Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.185 views

Racun Misoginis dalam Liberalisasi Budaya

 

Oleh:

Ainul Mizan, Pemerhati Sosial Politik

 

SEORANG artis, Tara Basro melalui akun media sosialnya, menampilkan beberapa foto dirinya yang berpose sensual. Bahkan di antara foto tersebut, terdapat pose foto tanpa busana di akun twitternya. Pada fotonya tersebut terdapat caption, "Worthy of Love" dan "Percaya sama diri sendiri" (www.kompas.com, 6 Maret 2020). 

Unggahan tersebut menuai kontroversi. Humas Kominfo, Ferdinandus Setu menilai foto Tara Basro tersebut termasuk menampilkan ketelanjangan. Tambahnya, Tara Basro telah melanggar UU ITE pasal 27 ayat 1. 

ICJR (Institute for Criminal Justice Reform) mendesak agar Kominfo mencabut pernyataannya. Menurutnya, Kominfo telah menyebarkan rasa ketakutan dalam berekspresi. Imbuhnya, yang dilakukan Tara Basro itu bermuatan pesan melawan body shaming. Perempuan harus percaya pada dirinya. 

Bahkan aktivis perempuan, Tunggal Pawestri menyatakan pandangan Kominfo termasuk misoginis dan menyalahkan tubuh perempuan. 

Anehnya, pada tanggal 5 Maret 2020, Menkominfo  menganulir pernyataan humasnya. Menurutnya, unggahan Basro tidak melanggar kesusilaan. Itu hanyalah bagian dari ekspresi seni. 

Framing misoginis seolah menjadi hantu yang harus dihindari. Framing misoginis dipakai untuk menyudutkan pihak - pihak yang berusaha membatasi kebebasan ekspresi bagi perempuan. 

Sementara pandangan misoginis merupakan pandangan kebencian terhadap perempuan. Hal demikian kebanyakan dimiliki laki - laki, walaupun ada juga perempuan yang memiliki pandangan misoginis. Bersikap sombong, egois dan kompetitif terhadap perempuan merupakan beberapa sikap dari orang misoginis. 

Framing misoginis ini digunakan sebagai tameng guna menciptakan sosok perempuan yang merdeka dan bebas tanpa batasan - batasan yang tidak nyaman. Bahkan aturan agama tidak terlepas dari framing misoginis. Jika sudah demikian, tidak ada lagi yang mereka takuti.

Beberapa aturan agama (Islam) yang dituduh misoginis di antaranya kepemimpinan laki - laki atas perempuan, perempuan tidak boleh menjadi kepala negara, hak waris perempuan separoh dari laki - laki dan lainnya. Aturan - aturan tersebut dianggap lebih menguntungkan laki - laki. Lantas, mereka menuduh para ahli fiqih kebanyakan laki - laki. Jadi susah melepaskan pandangan misoginis dari aturan agama yang dihasilkannya. 

Padahal jika ditela'ah lebih jujur, justru Islam telah mengangkat harkat dan martabat perempuan. Ambil contoh salah satu hadits Nabi yang menyatakan bahwa, "Surga itu berada di bawah telapak kaki seorang ibu." 

Bukankah ini adalah kemuliaan bagi seorang perempuan? 

Islam memberikan hak kepada perempuan untuk berpendidikan, bersosialisasi, termasuk hak waris dan lainnya. 

Islam telah memberikan kewajiban dan larangan yang sama antara laki - laki dan perempuan sebagai hamba Allah. Keduanya berkewajiban melaksanakan sholat, puasa, zakat dan lainnya. Keduanya juga dilarang melakukan perbuatan dosa dan maksiat. 

Pada aspek gender, Islam memberikan kekhususan kepada perempuan. Adanya kewajiban menyusui anak, mengasuhnya, masa nifas termasuk masa iddah. Bukankah aturan - aturan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap keberadaan perempuan? 

Berbeda sekali dengan jaman Yunani dan Romawi kuno akan sikapnya terhadap perempuan. Pada abad 4 SM Psedo-Demosthenes menyatakan di depan majelis warga negara, “kita harus memiliki pelacur untuk kesenangan, selir untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari, dan pasangan kita untuk memberi kita anak-anak yang sah dan menjadi penjaga setia rumah kita”. 

Cukup kiranya kutipan Demosthenes memberikan gambaran akan nasib perempuan waktu itu. Betul - betul perempuan tidak berharga hanya berkutat di kasur, sumur dan dapur. Mereka tidak memiliki hak - hak sosial. Semestinya peradaban Yunani dan Romawi kuno yang layak disebut misoginis. 

Dengan framing misoginis ini, mereka ingin menciptakan sosok perempuan yang baru. Perempuan yang bebas berekspresi dan berkarya seni, bahkan walau harus menampilkan ketelanjangan. Semuanya dibalut demi profesionalitas. 

Terbersit satu pertanyaan, Kalau begitu, model masyarakat yang bagaimana yang ingin mereka wujudkan? Sementara para perempuannya dibolehkan untuk berpose sensual dan telanjang kalau diperlukan, demi menunjang sebuah pesan atau target yang ingin dicapainya. 

Adapun yang terjadi dalam sebuah masyarakat yang bebas nilai atau sekuler, adalah kerusakan demi kerusakan.Tingginya angka kejahatan seksual  termasuk pemerkosaan, menghiasi kehidupan masyarakatnya. 

Seperti dilangsir oleh style.tribunnews.com, edisi 7 Maret 2019, bahwa terdapat 10 negara yang angka pemerkosaannya tertinggi di dunia. Di antaranya adalah berikut ini. 

Di Amerika Serikatnya, 1 dari 3 orang perempuan mengalami pemerkosaan. Sekitar 19,3 persen perempuan, paling tidak pernah mengalami sekali tindakan pemerkosaan dalam hidupnya. 

Di tahun 2017, Swedia termasuk peringkat ke-2 negara yang tingkat pemerkosaannya tinggi. 1 dari 4 orang perempuan mengalami pemerkosaan. 

Sedangkan Afrika Selatan menduduki peringkat pertama tingginya angka pemerkosaan. Sekitar 500 ribu kasus dilaporkan tiap tahunnya. Menyusul kemudian ada Kanada, Australia, Finlandia, Zimbabwe dan lainnya. 

Sementara itu di Indonesia, di tahun 2017 terdapat kasus kekerasan terhadap perempuan (termasuk pemerkosaan) sebanyak 348.446 kasus. Tentunya ini hanyalah fenomena gunung es. Buktinya, sampai perlu ada regulasi guna menangani tindak kekerasan terhadap perempuan ini melalui RUU PKS (pemberantasan Kekerasan Seksual). Belum lagi kasus perzinaan. 

Demikianlah potret masyarakat yang meminggirkan norma agama dalam mengatur pergaulan antara laki - laki dan perempuan. Kebebasan yang didewakan telah menjerumuskannya ke dalam dekadensi moral yang akut. Alih - alih memperbaiki, framing misoginis adalah racun yang ditebarkan untuk menghambat aktifitas dakwah, amar makruf nahi munkar. 

Oleh karena itu, untuk mewujudkan masyarakat yang bersih berhias keimanan dan ketaqwaan adalah yang pertama, menggusur asas sekulerisme dalam kehidupan. Framing misoginis akan subur di dalam masyarakat yang sekuler. Selanjutnya, negara mengadopsi Sistem Islam tentang pergaulan laki - laki dan perempuan dalam masyarakat. Dan akan lebih sempurna kemaslahatan terwujud, tatkala negara mempunyai political will untuk menerapkan hukum Islam secara paripurna.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Orang Bersenjata Tak Dikenal Tembak Mati Menpora Pemerintahan Syi'ah Houtsi di Sana'a

Orang Bersenjata Tak Dikenal Tembak Mati Menpora Pemerintahan Syi'ah Houtsi di Sana'a

Rabu, 28 Oct 2020 12:00

Polemik Pernyataan Presiden Prancis, Legislator: Sudah Sepatutnya Umat Islam Marah!

Polemik Pernyataan Presiden Prancis, Legislator: Sudah Sepatutnya Umat Islam Marah!

Rabu, 28 Oct 2020 11:54

Ganjar Kerja Keras Singkirkan Puan dan Budi Gunawan

Ganjar Kerja Keras Singkirkan Puan dan Budi Gunawan

Rabu, 28 Oct 2020 10:46

Ilmuwan Temukan Bukti Hubungan Bakteri Usus dan Autisme

Ilmuwan Temukan Bukti Hubungan Bakteri Usus dan Autisme

Selasa, 27 Oct 2020 23:02

Inilah 6 Langkah Mendidik Anak Pandai Bersyukur

Inilah 6 Langkah Mendidik Anak Pandai Bersyukur

Selasa, 27 Oct 2020 22:57

Peneliti LIPI: Pemerintah Perlu Perbaiki Cara Komunikasi Publik

Peneliti LIPI: Pemerintah Perlu Perbaiki Cara Komunikasi Publik

Selasa, 27 Oct 2020 22:57

Wapres Tegaskan Cita-Cita Indonesia Menjadi Pusat Produk Halal Terbesar di Dunia

Wapres Tegaskan Cita-Cita Indonesia Menjadi Pusat Produk Halal Terbesar di Dunia

Selasa, 27 Oct 2020 22:50

Adu Domba Pakai Bendera, Tak Etis!

Adu Domba Pakai Bendera, Tak Etis!

Selasa, 27 Oct 2020 22:29

Supermarket Kuwait Tarik Produk Prancis Dari Rak Penjualan Terkait Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad

Supermarket Kuwait Tarik Produk Prancis Dari Rak Penjualan Terkait Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad

Selasa, 27 Oct 2020 20:45

UEA Kirim Bantuan Lebih 500 Juta USD Ke Sudan Setelah Khartoum Menormalisasi Hubungan Dengan Israel

UEA Kirim Bantuan Lebih 500 Juta USD Ke Sudan Setelah Khartoum Menormalisasi Hubungan Dengan Israel

Selasa, 27 Oct 2020 20:30

Ketua Dewan Pemukiman Israel: Pilih Trump Jika Anda Peduli Israel

Ketua Dewan Pemukiman Israel: Pilih Trump Jika Anda Peduli Israel

Selasa, 27 Oct 2020 20:02

Salah Mereka yang Cadaran Apa Sih?

Salah Mereka yang Cadaran Apa Sih?

Selasa, 27 Oct 2020 17:50

Jangan Biarkan Insecure Racuni Diri

Jangan Biarkan Insecure Racuni Diri

Selasa, 27 Oct 2020 17:14

Libya Kecam Komentar Islamofobia Emmanuel Macron, Tuntut Presiden Prancis Itu Minta Maaf

Libya Kecam Komentar Islamofobia Emmanuel Macron, Tuntut Presiden Prancis Itu Minta Maaf

Selasa, 27 Oct 2020 15:15

Bintang MU Paul Pogba Bantah Mundur Dari Timnas Prancis Terkait Komentar Anti-Islam Macron

Bintang MU Paul Pogba Bantah Mundur Dari Timnas Prancis Terkait Komentar Anti-Islam Macron

Selasa, 27 Oct 2020 14:35

Kader Mubaligh Pemuda Persis Diharapkan Miliki Himmah

Kader Mubaligh Pemuda Persis Diharapkan Miliki Himmah

Selasa, 27 Oct 2020 14:29

HNW Sebut My Flag Merah Putih vs Radikalisme Bukan Film NU

HNW Sebut My Flag Merah Putih vs Radikalisme Bukan Film NU

Selasa, 27 Oct 2020 08:39

Materi Fatwa untuk Munas MUI Masih Diinventarisir

Materi Fatwa untuk Munas MUI Masih Diinventarisir

Selasa, 27 Oct 2020 08:07

Rezim Ngotot dan Bandel

Rezim Ngotot dan Bandel

Senin, 26 Oct 2020 23:54

WhatsApp Uji Coba Fitur 'Join Missed Calls'

WhatsApp Uji Coba Fitur 'Join Missed Calls'

Senin, 26 Oct 2020 22:50


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X