Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
30.845 views

Strategi Katolik Van Lith: Meminggirkan Melayu, Membiarkan Mistik Jawa

SOLO (voa-islam.com) – Bertumbuh kembangnya misi Katolik di Jawa tidak dapat dipisahkan dari kiprah Fransiscus Georgis Josephus van Lith atau dikenal dengan Frans van Lith. Ia adalah seorang imam Yesuit asal Oirschot, Belanda yang meletakkan dasar Katolik di Jawa, khususnya Jawa Tengah. Ia pula mengkristenkan Jawa dan menumbuhkan misionaris dari kalangan pribumi. Ia datangi keluarga bangsawa di sekitar Kraton Yogyakarta dan Pakualam.

Dengan didapatkannya bibit unggul dari kalangan priyayi, telah melahirkan kelompok elit baru yang menjadi panutan di lingkungannya masing-masing. Usaha Van Lith tidak sia-sia. Terbukti pada tahun 1940, Mgr. Soegijopranoto ditahbiskan sebagai uskup pribumi pertama di Indonesia.

Van Lith lah, misionaris yang membabtis orang-orang Jawa pertama di Sendangsono, mendirikan sekolah guru di Muntilan, memperjuangkan status pendidikan orang pribumi pada masa pendudukan colonial Belanda. Pada 14 Desember 1904, Van Lith membaptis 171 orang desa dari daerah Kalibawang di Sendangsono, Kulon Progo. Peristiwa ini dipandang sebagai lahirnya Gereja diantara orang Jawa, dimana 171 orang menjadi pribumi pertama yang memeluk Katolik. Lokasi pembatisan ini yang sekarang menjadi tempat ziarah Sendangsono.

Ketokohan Van Lith ini dikenang secara khusus oleh kunjungan Paus Yohanes Paulus II di Yogyakarta pada tanggal 10 Oktober 1989. Dalam pidatonya yang disampaikan di hadapan puluhan ribu umat Katolik di stadion Kridosono Yogyakarta, Paus Paulus Yohanes II menyampaikan, bahwa kedatangannya adalah untuk mengenang mereka yang telah meletakkan dasar bagi umat Katolik di Pulau Jawa, yaitu Romo Van Lith dan dua orang muridnya, Mgr. Soegijapranata dan IJ Kasimo.

Tahun 1904, Van Lith menkonsentrasikan kegiatannya pada pengembangan sekolah. Sejalan dengan kebijakan politik etis Belanda, peran guru menjadi sangat sentral dalam masyarakat. Apalagi Van LIth mulai merasakan keberhasilan misi dalam menkonversikan keagamaan pada murid di Kolese Xaverius.

Pembukaan sekolah-sekolah desa sejak tahun 1907 merupakan permulaan riil dari pendidikan massal mengikuti cara Barat di seluruh wilayah Hindia Belanda, tebukti mendatangkan peluang kerja yang besar bagi jebolan sekolah Muntilan. Anak-anak lelaki yang masuk sekolah ini semuanya muslim. Mereka semua tamat sebagai orang Katolik. Tahun 1940, Mgr. Soegijapranata ditahbiskan sebagai uskup pribumi pertama di Indonesia.

Inkulturasi Ala Van Lith

Meskipun pendidikan menjadi strategu utama Van Lith dalam melakukan penetrasi misi Katolik ke kalangan pribumi, akan tetapi Van Lith juga tidak melupakan strategi kebudayaan yang diharapkan dapat mengembangkan Katolik di Jawa. Itulah sebabnya Van Lith mengadopsi unsure-unsur budaya Jawa yang sudah dilepaskan unsur keislamannya.

“Strategi Yesuit atau misi Katolik pada paruh abad ke-20, hal yang dianggap penting adalah penyesuaian dengan budaya Jawa. Semua konfrontasi langsung dengan agama Islam mesti dihindari.” Demikian Kareel Steenbrink dalam tulisannya.

Bagi Van Lith, orang Jawa yang masuk Katolik justru disarankan untuk menjauhkan diri dari kebudayaan Eropa, karena masuk Katolik bukan berarti menerima peradaban Barat. Sebaliknya, orang Katolik justru harus melanjutkan hidupnya dalam kebudayaan Jawa.

Beberapa langkah pragmatis Van Lith dalam mengintervensi budaya Jawa diantaranya adalah dengan menghadiri selamatan orang Islam, terus melaksanakan khitan, yang pada umumnya bukan merupakan hal yang sulit bagi orang-orang Katolik, asal mereka tidak diwajibkan mengikuti doa Islam yang dipakai di acara itu.

Van Lith menyadari bahwa proses Islamisasi yang belum selesai di Pulau Jawa memberikan peluang yang besar untuk misi penginjilan secara luas. Oleh karena itu, Van Lith melakukan sekularisasi budaya Jawa, yaitu memilahkan unsur-unsur pembentuk budaya Jawa dan menyingkirkan variable Islamnya, Penolakan terhadap pengajaran bahasa Melayu juga dimaksudkan untuk mencegah masuknya pengaruh Islam, sebab bahasa Melayu identik dengan pengembangan dakwah Islam.

Uniknya, Van Lith pernah mengusulkan supaya orang Katoliok dikawinkan oleh penghulu, karena penghulu tidak dianggapnya sebagai pegawai atau pejabat agama, tetapi sebagai sipil saja: selama penghulu mengawinkan tanpa formula Islam, maka mestinya orang Katolik tetap kawin dihadapan penghulu.

Eksperimen budaya yang dilakukan Van Lith memang tidak selamanya berhasil. Upaya untuk menikahkan pasangan Katolik dihadapan penghulu tidak pernah direalisasikan. Meski demikian, pemisahan antara budaya Jawa dengan Islam terus berjalan intensif. Generasi Katolik Pribumi didikan Van Lith terbukti mampu melahirkan banyak tulisan mengenai budaya Jawa. Sebut saja tulisan tentang tarian-tarian orang Jawa, Masjid di Jawa, gamelan, rumah pangeran Jawa dan Gereja Katolik bergaya Jawa. Artikel-artikel tersebut dimuat dalam majalah St. Claverbond yang terbit 10 kali setiap tahun.

Ada satu karya tulis dari pastur Jesuit yang dianggap mampu menangkap inti dari kebudayaan Jawa, yaitu disertasi dari Petrus Joshepus Zoetmulder yang terbut di tahun 1935 (telaah Serat Centhini dan karya sastra suluk Jawa).

Mengenai Zoetmulder ini, Prof. Mukti Ali sampai harus member catatatn khusus. Pastor Zoetmulder dengan serius mempelajari agama-agama di Jawa termasuk Islam, khususnya Islam Jawa. Ia juga membahas aspek-aspek mistik Islam dan mistis Islam Jawa.

Mengikuti Van Lith, pastor Zoetmulder berupaya meminggirkan peran Islam dalam membentuk theology Jawa, dan menjadikan pandangan Atman dari tradisi Hindu sebagai actor utama pembentuk theology Jawa.

Misionaris Lain

Selain Van Lith – untuk wilayah Yogyakarta, ada nama lain yang menjadi pioneer misi Katolik di Pulau Jawa. Tokoh misionaris itu adalah Pastor Henri Van Driessche, seorang berkebangsaan Belanda yang berkomunikasi secara lancar dalam bahasa Jawa. Dengan bahasa Jawa halus, ia telah menempatkan orang Jawa pada posisi yang dihormati. Bahkan Pastor Henry berusaha untuk melebur/menyatu dengan kultur Jawa demi menjalankan misinya. Melantunkan tembang Jawa dengan kearifan lokal, salah satunya.

Pastor Henry Van Driessche memulai pengajaran agama Katolik untuk masyarakat Yogyakarta di rumah R.P. Himawidjaja (orang tua salah satu siswa kolese Muntilan). Meskipun jumlah siswa saat itu masih sedikit, jerih payah pastor Henry membuahkan hasil. Pada 5 Agustus  1915, ia mulai melakukan pembatisan, yang kemudian disusul dengan pembatisan baru terhadap 13 orang dewasa pada Juli 1916.

Lebih lanjut, seiring dengan semakin banyaknya jemaat, Pastor Henry mulai memikirkan perlunya suatu tempat ibadah khusus bagi orang-orang Jawa, sebab gereka yang ada, yaitu Santo Fransiskus Xaverius terlalu kecil untuk menampung umat Eropa dan Jawa secara bersama-sama. Untuk itu Henry mengatur sebuah ruangan yang cukup besar sebagai tempat ibadat yang kemudian cikal bakal Gereja katolik Santo Yusup Secodiningratan. [desastian]

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota Saudi dan PM Israel Netanyahu

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota Saudi dan PM Israel Netanyahu

Senin, 30 Nov 2020 17:45

Ini Makna dan Filosofi Lambang Baru PKS

Ini Makna dan Filosofi Lambang Baru PKS

Senin, 30 Nov 2020 16:47

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Senin, 30 Nov 2020 15:55

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Senin, 30 Nov 2020 15:51

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Senin, 30 Nov 2020 15:50

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Senin, 30 Nov 2020 15:45

Seragam Khutbah Racun Agama

Seragam Khutbah Racun Agama

Senin, 30 Nov 2020 15:42

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Senin, 30 Nov 2020 15:31

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Senin, 30 Nov 2020 15:02

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Senin, 30 Nov 2020 14:56

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

Senin, 30 Nov 2020 12:41

Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Senin, 30 Nov 2020 11:32

Edhy Prabowo Terlibat Suap, Usamah Hisyam: Presiden Gagal Memilih Menteri

Edhy Prabowo Terlibat Suap, Usamah Hisyam: Presiden Gagal Memilih Menteri

Senin, 30 Nov 2020 10:11

PKS Luncurkan Lambang Baru, Ini Makna dan Filosofinya

PKS Luncurkan Lambang Baru, Ini Makna dan Filosofinya

Senin, 30 Nov 2020 09:14

Menyambut Pengurus Baru MUI, Pesan Buya HAMKA: Ulama Tidak Bisa Dibeli

Menyambut Pengurus Baru MUI, Pesan Buya HAMKA: Ulama Tidak Bisa Dibeli

Senin, 30 Nov 2020 07:46

PD PII Kabupaten Bekasi Adakan Latihan Manajemen Strategis

PD PII Kabupaten Bekasi Adakan Latihan Manajemen Strategis

Senin, 30 Nov 2020 06:55

Ketua Umum PBNU Dikabarkan Positif Covid-19

Ketua Umum PBNU Dikabarkan Positif Covid-19

Senin, 30 Nov 2020 06:38

Bamsoet: Parmusi Organisasi Dakwah yang Berkontribusi Besar bagi Bangsa dan Negara

Bamsoet: Parmusi Organisasi Dakwah yang Berkontribusi Besar bagi Bangsa dan Negara

Senin, 30 Nov 2020 06:24

Ketika Istri Terpaksa Bekerja Saat Wabah

Ketika Istri Terpaksa Bekerja Saat Wabah

Ahad, 29 Nov 2020 22:06

Muslim Temukan Vaksin Corona saat Islamophobia Eropa Meningkat

Muslim Temukan Vaksin Corona saat Islamophobia Eropa Meningkat

Ahad, 29 Nov 2020 21:36


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X