Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.120 views

Menjawab Setara Institute: Apa Itu “Islamis” di Kampus?


 
 
Oleh:
Asyari Usman, wartawan senior
 
 
KEMARIN, Jumat (31/5/2019), SETARA Institute (SI) menggelar diskusi di Jakarta Pusat dengan tajuk “Membaca Peta Wacana dan Gerakan Keagamaan di PTN”. Peneliti SI, Halili, menguraikan tentang gerakan Islam eksklusif yang menumbuhkan radikalisme di 10 kampus perguruan tinggi negeri (PTN).
 
Tapi, apakah layak disebut radikalisme berkembang di kampus-kampus UI, ITB, IPB, UGM, UIN Jakarta, UIN Bandung, UniBraw, Unair, UNY, dan Unram? Kalaupun kesimpulan seperti ini diterima, apa penyebabnya? Inilah yang kita coba telusuri.
 
SI menyebutnya pertumbuhan “islamis” (islamist). Kita perlu mendudukan apa itu “islamis”. Kita lihat dulu pengertian “islamist” menurut salah satu kamus terkemuka, yaitu Cambridge Dictionary. Kamus ini mendefinisikan “islamist” sebagai (a)sesuatu yang berkenaan atau terkait dengan Islam; (b)keyakinan yang kuat bahwa Islam harus mempengaruhi sistem politik.
 
Dalam pengertian pertama (a), maka “islamist” (islamis) adalah sesuatu yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan “radikalisme”. Sedangkan dalam pengertian kedua (b), juga tidak ada terkait langsung dengan radikalisme atau intoleran. Sebab, keyakinan yang keras bahwa Islam harus kuat di dunia politik adalah sesuatu yang sangat wajar di Indonesia. Sangat proporsional.
 
Nah, dalam sejarah politik di Indonesia, radikalisme atau intoleran muncul akibat umat Islam dihambat dalam memperkuat diri di pentas politik. Radikalisme dan intoleran bukanlah ciri kaum muslimin. Melainkan bentuk reaksi mereka terhadap tekanan atau desakan sosial-politik yang sifatnya agresif-intimidatif.
 
Karena itu, umat sadar bahwa mereka harus aktif berpolitik dan membawa misi keislaman untuk memastikan agar kepentingan umat bisa terjamin. Tentu aspek ini lumrah saja. Semua kelompok non-Islam juga akan melakukan ini.    
 
Menurut hemat saya, yang justru bermasalah adalah tujuan SI melakukan penelitian dan cara mereka meneliti kalangan mahasiswa Islam. Pada akhir 2017, SI merilis “penelitian” mereka terhadap ratusan masjid dan musholla di kawasan Depok termasuk masjid-masjid di sekitar UI dan STIE Hidayatullah.
 
Peneliti SETARA Institure, Sudarto, berkata bahwa untuk memuluskan penelitiannya, dia harus tampil seperti salafi-wahabi. Seperti yang pernah dilakukan oleh Christiaan Snouk Hurgronje yang pura-pura masuk Islam agar warga Atjeh tidak curiga kepada dia. Sudarto juga berpura-pura menjadi salafi-wahabi. Dia memelihara janggut dan memakai celana cingkrang (di atas mata kaki). Dia lakukan ini untuk menginteli pengajian-pengajian mahasiswa.
 
Sudarto harus tampil munafik untuk tujuan yang bisa ditebak, yaitu mencari kejelekan kaum muslimin, khususnya mahasiswa.
 
Kalau para peneliti SETARA Institute mau berkontemplasi lebih jauh, ciri-ciri yang mereka lihat sebagai reprsentasi radikalisme itu (janggut dan celana cingkrang), sesungguhnya adalah “physical statement” (pernyataan fisik) bahwa para mahasiswa ingin membuang gaya hidup yang hura-hura. Salahkah ini? Tergantung bagaimana Anda melihatnya. Kalangan yang berpura-pura akan sangat risih dan resah. Sebaliknya, kalangan yang mengharapkan pemurnian spiritualitas dalam rangka ketakwaan, akan merasa pas karena janggut dan celana cingkrang, biasanya, adalah pertanda keinginan untuk menghilangkan pengaruh duniawi.
 
Jadi, pihak SI hendaklah hati-hati dalam membuat kesimpulan tentang makna “islamis”.  Karena, yang sebenarnya berlangsung adalah pertumbuhan “ketakwaan”. Dalam arti, para mahasiswa muslim menjadi lebih intensif secara spiritual. Intensif menggelar pengajian. SETARA mengistilahkannya “pengajian eksklusif”. Tapi, adakah yang salah dengan pengajian eksklusif?
 
Tidak semestinya dilihat negatif. Karena pertumbuhan yang sifatnya “islamis” seharusnya membuat mahasiswa menjadi lebih baik. Mereka lebih ingin membentuk manusia-manusia Indonesia yang tidak menjadi beban sosial.
 
Itulah yang sedang berlangsung di kalangan para mahasiswa di 10 kampus perguruan tinggi negeri (PTN) papan atas di Indonesia yang teliti oleh SI. Mereka ingin agar cara mereka sholat lebih baik. Agar pemahaman tentang pengorbanan untuk kemaslahatan manusia, menjadi lebih konkret. Agar mereka bisa lebih ringan untuk berbagi dengan sesama.
 
Itulah pertumbuhan ketakwaan yang dilabeli “islamis” oleh SI. Bagi yang tidak paham, pertumbuhan ketakwaan (islamis) itu mengesankan pertumbuhan radikalisme. Begitulah penglihatan sempit SI. Mereka lebih suka mendeskripsikan pertumbuhan ketakwaan di kalangan mahasiswa Islam sebagai pertanda pertumbuhan intoleransi. Pertumbuhan paham radikal. Sehingga terkesan cukup menakutkan. Semua ini hanya divonis dari tampilan janggut dan celana cingkrang.
 
Selain sempit, penilaian SI itu terasa bermisi khusus untuk terus memojokkan umat Islam. Sangat tidak adil cara SI menyimpulkan kecenderungan di kalangan mahasiswa Islam di hampir semua kampus. SETARA termakan oleh gambaran yang keliru tentang janggut atau celana cingkrang. Mereka menganggap tampilan ini sebagai simbol intoleransi dan keradikalan.
 
Padahal, kalau mereka pahami lebih luas lagi, janggut dan celana cingkrang melambangkan upaya untuk menjauhkan diri dari semua aspek hedonisme. Upaya untuk hidup lebih sederhana dan jauh dari suasana “immoral” (amoral). Upaya ini tidak mudah. Penuh tantangan. Berat ujiannya.
 
Sebagai contoh, seseorang yang selama ini terbiasa dengan kehidupan tanpa rambu-rambu moral, memiliki potensi untuk menjadi takwa. Menjadi jauh dari kebiasaan hidup boros dan konsumtif. Menjadi lebih peka terhadap kesulitan hidup orang lain. Potensi untuk menjadi takwa itu didukung oleh proses pembinaan intelektualitas yang dilalui oleh para mahasiswa.
 
Penguatan intelektualitas inilah yang sebetulnya menjadi “main drive” (pendorong utama) di kalangan mahasiwa untuk mengikuti pengajian agama. Ketajaman intelektualitaslah yang membawa mereka datang ke masjid. Di sini, mereka diberikan pemahaman tentang kondisi yang dihadapi umat. Tentang potensi umat dan tentang “predator” yang sejak lama berkepentingan untuk mengintimidasi umat agar terus-menerus menjadi hamba para pemegang kekuasaan politik dan ekonomi yang “hostile” (benci) terhadap umat.
 
Nah, apakah salah atau tidak boleh mahasiswa Islam mempelajari lingkungan sosial-politik mereka? Apakah mempelajari ancaman terhadap diri mereka melalui silaturhami dan pengajian, tidak boleh dilakukan?
 
Memberikan label “islamis” dalam makna radikalisme atau intoleran, memang sesuatu yang enak dilakukan oleh SETARA Institute. Dan mereka bangga mengumumkan kesimpulan gegabah ini. Tetapi, orang-orang yang paham tentang operasi pemberangusan kekuatan Islam yang konstitusional dan rasional bisa melihat bahwa SI sedang mengerjakan “proyek pesanan”.
 
Masalahnya adalah, para penguasa zalim dan mafioso ekonomi-politik merasa terancam oleh pertumbuhan “islamis” dalam pengertian positif di kalangan mahasiswa. Sehingga, perlu ada lembaga seperti SI untuk mengkampanyekan ancaman “islamis” yang mereka sesatkan maknanya menjadi radikalisme dan intolerasi.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Paradoks Keimanan

Paradoks Keimanan

Sabtu, 24 Aug 2019 17:10

Jerman Prihatin atas Serangan Rezim Suriah di Idlib

Jerman Prihatin atas Serangan Rezim Suriah di Idlib

Sabtu, 24 Aug 2019 16:43

PKS Sarankan Presiden dan Menteri Gunakan Mobil 'Sejuta Umat'

PKS Sarankan Presiden dan Menteri Gunakan Mobil 'Sejuta Umat'

Sabtu, 24 Aug 2019 16:20

Penata Kata Masyarakat Dunia

Penata Kata Masyarakat Dunia

Sabtu, 24 Aug 2019 15:40

Majelis Tarjih Muhammadiyah Rumuskan Risalah Akhlak

Majelis Tarjih Muhammadiyah Rumuskan Risalah Akhlak

Sabtu, 24 Aug 2019 14:33

Mardani: Hentikan Kriminalisasi Ustaz Abdul Somad

Mardani: Hentikan Kriminalisasi Ustaz Abdul Somad

Sabtu, 24 Aug 2019 13:48

Menerima Perlakuan Hukum yang Berbeda

Menerima Perlakuan Hukum yang Berbeda

Sabtu, 24 Aug 2019 12:51

Anies Baswedan Bawa Jakarta Raih Penghargaan Internasional Pertama yang Diraih Kota Asia Tenggara

Anies Baswedan Bawa Jakarta Raih Penghargaan Internasional Pertama yang Diraih Kota Asia Tenggara

Sabtu, 24 Aug 2019 11:31

Yunahar Ilyas Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2019

Yunahar Ilyas Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2019

Sabtu, 24 Aug 2019 10:59

Ampun! Ngutang Lagi, ke Cina Lagi?

Ampun! Ngutang Lagi, ke Cina Lagi?

Sabtu, 24 Aug 2019 10:51

Ustaz Yusuf Mansur Doakan Ustaz Abdul Somad dan HRS

Ustaz Yusuf Mansur Doakan Ustaz Abdul Somad dan HRS

Sabtu, 24 Aug 2019 10:51

Oknum Polisi Diduga Beri Miras ke Mahasiswa Papua, Fahira Idris: Saya Nggak Habis Pikir

Oknum Polisi Diduga Beri Miras ke Mahasiswa Papua, Fahira Idris: Saya Nggak Habis Pikir

Sabtu, 24 Aug 2019 09:52

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Booth Kuliner

Investasi Berjamaah Bisnis Kuliner Mal, 1 Slot Saham untuk 3 Booth Kuliner

Sabtu, 24 Aug 2019 09:20

Narasi Radikalisme yang Absurd dan Tendensius

Narasi Radikalisme yang Absurd dan Tendensius

Sabtu, 24 Aug 2019 08:44

Iman

Iman

Sabtu, 24 Aug 2019 07:32

Jokowi Akan Dikenang Bukan Karena Memindahkan Ibu Kota

Jokowi Akan Dikenang Bukan Karena Memindahkan Ibu Kota

Sabtu, 24 Aug 2019 06:28

Mesir Tangkap Putra Ppejabat Palestina Terkait Aktivitas Anti Israel

Mesir Tangkap Putra Ppejabat Palestina Terkait Aktivitas Anti Israel

Jum'at, 23 Aug 2019 22:52

Ibu Kota Pindah Ke Kalimantan, Kenapa Gak Ke Beijing?

Ibu Kota Pindah Ke Kalimantan, Kenapa Gak Ke Beijing?

Jum'at, 23 Aug 2019 22:00

Para pejabat AS Mengkonfirmasi Serangan Udara Israel di Irak

Para pejabat AS Mengkonfirmasi Serangan Udara Israel di Irak

Jum'at, 23 Aug 2019 21:51

Lebih dari 150 Orang Dirawat karena Gas Air Mata dan Luka Tembak di Kashmir

Lebih dari 150 Orang Dirawat karena Gas Air Mata dan Luka Tembak di Kashmir

Jum'at, 23 Aug 2019 21:48


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Kamis, 22/08/2019 13:15

Ekonomi Kembali Terancam Nyungsep