Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
18.730 views

Jumlah Manula Mencapai 1.5 Miliar, Akibat Perempuan Menolak Beranak

BRUSSEL (voa-islam.com) -Jumlah manusia lanjut usia “manula”  terus bertambah. Terutama di negara-negara maju. Dampaknya sudah terasa mulai dari sekarang. Banyaknya “manula” berdampak terhadap perkembangan ekonomi di negara-negara maju, sekarang seperti mengalami stagnasi ekonomi. Salah faktor penyebab gejala krisis global yang terjadi sekarang ini, karena bertambahnya jumlah “manula”.

Di perkirakan tahun 2010 , jumlah “manula” mencapai 524 juta orang, mereka yang berusia 65, atau 8 persen dari populasi dunia. Pada tahun 2050 , jumlah ini diperkirakan hampir tiga kali lipat menjadi sekitar 1,5 miliar, atau 16 persen dari populasi dunia. Sebagian besar “manula” ini berasal dari negara-negara maju.

Fenomena luar biasa ini didorong oleh penurunan tingkat angka kelahiran, dan semakin panjangnya umur trata-rata di negara maju. Hampir di semua negara maju, terutama di Uni Eropa, pertumbuhan penduduk sudah minus, atau stagnan. Karena melahirkan anak di negara-negara Uni Eropa, sudah bukan lagi menjadi pilihan bagi perempuan.

Ditambah lagi, di negara-negara Uni Eropa sekarang, sudah disahkan oleh parlemen mereka, tentang perkawinan antar jenis atau kumpul kebo. Seperti yang dipraktekkan Presiden Perancis Hollande dengan pasangannya, aktris Julia Gayet. Jadi, Uni Eropa benar-benar menghadapi skenario yang sangat mengkawatirkan, terjadinya, “Zero Growth Population” (pertumbuhan penduduk nol).

Skenario “Zero Growth Popuation” ini akan mengancam eksistensi manusia di negara-negara maju, seperti di negara-negara Uni Eropa. Bahkan, kondisi sudah menyebar, sampai negara-negara Baltik, dan bahkan di Rusia. Di mana populasi penduduk Rusia turun dari l30 juta, sekarang hanya tinggal 90 juta.

Di Jepang, pertumbuhan penduduknya juga sudah stagnan,dan mengarah minus. Penduduknya Jepang dari 150 juta, sekarang hanya tinggal menjadi 120 juta.

Dengan sedikit anak atau minus anak, penduduk dunia  memasuki hidup lebih lama. Maka, jumlah para “manula” meningkat dengan cepat dari total populasi. Di negara-negara yang lebih maju , tingkat angka kesuburan turun drastis. Situasi ini akan berlanjut dengan sangat cepat.

Budaya dan pola hidup di Barat, dan kebiasaan mereka, dampaknya telah mengubah kehidupan secara drastis. Sikap pilihan menolak anak, dan persepsi mereka, bahwa anak itu menjadi beban, sudah menjadi   sikap dan pandangan hidup mereka. Apalagi, mereka yang tinggal di apartemen, lebih memilih hidup tanpa anak.

Di Uni Eropa, banyak pasangan “pasutri”, atau “single parent”, yang sudah tua, hanya ditemani oleh anjing. Bukan lagi hidup diantara keluarga mereka. Karena, hubungan kekerabatan mereka sudah terputus. Sejak mereka menjadi dewasa.

Tak aneh banyak “manula” yang mati di plat atau apartemennya sendirian, tanpa keluarga. Bahkan, ditemukan orang tua yang meninggal, sudah berhari-hari. Di negara-negara Barat atau Uni Eropa, sejak anak duduk di bangku SMU sudah dianggap dewasa, dan berpisah dengan orang tua mereka. Hidup mandiri.

Namun, di negara-negara berkembang termasuk seperti di Indonesia, dua puluh tahun mendatang, juga akan dipenuhi oleh usia yang tidak produktif. Di Indonesia akan tumbuh dalam jumlah penduduk yang berusia diatas 60 tahun. Umur yang sudah tidak produktif lagi.

Sejak tahun l980, pemerintah Indonesia sudah menggalakan penjarangan angka kelahiran, melalui program keluarga berencana. Sekarang maksimum setiap keluarga rata-rata hanya memiliki dua orang anak. Bahkan, kurang dari dua anak, dan ini akan berdampak terhadap produktifitas manusia Indonesia.

Sementara itu, orang-orang Cina di Indonesia mereka tumbuh dengan sangat cepat. Di Cina angka kelahiran dibatasi oleh pemerintah. Tapi, di Indonesia orang Cina rata-rata memiliki 4 orang anak.

Maka, dalam waktu dua puluh tahun mendatang, jumlah orang Cina bisa mencapai 20 persen dari total populasi penduduk Indonesia. Apalagi, kalau orang-orang Cina daratan berbondong-bondong  masuk Indonesia, maka pertama di Jakarta, orang Cina akan menggantikan orang Betawi. (wb/afgh/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Kementerian Kesehatan Saudi: Umat Islam Yang Ingin Menunaikan Haji Tahun Ini Harus Divaksin COVID-19

Kementerian Kesehatan Saudi: Umat Islam Yang Ingin Menunaikan Haji Tahun Ini Harus Divaksin COVID-19

Selasa, 02 Mar 2021 19:05

Turki Buka Kembali Sebagian Besar Restoran dan Sekolah

Turki Buka Kembali Sebagian Besar Restoran dan Sekolah

Selasa, 02 Mar 2021 18:35

279 Siswi Nigeria Yang Diculik 'Bandit' Dari Sekolah Asrama Di Zamfara Telah Dibebaskan

279 Siswi Nigeria Yang Diculik 'Bandit' Dari Sekolah Asrama Di Zamfara Telah Dibebaskan

Selasa, 02 Mar 2021 17:45

Rusia Tarik Pasukan Dari Kota Saraqib Untuk Lindungi Tentaranya Dari Serangan Jihadis

Rusia Tarik Pasukan Dari Kota Saraqib Untuk Lindungi Tentaranya Dari Serangan Jihadis

Selasa, 02 Mar 2021 17:05

Pembunuhan Khashoggi Halangi Jalan Mohammed Bin Salman Menuju Tahta Kerajaan Saudi

Pembunuhan Khashoggi Halangi Jalan Mohammed Bin Salman Menuju Tahta Kerajaan Saudi

Selasa, 02 Mar 2021 16:35

Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Selasa, 02 Mar 2021 07:48

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Selasa, 02 Mar 2021 07:11

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Selasa, 02 Mar 2021 06:54

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Selasa, 02 Mar 2021 06:39

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Senin, 01 Mar 2021 20:35

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Senin, 01 Mar 2021 20:01

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Senin, 01 Mar 2021 17:03

Politik Mabuk Jokowi

Politik Mabuk Jokowi

Senin, 01 Mar 2021 14:54

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Senin, 01 Mar 2021 14:28

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

Senin, 01 Mar 2021 13:48

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Senin, 01 Mar 2021 12:15

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Senin, 01 Mar 2021 12:05

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Ahad, 28 Feb 2021 22:36

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

Ahad, 28 Feb 2021 21:06

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

Ahad, 28 Feb 2021 18:52


MUI

Must Read!
X