasi Finansial dan Perumahan dari AS

4 Mantan Tahanan Guantanamo di Uruguay Tuntut Kompensasi Finansial dan Perumahan dari AS

Senin, 27 Apr 2015 18:45

Koalisi Jaisyul Fath Kembali Rebut  Markas Militer Rezim Assad di Provinsi Idlib

Koalisi Jaisyul Fath Kembali Rebut Markas Militer Rezim Assad di Provinsi Idlib

Senin, 27 Apr 2015 17:15

Mega :  Bukan Lagi Ingin Reshufle, Tapi Jokowi Lengser!

Mega : Bukan Lagi Ingin Reshufle, Tapi Jokowi Lengser!

Senin, 27 Apr 2015 15:42

Di Indonesia, Semua Yang Berbau Islam Dihilangkan

Di Indonesia, Semua Yang Berbau Islam Dihilangkan

Senin, 27 Apr 2015 14:58

Jual Beli Paling Menguntungkan Adalah Iman dan Jihad fi Sabilillah

Jual Beli Paling Menguntungkan Adalah Iman dan Jihad fi Sabilillah

Senin, 27 Apr 2015 13:22

40 Warga Sipil Suriah Tewas Akibat Bombardir Udara Rezim Assad di Pasar Darkus Idlib

40 Warga Sipil Suriah Tewas Akibat Bombardir Udara Rezim Assad di Pasar Darkus Idlib

Senin, 27 Apr 2015 10:15



Must Read!
X