Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
30.719 views

Beranikah Partai-partai Islam Membentuk Blok Islam?

JAKARTA (voa-islam.com) - Januari 2014 koran Katolik Kompas seperti sudah menjatuhkan pisau 'guillotine' ke leher Partai-partai Islam atau berbasis massa Islam, bahwa tidak ada satupun yang bisa lolos parlemen threshold (3,5 persen). Rata-rata Partai Islam atau berbasis massa Islam itu menurut survei Litbang Kompas, dibawah 3 persen. Kecuali PKB yang masih lolos threshold dengan suara diatas 5 persen.

Hampir semua lembaga survei tak ada yang simpati kepada Partai-partai Islam atau berbasis massa Islam, termasuk lembaga CSIS, yang dilahirkan oleh tokoh-tokoh Katolik, seperti Hary Tjan Silalahi dan Pater Beek, memberikan hasil suvei Partai-partai Islam, tidak ada yang lolos parlemen threshold.

Memang, mereka menginginkan pasca pemilu 2014, sudah tidak ada lagi Partai-partai Islam atau berbasis massa Islam. Golongan Kristen, sekuler, dan liberal menginginkan jagad politik Indonesia hanya didominasi kalangan Kristen yang sudah menyusup ke partai-partai sekuler, termasuk Syiah, dan menggilas Muslim Indonesia.

Memang, pemilu sejak awal reformasi suara-suara partai-partai Islam mengalami pasang surut. Seperti ketika berlangsung pemilu tahun 2004, harapan Muslim terhadap Partai-partai Islam cukup tinggi, ini terbukti dengan total jumlah perolehan suara Partai-partai Islam dan berbasis massa Islam itu, totalnya mencapai 38,35 persen. PKB mendapatkan 10,57 persen, PPP mendapatkan suara 8,15 persen, PKS mendapatkan 7,34 persen, PAN mendapatkan suara 6,44 persen, PBB mendapatkan suara 2,62 persen, PBR mendapatkan suara 2,44 persen, PNU mendapatkan suara 0,79 persen.

Namun, ketika pemilu 2009, perolehan suara Partai-partai Islam atau berbasis massa Islam, kembali turun, ketika mereka masuk dalam 'koalisi' pemerintahan SBY, dan Partai Demokrat yang dipimpin SBY, masuk dalam kubangan lumpur korupsi. Partai-partai Islama di dalam pemerintahan SBY, hanyalah menjadi 'stempel' alais 'pak turut'. Tidak melakukan kontrol apapun, dan tidak berani melakukan oposisi terhadap kebijakan pemerintahan SBY yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat.

Korupsi itu berdampak terhadap Partai-partai Islam, sekalipun, tingkat kualitas dan kuantitas korupsi Partai-partai Islam itu, masih jauh dibandingkan dengan PDIP dan Golkar.

Hasil pemilu tahun 2009, Partai-partai Islam dan berbasis massa Islam, totalnya mencapai 29,3 persen. Turun hampir leibh 9 persen. Ini menjadi 'warning' bagi partai-partai Islam, agar memperbaiki kenerja partainya. Hasil pemilu Partai-partai Islam di tahun 2009, PKB mendapatkan suara 4,94 persen, PPP mendapatkan suara 5,32 persen, PKS mendapatkan suara 7,88 persen, PAN mendapatkan suara 6,01 persen, PBB mendapatkan suara 1,79 persen, PBR mendapatkan suara 1,21 persen, PKNU mendapatkan suara 1,47 persen, PMB mendapatkan suara 0,40 persen, PPNUI mendapatkan suara 0,14 persen, dan PS mendapatkan suara 0,14 persen.

Diantara faktor lainnya yang menyebabkan menurunnya perolehan suara dalam pemilu 2009, masing Partai-partai Islam itu, terlibat konflik diinternal mereka. Sehingga, membuat publik menjadi kehilangan kepercayaan mereka terhadap partai Islam.

Sekarang, pada pemilu 2014, suara Partai-partai Islam atau berbasis massa Islam, suaranya naik sedikit, yaitu totalnya mencapai 31,92 persen. Masih sangat jauh dibandingkan dengan partai-partai sekuler. Bila digabungkan suara-suara partai-partai sekuler jumlah bisa lebih dari 45 persen!

Suara Partai-partai Islam atau berbasis massa Islam, itu diantaranya, PKB kembali mendapatkan suara 9,57 persen, PPP mendapatkan suara 6,73 persen, PAN mendapatkan suara 7,45 persen, PBB mendapatkan suara 1,65. Bila digabungkan suara Partai-partai Islam itu jumlahnya sudah cukup mencalonkan calon presiden dari “Blok Partai Islam”.

Tetapi, apakah para pemimpin Partai-partai Islam itu, mereka memiliki keinginan menjad kekuatan politik Islam “Blok Islam” sendiri? Tidak lagi menjadikan Partai-partai Islam atau berbasis massa Islam, sekadar menjadi 'jongos' partai-partai sekuler?

Seperti nanti tidak menjadi 'jongos' nya PDIP dengan mengharapkan kemenangan dan kekuasaan. Di mana sekarang dengan manipulasi oleh media Kristen dan sekuler, yang menjagokan Jokowi, kemudian ramai-ramai Partai-partai Islam menjajakan dirinya mendukung Jokowi. Atau mungkin melakukan dukungan kepada ARB, dan Prabowo.

Seharusnya para pemimpin Partai-partai Islam sudah memiliki visi dan misi membangun Indonesia dngan nilai dan prinsip baru, yang bersumber dari prinsip dan nilai-nilai Islam. Partai sekuler seperti PDIP, Golkar, atau apapun partai namanya partai sekuler itu, semuanya sudah bangkrut, dan tidak membangun berhasil kehidupan bangsa dan negara, dan mereka hanya menciptakan 'disaster' alias bencana, sejak zaman Soekarno sampai SBY.

Mengapa para pemimpin Partai-partai Islam tidak bangkit memelopori gerakan perubahan yang berbasis dari prinsip dan nilai Islam? Meninggalkan sifat dan watak inferior (rendah) diri, dan menempatkan diri mereka menjadi 'jongos'  partai sekuler, yang jelas sudah bangkrut, dan membawa kehidupan yang penuh dengan kekacauan.Mengapa tidak berani mengambil langkah membentuk “Blok Islam”? (afgh).

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Tempe Supreme VS Oreo Supreme, Ada Apa dengan Keduanya?

Tempe Supreme VS Oreo Supreme, Ada Apa dengan Keduanya?

Senin, 01 Jun 2020 22:59

Siaran Di Interent Belum Diatur, Anggota DPR Dorong Revisi UU Penyiaran Dipercepat

Siaran Di Interent Belum Diatur, Anggota DPR Dorong Revisi UU Penyiaran Dipercepat

Senin, 01 Jun 2020 22:50

Mengapa Vaksin Covid-19 Masih Belum Ditemukan?

Mengapa Vaksin Covid-19 Masih Belum Ditemukan?

Senin, 01 Jun 2020 22:10

Pihak Berwenang Dubai Perbaharui Peraturan Penggunaan Masker Wajah di Depen Umum

Pihak Berwenang Dubai Perbaharui Peraturan Penggunaan Masker Wajah di Depen Umum

Senin, 01 Jun 2020 21:30

Mengapa Pesantren Kurang Siap Saat New Normal?

Mengapa Pesantren Kurang Siap Saat New Normal?

Senin, 01 Jun 2020 21:30

Kluster Baru Jika New Normal Dipaksakan Berlaku

Kluster Baru Jika New Normal Dipaksakan Berlaku

Senin, 01 Jun 2020 21:27

Amnesty Internasional: Pasukan Israel Latih Polisi AS dalam Skala Besar

Amnesty Internasional: Pasukan Israel Latih Polisi AS dalam Skala Besar

Senin, 01 Jun 2020 21:15

Legislator PKS Nilai Luhur Pancasila Kunci Indonesia Kesejahteraan, Adil dan Bermartabat

Legislator PKS Nilai Luhur Pancasila Kunci Indonesia Kesejahteraan, Adil dan Bermartabat

Senin, 01 Jun 2020 20:56

Militer Somalia Klaim Tewaskan 18 Pejuang Al-Shabaab dalam Operasi di Selatan Shabelle

Militer Somalia Klaim Tewaskan 18 Pejuang Al-Shabaab dalam Operasi di Selatan Shabelle

Senin, 01 Jun 2020 20:30

Saudi Buka Kembali Bandara King Abdulaziz Setelah 2 Bulan Ditutup Akibat Pembatasan COVID-19

Saudi Buka Kembali Bandara King Abdulaziz Setelah 2 Bulan Ditutup Akibat Pembatasan COVID-19

Senin, 01 Jun 2020 19:30

Pejabat Fatah: Palestina Akan Hadapi Rencana Pencaplokan Tepi Barat Oleh Israel dengan Intifada

Pejabat Fatah: Palestina Akan Hadapi Rencana Pencaplokan Tepi Barat Oleh Israel dengan Intifada

Senin, 01 Jun 2020 18:30

Protes Atas Pembunuhan Pria Kulit Hitam oleh Opsir Kulit Putih Menyebar ke Negara di Luar AS

Protes Atas Pembunuhan Pria Kulit Hitam oleh Opsir Kulit Putih Menyebar ke Negara di Luar AS

Senin, 01 Jun 2020 17:00

Politisi PPP Minta Polisi Tidak Asal Tangkap Ruslan Buton

Politisi PPP Minta Polisi Tidak Asal Tangkap Ruslan Buton

Senin, 01 Jun 2020 11:24

Idul Fitri, Makna Takwa dan Kemenangan Kala Pandemi Corona

Idul Fitri, Makna Takwa dan Kemenangan Kala Pandemi Corona

Senin, 01 Jun 2020 10:39

Covid-19, Menguji Kelayakan dan Kepatutan Pejabat Publik

Covid-19, Menguji Kelayakan dan Kepatutan Pejabat Publik

Senin, 01 Jun 2020 06:55

Heboh, Tatkala Mobil BSL-2 Jadi Rebutan di Jatim

Heboh, Tatkala Mobil BSL-2 Jadi Rebutan di Jatim

Senin, 01 Jun 2020 00:14

Polisi Harus Usut Tuntas Pelaku Teror Wartawan dan Panitia Diskusi UGM

Polisi Harus Usut Tuntas Pelaku Teror Wartawan dan Panitia Diskusi UGM

Ahad, 31 May 2020 23:29

Jadilah Umat Rabbani Bukan Umat 'Ramadhani'

Jadilah Umat Rabbani Bukan Umat 'Ramadhani'

Ahad, 31 May 2020 23:09

AS Siapkan Militernya untuk Dikirim ke Kota Dilanda Kerusuhan Minneapolis Jika Diminta

AS Siapkan Militernya untuk Dikirim ke Kota Dilanda Kerusuhan Minneapolis Jika Diminta

Ahad, 31 May 2020 22:45

Patroli Garda Nasional AS Tembaki Penduduk di Lingkungan Minneapolis dengan Peluru Cat

Patroli Garda Nasional AS Tembaki Penduduk di Lingkungan Minneapolis dengan Peluru Cat

Ahad, 31 May 2020 22:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X