Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.802 views

Pajak, Tanda Hidup Belum Berkah

 

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Apa komentar mayoritas teman-teman kita di grup wa atau di platform sosial media yang lain, ketika terdengar kabar sembako akan dikenai PPN? Karena begitu keterlaluan kebijakan ini, selain menolak, kebanyakan curiga bahwa pemerintah juga akan menarik pajak atas nafas kita juga buang angin kita. Ironis. Di tengah wabah, di tengah PHK mengintai, dan kemiskinan yang semakin meningkat, kebijakan perluasan objek pajak jelas menjadikan masyarakat seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Kesusahan datang kepada mereka secara bertubi-tubi dari pihak yang seharusnya melindungi.

Solusi Menuai Masalah

Memperluas objek pajak menjadi jalan bagi pemerintah untuk menyelesaikan defisit APBN, apalagi setelah diterpa wabah setahun lebih. Defisit APBN yang  dipatok akan menjadi 1000 triliun di akhir tahun 2021 menunjukkan bahwa defisit semakin melebar. Masih kata pemerintah, solusi memperbanyak objek pajak plus menaikkan tarifnya adalah solusi menyelamatkan APBN setelah opsi utang sulit dilakukan karena tingginya rasio utang pemerintah yang naik dari tahun sebelumnya hanya 30,5% dari PDB menjadi 38,5%.

Dalam revisi draft Rancangan Undang Undang nomor 6 tahun 1983, tentang Ketentuan Umum dan Tatacara perpajakan(KUP), pemerintah menghapus beberapa jenis barang yang tidak dikenai PPN. Setelah dihapus, jadilah Sembako yang sebelumnya termasuk ke dalam barang yang tidak dikenai PPN, di tahun 2022 nanti akan dikenai pajak pertambahan nilai sebesar 12%.

Masyarakat praktis menolak wacana ini. PPN yang akan dibebankan kepada penjual jelas akan menjadikan harga naik. Semua kebutuhan sehari-hari yang akan dikenai pajak seperti beras, biji-bijian, susu, daging, sagu, sayur, buah akan semakin mahal. Padahal, pandemi yang menerpa telah menurunkan daya beli masyarakat menengah ke bawah hingga di angka 50%. Masyarakat menolak, tapi begitulah konsekuensi bila APBN bergantung hanya pada pajak.

Berbagai solusi diberikan oleh para ahli ekonomi agar pemerintah membatalkan rencananya. Semua ingin agar masyarakat bawah tidak semakin menderita. Tetap saja, sistem ekonomi kapitalis akan selalu berpihak kepada pemodal besar, para kapitalis, yang dianggap sebagai pemeran utama dalam roda perekonomian negara. Ketidakadilan pun terjadi. Bila bahan makan sehari-hari dikenakan pajak, barang mewah akan mengalami pemotongan pajak hingga hanya dikenakan pajak 0%.

Keberpihakan kepada kapitalis juga terlihat sangat jelas ketika negara hanya menerima pajak dari kekayaan alam yang dikuasai mereka. Sangat kecil jumlahnya dibandingkan dengan penghasilan para pengusaha besar dengan 'memiliki' sumber minyak, tambang emas, hutan, yang seharusnya semua itu dikelola negara untuk kesejahteraan rakyat.

Kalau sudah begitu, maka maklumlah bila pemasukan negara sangat terbatas. Padahal menjalankan roda pemerintahan, membangun fasilitas umum, melayani dan mengurusi rakyat butuh biaya yang besar.

Solusi Berkah dari Islam

Salah satu kisah masyhur bagaimana kesejahteraan hidup dialami oleh umat manusia bahkan hewan adalah kisah kekhilafahan Umar bin Abdul Aziz. Bukan dengan menarik pajak dari rakyatnya. Bahkan di satu kisah beliau menghapus retribusi yang ditarik dari pedagang di pasar tanpa alasan yang dibenarkan agama. Retribusi itu dalam fiqh bernama Maksun.  Beliau juga memerintahkan wakilnya di Palestina untuk merobohkan dan menghanyutkan bangunan Al Makas. Umar bin Abdul Aziz meghapusnya karena Rasulullah melarangnya. Dalam hadis Riwayat Abu Dawud, keharamannya diindikasikan dengan ancaman neraka bagi penariknya.

Bukan hanya di masa ke Khilafahan Umar bin Abdul Aziz, para Khalifah hanya menarik harta karena telah disyariatkan oleh Allah seperti zakat dari orang muslim, jizyah dari Ahlu zimmah, kharaj dan usyur atas hasil tanah pertanian yang sudah mencapai nishobnya. Kalaupun dalam satu kondisi darurat, negara menarik dharibah, tabaruat, atau 'urunan' dari kaum muslimin, itu terjadi hanya saat kas negara sedang kosong. Tidak bersifat rutin setiap hari, bulan, juga tahun.

Karena ketaatan pemimpin dan rakyatnya kepada Allah dan Rasulullah, tercatat di berbagai dokumen, warga negara saat Islam diterapkan secara Kaffah, hidup makmur dan bahagia. Maha Benar Allah yang telah berjanji dalam firmanNya di surat Al A'raf ayat 96 yang artinya,

" Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi..." Wallahu A'lam bisshowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Ustadzah Salma Khoirunnisa, salah satu pengajar di Pesantren Tahfizul Quran Darul Arqom Sukoharjo mengalami kecelakaan. Kondisinya masih belum sadar, dan sempat koma selama 5 hari karena diperkirakan...

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Diawali dengan berniat karena Allah, berperan aktif menebarkan amal sholeh dan turut serta membantu pemerintah memberikan kemudahan kepada umat mendapatkan pelayanan kesehatan, maka Ulurtangan...

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Rafli Bayu Aryanto (11) anak yatim asal Weru, Sukoharjo ini membutuhkan biaya masuk sekolah tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Namun kondisi ibu Wiyati (44) yang cacat kaki tak mampu untuk...

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Alhamdulillah, pada Sabtu, (18/11/2023), Yayasan Ulurtangan.com dengan penuh rasa syukur berhasil melaksanakan program Sedekah Barangku sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama umat Islam....

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Sungguh miris kondisi Arga Muhammad Akbar (2) anak kedua pasangan Misran dan Sudarti ini, sudah sebulan ini perutnya terus membesar bagai balon yang mau meletus. Keluarganya butuh biaya berobat...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X