Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
30.527 views

Beranikah Partai-partai Islam Membentuk Blok Islam?

JAKARTA (voa-islam.com) - Januari 2014 koran Katolik Kompas seperti sudah menjatuhkan pisau 'guillotine' ke leher Partai-partai Islam atau berbasis massa Islam, bahwa tidak ada satupun yang bisa lolos parlemen threshold (3,5 persen). Rata-rata Partai Islam atau berbasis massa Islam itu menurut survei Litbang Kompas, dibawah 3 persen. Kecuali PKB yang masih lolos threshold dengan suara diatas 5 persen.

Hampir semua lembaga survei tak ada yang simpati kepada Partai-partai Islam atau berbasis massa Islam, termasuk lembaga CSIS, yang dilahirkan oleh tokoh-tokoh Katolik, seperti Hary Tjan Silalahi dan Pater Beek, memberikan hasil suvei Partai-partai Islam, tidak ada yang lolos parlemen threshold.

Memang, mereka menginginkan pasca pemilu 2014, sudah tidak ada lagi Partai-partai Islam atau berbasis massa Islam. Golongan Kristen, sekuler, dan liberal menginginkan jagad politik Indonesia hanya didominasi kalangan Kristen yang sudah menyusup ke partai-partai sekuler, termasuk Syiah, dan menggilas Muslim Indonesia.

Memang, pemilu sejak awal reformasi suara-suara partai-partai Islam mengalami pasang surut. Seperti ketika berlangsung pemilu tahun 2004, harapan Muslim terhadap Partai-partai Islam cukup tinggi, ini terbukti dengan total jumlah perolehan suara Partai-partai Islam dan berbasis massa Islam itu, totalnya mencapai 38,35 persen. PKB mendapatkan 10,57 persen, PPP mendapatkan suara 8,15 persen, PKS mendapatkan 7,34 persen, PAN mendapatkan suara 6,44 persen, PBB mendapatkan suara 2,62 persen, PBR mendapatkan suara 2,44 persen, PNU mendapatkan suara 0,79 persen.

Namun, ketika pemilu 2009, perolehan suara Partai-partai Islam atau berbasis massa Islam, kembali turun, ketika mereka masuk dalam 'koalisi' pemerintahan SBY, dan Partai Demokrat yang dipimpin SBY, masuk dalam kubangan lumpur korupsi. Partai-partai Islama di dalam pemerintahan SBY, hanyalah menjadi 'stempel' alais 'pak turut'. Tidak melakukan kontrol apapun, dan tidak berani melakukan oposisi terhadap kebijakan pemerintahan SBY yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat.

Korupsi itu berdampak terhadap Partai-partai Islam, sekalipun, tingkat kualitas dan kuantitas korupsi Partai-partai Islam itu, masih jauh dibandingkan dengan PDIP dan Golkar.

Hasil pemilu tahun 2009, Partai-partai Islam dan berbasis massa Islam, totalnya mencapai 29,3 persen. Turun hampir leibh 9 persen. Ini menjadi 'warning' bagi partai-partai Islam, agar memperbaiki kenerja partainya. Hasil pemilu Partai-partai Islam di tahun 2009, PKB mendapatkan suara 4,94 persen, PPP mendapatkan suara 5,32 persen, PKS mendapatkan suara 7,88 persen, PAN mendapatkan suara 6,01 persen, PBB mendapatkan suara 1,79 persen, PBR mendapatkan suara 1,21 persen, PKNU mendapatkan suara 1,47 persen, PMB mendapatkan suara 0,40 persen, PPNUI mendapatkan suara 0,14 persen, dan PS mendapatkan suara 0,14 persen.

Diantara faktor lainnya yang menyebabkan menurunnya perolehan suara dalam pemilu 2009, masing Partai-partai Islam itu, terlibat konflik diinternal mereka. Sehingga, membuat publik menjadi kehilangan kepercayaan mereka terhadap partai Islam.

Sekarang, pada pemilu 2014, suara Partai-partai Islam atau berbasis massa Islam, suaranya naik sedikit, yaitu totalnya mencapai 31,92 persen. Masih sangat jauh dibandingkan dengan partai-partai sekuler. Bila digabungkan suara-suara partai-partai sekuler jumlah bisa lebih dari 45 persen!

Suara Partai-partai Islam atau berbasis massa Islam, itu diantaranya, PKB kembali mendapatkan suara 9,57 persen, PPP mendapatkan suara 6,73 persen, PAN mendapatkan suara 7,45 persen, PBB mendapatkan suara 1,65. Bila digabungkan suara Partai-partai Islam itu jumlahnya sudah cukup mencalonkan calon presiden dari “Blok Partai Islam”.

Tetapi, apakah para pemimpin Partai-partai Islam itu, mereka memiliki keinginan menjad kekuatan politik Islam “Blok Islam” sendiri? Tidak lagi menjadikan Partai-partai Islam atau berbasis massa Islam, sekadar menjadi 'jongos' partai-partai sekuler?

Seperti nanti tidak menjadi 'jongos' nya PDIP dengan mengharapkan kemenangan dan kekuasaan. Di mana sekarang dengan manipulasi oleh media Kristen dan sekuler, yang menjagokan Jokowi, kemudian ramai-ramai Partai-partai Islam menjajakan dirinya mendukung Jokowi. Atau mungkin melakukan dukungan kepada ARB, dan Prabowo.

Seharusnya para pemimpin Partai-partai Islam sudah memiliki visi dan misi membangun Indonesia dngan nilai dan prinsip baru, yang bersumber dari prinsip dan nilai-nilai Islam. Partai sekuler seperti PDIP, Golkar, atau apapun partai namanya partai sekuler itu, semuanya sudah bangkrut, dan tidak membangun berhasil kehidupan bangsa dan negara, dan mereka hanya menciptakan 'disaster' alias bencana, sejak zaman Soekarno sampai SBY.

Mengapa para pemimpin Partai-partai Islam tidak bangkit memelopori gerakan perubahan yang berbasis dari prinsip dan nilai Islam? Meninggalkan sifat dan watak inferior (rendah) diri, dan menempatkan diri mereka menjadi 'jongos'  partai sekuler, yang jelas sudah bangkrut, dan membawa kehidupan yang penuh dengan kekacauan.Mengapa tidak berani mengambil langkah membentuk “Blok Islam”? (afgh).

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Kasus Sukmawati, Polisi Panggil Sekjen GNPF Ulama

Kasus Sukmawati, Polisi Panggil Sekjen GNPF Ulama

Selasa, 21 Jan 2020 23:08

Anggota Parlemen Iran Tawarkan 3 Juta USD untuk Membunuh Trump, Utusan AS: 'Itu Konyol'

Anggota Parlemen Iran Tawarkan 3 Juta USD untuk Membunuh Trump, Utusan AS: 'Itu Konyol'

Selasa, 21 Jan 2020 22:48

PDIP Bisa Tergiring Menjadi Pabrik Korupsi

PDIP Bisa Tergiring Menjadi Pabrik Korupsi

Selasa, 21 Jan 2020 22:24

Pemimpin Hamas Bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia di Doha Qatar

Pemimpin Hamas Bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia di Doha Qatar

Selasa, 21 Jan 2020 22:17

Laporan: Identitas Pemimpin Baru Islamic State Terungkap, Bukan Keturunan Arab Namun Turki Irak

Laporan: Identitas Pemimpin Baru Islamic State Terungkap, Bukan Keturunan Arab Namun Turki Irak

Selasa, 21 Jan 2020 22:05

Kapal Rombongan Wartawan Terbalik di Labuan Bajo, DPR Ingatkan SOP di Kawasan Wisata

Kapal Rombongan Wartawan Terbalik di Labuan Bajo, DPR Ingatkan SOP di Kawasan Wisata

Selasa, 21 Jan 2020 21:12

Fahira Idris: Kegaduhan Tak Pernah Berhenti, Gimana Bangsa Ini Mau Maju

Fahira Idris: Kegaduhan Tak Pernah Berhenti, Gimana Bangsa Ini Mau Maju

Selasa, 21 Jan 2020 20:18

Kalau Mau ke Neraka Sendirian Saja, Tidak Usah Ngajak-ngajak

Kalau Mau ke Neraka Sendirian Saja, Tidak Usah Ngajak-ngajak

Selasa, 21 Jan 2020 19:00

Antara Tipu Daya Wanita dan Tupu Daya Setan

Antara Tipu Daya Wanita dan Tupu Daya Setan

Selasa, 21 Jan 2020 14:59

Kapal Pinisi Rombongan Wartawan Peliput Kegiatan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

Kapal Pinisi Rombongan Wartawan Peliput Kegiatan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

Selasa, 21 Jan 2020 13:22

Garam di Negara Maritim Tak Lagi Asin

Garam di Negara Maritim Tak Lagi Asin

Selasa, 21 Jan 2020 12:54

Sukses Belum Identik Bahagia

Sukses Belum Identik Bahagia

Selasa, 21 Jan 2020 12:01

Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMA Adi Darma

Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMA Adi Darma

Selasa, 21 Jan 2020 11:49

Hilangkan Trauma Pada Anak, WMI Gelar Trauma Healing di Desa Cilleuksa

Hilangkan Trauma Pada Anak, WMI Gelar Trauma Healing di Desa Cilleuksa

Selasa, 21 Jan 2020 11:46

Menjadi Ibu dan Anak Tangguh di Tengah Gempuran Media Digital

Menjadi Ibu dan Anak Tangguh di Tengah Gempuran Media Digital

Selasa, 21 Jan 2020 10:57

Selamat Jalan ''Mujahidku''

Selamat Jalan ''Mujahidku''

Selasa, 21 Jan 2020 08:51

Soal BPJS, Mufida: Pemerintah Tak Punya Itikad Baik kepada Rakyat Kecil

Soal BPJS, Mufida: Pemerintah Tak Punya Itikad Baik kepada Rakyat Kecil

Selasa, 21 Jan 2020 08:04

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa

Selasa, 21 Jan 2020 01:01

Partai Demokrat: Jiwasraya Kejahatan yang Sempurna

Partai Demokrat: Jiwasraya Kejahatan yang Sempurna

Senin, 20 Jan 2020 23:56

Ketua Ikatan Gay Tulungagung Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Wasekjen MUI Minta Hukum Mati atau Kebiri

Ketua Ikatan Gay Tulungagung Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Wasekjen MUI Minta Hukum Mati atau Kebiri

Senin, 20 Jan 2020 22:42


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Ahad, 19/01/2020 14:56

Tepuk Radikal