Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.779 views

Perlukah Penghargaan Adikarya Wisata bagi Diskotek?

 

Oleh: Henyk Nur Widaryanti S. Si., M. Si.

 

Saat ini, siapa yang tidak mengenal diskotek? Sebuah tempat having fun yang diisi dengan alunan musik "ajep-ajep" dengan pencahayaan remang-remang. Para pendatang kelihatan gembira setiap datang ke sana, sambil mengangguk-angguk mengikuti alunan nada. Gelas di tangan siap menghapus dahaga, tapi isinya bukan susu, teh, jus atau air putih. Segelas minuman yang harganya tak murah, cukup menghabiskan uang jajan anak sebulan. Minuman ini beraroma menggiurkan, dengan rasa sedikit "aneh" di lidah yang mengandung etanol sekian persen. Semakin besar persennya, semakin dalam merogoh kocek.

Apakah orang-orang itu cukup dengan minum dan duduk sambil menikmati musik? Tentu saja tidak, kurang afdhol rasanya kalau belum ditemani cewek-cewek cantik berbaju sexy. Mereka yang menawarkan jajanan tubuh menggiurkan bagi para lelaki hidung belang. Tarifnya? Beragam, dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah sekali nge-date. Tak jarang pula tempat ini jadi ajang pesta narkoba. Banyak juga transaksi haram terjadi di tempat ini. Namanya juga tempat having fun. Segala sesuatu yang mendatangkan kesenangan (menurut mereka) akan dilakukan.

Tak heran jika banyak turis-turis singgah di sini untuk berpesta. Ada yang sekadar duduk menikmati "senpen", atau ikut terlarut dalam permainan cinta satu malam. Alhasil diskotek menjadi alternatif pilihan melancong bagi para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Maka, keputusan pemerintah menjadikan destinasi wisata pun sangat tepat. Hal ini bisa dilihat dari strategisnya tempat tersebut bagi para pelancong sebagai rekreasi di malam hari.

Maka, ketika beberapa waktu yang lalu diberitakan bahwa Diskotek Colloseum mendapatkan Penghargaan Adikarya Wisata 2019 dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta, hal ini dipandang wajar. Klab tersebut meraih penghargaan dengan kategori hiburan dan rekreasi klab malam diskotek. Penghargaan itu diberikan pada 6 Desember 2019.

Ternyata, banyak pihak yang menyayangkan hal ini. Pasalnya warganet mengetahui bahwa klab malam ini di bawah satu kepengurusan Alexis yang pernah ditutup oleh Gubernur Anies. Tempat tersebut diketahui sebagai tempat penjualan jajanan seksual. Banyak netizen menyayangkan pemberian penghargaan tersebut. Bahkan tak jarang yang memberikan komentar menyindir.

Tak berselang lama, Penghargaan Adikarya 2019 tersebut dicabut oleh Gubernur Anies. Karena dinilai telah melakukan aktivitas terlarang, Gubernur DKI Jakarta memerintahkan untuk mencabut penghargaan tersebut dan meminta pengusutan penilaiannya. Sebagaimana diberitakan di teropongsenayan.com bahwa pencabutan penghargaan tersebut dikarenakan Colloseum pernah dijadikan tempat pesta narkoba. Hal ini bertentangan dengan prasyarat dibolehkannya usaha diskotek.

Diskotek di Mata Kapitalisme dan Islam

Dalam pandangan kapitalisme, segala sesuatu yang sifatnya tidak bertentangan dengan yang lain boleh. Sehingga, aktivitas minum minuman berakohol, campur baur laki dan perempuan, "dugem" untuk menghilangkan stres dan lain-lain itu hal yang lumrah. Asalkan sesuai standar yang ditentukan.

Berbeda dengan Islam, aktivitas seorang muslim tidak bergantung pada kebutuhan atau keinginan sendiri. Tapi senantiasa terikat dengan hukum syara'. Islam sendiri telah mengharamkan minum alkohol, ikhtilat (campur baur), "dugem" yang membuat lalai, bahkan berpakaian memperlihatkan aurat, zina dan narkoba pun dilarang. Sehingga Islam melarang ada tempat-tempat yang menyediakan pelayanan tersebut.

Maka, selama pemimpin suatu negeri mengambil kapitalisme sebagai dasar pijakan membuat kebijakan, aturan yang lahir tidak jauh dari kata manfaat. Manfaat akan menjadi standar utama dalam perizinan tempat hiburan malam. Jika dapat membantu pertumbuhan pariwisata dan tidak melanggar aturan, maka izin usaha tersebut akan dilayangkan. Bahkan aturan yang ada hanya sekadar tidak melakukan tindakan protitusi ilegal, narkoba. Meskipun perhargaan ini dicabut, alasannya hanya karena melanggar peraturan yang ada yaitu terlibat narkoba. Sanksinya, hanya diberi teguran saja.

Hal ini sungguh berbeda dengan Islam, sebelum menentukan kriteria atau aturan tempat hiburan terlebih dahulu akan dikaji sesuai hukum syara. Hal-hal yang melanggar hukum syara ditiadakan. Seperti beredarnya minuman keras, narkoba, prostitusi (legal/ilegal), campur baur laki dan perempuan dll. Meskipun tempat seperti ini dapat menyumbang devisa pariwisata, menyerap tenaga kerja, dan menyumbangkan pajak bagi negara. Jika perizinan tepat saja tidak diperoleh, maka tidak mungkin akan mendapat penghargaan semacam Adikarya Wisata.

Di sini jelas, pemimpin baik dan salih saja tidak cukup. Harus ada sistem baik pula untuk menghapus tempat hiburan malam yang isinya notabene maksiat. Agar jangan sampai tempat keburukan itu malah mendapat penghargaan meskipun akhirnya diralat. Wallahu a'lam bishowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Laporan: 2 Orang Terdeteksi Positif Virus Corona Baru di Kota Suci Syi'ah Qom Iran

Laporan: 2 Orang Terdeteksi Positif Virus Corona Baru di Kota Suci Syi'ah Qom Iran

Rabu, 19 Feb 2020 23:00

Hanya dalam Sepekan Rusia telah Luncurkan 120 Serangan Udara ke Aleppo

Hanya dalam Sepekan Rusia telah Luncurkan 120 Serangan Udara ke Aleppo

Rabu, 19 Feb 2020 22:35

Faksi-faksi Palestina Bentuk Komite Nasional untuk Melawan Rencana Perdamaian Trump

Faksi-faksi Palestina Bentuk Komite Nasional untuk Melawan Rencana Perdamaian Trump

Rabu, 19 Feb 2020 22:17

Ketum DMI: Bedakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar dengan Radikalisme

Ketum DMI: Bedakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar dengan Radikalisme

Rabu, 19 Feb 2020 10:32

Iya Sih, Tapi...

Iya Sih, Tapi...

Rabu, 19 Feb 2020 09:30

Menghadapi Virus Corona

Menghadapi Virus Corona

Rabu, 19 Feb 2020 08:24

Bayar SPP Bisa Pakai GoPay, Natalius Pigai Minta Ombudsman dan KPK Periksa Mendikbud

Bayar SPP Bisa Pakai GoPay, Natalius Pigai Minta Ombudsman dan KPK Periksa Mendikbud

Rabu, 19 Feb 2020 07:39

Legislator: Selesaikan Skandal Jiwaraya Secara Menyeluruh, Jangan Sepotong-Sepotong

Legislator: Selesaikan Skandal Jiwaraya Secara Menyeluruh, Jangan Sepotong-Sepotong

Rabu, 19 Feb 2020 06:54

Muhammadiyah Gelar Anugerah Jurnalistik Fachrodin Award 2020

Muhammadiyah Gelar Anugerah Jurnalistik Fachrodin Award 2020

Rabu, 19 Feb 2020 04:58

Kerudungin Kepala Dulu atau Hati Dulu?

Kerudungin Kepala Dulu atau Hati Dulu?

Rabu, 19 Feb 2020 03:21

Fahira Nilai Omnibus Law Bentuk Frustasi Pemerintah atas Mandeknya Ekonomi

Fahira Nilai Omnibus Law Bentuk Frustasi Pemerintah atas Mandeknya Ekonomi

Rabu, 19 Feb 2020 02:44

Kemuliaan Seorang Ibu

Kemuliaan Seorang Ibu

Rabu, 19 Feb 2020 01:53

PKS Minta Peran Kelembagaan Batan Diperkuat

PKS Minta Peran Kelembagaan Batan Diperkuat

Rabu, 19 Feb 2020 00:53

Tak Dilibatkan Bahas RUU Ciptaker, AJI: Mau Buat UU Apa Konspirasi Kejahatan?

Tak Dilibatkan Bahas RUU Ciptaker, AJI: Mau Buat UU Apa Konspirasi Kejahatan?

Selasa, 18 Feb 2020 23:58

Hadits

Hadits "Tidak Ada Penularan Penyakit", Apa Maksudnya?

Selasa, 18 Feb 2020 23:39

Solusi Islam Cegah Perselingkuhan

Solusi Islam Cegah Perselingkuhan

Selasa, 18 Feb 2020 22:45

Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk 700 Orang Terkait Fetullah Gulen

Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk 700 Orang Terkait Fetullah Gulen

Selasa, 18 Feb 2020 21:00

Hampir 1 Juta Orang Mengungsi Sejak Rezim Assad Meluncurkan Ofensif Idlib Bulan Desember

Hampir 1 Juta Orang Mengungsi Sejak Rezim Assad Meluncurkan Ofensif Idlib Bulan Desember

Selasa, 18 Feb 2020 20:30

Pemimpin Oposisi Sudan: Normalisasi dengan Penjajah Israel Adalah Tindakan Penghianatan

Pemimpin Oposisi Sudan: Normalisasi dengan Penjajah Israel Adalah Tindakan Penghianatan

Selasa, 18 Feb 2020 20:01

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Menyesatkan

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Menyesatkan

Selasa, 18 Feb 2020 18:42


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X