Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.484 views

Menuju Era New Normal, Sudah Siapkah Kita?

 

Oleh: Dini Azra

Pemerintah saat ini giat mewacanakan dan mempersiapkan penerapan 'new normal' atau tatanan kehidupan baru. Pernyataan ini menjadi perwujudan dari opsi berdamai dengan Covid-19 yang baru-baru ini disampaikan presiden Jokowi. Media pun gencar memberitakan wacana ini sehingga informasinya segera menyebar di tengah masyarakat. Rencana tersebut didasari teori WHO yang menyebutkan bahwa virus penyebab Covid-19 kemungkinan tidak akan bisa hilang. Beberapa negara pun mengubah arah perlawanan, menjadi langkah untuk beradaptasi dengan virus corona dengan narasi 'new normal'.

Indonesia pun tak mau ketinggalan ingin menerapkan new normal yang berarti membuka kembali aktivitas masyarakat dengan tetap menerapkan protokol Covid-19. Tujuan utamanya adalah untuk menggerakkan kembali sendi-sendi ekonomi yang terpaksa berhenti selama PSBB. Sebab tak dipungkiri, sejak wabah merebak dan masyarakat menjalankan anjuran stay at home, kondisi perekonomian menjadi runyam. Perusahaan ada yang gulung tikar, karyawan banyak dirumahkan, buruh harian hilang penghasilan. Pemerintah pun tidak mampu mengcover seluruh kebutuhan rakyatnya, karena sebagian pendapatan negara berasal dari iuran pajak masyarakat. Karena itu diupayakan agar masyarakat kembali produktif, meskipun pandemi masih terus aktif.

Memang pemerintah sepertinya terkesan buru-buru mengajukan penerapan new normal ini, padahal masyarakat masih dicekam ketakutan akan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali. Seharusnya pemerintah lebih fokus pada penanganan virus, hingga kurvanya melandai dan terkendali. Jika kurva sudah berkurang tidak terjadi penambahan secara berkala, mungkin fase new normal bisa dilakukan. Itu pun perlu persiapan yang matang dalam penguatan fasilitas kesehatan, sosialisasi kepada masyarakat juga mengawal pelaksanaan protokol kesehatan di lapangan. Selama ini dengan diberlakukannya PSBB saja masih banyak masyarakat yang melanggar aturan disiplin, apalagi dengan new normal yang masih menjadi wacana baru bagi masyarakat awam. Tanpa persiapan sarana kesehatan yang memadahi, juga kondisi kurva Covid-19 yang belum melandai, new normal menjadi beresiko tinggi.

Pemberlakuan new normal juga tidak bisa dilakukan dengan dalih semua negara di dunia juga melakukan, sehingga kita pun harus ikut-ikutan. Karena kondisi negara-negara itu bisa jadi berbeda dengan negara kita, sehingga lebih memungkinkan menuju fase new normal. Hal ini tidak bisa dipaksakan dalam kondisi yang masih riskan. Atau negara hendak berlepas tangan dari kepengurusan terhadap rakyat, sehingga mendorong rakyat bekerja menyambung nyawa demi meringankan beban negara? Sebab negara tidak mampu memberikan jaminan kepada rakyat, jadi apapun resikonya rakyat harus berhadapan dengan virus yang berbahaya. Inilah bukti jika aspek ekonomi lebih diprioritaskan dibandingkan keselamatan jiwa manusia.

Pada akhirnya terkuak juga kebobrokan sistem kapitalis yang menguasai dunia selama ini. Mereka tidak berdaya saat berhadapan dengan wabah pandemik. Ketika usaha-usaha yang dilakukan menjadi buntu, dan harus memilih antara keselamatan rakyat atau ekonomi negara, mereka lebih rela menjadikan rakyat sebagai bahan uji coba. Narasi new normal dipropagandakan seolah sebagai satu-satunya solusi. Masyarakat pun tak bisa mengelak, ketika dihadapkan sistuasi jika tak bekerja trus mau makan apa? Padahal di situlah seharusnya negara menunjukkan peranannya.

Hal ini telah dicontohkan oleh pemimpin dalam sistem pemerintahan Islam, yang selalu mengutamakan keselamatan jiwa rakyat di atas hal lainnya. Karena sistem ini lahir dari aqidah Islam, dengan menerapkan aturan dari Sang Maha Pencipta dan Pengatur kehidupan, maka keberkahan dan kebaikannya akan menyebar ke seluruh alam. Sudah terbukti bahwa ketika Islam diterapkan, telah mampu menghadapi berbagai bencana termasuk wabah dan peperangan. Bahkan kekhilafan Islam juga membantu negara-negara lain yang ditimpa musibah dan kelaparan. Mereka tak memandang perbedaan agama dan wilayah untuk menebar kebaikan. Maka sungguh layak jika penerapan sistem berbasis akidah dan iman ini dirindukan umat untuk tegak kembali. Sebab inilah new normal yang sesungguhnya, satu-satunya harapan bagi umat manusia. Wallahu a'lam bishawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News

MUI

Must Read!
X