Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.542 views

Ibu Indonesia Zaman Now, Tak Sempat Berkonde!

Oleh:

Emitha Thamrin

Anggota Komunitas Revowriter

BULAN April dibuka dengan puisi nyangsang dan salah sasaran dari seorang anak bangsa. Katanya sih puisi itu sebagai wujud cinta dan rasa hormat pada Ibu Indonesia. Alih-alih hormat dan mendapatkan banjir pujian, hujatan dan kecaman pun dilayangkan padanya. Bahkan sejumlah pengacara akan mengajukan somasi penistaan agama Islam pada beliau. Ratusan ibu-ibu Indonesia membalas puisi sang pujanggawati dengan puisi-puisi yang tak kalah manis dan cadasnya. 

Di tengah suasana yang masih panas dengan kasus cadar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan IAIN Bukittinggi, puisi ini malah menoreh luka lebih dalam. Selayaknya, seorang nasionalis anak proklamator bisa berfikir jernih dan melihat situasi dan kondisi psikologis sosial masyarakat pasca dua kasus cadar tersebut. Mestinya meredam bukan malah menebar minyak tanah di tengah api yang sedang menyala.   

Belum lagi ada pemberitaan miring tentang wanita bercadar yang hidup dengan belasan anjingnya, yang jelas-jelas tidak bisa diterima akal sehat. Bagaimana mungkin seorang akhwat yang taat syariat bercadar memelihara anjing dan bermesra dengan anjing-anjingnya padahal bersentuhan dan kecipratan air liur anjing saja adalah najis besar? Apakah pemberitaan ini sebuah rekayasa? Pencitraburukan terhadap cadar? Waktu akan menjawabnya. 

Kembali ke puisi sang pujanggawati, tidak masanya lagi ibu-ibu Indonesia dibuai dengan kidung dan berhias konde. Ga ada waktu Nek! Lihatlah ibu-ibu Indonesia yang telah berkuras tenaga, keringat dan air mata dari subuh ke subuh di pebukitan, di pegunungan, di padang penggembalaan, di pabrik-pabrik padat karya, di pasar-pasar tradisional, diriuhnya deru kereta dan sarana transportasi umum, di undukan sampah yang menggunung atau di pinggir jalan menadahkan tangan. 

Itulah wajah ibu Indonesia saat ini. Ibu yang termiskinkan, ibu yang tertindas, ibu yang tidak punya waktu lagi untuk berbedak apalagi berkonde. Sempitnya penghidupan dan  jauhnya jurang kaya dan miskin telah membuat ibu-ibu Indonesia ikut membanting tulang menjadi tulang punggung keluarga. 

Jika pun mau dilihat  sosok Ibu Indonesia zaman dulu, tidak lah seperti yang dipuisikan. Ada Cut Nyak Dien dan Cut Meutia di Aceh, Raden Ajeng Kartini di Jepara, Rahmah El Yunusiah dan Rankayo Rasuna Said di Padang dan banyak tokoh wanita lainnya, yang tidak “kepikiran” berkonde dan berkidung. Mereka adalah para pejuang untuk kemerdekaan bangsanya dan kaumnya dari penjajahan.  Hari-harinya adalah memikirkan kemajuan pendidikan dan sosial kaumnya. 

Bisa jadi sang pujangga memang pernah hidup di masa-masa konde berjaya era 1960an hingga 1980an, meski tidak semua ibu Indonesia menggunakannya. Tetapi di era 1990an, ketika nilai-nilai Islam semakin dipahami untuk diterapkan, maka mulai banyaklah muslimah yang menutup auratnya. Berjilbab, berkerudung, berkhimar, bergamis dan sekarang bercadar. Satu, sepuluh, seratus, seribu, sejuta dan berjuta muslimah menutup auratnya. Lalu apakah berarti mereka kehilangan identitas sebagai Ibu Indonesia?

Saya fikir tidak, tidak sama sekali. Bahkan muslimah-muslimah Indonesia, emak-emak jaman now, menjadikan ketaatan kepada agamanya sebagai bentuk cinta pada bangsa dan tanah airnya. Mereka tidak lagi terdampar di tempat-tempat hiburan malam dan di warung-warung remang-remang tetapi mereka sekarang berada di pusaran kajian-kajian ke-islaman. 

Di majelis taklim, di liqo-liqo, di halaqoh-halaqoh bersama komunitas-komunitas yang mendekatkan diri pada Allah. Dari situ mereka menyebarkan pemahaman Islam di tengah-tengah keluarga dan masyarakatnya. Bahkan keterlibatan ibu-ibu Indonesia pada aksi bela Islam pun tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka adalah tenaga-tenaga ikhlas yangmenyediakan makanan dan minuman bagi para pejuang bela Islam. Merekalah barisan emak-emak militan. 

Jika sang pujangga merasa Islam itu asing, itu baginya, bukan bagi Ibu-Ibu Indonesia. Jika dia tidak merasa terjaga dan suci dengan kain penutup aurat, itu karena dia belum menggunakannnya, bukan bagi Ibu-Ibu Indonesia. Jika dia anggap lenggak lenggok gemulai tubuh dalam tarian adalah ibadah, itu baginya; bukan bagi ibu-ibu Indonesia. Asumsi tarian sebagai ibadah pun jelas salah total, jika aqidahnya benar, atau ketidaktahuan syariah itulah penyebabnya.

Jika pun mau dilihat sepak terjang ibu Indonesia saat ini, yuks! Lihatlah perjuangan ibu-ibu Indonesia mendidik dan membesarkan anak-anaknya, mengajarkan ayat demi ayat Alqur’an, menghantar jemput anak-anaknya di sekolah-sekolah tahfiz Qur’an, menyediakan makanan bergizi bagi anak-anaknya. 

Lihatlah pula upaya sekuat tenaga ibu-ibu Indonesia menangkal pengaruh buruh kaum LGBT yang makin menggila, narkoba yang menelusup masuk ke permen-permen jajanan anak-anaknya, menjaga anak gadis  dan anak bujangnya dari pergaulan bebas, di tengah-tengah abainya negara. 

Kesibukan itu sangatlah cukup untuk membuat Ibu-Ibu Indonesia tidaklagi  punya waktu untuk berkonde dan bahkan tidak memerlukan konde. Khimar dan hijab adalah perhiasannya, lantunan azan dan merdunya tilawah AlQur’an cukup sudah membasuhi raga dan jiwanya yang lelah, mereka tidak memerlukan kidung-kidung mistik yang merusak jiwa. Merekalah ibu, yang terus berjuang agar tidak meninggalkan generasi yang lemah setelahnya. 

Kepada seluruh Ibu-Ibu Indonesia, teruslah sampaikan ajaran Islam pada anak-anak kita; khimar, jilbab, cadar pakaikan pada tubuhmu dan anak-anak gadismu. Abaikan mimpi pujanggawati itu tentang sosok ideal Ibu Indonesia. Mungkin dia hidup di masa lalu, sedangkan kita hidup di zaman now. Semoga dia dapat hidayah dan taubat sebelum Allah memanggilnya.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Muslim Prancis Gugat Facebook dan YouTube Terkait Siaran Langung Pembantaian di Christchurch

Muslim Prancis Gugat Facebook dan YouTube Terkait Siaran Langung Pembantaian di Christchurch

Selasa, 26 Mar 2019 22:12

Suasana yang Tak Biasa Dihadapi Fahri saat Sambut Prabowo

Suasana yang Tak Biasa Dihadapi Fahri saat Sambut Prabowo

Selasa, 26 Mar 2019 20:23

Video Teknologi (2): Cara Ruqyah Terbaru Dengan Cahaya Bermuatan Al Quran, Temuan Driver Gojek

Video Teknologi (2): Cara Ruqyah Terbaru Dengan Cahaya Bermuatan Al Quran, Temuan Driver Gojek

Selasa, 26 Mar 2019 19:32

Akan Rasakan Kekalahan bukan Berarti ingin Ajak Menteri Kampanye

Akan Rasakan Kekalahan bukan Berarti ingin Ajak Menteri Kampanye

Selasa, 26 Mar 2019 19:23

Serangan Rezim Assad ke Sekolah di Idlib Tewaskan 2 Anak

Serangan Rezim Assad ke Sekolah di Idlib Tewaskan 2 Anak

Selasa, 26 Mar 2019 19:21

Israel Terus Bombardir Gaza Meski Ada Gencatan Senjata

Israel Terus Bombardir Gaza Meski Ada Gencatan Senjata

Selasa, 26 Mar 2019 19:08

Anies: Tarif MRT Jangan Dipolitisasi buat Pilpres

Anies: Tarif MRT Jangan Dipolitisasi buat Pilpres

Selasa, 26 Mar 2019 18:46

Gamer di India Serukan Boikot PUBG karena Jadikan Kabah Sebagai Target Sasaran

Gamer di India Serukan Boikot PUBG karena Jadikan Kabah Sebagai Target Sasaran

Selasa, 26 Mar 2019 18:39

Pernyataan KPU Basa-basi, Politisi Serukan Undang Carter Centre

Pernyataan KPU Basa-basi, Politisi Serukan Undang Carter Centre

Selasa, 26 Mar 2019 18:23

Prabowo lebih Dulu Dikenal daripada Jokowi

Prabowo lebih Dulu Dikenal daripada Jokowi

Selasa, 26 Mar 2019 17:23

Di Utara Jakarta Sandi Bicara Semangat Betawi dan Perubahan

Di Utara Jakarta Sandi Bicara Semangat Betawi dan Perubahan

Selasa, 26 Mar 2019 16:23

Video Teknologi (1): 7 Manfaat Terapi Cahaya Al Quran, Temuan Asli Indonesia

Video Teknologi (1): 7 Manfaat Terapi Cahaya Al Quran, Temuan Asli Indonesia

Selasa, 26 Mar 2019 13:01

Jendral AS: Pasukan Amerika Siap Mati Membela Israel Jika Diminta

Jendral AS: Pasukan Amerika Siap Mati Membela Israel Jika Diminta

Selasa, 26 Mar 2019 11:35

Bagus, Polisi Mulai Netral

Bagus, Polisi Mulai Netral

Selasa, 26 Mar 2019 10:41

Bergabung dalam Kampanye 'Hello Brother', Mesut Ozil Serukan Persatuan Melawan Teror

Bergabung dalam Kampanye 'Hello Brother', Mesut Ozil Serukan Persatuan Melawan Teror

Selasa, 26 Mar 2019 10:30

7 Warga Palestina Terluka dalam Serangan Udara Terbaru Israel di Gaza

7 Warga Palestina Terluka dalam Serangan Udara Terbaru Israel di Gaza

Selasa, 26 Mar 2019 08:35

Klaim MRT Jokowi: Perlawanan Diam Anies Baswedan

Klaim MRT Jokowi: Perlawanan Diam Anies Baswedan

Selasa, 26 Mar 2019 07:05

Benang Merah Teror Keji Selandia Baru dan Industri Islamophobia Global

Benang Merah Teror Keji Selandia Baru dan Industri Islamophobia Global

Selasa, 26 Mar 2019 02:45

Serangan Udara AS di Kunduz Tewaskan 13 Warga Sipil Afghanistan, Sebagian Besar Anak-anak

Serangan Udara AS di Kunduz Tewaskan 13 Warga Sipil Afghanistan, Sebagian Besar Anak-anak

Senin, 25 Mar 2019 21:15

Gaza Diambang Perang, Israel Kerahkan 2 Brigade Infanteri dan Unit Lapis Baja ke Perbatasan

Gaza Diambang Perang, Israel Kerahkan 2 Brigade Infanteri dan Unit Lapis Baja ke Perbatasan

Senin, 25 Mar 2019 21:00


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 26/03/2019 10:41

Bagus, Polisi Mulai Netral