Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.986 views

Salah Kaprah Status Tersangka Penusukan Ulama di Indonesia

 

Oleh: Tari Ummu Hamzah

Makin ke sini keadilan di negeri ini makin patut dipertanyakan. Terutama keadilan mengenai status-status tersangka dalam beberapa kasus penikaman. Sebut saja kasus penikaman Wiranto. Pada tanggal 10 Oktober 2019 lalu, Wiranto yang saat itu baru saja menghadiri peresmian Gedung Kuliah Bersama Universitas Mathla’ul Anwar di Desa Sindanghayu, Saketi, Pandeglang, Banten, diserang oleh oknum yang tak dikenal. Berita yang tersebar oknum tersebut diduga terpapar paham radikalisme.

Berita ini memanas hingga beberapa hari. Sebab bumbu radikalisme sudah ditambahkan dalam kasus ini. Isu seperti ini seolah jadi santapan lezat bagi media-media sekuler yang tidak memihak kepada Islam. Sebab makin panas, makin gurih dan kriuk untuk jadi santapan para sekuleris.

Berbeda dengan kasus Syeikh Ali Jaber. Penikaman Syeikh Ali Jaber di Masjid Fallahudin Bandarlampung merupakan kasus penikaman yang berujung teror bagi kaum muslimin. Tapi sayangnya beberapa media sudah terburu-buru menyebut pelakunya adalah orang gila. Keadilan macam apa ini? Saat ulama yang membawa misi dakwah Islam diteror status tersangka adalah orang gila. Semua orang tahu bahwa orang gila yang melakukan kriminal akan diperingan masa hukumannya, atau malah akan dibebaskan.

Inikah yang menjadi ujung status kriminalisasi ulama? Pelaku bisa dicap orang gila agar terbebas dari pidana dan mendapat pemakluman dari masyarakat. Lalu jika pejabat yang diserang maka pelaku dicap radikal, dengan dalil para radikal adalah orang-orang anti pemerintah yang memang sejatinya selalu bersebrangan dengan pemerintah.

Ini jelas ingin memberikan teror kepada para da'i dan ulama, agar tidak lagi mencoba menyebarkan Islam di tengah-tengah masyarakat. Tapi apakah usaha mereka mampu? Jelas tidak. Sebab dakwah islam itu seperti api abadi, yang tidak akan padam cahayanya. Seperti air yang dibendung, pasti akan menemukan celah kecil untuk melewati bendungan.

Usaha teror dan penjegalan Islam memang tidak sekali dua kali, bahkan berkali-kali ulama dikriminalisasi. Belum lagi baru-baru ini opini good looking adalah kader radikalisme disebarkan oleh menteri agama sendiri. Mereka dianggap patut dicegah dan dikucilkan. Anehnya, pelaku orang gila dimaklumi untuk dibebaskan.

Sungguh keadilan negeri ini hanya berpihak kepada para penguasa dan pemangku jabatan. Sedangkan bagi pihak rakyat biasa dan kubu oposisi, patut diberatkan hukumannya. Bukti bahwa demokrasi ini  tidak mampu menjaga kestabilan keadilan serta keamanan di tengah masyarakat. Malah yang ada menimbulkan teror dan kegaduhan.

Bagaimana tidak, demokrasi yang diusung pemerintah saat ini lahir dari kapitalisme. Sistem ini tidak segan-segan melawan dan mengorbankan rakyatnya sendiri demi kepentingan 'tuan besar' mereka. Bisa jadi merekalah dalang di balik kasus penusukan yang ada selama ini, dengan harapan semakin memojokkan Islam. Lalu, masihkah kita berharap pada kapitalisme dan segala turunannya?

Ulama seperti Syeikh Ali Jaber mendakwahkan Islam sebagai cahaya di tengah kalutnya kondisi dunia saat ini. Para Ulama menawarkan Islam sebagai solusi secara kaffah, yang mampu memecahkan problematika kehidupan. Bila ulama seperti  ini yang dimusuhi dan dijadikan sasaran penikaman, semakin jelas siapa mereka yang tidak menghendaki Islam kembali jaya sebagai rahmatan lil alamin. Semoga Allah melindungi umat Islam dan para ulamanya dari fitnah yang ada. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
ICRC: Tahanan Palestina Yang Melakukan Mogok Makan Memasuki 'Fase Kritis'

ICRC: Tahanan Palestina Yang Melakukan Mogok Makan Memasuki 'Fase Kritis'

Sabtu, 24 Oct 2020 21:15

Kelompok Perdangan Arab Boikot Produk Prancis Sebagai Tanggapan Atas Penghinaan Terhadap Islam

Kelompok Perdangan Arab Boikot Produk Prancis Sebagai Tanggapan Atas Penghinaan Terhadap Islam

Sabtu, 24 Oct 2020 20:46

Soal Vaksin Covid 19, PKS: Pemerintah Jangan Ugal-ugalan

Soal Vaksin Covid 19, PKS: Pemerintah Jangan Ugal-ugalan

Sabtu, 24 Oct 2020 20:28

PLO: Serangan Israel Meningkat Sejak Perjanjian Normalisasi Ditandatangani Dengan Negara Arab

PLO: Serangan Israel Meningkat Sejak Perjanjian Normalisasi Ditandatangani Dengan Negara Arab

Sabtu, 24 Oct 2020 20:00

Legislator: Pemerintah Harus Pikirkan Kebijakan Tambahan untuk UMKM

Legislator: Pemerintah Harus Pikirkan Kebijakan Tambahan untuk UMKM

Sabtu, 24 Oct 2020 19:59

Anggota Baleg Sebut UU Cipta Kerja Dipaksakan hingga Banyak Revisi

Anggota Baleg Sebut UU Cipta Kerja Dipaksakan hingga Banyak Revisi

Sabtu, 24 Oct 2020 19:16

Informasi dan Komunikasi Soal Vaksin Harus Tegas dan Transparan

Informasi dan Komunikasi Soal Vaksin Harus Tegas dan Transparan

Sabtu, 24 Oct 2020 18:53

China Janji Blokir Penyebar Konten Amoral, Pakistan Cabut Blokir TikTok

China Janji Blokir Penyebar Konten Amoral, Pakistan Cabut Blokir TikTok

Sabtu, 24 Oct 2020 17:11

Surat Yasin Jantungnya Al-Qur’an?

Surat Yasin Jantungnya Al-Qur’an?

Sabtu, 24 Oct 2020 17:00

Presidential Threshold sebagai Akar Masalah Kekisruan Pilpres 2019

Presidential Threshold sebagai Akar Masalah Kekisruan Pilpres 2019

Jum'at, 23 Oct 2020 23:31

Ngalor Ngidul Mahfud MD

Ngalor Ngidul Mahfud MD

Jum'at, 23 Oct 2020 23:26

KAMI Itu Gerakan Moral, Bukan Makar

KAMI Itu Gerakan Moral, Bukan Makar

Jum'at, 23 Oct 2020 23:09

Forum SATHU Soroti Kewajiban Deposit Setoran Umrah di UU Omnibus Law

Forum SATHU Soroti Kewajiban Deposit Setoran Umrah di UU Omnibus Law

Jum'at, 23 Oct 2020 22:03

Dibawah Pendudukan Armenia Masjid Bersejarah di Nagorno-Karabakh Diubah Jadi Kandang Babi

Dibawah Pendudukan Armenia Masjid Bersejarah di Nagorno-Karabakh Diubah Jadi Kandang Babi

Jum'at, 23 Oct 2020 19:45

Israel Hancurkan Desa Badui Palestina di Al-Araqeb Untuk ke-179 Kali Sejak Tahun 2000

Israel Hancurkan Desa Badui Palestina di Al-Araqeb Untuk ke-179 Kali Sejak Tahun 2000

Jum'at, 23 Oct 2020 18:45

Mendadak Kadrun: Budaya Munafik

Mendadak Kadrun: Budaya Munafik

Jum'at, 23 Oct 2020 18:24

The Times: Hamas Gunakan Pangkalan Cyber War di Turki Untuk Targetkan Musuhnya

The Times: Hamas Gunakan Pangkalan Cyber War di Turki Untuk Targetkan Musuhnya

Jum'at, 23 Oct 2020 17:35

Warga UEA Sekarang Bisa Pergi Ke Israel Tanpa Visa dan Tinggal Selama 90 Hari

Warga UEA Sekarang Bisa Pergi Ke Israel Tanpa Visa dan Tinggal Selama 90 Hari

Jum'at, 23 Oct 2020 17:15

SOHR Klaim 14 Anggota Al-Qaidah Gugur dalam Serangan Drone AS di Idlib Suriah

SOHR Klaim 14 Anggota Al-Qaidah Gugur dalam Serangan Drone AS di Idlib Suriah

Jum'at, 23 Oct 2020 16:46

Peneliti UNEJ: Melinjo Berpotensi Jadi Suplemen Cegah Covid

Peneliti UNEJ: Melinjo Berpotensi Jadi Suplemen Cegah Covid

Jum'at, 23 Oct 2020 14:14


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X