Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.961 views

Menuju Era New Normal, Sudah Siapkah Kita?

 

Oleh: Dini Azra

Pemerintah saat ini giat mewacanakan dan mempersiapkan penerapan 'new normal' atau tatanan kehidupan baru. Pernyataan ini menjadi perwujudan dari opsi berdamai dengan Covid-19 yang baru-baru ini disampaikan presiden Jokowi. Media pun gencar memberitakan wacana ini sehingga informasinya segera menyebar di tengah masyarakat. Rencana tersebut didasari teori WHO yang menyebutkan bahwa virus penyebab Covid-19 kemungkinan tidak akan bisa hilang. Beberapa negara pun mengubah arah perlawanan, menjadi langkah untuk beradaptasi dengan virus corona dengan narasi 'new normal'.

Indonesia pun tak mau ketinggalan ingin menerapkan new normal yang berarti membuka kembali aktivitas masyarakat dengan tetap menerapkan protokol Covid-19. Tujuan utamanya adalah untuk menggerakkan kembali sendi-sendi ekonomi yang terpaksa berhenti selama PSBB. Sebab tak dipungkiri, sejak wabah merebak dan masyarakat menjalankan anjuran stay at home, kondisi perekonomian menjadi runyam. Perusahaan ada yang gulung tikar, karyawan banyak dirumahkan, buruh harian hilang penghasilan. Pemerintah pun tidak mampu mengcover seluruh kebutuhan rakyatnya, karena sebagian pendapatan negara berasal dari iuran pajak masyarakat. Karena itu diupayakan agar masyarakat kembali produktif, meskipun pandemi masih terus aktif.

Memang pemerintah sepertinya terkesan buru-buru mengajukan penerapan new normal ini, padahal masyarakat masih dicekam ketakutan akan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali. Seharusnya pemerintah lebih fokus pada penanganan virus, hingga kurvanya melandai dan terkendali. Jika kurva sudah berkurang tidak terjadi penambahan secara berkala, mungkin fase new normal bisa dilakukan. Itu pun perlu persiapan yang matang dalam penguatan fasilitas kesehatan, sosialisasi kepada masyarakat juga mengawal pelaksanaan protokol kesehatan di lapangan. Selama ini dengan diberlakukannya PSBB saja masih banyak masyarakat yang melanggar aturan disiplin, apalagi dengan new normal yang masih menjadi wacana baru bagi masyarakat awam. Tanpa persiapan sarana kesehatan yang memadahi, juga kondisi kurva Covid-19 yang belum melandai, new normal menjadi beresiko tinggi.

Pemberlakuan new normal juga tidak bisa dilakukan dengan dalih semua negara di dunia juga melakukan, sehingga kita pun harus ikut-ikutan. Karena kondisi negara-negara itu bisa jadi berbeda dengan negara kita, sehingga lebih memungkinkan menuju fase new normal. Hal ini tidak bisa dipaksakan dalam kondisi yang masih riskan. Atau negara hendak berlepas tangan dari kepengurusan terhadap rakyat, sehingga mendorong rakyat bekerja menyambung nyawa demi meringankan beban negara? Sebab negara tidak mampu memberikan jaminan kepada rakyat, jadi apapun resikonya rakyat harus berhadapan dengan virus yang berbahaya. Inilah bukti jika aspek ekonomi lebih diprioritaskan dibandingkan keselamatan jiwa manusia.

Pada akhirnya terkuak juga kebobrokan sistem kapitalis yang menguasai dunia selama ini. Mereka tidak berdaya saat berhadapan dengan wabah pandemik. Ketika usaha-usaha yang dilakukan menjadi buntu, dan harus memilih antara keselamatan rakyat atau ekonomi negara, mereka lebih rela menjadikan rakyat sebagai bahan uji coba. Narasi new normal dipropagandakan seolah sebagai satu-satunya solusi. Masyarakat pun tak bisa mengelak, ketika dihadapkan sistuasi jika tak bekerja trus mau makan apa? Padahal di situlah seharusnya negara menunjukkan peranannya.

Hal ini telah dicontohkan oleh pemimpin dalam sistem pemerintahan Islam, yang selalu mengutamakan keselamatan jiwa rakyat di atas hal lainnya. Karena sistem ini lahir dari aqidah Islam, dengan menerapkan aturan dari Sang Maha Pencipta dan Pengatur kehidupan, maka keberkahan dan kebaikannya akan menyebar ke seluruh alam. Sudah terbukti bahwa ketika Islam diterapkan, telah mampu menghadapi berbagai bencana termasuk wabah dan peperangan. Bahkan kekhilafan Islam juga membantu negara-negara lain yang ditimpa musibah dan kelaparan. Mereka tak memandang perbedaan agama dan wilayah untuk menebar kebaikan. Maka sungguh layak jika penerapan sistem berbasis akidah dan iman ini dirindukan umat untuk tegak kembali. Sebab inilah new normal yang sesungguhnya, satu-satunya harapan bagi umat manusia. Wallahu a'lam bishawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Kemenkes: 88 dari 100 ribu Orang Meninggal Akibat Rokok

Kemenkes: 88 dari 100 ribu Orang Meninggal Akibat Rokok

Kamis, 01 Oct 2020 22:18

Bangkitnya Komunis Satukan Umat

Bangkitnya Komunis Satukan Umat

Kamis, 01 Oct 2020 22:07

Iran Seludupkan Senjata Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi di Yaman Melalui Pangkalan di Somalia

Iran Seludupkan Senjata Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi di Yaman Melalui Pangkalan di Somalia

Kamis, 01 Oct 2020 21:45

Islamic State Perintahkan Anggotanya Lancarkan Serangan di Turki Setiap Bulan

Islamic State Perintahkan Anggotanya Lancarkan Serangan di Turki Setiap Bulan

Kamis, 01 Oct 2020 20:45

Mesir Hukum 2 Influencer TikTok Wanita Enam Tahun Penjara Karena 'Mendorong Prostitusi'

Mesir Hukum 2 Influencer TikTok Wanita Enam Tahun Penjara Karena 'Mendorong Prostitusi'

Kamis, 01 Oct 2020 20:30

Jajak Pendapat: Hampir Setengah Anggota Partai Konservatif Inggris Percaya Islam Adalah Ancaman

Jajak Pendapat: Hampir Setengah Anggota Partai Konservatif Inggris Percaya Islam Adalah Ancaman

Kamis, 01 Oct 2020 20:05

Turki Akan Kirim Dukungan Militer ke Azerbaijan Jika Diminta

Turki Akan Kirim Dukungan Militer ke Azerbaijan Jika Diminta

Kamis, 01 Oct 2020 19:47

Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Kamis, 01 Oct 2020 16:37

Hati-hati, Hallyu Cuma Bikin Halu

Hati-hati, Hallyu Cuma Bikin Halu

Kamis, 01 Oct 2020 16:14

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi

Kamis, 01 Oct 2020 16:10

Indonesia Darurat Keamanan Ulama?

Indonesia Darurat Keamanan Ulama?

Kamis, 01 Oct 2020 16:06

IDEAS: Penciptaan Lapangan Kerja Jangan Korbankan Kesejahteraan Pekerja

IDEAS: Penciptaan Lapangan Kerja Jangan Korbankan Kesejahteraan Pekerja

Kamis, 01 Oct 2020 16:03

PKI Subur Bersama Rezim Otoriter

PKI Subur Bersama Rezim Otoriter

Kamis, 01 Oct 2020 15:59

BWA Ubah Lahan Tidur di Cireunghas Jadi Wakaf Produktif

BWA Ubah Lahan Tidur di Cireunghas Jadi Wakaf Produktif

Kamis, 01 Oct 2020 15:56

Satu Pekan Diberlakukan PSBB, Kasus COVID-19 Klaster Perkantoran di DKI Menurun

Satu Pekan Diberlakukan PSBB, Kasus COVID-19 Klaster Perkantoran di DKI Menurun

Kamis, 01 Oct 2020 11:47

Tak Terbayangkan Kalau Dulu PKI Menang dan Berkuasa

Tak Terbayangkan Kalau Dulu PKI Menang dan Berkuasa

Kamis, 01 Oct 2020 11:21

 Orang dengan Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus

Orang dengan Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus

Kamis, 01 Oct 2020 11:16

Mushola Jadi Sasaran Vandalisme, Kearifan Warga Sekitar Patut Diapresiasi

Mushola Jadi Sasaran Vandalisme, Kearifan Warga Sekitar Patut Diapresiasi

Kamis, 01 Oct 2020 11:08

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Rabu, 30 Sep 2020 22:40

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Rabu, 30 Sep 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Kamis, 01/10/2020 16:10

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi