Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
17.115 views

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Penulis : Pierre Suteki 
 
Di tengah isu hangat pembunuhan berencana terhadap Brigadir Joshua oleh polisinya polisi, yakni Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo, Divisi Humas Polri di akun FB melansir sebuah pemberitaan terkait dengan pernyataan Wakapolri yang bertitel:  "Waspadai Paham Terorisme Masuk Dunia Pendidikan". Disebutkan bahwa Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si., menegaskan memasuki tahun ajaran baru, dunia pendidikan, khususnya tingkat perguruan tinggi harus meningkatkan kewaspadaan terhadap paham dan gerakan. Khususnya yang ditujukan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dengan legitimasi didasarkan pada pemahaman agama yang salah. Paham dan gerakan tersebut antara lain intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. 
 
Lebih lanjut ditampilkan data bahwa berdasarkan Global Terrorism Index 2022 menyebutkan sepanjang 2021, terdapat 5.226 aksi terorisme di seluruh dunia, korban dunia mencapai 7.141 jiwa. 
 
Ada satu hal, yang menurut saya perlu dicermati. Yakni pernyataan Wakapolri  yang menuturkan bahwa data yang dimiliki Densus 88 Antiteror Polri, terkait tingginya aksi dan penangkapan terorisme menunjukkan penyebaran paham maupun gerakan radikalisme dan intoleransi yang menyasar kalangan anak-anak muda hingga masuk ke wilayah pendidikan. Lalu dinyatakan: 
 
"Tidak sedikit dari jumlah tersebut adalah anak-anak, perempuan, dan golongan usia renta; hal ini menunjukkan bahwa terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, bukan gerakan keagamaan," kata Wakapolri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/8). 
 
Atas pernyataan ini saya berpendapat, sebenarnya data Densus ini terkait dengan pelaku teror. Jadi pelaku teror itu ada anak-anak, perempuan, dan golongan usia renta sehingga disimpulkan bahwa terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, bukan gerakan keagamaan. Apakah simpulan ini dapat diterima dan lalu tepat dihubungkan dengan dunia pendidikan? Jika alurnya demikian, maka endingnya dapat dipastikan pada usulan terkait dengan regulasi pencegahan dan pemberantasan radikalisme--yang sering dianggap sebagai pangkal terorisme-- di dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi yanh selama ini regulasinya dianggap kurang mencukupi. 
 
Terkait dengan masalah regulasi radikalisme di kampus, saya ingatkan pemberitaan yang diusung oleh Antara NTB tanggal 4 Juni 2022 mengusung warta dengan titel "Akademisi sebut perlu regulasi tanggulangi radikalisme di kampus". Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Weda Kupita menilai perlu adanya regulasi yang mampu menindak tegas oknum atau individu yang menyebarkan paham radikal dan terorisme di kampus. 
 
“Karena regulasi yang sekarang sudah ada seperti yang saya sampaikan tadi itu bahwa belum bisa memenuhi sebagai suatu standar untuk penanggulangan paham-paham radikal tadi itu, jadi belum ada regulasinya,” ujar Dosen Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) itu dalam siaran pers Pusat Media Damai Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (PMD BNPT). Menurut Weda, hal ini terkait dengan terbatasnya ruang gerak aparat penegak hukum dalam rangka menertibkan oknum penyebar narasi radikal terutama di lingkungan kampus. 
 
Menurut saya, regulasi untuk menanggulangi radikalisme di kampus tidak perlu, karena memang kampus itu harus RADIKAL. Radikalisme kampus atau radikalisme di kampus itu hanya propaganda yang bertujuan untuk membungkam sikap kritis civitas akademika. Regulasi justru akan semakin membuat kampus menjadi menara gading yang makin jauh dari kemanfaatannya bagi masyarakatnya. Terfokus pada soal radikal radikul yang nomenklaturnya saja masih obscure dan lentur. Bukan narasi atau nomenklatur hukum melainkan politik. 
 
Semua PT sebenarnya sudah mempunyai perangkat untuk mendeteksi kegiatan mahasiswa, apakah itu di organisasi mhsw (BEM, SENAT, UKM dll). Pegawai pun bisa dipantau lewat Kabag, Wadek, dekan hingga para Wakil Rektor, Senat Unive dan puluhan kelembagaan struktural lainnya. 
 
Perangkat aturannya juga sudah ada, mulai dari Peraturan akademik, Kode Etik dll. Semua memang tergantung bagaimana atmosfer kampus. Jika kampus diwarnai dengan perwujudan nilai kebenaran dan keadilan, saya yakin warga kampus tidak akan aneh-aneh apalagi melakukan perbuatan radikal peyoratif (merusak, mengancam, kekerasan). 
 
Untuk membuat regulasi tentang RADIKALISME, harus dipenuhi tata cara pembentukan per-UU sebagaimana diatur dlm UU No. 12 Tahun 2011 jo perubahannya dgn UU No. 15 Tahun 2019. Formulasinya harus memenuhi unsur-unsur kepastian hukum dan pembicaraannya harus benar-benar komprehensif serta melibatkan seluruh elemen bangsa. Tidak boleh gegabah, apalagi hanya dibuat PERPPU. 
 
Menurut hemat saya, usulan tentang RUU anti Radikalisme terlalu dini, mengingat urgensinya yang terkesan terlalu diada-adakan dan potensi untuk mengarah pada munculnya orde represif layaknya penggunaan UU Subversi sebagaimana terjadi pada era orde baru sangat besar sekali. 
 
Sebagaimana diketahui bahwa radikalisme selama ini cenderung menyerang Islam saja. Definisinya masih lentur dan 'obscure' terjun bebas diarahkan untuk memukul dakwah Islam,  terlebih lagi terhadap dakwah khilafah ajaran Islam yang seringkali diidentikkan dengan ISIS. Seperti yang kita ketahui, bahwa ISIS mengklaim sebagai Khilafah, padahal ISIS tidak memenuhi syarat disebut sebagai Khilafah yang sesuai metode kenabian. 
 
Banyak kejadian teror yang mengklaim pelaku adalah dari ISIS, hal ini juga membuktikan bahwa dakwah mereka tidak ahsan bil ma'ruf dan mengikuti tuntunan Nabi Saw. Yang perlu disayangkan adalah bahwa tuduhan terorisme dan radikalisme dipukul rata kepada umat Islam, lebih-lebih umat Islam yang mendakwahkan Islam kaffah dan khilafah sebagaimana telah disinggung di muka. 
 
Atas dasar pemikiran di muka, RUU anti radikalisme bisa diprediksikan akan menjadi alat pukul dakwah Islam yang bisa mengenai siapa saja, karena definisi radikalisme masih tidak jelas dan tidak akan jelas. Sebaiknya jangan terlalu dini menggagas RUU anti radikalisme, karena memungkinkan akan merugikan umat Islam dan ajaran Islam yang selama ini mendapatkan tudingan radikalisme. 
 
Saat ini Polri baru disorot atas kebobrokannya di level puncak terkait dengan pembunuhan Brig Joshua yang melibatkan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo sebagai dalangnya. Saya kira lebih baik bersihkan dulu tubuh Polri, baru bicara soal lainnya, Pak. Malu kita! 
 
Kita masih menanti "pemberantasan terorisme" di Papua. Itu lebih dahulukan. Mereka teroris, separatis, kriminalis yang sudah pasti membahayakan NKRI. Dunia Pendidikan memang harus radikal, ramah, terdidik dan berakal! 
 
Tabik..! [PurWD/voa-islam.com]
 
Semarang, Ahad: 14 Agustus 2022

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Data Pribadi Bocor, Mahasiswa Muhammadiyah Ramai – Ramai Surati Presiden RI

Data Pribadi Bocor, Mahasiswa Muhammadiyah Ramai – Ramai Surati Presiden RI

Jum'at, 30 Sep 2022 15:21

Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah Kampus Muhammadiyah Ini Raih Sharia Award

Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah Kampus Muhammadiyah Ini Raih Sharia Award

Jum'at, 30 Sep 2022 15:00

Mokaf, Terobosan Alternatif Pangan Bernilai Tambah

Mokaf, Terobosan Alternatif Pangan Bernilai Tambah

Jum'at, 30 Sep 2022 13:48

Jahatkah Jokowi?

Jahatkah Jokowi?

Jum'at, 30 Sep 2022 13:05

Potret Pagar Makan Tanaman di Negeri Antahberantah

Potret Pagar Makan Tanaman di Negeri Antahberantah

Jum'at, 30 Sep 2022 09:35

Kondisi Keuangan Negara Buruk, Legislator Minta Pemerintah Lakukan Ini

Kondisi Keuangan Negara Buruk, Legislator Minta Pemerintah Lakukan Ini

Kamis, 29 Sep 2022 20:10

Saudi Sita 765.000 Pil Narkoba Yang Diseludupkan Dalam Semangka

Saudi Sita 765.000 Pil Narkoba Yang Diseludupkan Dalam Semangka

Kamis, 29 Sep 2022 20:09

Utusan PBB: Israel Terus Menentang Resolusi PBB Tentang Penghentian Pemukiman Ilegal

Utusan PBB: Israel Terus Menentang Resolusi PBB Tentang Penghentian Pemukiman Ilegal

Kamis, 29 Sep 2022 16:00

Save the Children dengan Islam

Save the Children dengan Islam

Kamis, 29 Sep 2022 15:32

Jadikan setiap momen aqiqah anda berkesan menjadi #AqiqahEmas Darul Munir

Jadikan setiap momen aqiqah anda berkesan menjadi #AqiqahEmas Darul Munir

Kamis, 29 Sep 2022 15:23

Cengkeraman Kapitalisme dari Hulu Hingga Hilir

Cengkeraman Kapitalisme dari Hulu Hingga Hilir

Kamis, 29 Sep 2022 15:18

Bos NCSC Inggris Sebut Ukraina Dan Rusia Terkunci Dalam Perang Dunia Maya Terbesar Yang Pernah Ada

Bos NCSC Inggris Sebut Ukraina Dan Rusia Terkunci Dalam Perang Dunia Maya Terbesar Yang Pernah Ada

Kamis, 29 Sep 2022 15:00

Politisi NasDem: Penolakan RUU Sisdiknas Harus Jadi Introspeksi Pemerintah

Politisi NasDem: Penolakan RUU Sisdiknas Harus Jadi Introspeksi Pemerintah

Kamis, 29 Sep 2022 09:21

ICMI Orwil Banten Serukan Kawal Pemilu 2024 Agar Jurdil

ICMI Orwil Banten Serukan Kawal Pemilu 2024 Agar Jurdil

Kamis, 29 Sep 2022 09:10

Survei: Recep Tayyip Erdogan Pemimpin Paling Populer Di Kalangan Orang Arab

Survei: Recep Tayyip Erdogan Pemimpin Paling Populer Di Kalangan Orang Arab

Rabu, 28 Sep 2022 21:50

Taliban Tandatangani Kesepakatan Dengan Rusia Untuk Pasok Minyak, Gas Dan Gandum Ke Afghanistan

Taliban Tandatangani Kesepakatan Dengan Rusia Untuk Pasok Minyak, Gas Dan Gandum Ke Afghanistan

Rabu, 28 Sep 2022 21:25

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi Wafat, Bukhori: Umat Islam Kehilangan Mujahid Dakwah

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi Wafat, Bukhori: Umat Islam Kehilangan Mujahid Dakwah

Rabu, 28 Sep 2022 20:49

Raja Salman Tunjuk Putra Sekaligus Pewarisnya Mohammed Bin Salman Sebagai Perdana Menteri Saudi

Raja Salman Tunjuk Putra Sekaligus Pewarisnya Mohammed Bin Salman Sebagai Perdana Menteri Saudi

Rabu, 28 Sep 2022 20:17

Kentut Setelah Selesai Wudhu’, Haruskah Mengulangi Wudhu’ Lagi?

Kentut Setelah Selesai Wudhu’, Haruskah Mengulangi Wudhu’ Lagi?

Rabu, 28 Sep 2022 17:47

Anggota Senior Pemerintahan Taliban Serukan Pembukaan Sekolah Untuk Anak Perempuan

Anggota Senior Pemerintahan Taliban Serukan Pembukaan Sekolah Untuk Anak Perempuan

Selasa, 27 Sep 2022 21:50


MUI

Must Read!
X

Selasa, 27/09/2022 12:46

Rasa Takut yang Mendatangkan Kebahagiaan