Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
18.837 views

Mengungkap Campur Tangan Kolonial Belanda dalam Kepahlawanan RA Kartini

By: Artiwijaya *

Sosok Kartini sebagai ikon pejuang wanita Indonesia dinilai ”berbau” campur tangan kolonialis. Tujuannya adalah membentuk imej, bahwa perempuan berpemikiran Baratlah yang cocok dijadikan panutan. Apalagi, alam pemikiran Kartini pun banyak dipengaruhi oleh Theosofi, sebuah perkumpulan kebatinan Yahudi yang pada masa lalu sangat kuat pengaruhnya di Nusantara.

Pemerintah menetapkan Raden Ajeng Kartini sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden RI, No.108 Tahun 1964. Kartini dianggap pahlawan karena kontribusinya dalam menyampaikan gagasan-gagasan tentang kemajuan perempuan. Meskipun diketahui, bahwa gagasan-gagasan Kartini ternyata sangat dipengaruhi oleh orang-orang sosialis-feminis, seperti Estella Zeehandelaar. Selain itu, alam pemikiran Kartini juga sangat bercorak Theosofi, sebuah organisasi kebatinan Yahudi yang keberadaanya sempat dilarang oleh pemerintah RI.

Dalam buku ”Gerakan Theosofi di Indonesia”, penulis menyimpulkan bahwa ada upaya-upaya, baik langsung ataupun tidak langsung, dari elit-elit kolonial yang berusaha menonjolkan Kartini sebagai sosok kemajuan perempuan Indonesia. Upaya ini bisa saja mengarah kepada ”rekayasa” sejarah yang dilakukan oleh kolonialis. Ini mengingat bahwa Kartini sangat dekat dengan elit-elit tersebut, seperti J.H Abendanon, Snouck Hurgronje, H.H van Koll, dan lain-lain. Selain itu, elit kolonial ketika itu yang kebanyakan menganut paham humanisme, paham yang dipasarkan oleh Theosofi dan Freemason, mempunyai kepentingan untuk menjadikan budaya Barat menyatu dengan budaya Timur. Filsafat Barat yang liberal, sosialis, dan sekular, dipropagandakan agar bisa diterima masyarakat pribumi ketika itu.

Karena itu, penjajah Belanda kemudian menggagas Gerakan Politik Etis, yaitu sebuah gerakan politik kolonialis yang diantaranya mengusung kebijakan asimililasi, unifikasi, dan asosiasi terhadap masyarakat pribumi. Mereka menyusun sebuah rencana besar agar warga pribumi bisa terpengaruh dengan berbagai kebijakan pemerintah kolonial. Asimilasi dan asosiasi diartikan sebagai kebijakan mencampur dan mengganti kebudayaan pribumi dengan kebudayaan penjajah Belanda. Sedangkan unifikasi adalah penyatuan seluruh sistem yang berkembang dalam masyarakat pribumi dan sistem kolonial, yang meliputi pemerintahan, pendidikan, dan sistem hukum.

Mereka yang tergabung dalam Gerakan Politik Etis inilah yang kemudian banyak berinteraksi dengan Kartini, seperti tercermin dalam surat-suratnya. Diantaranya adalah J.H Abendanon dan istrinya Ny Abendanon Mandri,  seorang humanis yang direkomendasikan oleh Snouck Hurgronje untuk mendekati Kartini bersaudara. Tokoh lain yang aktif melakukan pendekatan ala Gerakan Politik Etis dan disebut namanya dalam surat-surat Kartini adalah H.H Van Kol (Orang yang berwenang dalam soal jajahan untuk Partai Sosial Demokrat di Belanda), Conrad Theodore van Daventer (Anggota Partai Radikal Demokrat Belanda), K.F Holle (Seorang Humanis), dan Snouck Hurgronye (Orientalis yang juga menjabat sebagai Penasehat Pemerintahan Hindia Belanda).

Kedekatan Kartini dengan orang-orang tersebut tentu berlangsung saling mempengaruhi. Apalagi, Belanda mempunyai kepentingan untuk merekrut dan mendidik anak-anak priyai Jawa. Banyak dari anak-anak pribumi yang dididik dan diberi beasiswa untuk studi ke negeri Belanda pada masa itu. Diantara lembaga beasiswa yang aktif menjaring anak-anak pribumi untuk disekolah ke negeri Belanda adalah ”Dienaren van Indie”, sebuah lembaga beasiswa (studie fonds) yang didirikan oleh kelompok Vrijmetselaarij (Freemason) di Hindia Belanda. Dienaren van Indie sendiri artinya adalah Abdi Hindia, sehingga diharapkan mereka yang memperoleh beasiswa dan dididik dengan pendidikan ala Barat, bisa menjadi abdi kolonial atau setidaknya partner setia kolonialis.

Kembali ke soal Kartini. Pada masanya, Kartini tidaklah begitu dikenal, kecuali oleh segelintir elit Belanda.Dibandingkan tokoh-tokoh perempuan lain, kiprah Kartini hanya dalam bentuk wacana-wacana, tidak dalam bentuk kongkret. Ketika C. Th van Daventer, anggota Partai Radikal Demokrat, mendirikan Komite Kartini Fonds pada 27 Juni 1913, barulah ide-ide Kartini diperkenalkan kepada orang-orang Belanda. Selain itu, interaksi dengan Van Kol yang juga anggota parlemen Belanda, yang meminta Kartini menulis artikel tentang perempuan untuk dibaca orang-orang Belanda, juga makin membuat Kartini dikenal di Belanda.Termasuk juga dengan menerbitkan buku Door Duisternis tot Licht pada 1911 yang diterjemahkan oleh Armijn Pane, seorang sastrawan penganut Theosofi, dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Pada tahun yang sama, 24 Desember 1911, Raden Mas Noto Soeroto yang merupakan keturunan Paku Alam, menawarkan kepada organisasi pelajar Indonesia di Nederland (Indische Vereeniging yang didirikan pada 1908) agar gagasan Kartini dijadikan pedoman gerak dan langkah organisasi serta dijadikan acuan pergerakan nasional. Keluarga Paku Alam pada masa itu dikenal dekat dengan jaringan Freemason (Vrijmetselarij) atau dalam bahasa orang Jawa disebut ”Gerakan Kemasonan”. Bahkan, elit Paku Alam pun banyak yang menjadi anggota organisasi ini.

Mengapa sosok Kartini dijadikan ikon perjuangan perempuan, bahkan dijadikan pahlawan Nasional? Melihat kedekatannya dengan elit-elit kolonial, apakah ada campur tangan kolonialis dalam hal ini? Apakah ada rekayasa sejarah?

Prof Harsja W Bachtiar dalam artikel berjudul ”Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita” yang ditulis dalam rangka memperingati  100 tahun Kartini, menyatakan bahwa kita, bangsa Indonesia, menjadikan Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda.

Prof. Harsja melihat penokohan Kartini sebagai sebuah rekayasa sejarah yang dibuat oleh orang Belanda untuk ditampilkan ke depan sebagai perempuan pribumi yang menjadi inspirasi bagi kemajuan perempuan Indonesia. Dengan kata lain, Kartini adalah sosok yang diciptakan, ditampilkan sebagai ikon, karena kedekatannya dengan elit Belanda dan pemikirannya yang banyak mengadopsi Barat. Karena itu, Harsja menilai, sejarah harus jujur dan secara terbuka melihat, jika memang ada orang-orang yang juga mempunyai peran penting seperti Kartini, maka orang-orang tersebut juga layak mendapat penghargaan serupa, tanpa menihilkan peran yang dilakukan oleh Kartini.

Dalam Majalah Tempo, 22 April 1989, Prof. Harsja kembali menegaskan, ”Kebanyakan wanita kita tidak karena Kartini. Penonjolan Kartini sebagai tokoh pendidikan wanita, waktu itu sesuai dengan politik etis Belanda,”ujarnya. Harsja menduga, ada pengaruh pemikiran Stella Zeehandelaar, seorang perempuan sosialis berdarah Yahudi, yang menjadi teman korespondensi Kartini.”Mungkin Stella banyak memasukkan ide dengan mengirim pamflet atau buku kepada Kartini,” tutur Harsja. Dengan penuh tanya, Harsja mengatakan,”Kenapa surat-surat Stella tidak diterbitkan juga?” Harsja dengan tegas menilai, yang menokohkan Kartini adalah orang-orang Belanda.

Soal sosok Kartini yang diduga menjadi ”mitos dan rekayasa” yang diciptakan oleh kolonialis juga menjadi perhatian sejarawan senior Taufik Abdullah. Taufik menulis,

Tak banyak memang ”pahlawan” kita resmi atau tidak resmi yang dapat menggugah keluarnya sejarah dari selimut mitos yang mengitari dirinya. Sebagian besar dibiarkan aman tenteram berdiam di alam mitos—mereka adalah ”pahlawan” dan selesai masalahnya. R.A Kartini adalah pahlawan tanpa henti membiarkan dirinya menjadi medan laga antara mitos dan sejarah. Pertanyaan selalu dilontarkan kepada selimut makna yang menutupinya. Siapakah ia sesungguhnya? Apakah ia hanya sekadar hasil rekayasa politik etis pemerintah kolonial yang ingin menjalankan politik asosiasi?” (Kata Pengantar Taufik Abdullah dalam Th Sumarna, Agama dan Pergulatan Batin Kartini, hal.XV)

Interaksi Kartini dengan organisasi Oost en West (Timur dan Barat) yang ditulis dalam surat-suratnya, meski tidak disebutkan bahwa organisasi itu milik kelompok Theosofi, namun literatur sejarah menyatakan bahwa Oost en West adalah organisasi milik Theosofi di Batavia yang juga menyelenggarakan lembaga pendidikan untuk guru bernama Goenoeng Sarie. Kartini juga pernah berikirim surat menanyakan kabar keluarga Van Kol di Fort de Kock (di daerah Agam, Bukit Tinggi, Sumatera Barat), sebuah daerah yang juga berdiri Loji Theosofi.

Sebagai sekolah yang dikelola oleh para Teosof, ajaran tentang kebatinan, sinkretisme—atau sekarang lebih populer dengan istilah pluralisme—juga tentang pembentukan watak dan kepribadian, lebih menonjol dalam pelajaran di sekolah-sekolah tersebut. Sekolah lain yang didirikan di berbagai daerah oleh kelompok Theosofi adalah Arjuna School, dengan muatan nilai-nilai pendidikan yang sama dengan Kartini School.

Kartini, seperti yang tersirat dalam tulisan Prof Harsja W Bachtiar, adalah sosok yang diciptakan oleh Belanda untuk menunjukan bahwa pemikiran Barat-lah yang menginspirasi kemajuan perempuan di Indonesia. Atau setidaknya, bahwa proses asimiliasi yang dilakukan kelompok humanis Belanda yang mengusung Gerakan Politik Etis pada masa kolonial, telah sukses melahirkan sosok yang Kartini yang kini dijadikan pahlawan dan diperingati hari kelahirannya setiap tahun. Kita diarahkan oleh kolonial untuk mengakui sosok yang ”terbaratkan” oleh paham humanisme sebagai idola.

Di negeri Belanda sendiri, untuk mengenang Kartini, pemerintah setempat menjadikan Kartini sebagai nama jalan di beberapa tempat. Di Utrecht ada Kartinistraat, yang merupakan jalan utama di daerah itu. Di Venlo, Belanda Selatan, juga ada jalan R.A Kartinistraat (Jalan R.A Kartini), dan terakhir di Amsterdam, juga ada jalan yang mengatasnamakan Kartini ditulis secara lengkap: Raden Adjeng Kartinistraat.

* Penulis buku ”Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara”, Jakarta: Al-Kautsar,  2010.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Mari Berqurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, dan Daerah Rawan Pemurtadan

Mari Berqurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, dan Daerah Rawan Pemurtadan

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalamandan dan rawan pemurtadan. ...

Keluarga Yatim Syuhada: Ustadzah Ummu Daffa Dirawat Intensif Karena Pendarahan Batang Otak. Ayo Bantu!!!

Keluarga Yatim Syuhada: Ustadzah Ummu Daffa Dirawat Intensif Karena Pendarahan Batang Otak. Ayo Bantu!!!

Ia menjadi tulang punggung bagi keenam anak yatimnya, sejak sang suami gugur dalam amaliah jihadnya 6 tahun silam. Kritis di rumah sakit, tagihan sudah mencapai 14 juta rupiah....

Istri Mujahidin Asir Jalani Operasi Pengangkatan Kelenjar di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!

Istri Mujahidin Asir Jalani Operasi Pengangkatan Kelenjar di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!

Saat sang suami menjalani ujian penjara, Ummu Muhammad mendapat ujian penyakit kelenjar. Di leher dan beberapa bagian tubuhnya tumbuh benjolan yang harus dioperasi....

Gadis Remaja Ini Menderita Kanker Tulang yang Ganas, Harus Segera Diamputasi. Ayo Bantu!!

Gadis Remaja Ini Menderita Kanker Tulang yang Ganas, Harus Segera Diamputasi. Ayo Bantu!!

Gadis ini hanya bisa tergolek lemah, merintih menahan sakitnya tumor ganas. Pahanya membesar seukuran bola basket. Ayahnya kuli bangunan, tidak bisa mencari nafkah karena harus menunggunya di...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

Latest News
Silaturahim dengan Ormas Islam, Paguyuban Pasundan Bahas Persoalan Keumatan

Silaturahim dengan Ormas Islam, Paguyuban Pasundan Bahas Persoalan Keumatan

Selasa, 30 Aug 2016 23:23

Ahok Menjadi Terkenal, Pengamat: Ini Seperti Teori yang Diadopsi dari Lee Kuan Yew

Ahok Menjadi Terkenal, Pengamat: Ini Seperti Teori yang Diadopsi dari Lee Kuan Yew

Selasa, 30 Aug 2016 22:31

Ada Indikasi AJI Jebak Menteri Agama Dukung LGBTIQ

Ada Indikasi AJI Jebak Menteri Agama Dukung LGBTIQ

Selasa, 30 Aug 2016 21:06

Menteri Agama Klarifikasi Dukung LGBT, Netizen: Mestinya Menag Langsung Tinggalkan Acara AJI

Menteri Agama Klarifikasi Dukung LGBT, Netizen: Mestinya Menag Langsung Tinggalkan Acara AJI

Selasa, 30 Aug 2016 20:33

Pernah Sebut jadi Presiden karena Pengembang, Prodem: Itu Ganggu Akal Sehat, tapi Jokowi Diam

Pernah Sebut jadi Presiden karena Pengembang, Prodem: Itu Ganggu Akal Sehat, tapi Jokowi Diam

Selasa, 30 Aug 2016 20:31

GIB: Menteri Agama Terang Benderang Dukung LGBTIQ

GIB: Menteri Agama Terang Benderang Dukung LGBTIQ

Selasa, 30 Aug 2016 20:16

Situs Mesin Pencari Milik Microsoft Samakan 'Daesh' dengan 'Arab Saudi'

Situs Mesin Pencari Milik Microsoft Samakan 'Daesh' dengan 'Arab Saudi'

Selasa, 30 Aug 2016 19:45

Dewan Dakwah Lawan Permutadan dengan Pengkaderan Dai

Dewan Dakwah Lawan Permutadan dengan Pengkaderan Dai

Selasa, 30 Aug 2016 19:45

Pejuang Abu Sayyaf Tewaskan 15 Tentara Filipina dalam Pertempuran di Sulu

Pejuang Abu Sayyaf Tewaskan 15 Tentara Filipina dalam Pertempuran di Sulu

Selasa, 30 Aug 2016 18:39

Siapa dan Apa Kepentingan Ahok yang bak Super Hero Tundukkan Partai-partai Politik?

Siapa dan Apa Kepentingan Ahok yang bak Super Hero Tundukkan Partai-partai Politik?

Selasa, 30 Aug 2016 18:31

Nihil Komentar Soal Kebijakan di DKI, Jokowi Diduga Tersandera Politik Ahok

Nihil Komentar Soal Kebijakan di DKI, Jokowi Diduga Tersandera Politik Ahok

Selasa, 30 Aug 2016 16:31

Menteri Agama Mengaku Tak Tahu Jika pada Acara AJI Ada Pemberian Penghargaan Komunitas LGBT

Menteri Agama Mengaku Tak Tahu Jika pada Acara AJI Ada Pemberian Penghargaan Komunitas LGBT

Selasa, 30 Aug 2016 15:23

IMM Berharap MK Kabulkan Pasal Pidana Bagi Pelaku LGBT

IMM Berharap MK Kabulkan Pasal Pidana Bagi Pelaku LGBT

Selasa, 30 Aug 2016 14:32

Pengamat: Jokowi Lindungi dan Dukung Ahok(?)

Pengamat: Jokowi Lindungi dan Dukung Ahok(?)

Selasa, 30 Aug 2016 14:31

Ledakan Bom Mobil Guncang Kedutaan Besar Cina di Ibukota Kyrgystan

Ledakan Bom Mobil Guncang Kedutaan Besar Cina di Ibukota Kyrgystan

Selasa, 30 Aug 2016 14:00

Bila Benar Miliki Akses ke Elit TNI & Dibeking Pemilik Modal, Ahok akan Menang di Pilkada

Bila Benar Miliki Akses ke Elit TNI & Dibeking Pemilik Modal, Ahok akan Menang di Pilkada

Selasa, 30 Aug 2016 12:31

Pernyataan Pelintiran Dukung Pemimpin Non-muslim Beredar di Media, Ini Klarifikasi Habib Rizieq

Pernyataan Pelintiran Dukung Pemimpin Non-muslim Beredar di Media, Ini Klarifikasi Habib Rizieq

Selasa, 30 Aug 2016 11:23

Islamophobia Merebak di Dunia, Apa Kabar Indonesia?

Islamophobia Merebak di Dunia, Apa Kabar Indonesia?

Selasa, 30 Aug 2016 10:47

Afghanistan Tangkap Pejabat Iran Perekrut Warga Syi'ah Afghan untuk Bertempur di Suriah

Afghanistan Tangkap Pejabat Iran Perekrut Warga Syi'ah Afghan untuk Bertempur di Suriah

Selasa, 30 Aug 2016 10:45

Merasa Berani dan Tegas, Ahok Dituding Berlindung di Ketiak Pemilik Modal

Merasa Berani dan Tegas, Ahok Dituding Berlindung di Ketiak Pemilik Modal

Selasa, 30 Aug 2016 10:31


Must Read!
X