Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.542 views

Hambatan di Balik Kontak Mata Anak dan Orang Tua

Oleh: Wage Setia Budi (Pemerhati Komunikasi Anak)

Acapkali orang tua melakukan kontak mata dengan anak hanya ketika marah, memerintah atau mengancam. Perlu diketahui, inilah faktor penghambat komunikasi orang tua dengan anak. Ketika orang tua kurang memperhatikan kontak mata dengan sang buah hati setiap kali berbicara, maka orang tua telah memutus ikatan emosional dengan sang anak.

Kontak mata penting bagi sang anak. Bahkan sejak kehadiran sang buah hati di rumah kita. Ketika terjadi kontak antara orang tua dan anak, maka di balik gerakan mata anak terjadi proses perkembangan sel saraf mata dan kemampuan komunikasi. Pada umumnya usia anak dapat melakukan kontak mata sekitar usia 6-8 minggu setelah kelahiran. Kemampuan kontak mata jauh mendahului kemampuan anak dalam hal berbicara.

Dengan adanya keterbatasan kemampuan komunikasi anak, orang tua harus menempatkan posisi tubuh anda sejajar dan setinggi anak ketika berbicara. Hal ini acapkali terlihat, misalnya, ketika Pangeran William berbicara dengan anak pertamanya. Menurut Pakar Perkembangan Anak dan Penulis buku A Moving Child is a Learning Child, Gill Connel, cara ini membuat anak merasa aman dan dimengerti. Agar kontak mata lebih efektif biasanya, hal ini disertai dengan ekspresi emosional positif beserta bahasa tubuh, seperti anggukan, ucapan singkat yang mudah dimengerti, tersenyum atau komunikasi nonverbal lainmya.

Kemudian, orang tua harus lebih mengutamakan komunikasi visual ketika berbicara dengan anak. Komunikasi visual lebih menekankan pada pesan komunikasi berbentuk tanda, gambar, lambang, simbol warna yang konkrit dan dapat dicerna indra penglihatan. Semua hal ini dimaksudkan untuk menjaga kontak mata dengan anak. Hal ini ditunjang dengan pernyataan orang tua dengan bahasa yang mudah dipahami dan sederhana.

Terlihat di atas kontak mata merupakan bagian penting komunikasi tatap muka. Selain mengumpulkan informasi visual dari dunia luar, mata mengekspresikan emosi dan perasaan. Ekspresi emosi dan perasaan juga ditunjang dengan ekspresi wajah.

Melalui kontak mata yang disertai bahasa tubuh, para pakar perkembangan anak menyebutkan bahwa orang tua sedang membangun attachment bond dengan anak. Attachment bond semacam ikatan emosional nonverbal antara orang tua dan anak. Respons emosional orang tua berupa gerakan, isyarat dan suara kepada sang anak sangatlah bermakna. Sebaliknya, melalui kontak mata sang anak melakukan interaksi, komunikasi dan relasi.

Dengan terjadinya attachment bond antara orang tua dan anak, maka anak sedang membangun keinginan untuk belajar, kepercayaan, kesadaran diri yang sehat, bersikap ramah terhadap orang lain. Sebaliknya, apabila attachment bond tidak terbangun, sang anak tidak mendapatkan rasa aman dan pengertian dari orang lain, kebingunan dalam identitas diri dan kesulitan belajar dan berinteraksi dengan orang lain di masa depannya.

Terlihat jelas di atas, kontak mata sangatlah dahsyat. Apa yang diucapkan orang tua dapat mudah tertanam. Dr. Albert Mehrabian, penulis buku Silent Messages, menyatakan jumlah persentase kontak mata dan bahasa tubuh mencapai 93% dari satu pesan komunikasi. Inilah yang tidak disadari sebagian besar orang tua. Kontak mata adalah bagian penting bahasa tubuh orang tua.

Dengan kontak mata, orang tua memperhatikan ekspresi emosional anak. Selain verbal, sebagian besar ekspresi emosional anak dilakukan dalam bentuk bahasa tubuh dan gerakan. Lebih khusus lagi karena ekspresi emosional anak dilakukan secara spontan. Dengan kontak mata, orang tua dapat memenuhi kebutuhan emosional anak. Anak terlihat dicintanya, dihargai, dibuat merasa aman dan kompeten. Ketika terpenuhinya kebutuhan emosional anak, hal ini melahirkan perilaku anak yang santun di masa depan (Woolfson, 2005:8).

Bila begitu dahsyat pengaruhnya, tetapi mengapa sebagian besar orang tua mengabaikan kontak mata. Misalnya, ketika berbicara dengan sang buah hati, banyak ibu masih memakai purdah atau niqab. Padahal ketika purdah atau niqab dibuka, anak dapat melakukan kontak mata dan melihat ekspresi wajah sang ibu. Bila sejak kehadiran buah hati di dalam rumah tangga hingga dewasa, sang ibu selalu berbicara dengan sang anak di balik purdah atau niqab, maka hal ini sama saja dengan memutus ikatan emosional orang tua dan anak. Lebih buruk lagi, perkembangan anak terutama otak tengah anak akan terganggu.

Di lain pihak, banyak orang tua acapkali mengabaikan kontak mata. Pengabaian kontak mata orang tua berarti orang tua tidak peduli kehadiran sang anak. Ini terlihat dari penempatan posisi tubuh anda yang tidak fokus ke anak, bersilang tangan dan menopang dagu atau sibuk dengan urusan anda sendiri, seperti mengerjakan pekerjaan rumah tangga, chatting atau lainnya.

Perilaku anak merupakan hasil peniruan anak terhadap perilaku orang tua. Anak adalah makhluk yang belum memiliki kemampuan yang cukup memadai untuk merespons semua kemauan orang tua dengan benar. Kemampuan anak hanyalah meniru perilaku orang dewasa termasuk perilaku orang tua termasuk dalam berkomunikasi. Pendidikan orang tua lah menentukan macam apa perilaku anak di masa depan..

Keluhan orang tua bahwa anak tidak mendengar perintahnya haruslah diakhiri. Sebaiknya orang tua mengintrospeksi diri. Ketika anak tidak patuh, orang tua acapkali melakukan kontak mata hanya ketika menegur, melarang atau memberi ancaman. Rubahlah!

Orang tua yang mengembangkan komunikasi ancaman, perintah, teguran dan marah akan melahirkan anak yang suka mengganggu temannya, memberontak dan sukar dikendalikan. Ketika hal ini terjadi, berarti ikatan emosional (attachment bond) antara orang tua dan anak telah putus.

Oleh karena itu, kontak mata anak dan orang tua akan melahirkan ikatan emosional (attachment bond). Sebaliknya, anak yang tidak melakukan kontak mata adalah anak yang kemungkinan besar menghadapi masalah perkembangan dirinya, seperti menderita autisme. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Sabtu, 24 Feb 2018 22:30

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

Sabtu, 24 Feb 2018 22:15

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Sabtu, 24 Feb 2018 21:45

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Sabtu, 24 Feb 2018 21:25

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Sabtu, 24 Feb 2018 18:31

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Sabtu, 24 Feb 2018 17:31

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Sabtu, 24 Feb 2018 16:31

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Sabtu, 24 Feb 2018 15:21

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Sabtu, 24 Feb 2018 14:21

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Sabtu, 24 Feb 2018 13:21

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Sabtu, 24 Feb 2018 13:14

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Sabtu, 24 Feb 2018 13:09

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Sabtu, 24 Feb 2018 13:06

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Sabtu, 24 Feb 2018 12:21

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Sabtu, 24 Feb 2018 11:21

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Sabtu, 24 Feb 2018 10:39

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Sabtu, 24 Feb 2018 10:21

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sabtu, 24 Feb 2018 09:45

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Sabtu, 24 Feb 2018 09:21

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Sabtu, 24 Feb 2018 08:21


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X