Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.087 views

Perjuangan FPI di Tengah Perangkap Undang Undang Ormas

VOA-ISLAM.COM - Sejak sebelum hingga disahkan pun UU Ormas menuai pro kontra. Yang hangat dibicarakan saat ini adalah tentang FPI bisakah dibubarkan dengan UU Ormas yang baru. Fenomena ini semakin memperlihatkan kelompok-kelompok kepentingan yang getol agar UU Ormas disahkan. Semakin jelas juga salah satu arah tujuan kelompok ormas mana yang dijadikan sasaran tembak UU Ormas. Tidak satupun produk legislasi di negeri ini, yang tidak memiliki tujuan kekuasaan.

Bahkan banyak juga produk legislasi dalam sistem Demokratik Sekuler yang berlaku di negeri ini lahir dari apa yang disebut dengan "proyek legislasi". Pemerintah seolah lupa bahwa apa yang dilakukan oleh FPI sebetulnya membantu tanggung jawab negara. Pemerintah sibuk fokus terhadap apa yang dilakukan oleh FPI, sebaliknya tidak fokus dan konsentrasi terhadap apa sebab FPI melakukan aktifitas yang dikenal sebagai "perjuangan nahi munkar" itu.

Pemerintah mengklaim bahwa apa yang dilakukan oleh FPI itu dengan berbagai istilah yang menyudutkan. Main hakim sendiri. Menggantikan tanggung jawab polisi. Melakukan tindakan anarkis. Dan berbagai sebutan untuk melakukan "pembunuhan karakter" kepada FPI. Pemerintah sibuk membahas persoalan cara-cara yang dianggap anarkis tetapi tidak konsen membedah tuntas akar munculnya beragam kebobrokan kehidupan sosial budaya masyarakat yang penuh dengan gelimang kemaksiatan. Hampir tidak ada satupun sudut lokasi di negeri ini yang tidak penuh dengan kemaksiatan. Pantas memang jika negeri ini disebut dengan "immoral country" (negeri kemaksiatan).

Di antara yang mendesak agar FPI dibubarkan dengan menggunakan UU Ormas adalah Ruhut Sitompul dari Fraksi Demokrat, anggota Komisi III DPR RI. Menurut dia, mestinya polisi tak lagi sungkan untuk menindak FPI karena saat ini sudah ada UU Ormas.

"Mendagri juga sebagai pembina politik harus tegas, kalau (FPI) berlaku seperti ini harus dibubarkan, jangan ragu-ragulah, kita negara hukum," ujarnya.

Selain Ruhut juga anggota Komisi Hukum DPR, Eva Kusuma Sundari, minta aparat kepolisian tegas menindak anggota Front Pembela Islam (FPI) yang terlibat kekerasan. Menurutnya, arogansi FPI harus dilawan dan diakhiri.

"Ini ironi negara hukum yang patut ditangisi ketika aparat hukum tidak melaksanakan hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban," kata Eva, Jumat 19 Juli 2013.

Lebih lanjut Eva menjelaskan "Pembiaran Polri atas tindakan premanisme FPI berdampak pisau bermata dua yaitu makin menjadi-jadinya. Tindakan preman FPI dan makin frustasinya masyarakat sehingga muncul model perlawanan street justice dari rakyat terhadap premanisme FPI," kata politikus PDIP itu. (VIVAnews, 20 Juli 2013).

Kedua politisi itu baik Ruhut maupun Eva terlihat jelas pertentangannya terhadap ormas-ormas Islam. Ini bisa dilihat dari jejak rekam sepak terjang yang dilakukannya selama ini. Si Ruhut pernah terjadi perang adu mulut dengan Dr. Bachtiar Nasir (ulama muda).

Si Eva sangat getol memperjuangkan untuk menolak RUU APP (Anti Pornografi dan Pornoaksi). Dan Eva salah satu tokoh sentral perjuangan gerakan gender di Indonesia. Kedua tokoh politisi itu benar-benar menunjukkan sikap perlawanannya terhadap ormas-ormas Islam yang getol memperjuangkan Islam.

Sebaliknya pernyataan bertolak belakang, disampaikan oleh Indra dari F-PKS anggota pansus RUU Ormas DPR RI pada saat  menanggapi insiden Kendal baru-baru ini. Politisi PKS itu menilai, tindakan Front Pembela Islam (FPI) Kendal yang mobilnya dituduh menabrak seorang warga hingga tewas, tidak serta merta bisa dijerat pasal-pasal dalam aturan tersebut.

 Saat kejadian pada Kamis (18/7) malam itu, kata dia, FPI hanya bisa dijerat oleh KUHP. "Itu kelalaian, itu domainnya (KUHP)," kata Indra, Jumat (19/7/2013). Menurut Indra, aksi sweeping dan kericuhan itu baru bisa dijerat dengan UU Ormas jika diserukan oleh organisasinya. Atau menyerukan untuk makar. (INILAH.COM, 19 Juli 2013).

Senada dengan Indra adalah pernyataan Yusuf Kalla, mantan politisi Golkar, mantan Wakil Presiden itu mengatakan, meski melakukan razia di sejumlah tempat, Front Pembela Islam (FPI) belum bisa dijerat dengan pasal dalam Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Sebab, UU yang baru disahkan itu belum efektif berlaku. "Saya kira UU-nya belum diberlakukan. Belum efektif," kata pria yang karib disapa JK ini, di Kompleks Gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/7/2013). (Liputan6.Com, 19 Juli 2013).

Kalau Indra lebih menjelaskan material aktifitas apa yang termasuk kategori pelanggaran terhadap pasal-pasal UU Ormas, Yusuf Kalla lebih menekankan pada aspek kronologis sebuah undang-undang itu efektif berlaku setelah penandatanganan oleh Presiden.

Konstelasi Kepentingan di balik UU Ormas

Ibarat sebuah "bandil" maka UU Ormas bisa digerakkan sesuai dengan kepentingan yang menghendaki kelahirannya. Bagaimana sebenarnya tarik ulur kepentingan di tubuh parlemen atas UU Ormas ini ? Paling tidak ada beberapa kepentingan yang menonjol antara lain :

Pertama, UU Ormas yang di dalamnya juga diatur bentuk badan hukum yayasan sepertinya keberadaannya dikehendaki untuk menganulir UU Yayasan yang telah menginspirasi lahirnya yayasan-yayasan yang digerakkan oleh intervensi asing, seperti munculnya gerakan-gerakan separatisme di Papua. 

Kedua, UU Ormas dikehendaki keberadaannya sebagai sistem kontrol yang efektif terhadap semua pergerakan ormas-ormas di Indonesia agar tetap bisa dikendalikan sesuai dengan koridor kepentingan penguasa.

Ini nampak dengan rencana pemberlakuan sistem informasi ormas di bawah pengendalian Kemendagri sebagaimana amanah UU Ormas baru ini. Sistem informasi ormas itu ke depan memungkinkan pemerintah melakukan monitoring data base ormas mulai dari pergerakan dana dan pergerakan kadernya. Ini sangat penting sebagai tambahan dari kebutuhan informasi intelijen negeri ini. Sehingga menjadi terpetakan secara detil bagaimana wajah pengelolaan internal berbagai ormas.

Ketiga, kalaulah substansi UU Ormas yang sudah disahkan melalui paripurna DPR RI ini masih memiliki kelemahan-kelemahan sebagai alat enforcement bagi ormas-ormas yang dianggap melakukan pelanggaran, paling tidak dalam perspektif penguasa negeri ini telah lahir sebuah alat dengan pendekatan represif dan intervensif melalui legitimasi legislasi yang elegan. Ini akan menjadi pintu masuk yang efektif untuk mengendalikan beberapa ormas yang dianggap “subversif” atau melakukan “makar” terhadap eksistensi NKRI. Ormas yang jelas-jelas mempropagandakan seruan yang secara tekstual melakukan “subversif” atau “makar” sudah barang tentu walaupun melalui proses pemberlakuan sanksi berjenjang akan bisa dijerat dengan UU ini.

Arah perjuangan islam di tengah jebakan UU Ormas

Dalam konteks perjuangan islam di Indonesia maka perjuangan islam yang tidak diarahkan untuk mengganti sistem dan rezim di negeri ini akan bisa ditelorir dengan perspektif UU Ormas ini. Mengganti rezim saja tidak masalah tetapi pada saat perjuangan islam itu diarahkan untuk merubah rezim dan sistem yang diterapkan di negeri ini dengan rezim dan sistem islam maka disinilah letak persoalannya.

Munculnya wacana perjuangan NKRI Bersyariah adalah sebuah formulasi kontekstual perjuangan di Indonesia untuk tidak secara langsung berbenturan secara vis a vis dengan koridor piliar-pilar negara (Pancasila, NKRI, UUD 1945, dll) yang disepakati untuk dilindungi dan dijaga oleh para penyelenggara negara negeri ini. Perjuangan islam dengan manhaj perjuangan yang diyakini untuk merubah negeri ini yang dianggap sebagai negeri kufur (darul kufr) menjadi negeri islam (darul islam) sudah barang tentu akan berbenturan dengan tatanan seluruh komponen penyelenggaraan negara di negeri ini.

 Cepat atau lambat seperti peribahasa “Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang,” perjuangan islam yang konsisten dengan perjuangan merubah secara total rezim dan sistem di negeri ini pasti akan memasuki zona “turbulence” (pergolakan). Pertanyaan yang mendasar adalah sudahkah para pengemban yang memilih jalan perjuangan islam ini siap lahir dan batin menolong agama Allah dengan penuh keikhlasan dan keistiqomahan.  Semoga Allah senantiasa bersama orang-orang yang komit dan tidak “tedeng aling-aling” (abu-abu) untuk memperjuangkan kebenaran islam secara terang-terangan. Wallahu a’lam bis shawab.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Ledakan Kuat Guncang Pabrik Rudal 'Sensitif' Israel Saat Uji Coba Senjata Canggih

Ledakan Kuat Guncang Pabrik Rudal 'Sensitif' Israel Saat Uji Coba Senjata Canggih

Rabu, 21 Apr 2021 21:00

Film Serial Ramadhan Atap Padang Mahsyar Diluncurkan

Film Serial Ramadhan Atap Padang Mahsyar Diluncurkan

Rabu, 21 Apr 2021 20:48

Takjil Dipopulerkan Muhammadiyah

Takjil Dipopulerkan Muhammadiyah

Rabu, 21 Apr 2021 17:38

Legislator Bukhori Dorong Historiografi Indonesia yang Memihak Ulama dan Santri

Legislator Bukhori Dorong Historiografi Indonesia yang Memihak Ulama dan Santri

Rabu, 21 Apr 2021 16:33

Yakin Polri Mampu Tangkap Jozeph Paul Zhang, Fahira Idris: Umat Jangan Terpancing

Yakin Polri Mampu Tangkap Jozeph Paul Zhang, Fahira Idris: Umat Jangan Terpancing

Rabu, 21 Apr 2021 15:31

Tahun-tahun Suram Pembangunan Iptek Nasional

Tahun-tahun Suram Pembangunan Iptek Nasional

Rabu, 21 Apr 2021 14:20

Sugar Daddy-Sugar Baby, Hubungan Mengerikan di Sekitar Kita

Sugar Daddy-Sugar Baby, Hubungan Mengerikan di Sekitar Kita

Rabu, 21 Apr 2021 12:51

Sekolah Tatap Muka, Yakin Sudah Siap?

Sekolah Tatap Muka, Yakin Sudah Siap?

Rabu, 21 Apr 2021 12:41

Publik Butuh Sistem yang Bertujuan Takwa

Publik Butuh Sistem yang Bertujuan Takwa

Rabu, 21 Apr 2021 12:30

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

Rabu, 21 Apr 2021 12:11

Ponpes Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Gelar Ujian Hafalan Terbuka untuk Pertama Kali

Ponpes Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Gelar Ujian Hafalan Terbuka untuk Pertama Kali

Rabu, 21 Apr 2021 11:50

MUI: RS Indonesia di Hebron Butuh Bantuan Ummat

MUI: RS Indonesia di Hebron Butuh Bantuan Ummat

Rabu, 21 Apr 2021 11:10

Kontroversi Nadiem Makarim Hapus Pendidikan Pancasila

Kontroversi Nadiem Makarim Hapus Pendidikan Pancasila

Rabu, 21 Apr 2021 10:49

Yordania Cabut Larangan Shalat Jum'at Menyusul Penurunan Kasus Infeksi COVID-19

Yordania Cabut Larangan Shalat Jum'at Menyusul Penurunan Kasus Infeksi COVID-19

Selasa, 20 Apr 2021 21:45

Parlemen Pakistan Adakan Sesi Debat Apakah Akan Mengusir Dubes Prancis Dari Islamabad

Parlemen Pakistan Adakan Sesi Debat Apakah Akan Mengusir Dubes Prancis Dari Islamabad

Selasa, 20 Apr 2021 21:10

Presiden Chad Idris Deby Tewas Setelah Perangi Pemberontak Di Garis Depan

Presiden Chad Idris Deby Tewas Setelah Perangi Pemberontak Di Garis Depan

Selasa, 20 Apr 2021 20:40

Persis Desak Polri Tangkap Joseph Paul Zhang yang Diduga Menista Islam

Persis Desak Polri Tangkap Joseph Paul Zhang yang Diduga Menista Islam

Selasa, 20 Apr 2021 11:55

Adara Salurkan Bantuan Langsung Untuk Pengungsi Palestina di Libanon

Adara Salurkan Bantuan Langsung Untuk Pengungsi Palestina di Libanon

Selasa, 20 Apr 2021 11:11

Jadikan Rumahmu Kiblat

Jadikan Rumahmu Kiblat

Senin, 19 Apr 2021 21:36

Shalat Tarawih (Bagian Dua)

Shalat Tarawih (Bagian Dua)

Senin, 19 Apr 2021 21:28


MUI

Must Read!
X

Senin, 19/04/2021 21:36

Jadikan Rumahmu Kiblat