Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.895 views

Rencana Pindah Ibukota di Tengah Wabah, Realistiskah?

 

Oleh: Yuliana

Di tengah kesulitan dunia termasuk Indonesia menghadapi serangan virus Covid-19 (Corona), hampir seluruh pemimpin dunia kewalahan dan berpikir keras menghadapi penyebaran virus Covid-19 yang telah menelan ribuan nyawa tersebut tidak terkecuali China yang merupakan negara pertama penyebar virus Covid-19. Akan tetapi lain halnya dengan negara yang baru berkembang Indonesia, pemimpin dan para jajarannya malah sibuk memikirkan proyek pemindahan ibukota yang tidak tahu untuk siapa.  Anehnya, pemerintah malah membuka rekening khusus untuk menampung donasi dari pelaku usaha guna membantu penanganan wabah virus corona.  

Diketahui, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pemindahan Ibukota tetap berjalan. Bahkan kementerian terkait sudah melakukan komunikasi dengan beberapa investor untuk pemindahan ibukota ke Kalimantan Timur.  

Pemerintah semakin memperlihatkan watak aslinya sebagai "pengusaha" di dalam sistem kapitalisme. Pemerintah tidak bertindak sebagai pengayom yang seharusnya fokus mereka mengurusi urusan rakyat dan menangani penyebaran virus Covid-19 yang semakin luas dan memakan banyak korban.  Entah apa yang ada di balik proyek pemindahan ibu kota ini, yang jelas dalam sistem kapitalisme sudah menjadi hal yang lumrah ketika keuntungan pemilik modal lebih diutamakan daripada kepentingan rakyat.

Indonesia menganut sistem demokrasi di mana semuanya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Nyatanya memang semuanya "dari rakyat". Selama ini rakyat pasrah saja dibebani berbagai kenaikan harga pokok akibat pencabutan berbagai subsidi. Pajak pun naik dalam beberapa sektor yang artinya rakyat dipaksa untuk mengeluarkan budget lebih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak sebanding dengan pemasukan.

"Oleh rakyat",  pernyataan ini juga tidak salah karena saat ini justru rakyatlah yang secara mandiri menangani penyebaran virus Covid-19 sampai turun ke jalan membantu mereka yang terdampak sangat parah secara ekonomi dan kesehatan. Akan tetapi semboyan "untuk rakyat" nyatanya tidak berlaku, yang ada adalah "untuk konglomerat". Bagaimana tidak, opsi pemindahan ibukota tetap akan dilanjutkan di tengah kesulitan rakyat Indonesia menghadapi virus Covid-19 dan keterpurukan perekonomian.

Dalam menghadapi kesulitan ini, seharusnya pemerintah hadir untuk rakyat. Lakukan yang seharusnya dilakukan, bukan hanya beretorika saling mengeluarkan statement seolah menjadi solusi padahal hanya ilusi. Ini semua tidak menyelesaikan masalah dan hanya menunjukkan bahwa pemerintah "gagap" dalam penanganan penyebaran virus Covid-19 ini. Hal ini terlihat dari berubah-ubahnya kebijakan pemerintah yang bersikukuh tidak mau menerapkan "lockdown" yang diatur dalam undang-undang karantina no. 6 tahun 2018.

Dalam undang-undang tersebut disebutkan dalam Pasal 8 UU 6/2018 bahwa setiap orang juga mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar sesuai kebutuhan medis, kebutuhan pangan, dan kebutuhan kehidupan sehari-hari lainnya selama karantina. Hal ini tentunya dinilai oleh pemerintah sebagai beban bagi APBN. Untuk itu pemerintah lebih memilih kebijakan "darurat sipil" yang kemudian diralat menjadi "Pembatasan Sosial Berskala Besar" atau PSBB. Artinya pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menanggung biaya hidup rakyatnya selama karantina. 

Lalu ketika rakyat susah seperti sekarang harus mengadu kepada siapa? Berbagai kampanye disosialisasikan untuk "di rumah saja" tapi kondisi rakyat susah tidak dipedulikan dan kebutuhan pokok rakyat diabaikan.

Pemimpin Islam Menyikapi Wabah

Hal ini berbanding terbalik dengan masa kepemimpinan Islam di zaman Rasulullah saw dan para khalifah, dimana pemimpin memposisikan diri sebagai pelayan rakyat. Mereka tidak akan tidur sebelum rakyatnya kenyang. Rasululloh saw hadir di tengah rakyat pada saat terjadi wabah Tha'un, Rasululloh saw langsung mengambil kebijakan karantina seperti yang dikenal sekarang sebagai "lockdown".

Di zaman Rasululullah SAW pernah terjadi wabah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Kala itu, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat orang yang mengalami kusta atau lepra. Dalam sebuah hadist, Rasullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda : "Jangan kamu terus menerus melihat orang yang menghidap penyakit kusta." (HR Bukhari)

Nabi Muhammad SAW juga pernah memperingatkan umatnya untuk tidak dekat dengan wilayah yang sedang terkena wabah. Dan sebaliknya jika berada di dalam tempat yang terkena wabah dilarang untuk keluar "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Ketika kebijakan karantina tersebut dilakukan oleh Rasululloh saw, Rasul pun menanggung semua kebutuhan rakyatnya selama masa karantina. Rakyat diberi ketenangan dan kenyamanan selama masa karantina. Baitul mal dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Sehingga tercipta hubungan harmonis antara pemimpin dan rakyat dalam menghadapi penyebaran wabah tersebut. Dalam Islam satu nyawa manusia itu sangat berharga sehingga sebagai pemimpin dalam Islam harus semaksimal mungkin bisa menjaga keselamatan setiap jiwa manusia.

Dari dua kepemimpinan di atas, jelas terlihat pemimpin mana yang berpihak dan mengayomi rakyatnya. Sungguh tak masuk akal, rakyat sekarat diserang wabah pemimpin ngotot pindah ibukota. Wallahu'alam bish shawab. (rf/voa-islam.com)

ILustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Kekacauan Negara di Era Jokowi

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Jum'at, 18 Sep 2020 14:13

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Jum'at, 18 Sep 2020 13:20

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Jum'at, 18 Sep 2020 09:03

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Jum'at, 18 Sep 2020 08:58

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Jum'at, 18 Sep 2020 08:37

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Jum'at, 18 Sep 2020 06:41

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Jum'at, 18 Sep 2020 06:01

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Kamis, 17 Sep 2020 23:30

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Kamis, 17 Sep 2020 23:20

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Kamis, 17 Sep 2020 23:15

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Kamis, 17 Sep 2020 21:45

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Taliban Serang 3 Pos Polisi Afghanistan di Nangarhar

Kamis, 17 Sep 2020 21:30

Pria Minnesota Didakwa Karena Memberikan Dukungan Material Kepada Islamic State

Pria Minnesota Didakwa Karena Memberikan Dukungan Material Kepada Islamic State

Kamis, 17 Sep 2020 21:15

Pejabat Fatah: UEA Telah Memboikot Palestina Sejak 2010

Pejabat Fatah: UEA Telah Memboikot Palestina Sejak 2010

Kamis, 17 Sep 2020 20:36

Meninggal Karena Covid-19, Mati Syahid?

Meninggal Karena Covid-19, Mati Syahid?

Kamis, 17 Sep 2020 17:00

Menteri Pertahanan AS Cegah Trump Bunuh Bashar Al-Assad

Menteri Pertahanan AS Cegah Trump Bunuh Bashar Al-Assad

Kamis, 17 Sep 2020 15:56

Hampir 3.500 Warga Palestina Meninggal Dalam Serangan Israel Era Benyamin Netanyahu

Hampir 3.500 Warga Palestina Meninggal Dalam Serangan Israel Era Benyamin Netanyahu

Kamis, 17 Sep 2020 14:45

Jelang Munas, Hidayatullah Gelar Berbagai Acara: Webinar Milenial dan Pernikahan 20 Pasang

Jelang Munas, Hidayatullah Gelar Berbagai Acara: Webinar Milenial dan Pernikahan 20 Pasang

Kamis, 17 Sep 2020 14:29

Perketat PSBB, Anies Dituduh Mau Jatuhkan Jokowi?

Perketat PSBB, Anies Dituduh Mau Jatuhkan Jokowi?

Kamis, 17 Sep 2020 14:12

Anis Byarwati: RUU Omnibus Law Sektor Keuangan Tidak Tepat Saat Pandemi

Anis Byarwati: RUU Omnibus Law Sektor Keuangan Tidak Tepat Saat Pandemi

Kamis, 17 Sep 2020 14:08


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X