Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.841 views

Ibu Indonesia Zaman Now, Tak Sempat Berkonde!

Oleh:

Emitha Thamrin

Anggota Komunitas Revowriter

BULAN April dibuka dengan puisi nyangsang dan salah sasaran dari seorang anak bangsa. Katanya sih puisi itu sebagai wujud cinta dan rasa hormat pada Ibu Indonesia. Alih-alih hormat dan mendapatkan banjir pujian, hujatan dan kecaman pun dilayangkan padanya. Bahkan sejumlah pengacara akan mengajukan somasi penistaan agama Islam pada beliau. Ratusan ibu-ibu Indonesia membalas puisi sang pujanggawati dengan puisi-puisi yang tak kalah manis dan cadasnya. 

Di tengah suasana yang masih panas dengan kasus cadar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan IAIN Bukittinggi, puisi ini malah menoreh luka lebih dalam. Selayaknya, seorang nasionalis anak proklamator bisa berfikir jernih dan melihat situasi dan kondisi psikologis sosial masyarakat pasca dua kasus cadar tersebut. Mestinya meredam bukan malah menebar minyak tanah di tengah api yang sedang menyala.   

Belum lagi ada pemberitaan miring tentang wanita bercadar yang hidup dengan belasan anjingnya, yang jelas-jelas tidak bisa diterima akal sehat. Bagaimana mungkin seorang akhwat yang taat syariat bercadar memelihara anjing dan bermesra dengan anjing-anjingnya padahal bersentuhan dan kecipratan air liur anjing saja adalah najis besar? Apakah pemberitaan ini sebuah rekayasa? Pencitraburukan terhadap cadar? Waktu akan menjawabnya. 

Kembali ke puisi sang pujanggawati, tidak masanya lagi ibu-ibu Indonesia dibuai dengan kidung dan berhias konde. Ga ada waktu Nek! Lihatlah ibu-ibu Indonesia yang telah berkuras tenaga, keringat dan air mata dari subuh ke subuh di pebukitan, di pegunungan, di padang penggembalaan, di pabrik-pabrik padat karya, di pasar-pasar tradisional, diriuhnya deru kereta dan sarana transportasi umum, di undukan sampah yang menggunung atau di pinggir jalan menadahkan tangan. 

Itulah wajah ibu Indonesia saat ini. Ibu yang termiskinkan, ibu yang tertindas, ibu yang tidak punya waktu lagi untuk berbedak apalagi berkonde. Sempitnya penghidupan dan  jauhnya jurang kaya dan miskin telah membuat ibu-ibu Indonesia ikut membanting tulang menjadi tulang punggung keluarga. 

Jika pun mau dilihat  sosok Ibu Indonesia zaman dulu, tidak lah seperti yang dipuisikan. Ada Cut Nyak Dien dan Cut Meutia di Aceh, Raden Ajeng Kartini di Jepara, Rahmah El Yunusiah dan Rankayo Rasuna Said di Padang dan banyak tokoh wanita lainnya, yang tidak “kepikiran” berkonde dan berkidung. Mereka adalah para pejuang untuk kemerdekaan bangsanya dan kaumnya dari penjajahan.  Hari-harinya adalah memikirkan kemajuan pendidikan dan sosial kaumnya. 

Bisa jadi sang pujangga memang pernah hidup di masa-masa konde berjaya era 1960an hingga 1980an, meski tidak semua ibu Indonesia menggunakannya. Tetapi di era 1990an, ketika nilai-nilai Islam semakin dipahami untuk diterapkan, maka mulai banyaklah muslimah yang menutup auratnya. Berjilbab, berkerudung, berkhimar, bergamis dan sekarang bercadar. Satu, sepuluh, seratus, seribu, sejuta dan berjuta muslimah menutup auratnya. Lalu apakah berarti mereka kehilangan identitas sebagai Ibu Indonesia?

Saya fikir tidak, tidak sama sekali. Bahkan muslimah-muslimah Indonesia, emak-emak jaman now, menjadikan ketaatan kepada agamanya sebagai bentuk cinta pada bangsa dan tanah airnya. Mereka tidak lagi terdampar di tempat-tempat hiburan malam dan di warung-warung remang-remang tetapi mereka sekarang berada di pusaran kajian-kajian ke-islaman. 

Di majelis taklim, di liqo-liqo, di halaqoh-halaqoh bersama komunitas-komunitas yang mendekatkan diri pada Allah. Dari situ mereka menyebarkan pemahaman Islam di tengah-tengah keluarga dan masyarakatnya. Bahkan keterlibatan ibu-ibu Indonesia pada aksi bela Islam pun tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka adalah tenaga-tenaga ikhlas yangmenyediakan makanan dan minuman bagi para pejuang bela Islam. Merekalah barisan emak-emak militan. 

Jika sang pujangga merasa Islam itu asing, itu baginya, bukan bagi Ibu-Ibu Indonesia. Jika dia tidak merasa terjaga dan suci dengan kain penutup aurat, itu karena dia belum menggunakannnya, bukan bagi Ibu-Ibu Indonesia. Jika dia anggap lenggak lenggok gemulai tubuh dalam tarian adalah ibadah, itu baginya; bukan bagi ibu-ibu Indonesia. Asumsi tarian sebagai ibadah pun jelas salah total, jika aqidahnya benar, atau ketidaktahuan syariah itulah penyebabnya.

Jika pun mau dilihat sepak terjang ibu Indonesia saat ini, yuks! Lihatlah perjuangan ibu-ibu Indonesia mendidik dan membesarkan anak-anaknya, mengajarkan ayat demi ayat Alqur’an, menghantar jemput anak-anaknya di sekolah-sekolah tahfiz Qur’an, menyediakan makanan bergizi bagi anak-anaknya. 

Lihatlah pula upaya sekuat tenaga ibu-ibu Indonesia menangkal pengaruh buruh kaum LGBT yang makin menggila, narkoba yang menelusup masuk ke permen-permen jajanan anak-anaknya, menjaga anak gadis  dan anak bujangnya dari pergaulan bebas, di tengah-tengah abainya negara. 

Kesibukan itu sangatlah cukup untuk membuat Ibu-Ibu Indonesia tidaklagi  punya waktu untuk berkonde dan bahkan tidak memerlukan konde. Khimar dan hijab adalah perhiasannya, lantunan azan dan merdunya tilawah AlQur’an cukup sudah membasuhi raga dan jiwanya yang lelah, mereka tidak memerlukan kidung-kidung mistik yang merusak jiwa. Merekalah ibu, yang terus berjuang agar tidak meninggalkan generasi yang lemah setelahnya. 

Kepada seluruh Ibu-Ibu Indonesia, teruslah sampaikan ajaran Islam pada anak-anak kita; khimar, jilbab, cadar pakaikan pada tubuhmu dan anak-anak gadismu. Abaikan mimpi pujanggawati itu tentang sosok ideal Ibu Indonesia. Mungkin dia hidup di masa lalu, sedangkan kita hidup di zaman now. Semoga dia dapat hidayah dan taubat sebelum Allah memanggilnya.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Di usia senja, Bu Janih bersama 5 anak yatimnya tinggal di rumah rombeng yang kumuh, lapuk dan sering roboh. Upah sebagai buruh cuci serabutan pun tak menentu sehingga tidak bisa memasak nasi...

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Sudah 23 hari tangan Ramdani remuk dalam insiden tabrak lari. Ia harus segera dioperasi supaya patahan tulang tidak berantakan dan dagingnya tidak membusuk. Butuh dana puluhan juta untuk operasi....

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Latest News
Parmusi: #2019GantiPresiden Menunjukkan Pemimpin ke depan Tidak Bisa Sembarangan Beri Janji

Parmusi: #2019GantiPresiden Menunjukkan Pemimpin ke depan Tidak Bisa Sembarangan Beri Janji

Kamis, 26 Apr 2018 23:11

The Twin Heart 6: Menggambar Lampau (Part C)

The Twin Heart 6: Menggambar Lampau (Part C)

Kamis, 26 Apr 2018 23:01

Mendidik Anak Gadis Zaman Now, Mudahkah?

Mendidik Anak Gadis Zaman Now, Mudahkah?

Kamis, 26 Apr 2018 22:38

Cerita Politisi kala Jokowi Tersudut Hadapi Aksi Besar Massa hingga Tawaran Cawapres untuk Prabowo

Cerita Politisi kala Jokowi Tersudut Hadapi Aksi Besar Massa hingga Tawaran Cawapres untuk Prabowo

Kamis, 26 Apr 2018 22:23

[VIDEO] FLASHDISK HYPER-ISLAM PALING LENGKAP 32 GB, #HyperDisk Islami !!

[VIDEO] FLASHDISK HYPER-ISLAM PALING LENGKAP 32 GB, #HyperDisk Islami !!

Kamis, 26 Apr 2018 22:20

Hamas Bantah Telibat Pembicaraan untuk Bebaskan Orang Israel yang Mereka Tahan

Hamas Bantah Telibat Pembicaraan untuk Bebaskan Orang Israel yang Mereka Tahan

Kamis, 26 Apr 2018 22:15

Kronologis Lengkap Pertemuan Tim 11 Ulama Alumni 212 dengan Jokowi

Kronologis Lengkap Pertemuan Tim 11 Ulama Alumni 212 dengan Jokowi

Kamis, 26 Apr 2018 22:15

10 Cara Sehat Ala Kurma Nabi 'Kurma Ajwa Aliyah' Yuk Beli di Voa-Islam

10 Cara Sehat Ala Kurma Nabi 'Kurma Ajwa Aliyah' Yuk Beli di Voa-Islam

Kamis, 26 Apr 2018 22:10

Kurma Sukari Favorit Raja-Raja Arab, Joss Untuk Stamina Pria

Kurma Sukari Favorit Raja-Raja Arab, Joss Untuk Stamina Pria

Kamis, 26 Apr 2018 22:09

Saudi Berikan Hadiah Sebidang Tanah di Makkah Untuk Pesepak Bola Asal Mesir Mohammed Salah

Saudi Berikan Hadiah Sebidang Tanah di Makkah Untuk Pesepak Bola Asal Mesir Mohammed Salah

Kamis, 26 Apr 2018 22:05

Polisi Tangkap Penghina Nabi

Polisi Tangkap Penghina Nabi

Kamis, 26 Apr 2018 22:04

Yordania Akan Cabut Kewarganegaraan Puluhan Pejabat Palestina Termasuk Presiden Mahmoud Abbas

Yordania Akan Cabut Kewarganegaraan Puluhan Pejabat Palestina Termasuk Presiden Mahmoud Abbas

Kamis, 26 Apr 2018 21:45

Ini Penjelasan Slamet Maarif Terkait Ada Nama Presidium Alumni 212

Ini Penjelasan Slamet Maarif Terkait Ada Nama Presidium Alumni 212

Kamis, 26 Apr 2018 21:15

Munarman: Pemisahan Masjid dan Politik Itu Konsep Snouckhurgronye

Munarman: Pemisahan Masjid dan Politik Itu Konsep Snouckhurgronye

Kamis, 26 Apr 2018 21:03

Rendra Si Penghina Nabi Ditangkap Polisi

Rendra Si Penghina Nabi Ditangkap Polisi

Kamis, 26 Apr 2018 20:34

Kata Ketum GNPF terkait Pertemuan Tim 11 dengan Jokowi

Kata Ketum GNPF terkait Pertemuan Tim 11 dengan Jokowi

Kamis, 26 Apr 2018 20:15

Dapat Penghargaan di Turki, Ustaz Bachtiar Nasir Merendah

Dapat Penghargaan di Turki, Ustaz Bachtiar Nasir Merendah

Kamis, 26 Apr 2018 19:56

Siapa yang Membuka, Menutup, dan Menginisiasi Pertemuan Tim 11 dengan Jokowi?

Siapa yang Membuka, Menutup, dan Menginisiasi Pertemuan Tim 11 dengan Jokowi?

Kamis, 26 Apr 2018 19:15

Tim 11 hanya Sampaikan Fakta Kriminalisasi ke Jokowi, Tak Ngaruh Terbuka/Tertutup Pertemuan Itu

Tim 11 hanya Sampaikan Fakta Kriminalisasi ke Jokowi, Tak Ngaruh Terbuka/Tertutup Pertemuan Itu

Kamis, 26 Apr 2018 18:15

Teknik Analisa Folder yang Dishare di Komputer dari Jarak Jauh

Teknik Analisa Folder yang Dishare di Komputer dari Jarak Jauh

Kamis, 26 Apr 2018 17:41


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X