Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.652 views

Nasi Anjing, antara Memberi Bantuan dan Penodaan terhadap Umat Islam

 

Oleh:

Siti Hajar, M. Sos

Aktivis Dakwah dan Fasilitator Tahfidz

 

NASI bantuan berlogo kepala anjing telah viral di media sosial baru-baru ini membuat warga heboh. Sejumlah gerakan sosial dari pihak oknum tertentu yang membagikan bantuan berupa nasi bungkus yang dibagikan terhadap warga muslim di Jakarta Utara. Hal tersebut membuat kericuhan dan membuat pihak kepolisian ikut turun tangan.

Dikutip dari Detik.com Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara telah menyelidiki kasus nasi anjing itu. Polisi juga sudah mendatangi lokasi pembuatan nasi anjing itu.

"Mendapati bahwa pembuatan nasi dengan bahan halal," kata Yusri Yunus dalam keterangannya, Senin (27/4/2020).

Yusri menyebut pembuat nasi bungkus itu juga telah menjelaskan alasan memilih diksi 'nasi anjing'. Yusri menyebut 'nasi anjing' dipilih karena anjing dianggap hewan yang setia.

"Istilah yang digunakan dengan nama anjing karena menganggap anjing hewan yang setia dan nasi anjing karena porsinya lebih besar sedikit dari nasi kucing dan diperuntukkan untuk orang kecil untuk bertahan hidup," ucap Yusri.

Yusri lalu menjelaskan isi lauk pauk di dalam bungkusan nasi anjing itu. "Bahan yang digunakan adalah cumi, sosis sapi, teri, dan lain-lain," sebut Yusri.

Tanggapan lain seperti yang dikutip pada laman REPUBLIKA.CO.ID  bahwa  Majelis Ulama Indonesia (MUI) prihatin dengan pembagian nasi bungkus pada warga sekitar Masjid Babah Alun, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahad (26/4) dini hari. Pasalnya, nasi bungkus itu dianggap mengandung pelanggaran etika pada umat Islam. MUI menyayangkan insiden yang terjadi pada bulan suci umat Islam itu. Seharusnya tiap umat agama menunjukkan rasa hormat pada Muslim yang beribadah.

Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi menyampaikan; “Pembagian nasi bungkus dengan label anjing sebetulnya sebuah pelanggaran terhadap etika bermasyarakat dan sekaligus penghinaan kepada masyarakat fuqoro masakin yang kebetulan adalah umat Islam. Apalagi, pembagian terjadi di bulan suci Ramadhan ".

Hal ini membuat banyak umat Islam menjadi merasa terhina dan marah. Islam sendiri menempatkan hewan anjing adalah salah satu hewan yang diharamkan untuk dimakan, otomatis dengan membaca tulisan yang tertera dibungkus nasi maka umat Islam akan membayangkan bahwa daging yang ada di dalam nasi itu tentu saja daging anjing. Walaupun akhirnya dijelaskan oleh sang donatur, isi menu itu halal, dan nama itu hanya sebagai padanan seperti halnya "nasi kucing."

Para  pelaku beralasan  Disebut "nasi anjing" karena ini porsinya lebih besar dibanding nasi kucing yang kita kenal, juga dipilih karena anjing dianggap hewan yang setia.  Namun, penjelasan ini otomatis tidak masuk akal dan tidak dapat diterima. Kenapa tidak diberi nama nasi sapi saja sekalian? Toh sapi  lebih besar dari anjing jika itu alasannya adalah ukuran porsinya. Lagi lagi ini merupakan sebuah dalih yang bertujuan  penodaaan dan penghinaan terhadap umat Islam.  Jika memang tujuannya untuk memberi bantuan terhadap orang yang membutuhkan seharusnya tidak diberi simbol “kepala anjing bertulisan nasi anjing”. Maka, sudah seharusnya tidak asal memberi nama. Kalau dia Muslim, harus memberi nama makanan dengan yang baik-baik agar mengundang selera. Islam juga melarang  memberi nama yang mengolok-olok agama lain.

Berbeda dengan penamaan nama nasi kucing, itu jelas tidak bisa disamakan. Konotasinya berbeda, bukan dari kuantitas banyak atau sedikit nasinya, tapi dari sosiolinguistik dimana penamaan nasi kucing diberikan penamaannya oleh konsumennya, bukan si pembuatnya.

 Kita ketahui bersama bahwa negara Indonesia sedang ditimpa pandemik wabah Covid-19, tentu tidak seharusnya memancing di air keruh. Jika niatnya ingin memberi bantuan, bantu saja tanpa harus membuat amarah yang tentunya akan meresahkan serta memantik kegaduhan di antara kalangan umat beragama.

Dalam Islam sendiri  telah mengajarkan kebersihan dan benar benar menjaga asal usul darimana makanan diperoleh, bagaimana proses memasaknya dan memastikan suci semua alat memasak dan alat makannya. Nama nama makanannya pun dibuat sedemikian indah hingga menggugah selera dengan disertai tempat penyajian yang menarik dan suci. Begitulah indahnya syariat Islam.

Tidak hanya mengatur tentang makanan, Islam telah mengatur bagaimana adab memberi bantuan terhadap orang yang tidak mampu.  Istilah memberi bantuan dalam Islam disebut sedekah. Islam mengajarkan untuk menyisihkan sebagian harta yang dimiliki umatnya, salah satunya melalui sedekah.  Sedekah bertujuan untuk menyucikan harta, membantu sesama serta bekal pahala di akhirat kelak.

Seperti yang tertulis dalam Hadis Riwayat Tirmidzi, Rasulullah bersabda, "Bersedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah dan kepada kerabat ada dua (kebaikan), yaitu sedekah dan silaturrahim."

Dalam bersedekah, umat Islam dianjurkan untuk tidak menyakiti perasaan orang yang diberi sedekah serta lebih baik menyembunyikan amalan sedekahnya tersebut. Hal ini untuk menghindari sifat riya yang dapat menghapus pahala sedekah.

Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah Ayat 264, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah."

Sebagaimana sesama manusia  Untuk itu, Islam melarang untuk menyakiti hati orang lain khususnya sesama muslim. Sedangkan menyakiti hati orang lain adalah sesuatu yang mudah kita lakukan. Maka janganlah kita asal berbicara atau melakukan sesuatu tanpa pernah dipikirkan terlebih dahulu.

Dari penjelasan diatas Islam telah mengajarkan umat Islam ketika memberi bantuan atau bersedekah tidak boleh menyakiti perasaan si penerima apalagi sampai menghinanya dan merendahkan martabatnya.

Sudah saatnya kita sebagai umat manusia tidak saling menyakiti dan ikhlas dalam memberi tanpa ada unsur lain. Jika seseorang tujuannya adalah berbuat kebaikan maka dalam pemberian label khususnya  terhadap makanan haruslah diberi dengan nama yang baik dan indah, sehingga si penerimapun senang dan merasa berterimakasih terhadap pemberian yang kita berikan, bahkan mendoakan kebaikan terhadap pemberi tersebut.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Selasa, 29 Sep 2020 13:37

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Selasa, 29 Sep 2020 13:27

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Selasa, 29 Sep 2020 12:33

Komisi E Apresiasi Penambahan Fasilitas Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI

Komisi E Apresiasi Penambahan Fasilitas Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI

Selasa, 29 Sep 2020 12:21

Please, Bikin Kreatif atau Adiktif ya?

Please, Bikin Kreatif atau Adiktif ya?

Selasa, 29 Sep 2020 11:45

Berhenti Menyakiti Ulama

Berhenti Menyakiti Ulama

Selasa, 29 Sep 2020 11:18

Legislator: Program JKP dalam RUU Cipta Kerja Hanya Menguntungkan Pengusaha

Legislator: Program JKP dalam RUU Cipta Kerja Hanya Menguntungkan Pengusaha

Selasa, 29 Sep 2020 11:05

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Senin, 28 Sep 2020 23:55

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Senin, 28 Sep 2020 20:50

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Senin, 28 Sep 2020 18:46

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

Senin, 28 Sep 2020 18:35

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

Senin, 28 Sep 2020 15:00

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Senin, 28 Sep 2020 14:00

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

Senin, 28 Sep 2020 11:50

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Ahad, 27 Sep 2020 22:53

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Ahad, 27 Sep 2020 22:28

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ahad, 27 Sep 2020 21:56

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Ahad, 27 Sep 2020 21:39

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ahad, 27 Sep 2020 21:15

ATSI Dukung Pemerintah Beri Bantuan Kuota Internet untuk PJJ

ATSI Dukung Pemerintah Beri Bantuan Kuota Internet untuk PJJ

Ahad, 27 Sep 2020 21:07


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X